Kamis, 18 Desember 2014

YAHWEH Memberikan Resep Kesehatan dan Kebugaran

Betapa bahagia
Menikmati hidup damai, sejahtera, dan sehat sentosa
Bangun pagi selalu merasakan semangat dan kesegaran baru
Badan segar, hati senang, dan menjalani hari penuh segala syukur.

Bagaimana bisa demikian?
YAHWEH telah memberikan resepnya:

"Percayalah kepada YAHWEH dengan segenap hatimu,
dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
Akuilah DIA dalam segala lakumu,
maka IA akan meluruskan jalanmu.

Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak,
takutlah akan YAHWEH dan jauhilah kejahatan;
itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu
dan menyegarkan tulang-tulangmu."

Demikianlah bunyi Amsal 3:5-8.

Kalau saudara merasakan ada keluhan pada tubuh saudara,
silakan mengambil resep yang disediakan YAHWEH seperti terkutip di atas.
Sakit-penyakit saudara dan saya akan sembuh kalau kita percaya kepada YAHWEH
kalau kita tidak bersandar pada pengertian kita sendiri
kalau kita mengakui DIA dalam segala laku kita
kalau kita dengan cara demikian diluruskan jalan kita
kalau kita tidak menganggap diri bijak namun takut akan YAHWEH dan menjauhi kejahatan

semua itu akan menyembuhkan sakit-penyakit kita
akan membuat tubuh dengan segala keluhannya menjadi sehat dan pulih
dan ...
tulang-tulang kita menjadi segar.

Tulang yang segar berbicara mengenai kebugaran, mengenai kekuatan, mengenai kesiap-sediaan untuk melakukan segala macam pekerjaan. Suatu kondisi segar bugar penuh vitalitas.

Dengan demikian, Amsal 3:5-8 ini menjadi semacam olar raga rohani yang tidak hanya menyehatkan rohani kita namun juga akan berdampak pada stamina kebugaran dan kesehatan fisik tubuh kita.

Mari kita berolah raga rohani dan jasmani dengan penuh syukur.
Dan nikmati betapa sehat segar dan kuatnya tubuh kita ... bersama YAHWEH TUHAN.


Baca juga:
Sakit Kepala dalam Alkitab
Harapan Adalah Bahan Bakar Iman yang Membawa kepada Kemenangan
Penyakit Mata menurut Kitab Suci
4 Pelajaran Firman Yahwe untuk Tubuh

Sabtu, 13 Desember 2014

Melewati Lembah Kekelaman

Salah satu Mazmur yang paling sering dikutip adalah Mazmur 23 yang berawal, "YAHWEH adalah Gembalaku, aku tidak akan kekurangan. DIA membaringkan daku di padang yang berumput hijau; Dia menuntunku ke air yang tenang. DIA menyegarkan jiwaku..." Betapa indahnya gambaran berjalan bersama TUHAN di padang rumput hijau yang indah dan baunya segar. Ini merupakan gambaran ketenteraman, keamanan dan kepuasan. Tetapi kemudian ayat selanjutnya bicara mengenai keadaan yang amat berbeda. Semacam transisi tiba-tiba, ayat empat berbunyi, "Meskipun berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya; karena ENGKAU besertaku; tongkat-MU dan gada-MU itulah yang menghibur aku."

Bagaimana dalam kehidupan ini kita bisa beralih dari padang rumput hijau ke lembah kekelaman dalam satu ketika?

Saudara tahu, kadang hidup seperti itu. Keadaan yang tidak terduga, tragedi dan pencobaan membawa kita dari satu keadaan ke keadaan lain dalam seketika. Tetapi tidak peduli dalam keadaan apa pun hidup kita, tak peduli apa yang telah terjadi, YAHWEH ada di sana. Ketika kita mengarahkan pandangan kita kepada-NYA, kita tidak perlu takut. DIA selalu memberikan damai. DIA selalu memberikan ketenangan dan ketenteraman. Dan perhatikan bunyi ayat tersebut, "Meskipun aku berjalan di ..." Ayat tersebut tidak berkata, "Meskipun aku berakhir di lembah kekelaman." Kita harus ingat bahwa saat-saat kelam tidak berlangsung lama. Kita tidak harus tinggal di lembah kekelaman; kita hanya melewatinya. Kadang, ketika keadaan demikian menyesakkan, kita mungkin mulai merasa terpojok dan tak berdaya. Jika saudara merasa demikian hari ini, biarkah kebenaran ini menyentuh hati saudara: saudara tidak akan pernah menetap di lembah kekelaman itu. DIA sedang menuntun saudara ke tempat yang aman dan tenang. Mungkin saudara akan menghadapi saat-saat yang tidak menentu, tetapi iman akan meneguhkan saudara. Mungkin saudara mengalami kesedihan, tetapi YAHWEH ada di sisi mereka yang remuk hatinya. DIA dekat dengan semua yang menyeru nama-NYA. Angkatlah mata saudara dan pandanglah DIA, fokus pada kebaikan-NYA, dan biarlah iman saudara menguatkan hati saudara. Ketahuilah bahwa YAHWEH itu baik. DIA tidak membawa ketakutan namun kedamaian. Yohanes 10:10 mengatakan bahwa pencuri datang untuk membunuh, mencuri dan membinasakan, tetapi YESHUA datang untuk memberikan hidup yang kekal dan berlipah-limpah. YAHWEH selalu memberikan harapan, penyembuhan dan pemulihan. YAHWEH selalu memberikan kasih.


Hari ini arahkan pikiran saudara kepada BAPA. Mintalah kepada-NYA untuk menunjukkan kasih-NYA dalam cara yang baru. Bayangkan DIA berdiri di depan saudara dengan lengan yang terulur ke arah saudara, siap menuntun saudara melewati lembah kekelaman menuju tempat yang damai, tenang dan menuju kemenangan.


Diterjemahkan dari Victoria Osteen


Baca juga:
Pemberi yang Hebat
Mendengar Tuntunan Gembala
Dituntun ke Padang Berumput Hijau
Tuntunan Melewati Lembah Kelam
Tuntunan Melewati Lembah Kelam
Mengikuti Gembala
Yeshua Gembala yang Baik
Menjadi Domba yang Baik

Jumat, 05 Desember 2014

Menghampiri Tahta Karunia dengan Penuh Keberanian

Ketika Anda masih kecil di sekolah, apakah pernah dipanggil ke ruang kepala sekolah? Jalan menuju ke ruangnya tampaknya tak pernah berakhir ketika akanmenghadapi 'kemarahan' kepala sekolah.

Temanku memberi tahuku bahwa suatu ketia ia dipanggil ke kantor kepala sekolah untuk menerima hadiah, tetapi ia tidak tahu kalau akan menerima hadiah. Ia ketakutan bahwa ia akan ditudul telah melakukan sesuatu yang salah meskipun ia tahu bahwa ia tidak melakukan kesalahan. Terlalu sering umat TUHAN memandang TUHAN seperti mereka memandang kantor kepala sekolah. Mereka selalu waspada jangan-jangan mereka akan dituduh melakukan sesuatu.

Dalam Ibrani 4:16, Kitab Suci memberitahukan kepada kita untuk "dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia." Itu berarti bahwa ketika kita datang kepada TUHAN, kita bisa mendekati-Nya dengan penuh keyakinan. DIA tidak memanggil kita untuk menghukum kita. DIA memanggil kita karena DIA mengasihi kita. DIA ingin menyembuhkan dan memulihkan kita. Ketika kita datang ke hadirat-Nya, kita datang ke tempat di mana melimpah karunia dan pengampunan.

Karunia TUHAN bagi kita tidak bisa diusahakan; karunia itu harus diterima sebagai pemberian. Kita harus sering membuka hati kita dengan rendah hati di hadapan-Nya. Dengan demikian kita menerima kekuatan pembaruan-Nya, kita menerima berkat-berkat-Nya, dan kiita menerima kedamaian yang mengalir dari dekatnya hubungan pribadi dengan Bapa.


Hari ini, jika saudara memandang TUHAN melalui kacamata ketakutan dan intimidasi, lepaskan semua pandangan itu. TUHAN tidak marah kepada saudara sama sekali; DIA amat mengasihimu! DIA tidak menuduh atau menghukummu. DIA Mengasihimu dan rindu untuk menunjukkan bahwa dengan kekuatan-Nya DIA ingin untuk menopangmu.

