Jumat, 25 Maret 2011

Menjadi Manusia Baru menurut Efesus

"Cara" menjadi manusia baru


Menjadi Manusia Baru
Efesus 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, 
Manusia baru dimungkinkan ada atau terjadi oleh kematian Yesus Kristus. Kematian ini telah memungkinkan kita yang dahulu "jauh" menjadi "dekat" dengan Yahwe oleh karena darah-Nya (Efesus 2:13). 


Buah menjadi manusia baru


Damai sejahtera, dipersaatukan dengan Yahwe, berolah jalan masuk kepada Bapa, menjadi kawan sewarga dengan orang-orang kudus dan menjadi anggota keluarga Yahwe, dibangun menjadi tempat kediaman Yahwe:


Efesus 2:14. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 15 sebab dengan mati-Nya ... untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, 16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Yahwe oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. 18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. 
2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Yahwe, 22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Yahwe, di dalam Roh.


Beda manusia lama dan manusia baru


Manusia lama:
Manusia Baru
Tidak mengenal Yahwe, berpikiran sia-sia, pengertiannya gelap, jauh dari hidup bersekutu dengan Yahwe, bodoh, degil hati, perasaannya tumpul, menyerahkan diri kepada hawa nafsu, mengerjakan segala macam kecemaran dengan serakah:
Efesus 4:17. Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Yahwe dengan pikirannya yang sia-sia 18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Yahwe, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. 19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran



Manusia baru:
Mengenal Kristus, mendengar Kristus, menerima pengajaran di dalam Kristus menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, menanggalkan manusia lama, dibaharui di dalam roh dan pikiran, mengenakan manusia baru, membuang dusta dan berkata benar, tidak membiarkan amarah menjadi dosa dengan memadamkan amarah sebelum matahari terbenam, tidak memberi kesempatan kepada iblis, bekerja keras dan melakukan yang baik, berbagi dengan yang berkekurangan, tidak berkata kotor tetapi berkata membangun, membuang kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian, fitnah, dan segala kejahatan, ramah, penuh kasih mesra, saling mengampuni
Menjadi Manusia Baru
Efesus 4:20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. 21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, 22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, 23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, 24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Yahwe di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. 25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. 26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu 27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. 28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan. 29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. 
4:30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Yahwe, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. 31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. 32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Yahwe di dalam Kristus telah mengampuni kamu.



Baca juga:
Cara hidup jemaat pertama.
Hidup di dalam Tuhan.

Read Amazon books on new creation in Christ:























Selasa, 22 Maret 2011

Apakah Kita Telah Melewatkan Undangan Pesta Perjamuan?

Pesta Perjamuan
Dalam Lukas 14:15-24 dikisahkan tentang undangan ke perjamuan besar. Ketika perjamuan siap dimulai, semua tamu undangan tidak bisa datang. Mereka meminta maaf karena ada yang masih harus mengurus ladang yang baru saja dibelinya, ada yang harus mencoba lembu kebiri yang baru saja dibelinya, dan ada yang baru saja kawin sehingga tidak bisa datang.

Kemudian tuan rumah meminta hambanya untuk pergi ke semua jalan dan lorong kota dan mengajak orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Tetapi ternyata ruang perjamuan masih juga belum penuh. Lalu tuan itu berkata kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. (Lukas 14:23)

Lalu Yesus menutup cerita itu dengan mengatakan: Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorangpun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku (Lukas 14:23).

Perjamuan Tuhan
Kebersamaan dengan Tuhan dalam "perjamuan rohani" adalah sesuatu yang menyukakan hati Tuhan. Tuhan menghendaki agar ruang perjamuan penuh. Ketika "orang-orang undangan" tidak mau datang, Dia bahkan menyuruh orang cacat, miskin, buta, lumpuh untuk diajak masuk. Dan akhirnya, ketika ruang perjamuan itu toh belum juga penuh, bahkan Dia menyuruh agar memaksa orang-orang jalanan untuk masuk. Karena ruang perjamuan itu harus penuh.

Kita orang yang sudah diundang Tuhan, yang sudah dibaptis, orang yang percaya, yang sudah dipanggil untuk diselamatkan, apakah sering mencari-cari alasan untuk tidak datang ke perjamuan Tuhan. Apakah kita lebih mementingkan "urusan pribadi" atau bisnis ketimbang datang beribadah ke gereja di hari Minggu?

Selain orang-orang undangan, Tuhan juga menghendaki agar kita mengajak orang-orang yang kita kenal sebagai orang yang "miskin" secara rohani, orang yang "cacat" hati atau karakternya, orang yang "buta" rohani, yang "tertutup" jalan hidupnya, yang tertutup oleh dinding masalah, orang yang "lumpuh" keuangannya, yang lumpuh hidup pernikahannya, yang lumpuh kehidupan keluarga atau bisnisnya.

Dan bahkan tidak hanya orang-orang yang kita kenal, Tuhan juga meminta kita, hamba-hambanya, untuk "MEMAKSA" orang-orang di jalanan dan lintasan, orang-orang yang tidak kita kenal, untuk diajak masuk ke ruang perjamuan Tuhan.

Perjamuan Kudus
Kata "perjamuan" berarti di sana terkandung makna kelimpahan berkat makanan dan minuman. Ibadah atau perjamuan rohani Tuhan, entah di hari Minggu atau dalam kelompok yang lebih kecil, adalah "perjamuan rohani" yang disediakan Tuhan, agar kita, para undangan, bahkan juga kenalan kita yang miskin rohani, cacat hati, buta rohani, lumpuh ekonomi, bahkan juga mereka yang tidak kita kenal, untuk datang menikmati berkat-berkat rohani Tuhan, untuk menikmati sukacita rohani, kegembiraan rohani, penghiburan rohani yang berasal dari Tuhan.

Baca juga:
Cara Hidup Jemaat Pertama
Penyakit Mata Menurut Kitab Suci

Check these titles on Amazon:

Selasa, 08 Maret 2011

Pembalasan

Sepatu Bot
Seorang tentara kristiani memiliki kebiasaan untuk menutup setiap hari dengan membaca Kitab Suci dan berdoa. Ketika teman-teman tentaranya berkumpul di barak dan beristirahat malam, ia akan berlutut di tepi tempat tidurnya dan memanjatkan doa kepada Tuhan.

Tentara-tentara lain melihat hal ini dan mulai mengejek, serta menggodanya. Namun, suatu malam pelecehan itu tidak hanya berupa serangan verbal. Ketika tentara ini berlutut di hadapan Tuhan di dalam doa, seorang tentara yang memusuhinya melemparkan sepatu bot dalam kegelapan dan mengenai wajahnya. Tentara-tentara lain tertawa-tawa dan mencemooh, mengharapkan adanya perlawanan.

Namun, tidak ada pembalasan.

Keesokan paginya ketika tentara yang mengejek itu bangun, ia sangat terkejut menemukan sesuatu di kaki tempat tidurnya. Semua bisa melihat, sepasang sepatu botnya, dikembalikan dan sudah disemir.

dikutip dari  Heart for A Friend, Gloria Graffa 2006