Datanglah ke hadirat-Nya dengan hati bersyukur. Masuki tahta-Nya dengan pujian. Terima kekuatan yang saudara perlukan, terima berkat dan karunia karena saudara tahu bahwa DIA mengasihi saudara dengan kasih yang kekal!


"Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya." (Ibrani 4:16)

Diterjemahkan dari postingan Victoria Osteen 


Baca juga:
Tunduk kepada YAHWE Adalah Kunci Menjadi Ayah dan Suami yang Berhasil
Doa Radikal
Proses Pemurnian Emas
Bapa YAHWE Berkenan kepada Orang yang Tidak Tahu Malu

 

 

 

Kamis, 04 Desember 2014

Fokus pada Firman TUHAN

Matius 14:25:31         
Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.
Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut.
Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?
"

Manusia sering hidup karena melihat. Ia mendasari keyakinan dan keputusannya dari apa yang dilihatnya. Dalam kutipan di atas, Petrusdi bangkitkan harapan, semangat, dan keyakinannya ketika melihat Yeshua datang berjalan di atas air. Imannya dibangkitkan dan ia meminta supaya Yeshua menyuruhnya agar ia juga datang dan berjalan di atas air untuk menyambut kedatangan Yeshua.

Benar. Yeshua mengabulkan permintaan Petrus. Ia menyuruhnya datang berjalan di atas air untuk menyambut-Nya.

Petrus hidup berdasarkan apa yang dilihatnya. Ia melihat Yeshua berjalan di atas air dan mendengar Yeshua menyuruhnya untuk juga berjalan di atas air. Dan ia, karena dibangkitkan iman dan keyakinannya, karena disuruh oleh Yeshua sendiri yang kini ada di hadapannya, ia pun turun dari perahu dan datang berjalan menyambut Yeshua.

Tetapi Petrus memang hidup dari melihat. Ketika ia merasakan adanya tiupan angin, pancainderanya mulai bekerja mengalahkan iman dan keyakinannya yang sebelumnya membesar oleh pengalaman inderawi yang dialaminya sebelumnya. Ketika angin mulai bertiup, rasa takut pun mendatanginya dan ia mulai kehilangan keyakinan dan imannya. Dan ... akibatnya ia memang mulai tenggelam.

Petikan dari Kitab Suci ini mengajarkan kepada kita, orang beriman, untuk fokus kepada Firman TUHAN. Fokus pada Firman artinya hidup oleh Firman, oleh apa yang disabdakan oleh Tuhan Yeshua. Fokus pada Firman berarti percaya bahwa Yeshua akan selalu menolong dan ada di sisi kita, sekalipun pengalaman inderawi kita mengatakan sebaliknya.

Yeshua menghendaki agar kita percaya dan jangan kurang percaya, sekalipun angin masalah bertiup menimpa kehidupan kita. Hidup oleh karena melihat, dengan memercayai apa yang kita lihat dan rasakan hanya akan membuat diri kita dikuasai oleh rasa takut. Hidup karena melihat akan menenggelamkan kita.

Sebaliknya, dengan memercayai Yeshua dan Firman-Nya, kita akan selalu menang menghadapi setiap angin masalah dan badai kehidupan. Mari kita hidup tanpa bimbang karena berpegang teguh pada Firman-Nya. Amin.

Baca juga:
Kuasa Memberi: Tuhan yang Pertama dalam Keuangan
Kita Kuat Karena Yahwe Menopang: Belajar dari Yesaya 40
Apa warisan terpenting untuk anak cucu?
Cara Hidup Jemaat yang Pertama

 

 


Selasa, 02 Desember 2014

Bapa YAHWEH Sanggup Mengubah Setiap Mara Menjadi Elim dalam Hidupmu

Keluaran 15: 22-27
22    Musa menyuruh orang Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur; tiga hari lamanya mereka berjalan di padang gurun itu dengan tidak mendapat air.
23    Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.
24    Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?"
25    Musa berseru-seru kepada YAHWEH, dan YAHWEH menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan
YAHWEH ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah YAHWEH mencoba mereka,
26    firman-Nya: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara
YAHWEH, Elohimmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau."
27    Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.


Setelah tiga hari tidak menemukan air, akhirnya bangsa Israel menemukan air, tetapi air itu pahit dan tidak bisa diminum. Terhadap kenyataan itu ada 2 (dua) macam reaksi yang tercatat di sini. Pertama, bangsa Israel bersungut-sungut. Kedua, reaksi Musa yang berseru kepada Bapa YAHWEH.

Dalam kehidupan ini, kita juga sering menemukan air pahit. Reaksi kita terhadap air pahit ternyata sangat menentukan kelanjutan kisahnya. Seruan Musa kepada Bapak YAHWEH akhirnya mengantar bangsa itu ke Elim, di mana terdapat dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma.

Dari sini kita belajar bahwa ketika berhadapan dengan air yang pahit, hendaknya kita melihat hal itu sebagai peluang bagi Bapa YAHWEH untuk mengubah kepahitan itu menjadi manis. Ketika bertemu dengan air pahit, atau Mara, sebenarnya YAHWEH sudah menyediakan air manis, atau Elim untuk kita.

Ketika menemukan air pahit, jangan sampai hati kita juga ikut menjadi pahit, seperti yang dilakukan bangsa Israel dengan bersungut-sungut. Sebagaimana ditegaskan dalam Amsal 4:23: Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Sekalipun menghadapi kepahitan, hendaknya kita tetap menjaga hati. Seperti juga ditegaskan dalam Habakuk 3:17-18:
Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Elohimku yang menyelamatkan aku.

Bapa YAHWEH tidak menghendaki anak-anak-Nya bersungut-sungut. Efesus 4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. 

Ketika menemukan sebuah situasi hidup yang pahit, seperti Musa, hendaknya kita berseru kepada Bapa. Tetap percaya bahwa Bapa selalu memberi yang terbaik. Lihat situasi itu sebagai kesempatan di mana Bapa akan mengubah kepahitan itu menjadi sesuatu yang manis. 

Jangan biarkan kepahitan itu juga memahitkan hati, dan tetap bersyukur kepada Bapa, sebagaimana diserukan dalam Habakuk 3:17-18. Tetap pegang teguh janji Bapa karena Dia akan mengirimkan "sepotong kayu" untuk mengubah yang pahit menjadi manis. 

Ketika menghadapi yang pahit, kita hanya perlu berseru kepada Bapa dan meminta Dia untuk mengirimkan "sepotong kayu" yang akan mengubah segalanya menjadi baik. Bahkan tidak hanya itu, Bapa sanggup tidak hanya mengubah yang pahit menjadi manis namun juga membawa kita dari Mara menuju Elim, dari kepahitan hidup kepada kelimpahan berkah 12 mata air yang melimpah.

Baca juga:
Mazmur 3: YAHWE Pasti Memberi Pertolongan
Tuhan Tergerakkan Ketika Kita Menyentuh Hati-Nya
Yeshua Gembala yang Baik
Menjadi Domba yang Baik

 

 

 

Selasa, 14 Oktober 2014

Penyembuhan di Hari Sabat

diterjemahkan dari Lessons from Bethesda, Part 1

Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu." Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah." Mereka bertanya kepadanya: "Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?" Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab YESHUA telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.” (Yohanes 5:9–13).

Yohanes mencatat bahwa penyembuhan itu terjadi pada hari Sabat. Memang, itu adalah kunci untuk seluruh kejadian ini. Hal ini menjadi latar belakang permusuhan terbuka para penguasa Yahudi terhadap Kristus. Kemarahan mereka akan meningkat sepanjang sisa pelayanan-Nya di bumi, akhirnya berpuncak pada kematian-Nya.

Penolakan YESHUA untuk mematuhi peraturan Sabat legalistik dan buatan manusia adalah titik utama pertentangan antara diri-Nya dan lembaga agama Israel. Bahkan, YESHUA sengaja memilih untuk menyembuhkan orang ini pada hari Sabat untuk menghadapi legalisme Yahudi yang dangkal dan rusak. Tuhan ingin menunjukkan belas kasihan kepada orang ini, tetapi juga untuk memanggil bangsa Israel kepada pertobatan dengan menantang ketentuan yang tidak Alkitabiah yang menghasilkan ilusi kehidupan rohani.

Tanyakan pada Diri Saudara Sendiri

Apakah ada selera, tradisi, dan preferensi tertentu yang menyelubungi pandangan saudara terhadap pekerjaan Tuhan di dunia dan dalam kehidupan manusia? Berapa banyak yang bisa saudara sebutkan? Apa yang membuat tradisi itu keluar dari konteks Alkitab, sehingga menghambat rahmat?

Baca juga:
Yahwe Cemburuan
Merasa Tidak Layak di Hadapan Tuhan?
Karya Roh Kudus Tidak Terkungkung Oleh Tradisi dan Hukum
Mengubah Kutuk Menjadi Berkat: Belajar dari Yakub

Proses Pemurnian Emas

copas dari Proses Pemurnian Emas

BACAAN HARI INI
Yeremia 18:1-17

RHEMA HARI INI
Yeremia 18:5-6Kemudian datanglah firman YAHWEH kepadaku, bunyinya: "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel! demikianlah firman YAHWEH. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!

Nicky Cruz berasal dari Puerto Rico. Masa kecilnya yang kelam dilalui dengan kedua orang tua yang menjalankan praktik okultisme dan perkataan “anak setan” yang meracuni hidupnya. Di masa dewasanya, ia menjadi pemimpin geng Mau-Mau di jalanan kota New York.

“Yesus mengasihimu,” mungkin menjadi penawar racun kepahitan hidup Cruz, sebuah perkataan yang dilontarkan oleh seorang pendeta bernama David Wilkerson yang menginjil di lingkungan tempatnya tinggal. Awalnya penawar racun itu belum bekerja secara maksimal, Cruz malahan menampar Wilkerson bahkan mengancam akan membunuhnya.

Kasih dan doa Wilkerson pada Cruz membawanya pada sebuah ibadah KKR (Kebaktian Kebangkitan Rohani) yang diadakan oleh Wilkerson. Cruz memutuskan untuk datang dengan seluruh anggota gengnya untuk memberi pelajaran pada Wilkerson. Sewaktu tiba di tempat ibadah, semua rencana jahat itu lenyap. Obat penawar berupa kasih Kristus mulai bekerja. Ibadah KKR tersebut menjadi saksi pertobatan seorang Nicky Cruz, pemimpin geng yang dianggap sebagai sampah masyarakat yang di kemudian hari menjadi seorang penginjil luar biasa.

Alih-alih mempunyai pribadi emas, terkadang Anda justru terjebak dalam situasi pelik, seperti Nicky Cruz. Anda mungkin merasa tidak layak atau tidak mampu untuk memunculkan identitas emas Anda. Jika itu adalah keadaan Anda saat ini, percayalah bahwa Tuhan dapat memurnikan Anda menjadi emas yang indah saat Anda mau menyerahkan hidup Anda kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

RENUNGAN
Tuhan dapat memurnikan Anda menjadi emas yang indah untuk BERSINAR TERANG bagi kemuliaan-Nya.

Baca juga:
Cuff yang Terus Berdoa
Perwahyuan YAHWE bagi Jemaat di Efesus: Janganlah Idealisme Menghilangkan Kasih Mula-Mula
Risiko Menjadi Saksi Yeshua

What You Seeis What You Get

copas dari What You See is What You Get

BACAAN HARI INI
Matius 28:16-20
RHEMA HARI INI
Matius 28:19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”

“Aku mau jadi pilot!” “Aku mau jadi dokter!” dan segudang profesi lainnya sering kita dengar saat kita bertanya pada anak-anak apa cita-cita mereka. Namun demikian, hanya sedikit orang yang mempertahankan cita-cita tersebut sampai dewasa.

Dwi Krismawan sejak kecil memiliki impian menjadi seorang pilot. Kecintaannya tersebut ia wujudkan dalam berbagai macam koleksi pesawat terbang dan usaha kerasnya untuk mewujudkan impiannya. Perjalanannya menggapai impian tersebut membawanya ke Sekolah Tinggi Curug pada tahun 1992.

Tanggal 28 Januari 1997, tiga bulan sebelum wisudanya, Dwi dan instrukturnya melakukan latihan terbang pada ketinggian 2000 kaki dengan menggunakan pesawat FG-10 menuju Bogor. Walaupun cuaca kurang baik, instruktur Dwi tetap memaksa untuk mengadakan latihan. Malang tak dapat ditolak, pesawat tersebut menabrak Gunung Gede, Jawa Barat. Kecelakaan tersebut membuat Dwi harus menjalani 15 kali bedah konstruksi untuk mengembalikan bentuk tubuhnya yang rusak. Tidak hanya tubuhnya yang rusak, impiannya pun hancur.

Untungnya ia memiliki seorang wanita hebat di sisinya, yaitu Bethania, istrinya yang selalu mendampingi dan menguatkannya. Dwi mulai bekerja sebagai seorang agen asuransi. Tuhan menyertai pekerjaannya sehingga tidak sampai dua bulan sejak ia mulai bekerja, ia sudah mendapatkan 45 klien. Bahkan tahun 2003 ia mendapatkan penghargaan sebagai the best agent. Saat ini Dwi dan Bethania telah dikaruniai seorang anak dan pekerjaan mapan. Dwi sadar bahwa Tuhan telah mengabulkan impiannya untuk menjadi seorang pilot, bukan pilot yang terbang di udara dan membawa ratusan penumpang, namun pilot yang membawa orang-orang kembali kepada Tuhan

Tuhan Yesus memandang Anda dan saya sebagai murid-murid-Nya. Ia melihat Anda menjadi saksi-Nya dan menyelamatkan jiwa-jiwa berapapun harganya. Hal itulah yang akan terjadi, karena apa yang kita lihat itu juga yang akan kita dapatkan. Saat ini, dapatkah Anda melihat gold vision dari Tuhan? What you see is what you get. Tuhan Yesus memberkati (ABU).

RENUNGAN
Apa yang BISA KITA LIHAT, itulah yang akan KITA DAPATKAN!


Baca juga:
Perspektif Anda Menentukan Kemenangan Anda
Kualifikasi untuk Menerima Hikmat Tuhan
8 Cara Untuk Berjalan Dengan Iman
Biarlah YAHWE yang Membangun Rumahmu
Apakah Kita Sudah Mengikhlaskan Tuhan untuk Memberkati Kita?
Janji YAHWE Bernilai Kekekalan, Ayo Berdoa untuk Seluruh Generasi Kita Seterusnya

 

 

 

 

 

Selasa, 30 September 2014

PIkirkanlah Perkara yang di Atas

diterjemahkan dari fanpage Victoria Osteen

Kapan terakhir kali Anda duduk dan merenungkan kebaikan dan kesetiaan Tuhan? Terlalu sering, kita berniat untuk memulai hari-hari kami ke arah yang benar, tapi kemudian gangguan datang dan kekhawatiran hidup menyusup ke pikiran kita. Sebelum kita menyadarinya, kita sudah begitu terfokus pada "daftar pekerjaan" dan berusaha merencanakan penyelesaiannya sehingga pikiran kita benar-benar telah melenceng dari maksud semula.

Satu hal yang harus selalu diperhatikan adalah kenyataan bahwa apa yang kita pikirkan akan mengatur arah dan kualitas hidup kita. Jika kita terus-menerus memikirkan "seandainya-seandainya" dalam kehidupan, hal itu membuka pintu kepada kekhawatiran dan kecemasan. Ini menciptakan beban berat di pikiran dan hati kita. Tetapi ketika kita memikirkan kebaikan dan kesetiaan-Nya, hal itu akan membuka pintu bagi rasa damai dan kasih karunia. hal itu akan mengangkat semangat kita dan meringankan beban kita.

Hari ini, saya ingin mengingatkan saudara untuk berhenti dan berpikir tentang apa yang saudara pikirkan. Jangan biarkan pikiran saudara ke masa lalu. Berupayalah untuk mengarahkan pikiran kepada Bapa. Jangan pernah lupa bahwa Dia bersama saudara dan untuk saudara. Jangan pernah lupa bahwa Ia baik dan kasih-Nya tidak pernah gagal. Jangan lupa janji-Nya adalah untuk memberikan kesejahteraan kepada saudara dan tidak untuk membahayakan saudara.


Ketika saudara mengarahkan hati dan pikiran saudara kepada Bapa, saudara membawa hari saudara ke arah yang benar, Saudara akan merasakan kekhawatiran hidup mulai menghilang. Saudara akan melihat solusi bahkan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Saudara akan mengalami kedamaian dan sukacita-Nya dan diberdayakan untuk merangkul berkat dan kemenangan yang telah Dia siapkan untuk saudara.

Kolose 3:2: Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.


Baca juga:
Melakukan Perkara Besar
Khawair Bukanlah Dosa yang Sepele
Alasan untuk Puas

 

 

Selasa, 16 September 2014

Berakar Kuat di dalam TUHAN

diterjemahkan dari postingan Victoria Osteen

Saya memiliki tanaman di halaman saya yang disebut Bougainvillea. Ketika saya pertama kali mendapatkannya, aku taruh di pot dan meletakkannya di kebun bunga sehingga dapat disiram bersama dengan tanaman lain ketika penyiram datang.

Suatu hari aku melihat keluar, dan bunga itu mekar indah! Bougainvillea adalah jenis tanaman lebat dengan bunga-bunga merah muda cantik di atasnya. Aku memutuskan untuk memindahkannya ke teras belakang kami sehingga aku bisa lebih mudah melihatnya dan menikmati kemekarannya. Aku keluar dan mengangkat pot itu, tapi pot itu tidak bergeming. Saya heran karena pot itu tidak begitu besar. Saya berusaha lebih keras untuk mengangkatnya, tapi aku masih belum bisa bahkan untuk menggerakkannya. Lalu aku menyadari apa yang terjadi. Akar telah menembus pot dan tumbuh ke dalam tanah. Tanaman itu sudah tidak akan bisa dipindahkan ke mana-mana!

Saat itu mengingatkan saya akan sebuah ayat. Rasul Paulus mengatakan dalam Efesus 3:16-17, "Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih." Tuhan ingin kita menjadi seperti bunga itu. Dia ingin akar kita untuk menembus begitu dalam sehingga tidak ada yang dapat menggerakkan kita! Tidak kritik atau percobaan atau ketakutan. Tidak peduli badai kehidupan apa yang menimpa, kita dapat berdiri kuat seperti tanaman itu ketika akar kita kuat.

Masalahnya adalah bahwa seringkali, kita ingin menjadi semuanya sekaligus. Kami ingin menjadi kuat dan matang, dan Tuhan memang ingin kita juga demikian. Tapi seperti tanaman itu yang berada di bawah sinar matahari dan menerima siraman air hari demi hari, kita harus duduk di hadirat YAHWEH setiap hari juga. Kita harus ingat bahwa pertumbuhan adalah suatu proses. Cinta kita harus tumbuh dari waktu ke waktu. Butuh waktu untuk menjadi kuat dan aman di dalam Dia. Kita seharusnya tidak menjadi tidak sabar ketika sesuatu tidak terjadi secepat yang kita inginkan. Percaya saja bahwa ketika kita menghabiskan waktu di hadirat-Nya, akar kita akan tumbuh dalam, dan kita akan dapat menangani apa pun yang datang!

Baca juga:
Perspektif Anda Menentukan Kemenangan Anda
Berdoa dengan Segenap Kekuatan
Kisah Marta dan Maria: Hati-Hati dengan Pelayanan Anda
Mazmur 2: Bapa YAHWE Sanggup Mengubah Musuh Menjadi Berkat

Senin, 28 Juli 2014

Perspektif Anda Menentukan Kemenangan Anda

Yosua dan Kaleb percaya pada janji YAHWEH
Ketika Musa tiba di Tanah Perjanjian bersama bangsa Israel, ia mengirim beberapa mata-mata untuk pergi memeriksa negeri tersebut. Dia ingin mengetahui tentang apa yang sedang mereka hadapi. Pengetahuan adalah kekuatan! Dia perlu tahu tentang penduduk seperti apa yang mereka hadapi. Mereka datang kembali dengan laporan lengkap tentang betapa subur tanah itu. Tapi, mereka juga mengatakan bahwa penduduk di sana adalah raksasa-raksasa. Mereka mengatakan, "... dan kami lihat diri kami seperti belalang ..."(Bilangan 13:33).

Tapi dua orang, Yosua dan Kaleb, melihat sesuatu yang berbeda. Mereka berkata, "Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika YAHWEH berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah memberontak kepada YAHWEH, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang YAHWEH menyertai kita; janganlah takut kepada mereka." (Bilangan 14:7-9) Mereka tidak tergerak oleh apa yang mereka lihat; mereka digerakkan oleh apa yang telah dijanjikan YAHWEH. Ada perbedaan. Mereka semua melihat hal yang sama, tapi perspektif mereka yang berbeda yang membuat perbedaan.

Perhatikan bahwa kelompok pertama melihat diri mereka sebagai belalang, dan Yosua dan Kaleb melihat diri mereka sebagai pemenang. Tebak siapa yang memasuki Tanah Perjanjian? Bukan belalang, Yosua dan Kaleb lah yang berhasil masuk Tanah Perjanjian.

Hari ini, bagaimana Anda melihat diri Anda? Ketika Anda melihat masalah Anda, Anda melihat diri Anda sebagai belalang kecil? Atau, apakah Anda melihat diri Anda seberapa besar TUHAN-mu? Apakah Anda berfokus pada kekuatan dan kemampuan Anda sendiri? Atau, apakah Anda berfokus pada kekuatan dan kemampuan TUHAN?

Kita bisa memaklumi sikap orang-orang yang pertama: mengapa mereka takut? Mereka baru saja menghabiskan ratusan tahun di tempat penangkaran budak. Mereka tidak ingin ditangkap dan diperbudak lagi. Terlalu sering, apa yang kita membiarkan keadaan kita menentukan masa depan diri kita kita, bukannya membiarkan janji-janji TUHAN menentukan masa depan kita.

Hari ini pastikan bahwa masa kecil Anda yang buruk tidak menentukan masa depan Anda. Perceraian yang Anda alami tidak berarti Anda tidak akan pernah dicintai lagi. Kehilangan pekerjaan tidak membuat Anda pecundang.


Rabu, 25 Juni 2014

Perintah Utama Kedua

Diterjemahkan dari http://www.gty.org/resources/devotionals/daily-readings
 
"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." (Matius 7:12)

Cinta yang sempurna dari Bapa surgawi paling tercermin pada anak-anak-Nya ketika mereka memperlakukan orang lain sebagaimana mereka sendiri ingin diperlakukan. Ayat ini adalah ringkasan dari Hukum Taurat dan kitab para nabi. Ini juga merupakan parafrase dari hukum utam kedua, "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:39). Bagaimana kita memperlakukan orang lain tidak ditentukan oleh bagaimana kita berpikir mereka harus memperlakukan kita, tetapi bagaimana kita ingin mereka memperlakukan kita.

Masalah dasar manusia adalah keasyikan dengan diri sendiri. Akhirnya, setiap dosa adalah hasil dari keasyikan dengan diri sendiri itu. Kita berdosa karena kita benar-benar egois, benar-benar mengabdi diri kita sendiri daripada kepada Tuhan dan kepada orang lain. Manusia yang belum lahir kembali tidak pernah dapat mencapai standar cinta tanpa pamrih atas usahanya sendiri.
Jadi dinamika untuk hidup etika tertinggi ini harus datang dari luar kodrat kita yang telah jatuh. Hal ini hanya dapat datang dari Roh Kudus yang berdiam dalam diri kita, yang buah sulungnya adalah kasih (Galatia 5:22). Di dalam Yesus Kristus "
kasih Tuhan telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita." (Roma 5:5). Hanya Roh Kristus sendiri yang dapat memberdayakan kita untuk saling mengasihi sebagaimana Dia mengasihi kita (Yohanes 13:34)


Cinta tanpa pamrih adalah demi nereka yang dilayani, dan melayani dalam cara bagaimana ia ingin dilayani -- entah ia menerima pelayanan yang seperti itu atau tidak. Tingkat cinta seperti ini adalah tingkat cinta ilahi, dan dapat dicapai hanya dengan bantuan ilahi.
Tanyakan pada Diri Saudara SendiriKadang-kadang kita bergulat dengan masalah-masalah Alkitab yang mendalam sehingga mengabaikan yang paling sederhana -- seperti Hukum yang Paling Utama. Cobalah untuk menyambut hari dengan mengindahkan pelajaran dasar dari Yesus yang satu ini. Lihat bagaimana itu mengubah cara saudara mendekati dan berinteraksi dengan orang lain.

Minggu, 22 Juni 2014

Kualifikasi untuk Menerima Hikmat Tuhan

Diterjemahkan dari Qualifications to Receive God’s Wisdom

Meminta Mencari Mengetuk
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan." (Matius 7:7-8)

Janji-janji dalam ayat ini terbatas hanya untuk orang-orang percaya yang memenuhi kualifikasi tertentu. Pertama, "setiap orang" adalah mereka yang berasal dari Bapa. Mereka yang bukan anak-anak Tuhan  tidak bisa datang kepada-Nya sebagai Bapa mereka.


Kedua, orang yang mengklaim janji ini harus hidup dalam ketaatan kepada Bapa-Nya. "Dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya." (1 Yohanes 3:22).

Ketiga, motivasi kita dalam meminta pasti benar. "Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa," kata Yakobus, "karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu." (Yakobus 4:3). Tuhan tidak mewajibkan diri-Nya untuk menjawab  permintaan daging yang egois dari anak-anak-Nya.

Akhirnya, kita harus tunduk pada kehendak-Nya. Jika kita berusaha untuk melayani Tuhan dan mamon (Matius 6:24), kita tidak bisa mengklaim janji ini. "Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya." (Yakobus 1:7-8).

Kualifikasi lain yang mungkin adalah ketekunan, seperti yang ditunjukkan oleh perintah  untuk meminta, mencari, dan mengetuk. Maksudnya adalah ketekunan dan keteguhan: "Terus meminta; teruslah mencari; dan terus mengetuk."

Jika Saudara memenuhi kualifikasi-kualifikasi tersebut, pastikan Saudara mengambil keuntungan dari akses Saudara kepada Tuhan.


Tanyakan pada Diri Saudara Sendiri 

Tak satu pun dari kita bisa memenuhi seluruh kualifikasi luhur itu, tapi Tuhan tahu jika hati kita lembut dan tulus di hadapan-Nya, benar-benar mencari kemuliaan-Nya di atas keuntungan pribadi kita. Dalam situasi apa pun di mana saudara paling membutuhkan bimbingan dan penyediaan-Nya hari ini, mintalah dalam iman sambil berserah diri.


Baca juga:
Bapa YAHWE Berkenan kepada Orang yang Tidak Tahu Malu
Mazmur 3: YAHWE Pasti Memberi Pertolongan
Meminta Percaya Menerima


Berdoa dengan Segenap Kekuatan

Diterjemahkan dari Fan Page FB Pastor ChrisOyakhilome

Daud berdoa sambil menari
Terlepas dari kenyataan bahwa mungkin ada jutaan orang berdoa kepada Tuhan setiap hari, YAHWE senang mendengar suara saudara, karena DIA tidak memiliki duplikat dari diri saudara. Ini adalah alasan saudara harus selalu mengambil waktu untuk berdoa. Berhubunganlah secara pribadi dengan Tuhan, karena tahu bahwa saudara berbicara dengan Pribadi yang benar-benar mendengarkan saudara; DIA Pribadi yang rasional dan yang memiliki perasaan. Jangan berdoa seolah-olah Tuhan adalah komputer.



Beberapa orang terlalu kaku dan religius dalam doa mereka! "Ya Tuhan," demikian mereka mulai, "Engkau begitu besar dan saya sangat kecil dan tidak berarti di mata-Mu." Seolah-olah Tuhan hanya berbicara seperti di Alkitab Terjemahan Baru. Kemudian ketika mereka mengangkat tangan mereka untuk menyanyikan sebuah lagu pujian, hampir tidak ada ekspresi emosi. Jangan seperti itu! Jadilah bergairah dengan Tuhan.

Tuhan memanggil Daud "seorang yang berkenan di hati-Ku" (Kisah Para Rasul 13:22), karena antara lain, Daud begitu bergairah dengan Tuhan. Ketika dia berdoa, ia menuangkan jiwanya ke dalam doa-doanya dan ini tercermin dalam beberapa Mazmur yang dia tulis bagi kita dalam Kitab Suci. Daud adalah orang yang tahu bagaimana berdoa dengan emosi, itulah mengapa ia menikmati persekutuan dengan TUHAN.

Saudara harus belajar bagaimana untuk bersantai diri di hadapan Tuhan. Jika saudara belum mengalami jenis berdoa di mana, karena cinta, takut dan gentar, saudara tertumpah air matanya di hadapan Tuhan, maka saudara kehilangan kesempatan terlalu banyak. Jika saudara belum berdoa sampai saudara penuh semangat, tertawa, menari, dan bernyanyi, bernubuat dalam roh, saudara harus mengambil keputusan untuk mengalami hal itu.


Berdoalah dengan hati dan emosi saudara dan melibatkan totalitas dari keberadaan saudara. Ada berkah luar biasa yang berasal karena memiliki keintiman dengan Tuhan yang seperti itu. 

Bacaan Kitab Suci: Mazmur 42:1, Yakobus 5:16 dan Mazmur 63:1-4. Kemuliaan bagi YAHWE!


Baca juga:
Mengikuti Gembala
Pria Bertanggung Jawab Membawa Keluarganya pada Tuhan
Pelayanan kepada Janda-Janda dalam Jemaat Mula-Mula
Doa Pujian
Doa Radikal

Senin, 16 Juni 2014

Yang Dimaksud Yesus dengan "Menghakimi"

Diterjemahkan dari Jesus’ Definition of Judging

"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi." (Matius 7:1)

Salah satu pesan utama khotbah Yesus di Bukit kepara para pengikut-Nya adalah agar mereka menjadi cerdas dan tanggap dalam apa yang mereka percayai dan apa yang mereka lakukan. Semua orang Kristen harus melakukan segala upaya untuk membedakan antara kebenaran dan kepalsuan, antara internal dan eksternal, antara realitas dan palsu, dan antara kebenaran sejati dan kebenaran palsu.

Setiap pesan atau berita yang kita dengar harus dinilai berdasarkan kesahihan doktrinnya. Paulus memberitahu jemaat di Galatia, “Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.” (Galatia 1:8).

Tidak menegur dosa adalah bentuk kebencian, bukan cinta. Menolak untuk memperingatkan seseorang tentang dosanya sama seperti menolak untuk memperingatkan dia tentang penyakit serius yang mungkin ia miliki. Penulis kitab Ibrani mendesak jemaat untuk mencapai tingkat kematangan spiritual di mana orang-orang Kristen "mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat." (Ibrani 5:14).

Jadi dalam Matius 7:1, Yesus tidak mengatakan kepada kita untuk tidak pernah berpikir atau membuat penilaian. Yang dimaksudkan-Nya untuk tidak dilakukan adalah penghakiman egois dan kutukan kejam tanpa kenal belas kasih terhadap orang lain seperti yang dilakukan oleh para ahli Taurat dan orang Farisi. Perhatian utama mereka adalah tidak untuk membantu orang lain terbebas dari dosa menuju kekudusan, tetapi untuk menghukum mereka dengan penghakiman kekal karena tindakan dan sikap yang tidak sesuai dengan tradisi buatan mereka sendiri. Yang dilarang Yesus adalah penghakiman angkih yang merasa benar sendiri, tergesa-gesa, kejam, berprasangka, dan kecaman tidak beralasan berdasarkan standar manusia dan pemahaman manusia.

Tanyakan kepada diri Saudara sendiri
Ini adalah salah satu ayat Alkitab yang disukai masyarakat dan budaya kita dan disodorkan ke wajah orang-orang Kristen pada setiap kesempatan. Tapi bagaimana saudara melihat konsep ini dipelintir dalam hubungan antarmanusia dan dalam hal moralitas?


Baca juga:
Khawair Bukanlah Dosa yang Sepele
Alasan untuk Puas
Khawatir Adalah Dosa
Merasa Tidak Layak di Hadapan Tuhan?
8 Cara Untuk Berjalan Dengan Iman

Kamis, 12 Juni 2014

Khawair Bukanlah Dosa yang Sepele

Diterjemahkan dari Worry Is Not a Trivial Sin

Jadi jika demikian Elohim mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? - Matius 6:30

Tampaknya aneh, bukan, bahwa kita yang dengan bebas telah menempatkan tujuan kekal kita ke dalam tangan Kristus sering kali menolak untuk percaya bahwa Dia akan memberikan apa yang kita butuhkan: makan, minum, dan pakaian. Iman harus meliputi hal-hal yang biasa, tidak hanya mencakup hal-hal yang luar biasa.

Khawatir bukanlah dosa yang sepele karena menyerang baik cinta maupun integritas Tuhan. Khawatir sama saja menyatakan bahwa Bapa surgawi kita tidak dapat dipercaya dalam firman-Nya maupun janji-janji-Nya. Menyatakan percaya kepada kebenaran Kitab Suci namun pada saat berikutnya mengungkapkan kekhawatiran hal itu sama saja dengan menyangkal bahwa kepercayaan itu sendiri. Khawatir mengungkapkan bahwa kita lebih dikuasai oleh keadaan kita dan oleh perspektif dan pemahaman kita sendiri yang terbatas daripada oleh Firman Tuhan. Oleh karena khawatir tidak hanya melemahkan dan merusak tetapi juga menyepelekan dan meragukan Tuhan.

Ketika seorang percaya tidak disegarkan oleh Firman setiap hari sehingga Tuhan ada dalam pikiran dan hatinya, maka Setan bergerak ke tempat yang kosong dan menanamankan khawatir. Dan khawatir membuat Tuhan menjauh dari pikiran kita.

Paulus menasihati kita seperti ia menasihati jemaat Efesus, "Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya" (Efesus 1:18-19).

Tanyakan Kepada Diri Saudara Sendiri
Apakah saudara pernah secara serius mempertimbangkan pernyataan yang tidak terucapkan ketika kekhawatiran mengendalikan reaksi saudara terhadap ketidakpastian hidup? Jika saudara memahami akar-akar keyakinan yang menjadi sumber membaranya kekhawatiran, dampak apa yang dimiliki pemahaman ini terhadap tingkat kekhawatiran saudara?




Baca juga:
Alasan untuk Puas
Khawatir Adalah Dosa
Merasa Tidak Layak di Hadapan Tuhan?
8 Cara Untuk Berjalan Dengan Iman

Senin, 09 Juni 2014

Alasan untuk Puas

Diterjemahkan dari Reasons to Be Content

"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?  -Matius 6:25

Khawatir adalah kebalikan dari kepuasan, yang harus menjadi normal dan konsisten dalam hati dan pikiran orang percaya. Saudara harus mampu mengatakan seperti Paulus, "... sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan." (Fil. 4:11–12).

Kepuasan orang Kristen hanya ditemukan di dalam Tuhan--dalam kuasa, kendali dan penyediaan-Nya atas segala sesuatu yang kita miliki dan butuhkan. Karena Tuhan memiliki segalanya, apa yang sekarang kita miliki dan apa yang akan kita miliki adalah milik-Nya.

Daniel mengerti kendali Tuhan dalam segala sesuatu: "Terpujilah nama Tuhan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan! Dia mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja dan mengangkat raja, Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian."(Daniel 2:20-21).

Dialah yang mengubah waktu dan zaman; Dia menghilangkan raja dan menetapkan raja-raja; Dia memberikan kebijaksanaan untuk orang-orang bijaksana dan pengetahuan untuk orang yang berakal "(Daniel 2:20-21).



Dan jika kita tidak mendengarnya dari Daniel, kita harus tahu itu dari salah satu nama kuno dari Tuhan kita--YAHWE-Jireh, yang berarti, "Tuhan yang menyediakan."

Apapun yang Tuhan berikan kepada kita adalah milik-Nya. Oleh karena itu, tanggung jawab kita untuk berterima kasih untuk itu dan menggunakannya dengan bijak dan tidak egois selama Ia mempercayakan itu kepada kita.

Tanyakan pada Diri Sendiri:
Apa yang membuat kita tidak merasa puas? Bagaimana kita menentukan jumlah harta atau kekayaan yang kita butuhkan untuk merasa puas? Mengapa pengukuran ini begitu sering melenceng dan menjauh dari pemahaman alkitabiah yang sehat?

Baca juga:
Khawatir Adalah Dosa
Merasa Tidak Layak di Hadapan Tuhan?
8 Cara Untuk Berjalan Dengan Iman
Apakah Kita Sudah Mengikhlaskan Tuhan untuk Memberkati Kita?
Mazmur 3: YAHWE Pasti Memberi Pertolongan


Minggu, 08 Juni 2014

Khawatir Adalah Dosa

Diterjemahkan dari http://www.gty.org/resources/devotionals/daily-readings


"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?  -Matius 6:25

Untuk umat Kristen, khawatir adalah bentuk ketidaktaatan dan ketidaksetiaan kepada Tuhan. Tidak ada dalam hidup kita, internal atau eksternal, yang membenarkan kita untuk cemas ketika YAHWE adalah Tuhan kita.


Khawatir pada dasarnya adalah dosa karena tidak mempercayai janji dan penyelenggaraan Tuhan, namun demikian khawatir adalah dosa yang lebih sering dilakukan oleh orang Kristen dari pada dosa yang lain. Dalam bahasa Yunani, tekanan dari perintah Yesus memiliki arti menghentikan apa yang sudah dilakukan. Kita harus berhenti khawatir dan tidak pernah memulainya lagi.

Kata Inggris dari khawatir (worry) berasal dari kata Jerman kuno yang berarti mencekik. Itu persis apa yang dilakukan khawatir--khawatir adalah sejenis pencekikan mental dan emosional yang mungkin menyebabkan lebih banyak penderitaan mental dan fisik daripada penyebab lainnya.

Substansi khawatir hampir selalu tidak berarti dibandingkan dengan ukuran yang terbentuk dalam pikiran kita dan kerusakan yang dilakukannya dalam hidup kita. Ada yang mengatakan bahwa kekhawatiran adalah aliran tipis ketakutan yang menetes melalui pikiran yang, ketika dibesar-besarkan, akan memotong semua aliran pikiran lain sedemikian luas sehingga semua pikiran lainnya tersedot habis.


Jika khawatir menjadi pola dalam hidup saudara, hentikan sekarang. Kemudian pada hari-hari selanjutnya, belajarlah mengapa saudara harus percaya kepada Bapamu dan berhenti khawatir.

Tanyakan pada diri saudara
Apakah saudara termasuk orang yang pencemas? Jika demikian, apa yang menurut saudara telah mendorong saudara untuk memilih obat dengan berkhawatir daripada kelegaan yang sebenarnya dengan percaya kepada Tuhan? Jika tidak, apa yang telah mendorong hati saudara untuk meninggalkan khawatir dan lebih memilih untuk percaya dan puas?


Baca juga:
Merasa Tidak Layak di Hadapan Tuhan?
8 Cara Untuk Berjalan Dengan Iman
Apakah Kita Sudah Mengikhlaskan Tuhan untuk Memberkati Kita?
Mazmur 3: YAHWE Pasti Memberi Pertolongan

Merasa Tidak Layak di Hadapan Tuhan?

Diterjemahkan dari postingan Stormie Omartian

Kadang-kadang orang tidak merasa layak, mereka tidak merasa "cukup baik" untuk Tuhan. Tapi seringkali, tekanan untuk menjadi sempurna ini berasal dari kesalahpahaman kita sendiri. Kita berpikir bahwa jika kita cukup sempurna, maka kita akan diterima. Tapi Tuhan tidak mencari kita untuk menjadi sempurna; Dia mencari kita untuk menerima kasih-Nya yang sempurna. Pertama, saudara harus memahami bahwa kasih-Nya bagi saudara tidak didasarkan pada prestasi saudara; hal ini didasarkan pada hakikat Diri-Nya. Dia tidak pernah berubah, dan kasih-Nya tidak pernah berubah.

Alkitab mengatakan bahwa kita adalah ciptaan-Nya. Alkitab mengatakan bahwa kita adalah karya seni-Nya. Pikirkan tentang seorang seniman yang menciptakan lukisan yang indah. Anda harus membayangkan bahwa ia memikirkan gambar lukisannya jauh sebelum gambar itu terwujud di kanvas. Dia berhati-hati untuk menempatkan setiap goresan kuas sesuai dengan keseluruhan lukisan yang ada di dalam pikirannya. Mungkin ada saat-saat ketika orang lain melihatnya sedang dalam proses melukis dan mereka tak bisa mengatakan seperti apa lukisan itu jadinya, namun seniman selalu tahu persis apa yang dia lukiskan. Dan kemudian ketika masterpiece-nya selesai, dia begitu bangga dengan karyanya! Dia mengasihi ciptaan-Nya yang indah! Dia menuangkan dirinya dalam setiap goresan kuas.

Sekarang pikirkan ini: Lukisan tidak harus melakukan apa saja untuk mendapatkan cinta dari seniman. Seniman tidak menyukainya karena ia menerima penghargaan khusus atau memberinya uang dalam sebuah lelang. Tidak, seniman mencintai lukisan itu karena ia menciptakannya dengan tangannya sendiri persis seperti yang diinginkannya.

Saya ingin saudara mengingat hari ini bahwa Seniman terbesar sepanjang masa telah menciptakan saudara. Dia bermimpi tentang saudara jauh sebelum saudara lahir, sebelum goresan kuas pertama dalam hidup saudara. Saudara mungkin memiliki hari-hari ketika saudara tidak bisa mengatakan apa-apa tentang apa yang sedang Dia kerjaka pada kanvas takdir saudara, tetapi Dia tahu. Dia menuangkan Diri-Nya sendiri ke dalam diri saudara, dengan penuh kasih membentuk setiap bagian dari kehidupan saudara menjadi sebuah karya yang luar biasa.

"Karena kita ini buatan TUHAN, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan TUHAN sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya." (Efesus 2:10).



Baca juga:
Jemaat Smirna: Miskin Namun Dipuji TUHAN
Jemaat Sardis: Kehebatan Manusia vs Kehebatan Tuha...
Cuff yang Terus Berdoa
Jemaat Smirna: Miskin Tapi Kaya

8 Cara Untuk Berjalan Dengan Iman


diterjemahkan dari 8 Ways to Walk by Faith oleh Farrah Gray

Memang benar bahwa tidak ada yang berharga dalam hidup ini yang datang dengan mudah. Dan kadang perjalanan menuju tujuan kita dapat sedemikian penuh tantangan dan membuat kita merasa seperti kita tidak akan pernah mencapai puncak. Dan saat itulah iman saudara harus bekerja dan mendorong Anda ke tingkat berikutnya.

Memang itu tidak mudah, dan mungkin menjadi ujian terbesar yang saudara temui sejauh ini. Jadi ambil napas dalam-dalam dan ikuti langah-langkah berikut untuk memperkuat diri saudara melalui iman.

Jangan panik
Jangan membiarkan diri terlalu khawatir. Bukan itu yang dimaksudkan Tuhan ketika Dia memberi saudara karunia/talenta untuk dibawa ke tingkat yang lebih tinggi. Tuhan tidak akan meninggalkan saudara di tengah perjalanan, tidak akan pernah. Serahkan semua kepada-Nya. Yang harus saudara lakukan adalah meminta kelegaan, dan kemudian melanjutkan, karena hal itu sudah selesai.

Bergantung kepada-Nya untuk itu semua masalah itu.
Meminta pertolongan kepada Tuhan atau bersyukur kepada-Nya harus menjadi prioritas sepanjang waktu, bukan hanya ketika saudara sedang ada dalam masalah


Mendengarkan
DIA akan bicara kepada saudara. DIA akan membimbing saudara ke arah yang benar untuk mengerti pelajaran yang harus saudara mengerti. Mazmur  46:10 mengatakan: "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah YAHWE!"

Layani DIA dengan melayani orang lain
Ini cara terbaik bagi saudara untuk menemukan apa yang telah disiapkan YAHWE bagi saudara. DIA akan membimbing saudara ke jalan terbaik dan menyatakan kehendak-NYA untuk hidup saudara. Ini semua tentang iman, iman yang sejati.


Sabar
Saudara harus bersabar kalau saudara benar-benar beriman.Semuanya akan dilakukan menurut waktu-NYA, bukan waktu saudara, dan itu karena alasan-alasan yang akan dinyatakan kepada saudara pada waktunya. Ingat DIA tidak akan memberikan saudara karunia atau talenta khusus tanpa maksud apa pun. Semuanya akan dinyatakan pada waktunya.

Bersyukurlah.
Itu penting. Dia ingin mengetahui bahwa kita menghargai apa yang Dia telah lakukan bagi kita. Dan bersyukur kepada-Nya tidak hanya untuk hal-hal yang baik. Kadang-kadang kita harus melalui sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain yang lebih baik. Bersyukurlah juga untuk hajaran atau pelajaran,  karena bisa sama pentingnya dengan berkat

Dapatkan apa yang menjadi hak saudara

Tanyakan kepada pendeta atau bacalah Alkitab (atau keduanya) untuk memahami janji-janji Tuhan. Saudara harus mengklaim janji-janji tersebut. Bayangkan semua hal yang sudah Dia berikan kepada saudara, seperti tubuh saudara. Klaimlah janji kesehatan untuk tubuh saudara!


Bersiaplah untuk belajar.
Tuhan akan menyediakan pelajaran-pelajaran dalam perjalanan saudara. Namun, perlu diingat bahwa Dia memiliki tujuan akhir untuk saudara, dan untuk mencapai puncak itu, saudara harus belajar pelajaran yang berbeda sehingga saudara dapat menjadi yang terbaik yang saudara bisa. Ya, akan ada ujian di akhir pelajaran!

Musuh selalu akan berusaha untuk mengalahkan saudara, membawa saudara ke bawah dan menghentikan saudara agar tidak mencapai hadiah yang luar biasa yang sudah Tuhan sediakan untuk saudara. Tetap jaga iman saudara, perkuat iman saudara dan tetap berada di jalan yang telah Tuhan tetapkan untuk saudara.



Baca juga:
Harapan Adalah Bahan Bakar Iman yang Membawa kepada Kemenangan
Biarlah YAHWE yang Membangun Rumahmu
Mazmur 3: YAHWE Pasti Memberi Pertolongan
Melakukan Perkara Besar

 

 

 


Sabtu, 07 Juni 2014

Tunduk kepada YAHWE Adalah Kunci Menjadi Ayah dan Suami yang Berhasil

Diterjemahkan dari  postingan Derek Prince di halaman FB-nya

Otoritas saudara sebagai seorang suami dan ayah tergantung pada penundukan saudara kepada Yeshua. Jika saudara benar-benar berserah kepada-Nya sebagai kepala, semua otoritas langit akan mengalir melalui saudara kepada keluarga saudara, dan saudara akan berfungsi secara efektif sebagai kepala. Tetapi jika saudara tidak tunduk kepada Yesus, saudara bisa saja berteriak dan menghentak-hentakkan kaki, saudara bisa saja marah dan bahkan melakukan kekerasan, tetapi saudara tidak akan pernah memiliki satu hal: kuasa sejati yang dikaruniakan YAHWE yang memampukan saudara menjadi kepala yang efektif untuk keluarga saudara.

Menjadi ayah adalah panggilan TUHAN yang sama mulianya dengan menjadi penginjil atau pendeta. Jika TUHAN telah memanggil saudara untuk menjalani salah satu pelayanan tersebut, saudara tidak akan hanya mengandalkan kekuatan saudara sendiri. Saudara akan mencari Dia untuk karunia khusus yang saudara perlukan agar bisa berhasil. Dengan cara yang sama, saudara perlu untuk mempercayai YAHWE demi karunia yang saudara perlukan untuk menjadi ayah yang sukses.

Berikut adalah kutian dari Ibrani 4:16 untuk menguatkan saudara:
Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
Ketahuilah bahwa melalui Yeshua saudara memiliki akses langsung kepada tahta TUHAN, yang memerintah seluruh alam semesta dan yang mengendalikan setiap situasi dan kehidupan orang per orang. Perhatikan juga  bahwa itu adalah takhta karunia, yang diberikan secara cuma-cuma, perkenanan TUHAN bagi semua orang yang datang melalui pengorbanan Yeshua di kayu salib. Saudara diundang untuk datang dengan berani, bukan ragu-ragu.




Baca juga:
Pemberitaan Injil dalam Masa Penganiayaan
Beribadah kepada YAHWE: Pilihan yang Terbaik
Teladan Ketaatan dari Emily Gloria Wilson
Mendapatkan Hati Tuhan

 

 


Minggu, 04 Mei 2014

Mengawali dengan Satu Talenta

Matius 25: 14-15:
"Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat."
Louis Braille Si Satu Talenta yang Berhasil

Saat Louis Braille sedang bermain dengan benda tajam yang biasanya digunakan ayahnya untuk melubangi bahan dari kulit. Benda yang tajam itu tidak sengaja mengenai salah satu matanya. Luka tersebut kemudian menjadi infeksi dan menyebar ke mata yang lain, sehingga dalam waktu satu tahun Louis pun menjadi seorang tuna netra.

Di usia 10 tahun Louis berhasil meraih beasiswa dari Royal Institution For Blind Youth di Paris yang merupakan satu-satunya sekolah tuna netra yang ada saat itu di dunia. Buku-buku di sekolah tersebut dicetak dengan menggunakan sistem emboss, yaitu cetak menonjol sehingga bisa diraba oleh tangan.

Suatu hari Louis datang ke sebuah ceramah dari seorang yang bekerja di kemeliteran yang bernama Charles Barber. Louis kemudian mengembangkan talentanya dalam penagunaan alat bantu untuk orang tuna netra dan mengembangkan sistem Charles Barbier ini menjadi sistem yang dapat berguna dan lebih bemanfaat untuk kaum tuna netra. Setelah melalui serangkaan ujicoba akhirnya Louis Braille yang saat itu masih berumur 15 tahun berhasi membuat sebuah sistem yang memakai enam titik dan disesuaikan untuk ke dua puluh enam afabet. Bahkan ia merancang kode untuk not musik dan matematika. Sistem rancangan Lous Braille ini juga memungkinkan teman-teman tuna netranya untuk menulis dengan membuat lubang-lubang di kertas.

Pada tahun 1829 Louis menerbitkan buku untuk memperkenalkan alfabet ciptaannya yang berjudul Method of Wring Words, Music and Plain song by Means of Dots for Use by the Blind and Arranged by Them. Popularitas huruf Braille terlalu besar untuk bisa dibendung. Apalagi Louis Braille terus memperbaiki dan menyempurnakan sistem kodenya agar semakin praktis untuk digunakan oleh kaum tuna netra. Berpuluh tahun setelah kematiannya, barulah huruf Braille diresmikan penggunaannya untuk kaum tuna netra di seluruh dunia.

Dalam kisah datas Tuhan memberikan talenta dalam hal alat bantu tuna netra kepada Louis Braille sehingga bisa berhasl meskipun dia tuna netra. Demikianlah TUHAN memberikan kepada kita semua talenta masing-masing. Tidak ada orang bodoh yang ada hanya orang yang tidak sadar akan bakat yang diberikan TUHAN kepada kita. Janganlah mengejek dan saling merendahkan tetapi hendaklah saling melengkapi untuk hidup
yang lebih baik. Tuhan membagikan talenta-NYA kepada para hamba-Nya tidak didasari oleh kemampuan jasmani dan duniawi dari orang tersebut. Setiap orang mendapat talentanya berdasarkan kuasa dan kemampuan rohaninya. Kita harus mengerti bahwa pada kenyataannya orang yang memilki 2 talenta itu tidak banyak, apalagi orang yang memiliki 5 talenta, jumahnya sangat sedikit. Kita bisa memliki sikap yang benar dan mengambil langkah-langkah yang tepat, sehingga 1 talenta yang dipercayakan kepada kita bisa bertumbuh menjadi 2 talenta, 5 talenta bahkan 10 talenta. Kebanyakan dari kita mengawali dengan 1 talenta. Perbedaannya adalah bagaimana kita meresponnya sehingga kita bisa memiliki talenta yang berlipat ganda.




Baca juga:
Menjadi Si Satu Talenta yang Berhasil
Harapan Adalah Bahan Bakar Iman yang Membawa kepada Kemenangan
Mazmur 3: YAHWE Pasti Memberi Pertolongan
Damai Tenang dalam Iman v.s. Iman yang Gelisah
Iman yang Menggoncang Dunia
Tuhan Bertindak Bukan Berdasarkan Kebutuhan Kita, Melainkan Iman Kita

Menjadi Si Satu Talenta yang Berhasil

Matius 25: 14-30

"Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat." (Ayat 14-15)

Sebagian besar dari kita, manusia, hanya memiliki satu talenta. Jarang yang memiliki dua talenta, apalagi lia talenta. Dalam Matius 25:14-30 dikisahkan bagaimana mereka yang menerima lima dan dua talenta itu berhasil mengembangkannya dan menjadi berlipat ganda. Sedangkan yang menerima satu talenta, tidak melakukan apa-apa dan bahkan menyebunyikannya.

Kita lihat bagaimana sikap dan reaksi si penerima 1 talenta yang digambarkan oleh Alkitab:
"Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!" (Ayat 24-25)

Pertama ia merasa tidak terima karena hanya menerima 1 talenta dan mengamggap Tuannya kejam. Ia juga tidak mau mengembangkan talenta itu karena tahu bahwa kalau ia mengembangkannya, ia tidak akan menikmati hasilnya sendirian, namun orang lain yang akan menikmatinya. Ia merasa tidak terima kalau hasil jerih payahnya dinikmati oleh orang lain. Ia takut "dieksploitasi" oleh orang lain dan oleh sebab itu ia menyembunyikan talentanya.

Pertanyaannya: Apakah kita juga bersikap seperti si penerima 1 talenta itu? Kita mungkin sering bersikap seperti itu. Kita tidak ingin susah payah memberikan kontribusi kepada orang lain atau kelompok aau organisasi atau perusahaan di mana kita bekerja karena tdak ingin melihat orang lain keenakan menikmati jerih payah kita. Selanjutnya kita tidak ingin orang tahu mengetahui talenta kita dan menyembunyikannya. Kita takut kalau orang lain mengetahui talenta kita maka kita akan menjadi "bulan-bulanan" orang lain dan diminta melakukan ini itu yang menurut anggapan kita hanya untuk mengeksplotasi kita demi keuntungan mereka.

Kalau kita melakukan hal itu, artinya kita sama seperti penerima 1 talenta: menyembunyikan talenta dan tidak mengembangkannya. Dan kita tahu apa konsekuensi dari pilihan kita. Kia dihukum dan talenta kita diambil untuk diberikan kepada orang lain.

Tetapi mari kita lihat beberapa contoh dari kisah hidup orang-orang berikut ini. Mereka ini bisa dibilang menerima tidak sampai satu talenta karena mereka memiliki keterbatasan.

Lizzie buruk rupa motivator hebat
Lizzie Velasquez terlahir dalam kondisi tidak bisa menimbun lemak dan membentuk massa otot sehingga seberapa pun ia makan, berat badannya tidak akan bisa bertambah. Hal itu membuat penampilannya seperti kerangka dibalut kulit. Saat ia SMA video mengenai dirinya beredar di Youtube dan diberi judul:
"World's Ugliest Woman". Namun ia bisa bangkit dan menjadi seorang motivator dan penulis buku. Profil selengkapnya bisa dilihat di http://www.aboutlizzie.com.

Liu Wei pianis tanpa tangan
Liu Wei di usianya yang ke-10 harus kehilangan kedua lengan tangannya karena kecelakaan terkena kabel listrik bertegangan tinggi. Namun ia tidak menyerah dan dengan susah payah berusaha melakukan segala sesuatu dengan kedua kakinya. Di usia ke-19 ia mulai berlatih piano. Guru piano pertamana menyerah dan merasa ia tidak akan mungkin bermain piano. Namun di usianya yang ke-23 ia memenangkan China's Got Talent. Video perfomanya bisa dilihat di: http://www.youtube.com/watch?v=B1Qut0Nrsiw.

Itu hanya 2 dari banyak sekali contoh bagaimana orang yang memiliki satu talenta atau bahkan kurang bisa berhasil dan mengembangkan talentanya menjadi orang hebat. Bagaimana hal itu bisa dilakukan? Ada 3 hal yang bisa kita lakukan untuk menjadi Si 1 Talenta yang hebat:

Pertama: Mengucap syukur dengan 1 talenta yang TUHAN percayakan. Dalam 1 Tesalonika 5:18 dikatakan, "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Elohim di dalam Kristus Yesus bagi kamu." Kita harus bisa melihat bahwa 1 talenta yang YAHWE berikan memiliki potensi yang hebat untuk mengantarkan kita mengalami kemenangan yang besar.

Kedua: Jangan bertanding di pertandingan orang lain. Dalam 1 Korintus 12:10-11 dikatakan, "Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya." YAHWE telah memberikan talenta yang khusus kepada kita untuk dikembangkan. Kia tidak perlu membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain dan tergoda untuk mengikuti jejak orang lain. Fokus pada apa yang diberikan YAHWE kepada kita dan mengembangkan potensi tersebut secara maksimal.

Ketiga: Jadilah sangat hebat dengan 1 talenta itu. Jauh lebih baik menguasai satu bidang namun dengan tingkat penguasaan yang ahli daripada tahu banyak bidang namun hanya sedikit-sedikit. Dengan menjadi hebat dalam suatu bidang maka kita akan menonjol dan diakui orang. Namun kalau kita bisa banyak hal namun levelnya biasa-biasa saja orang tidak akan mengakui kemampuan kita.


Baca juga:
Harapan Adalah Bahan Bakar Iman yang Membawa kepada Kemenangan
Mazmur 3: YAHWE Pasti Memberi Pertolongan
Damai Tenang dalam Iman v.s. Iman yang Gelisah
Iman yang Menggoncang Dunia
Tuhan Bertindak Bukan Berdasarkan Kebutuhan Kita, Melainkan Iman Kita