Minggu, 16 Oktober 2011

Janji YAHWE kepada Umat Pilihan-Nya (Yesaya 60)

YAHWE memberikan janji yang benar-benar dahsyat dalam Yesaya 60, seperti berikut ini:

Bangkitlah, menjadi teranglah, karena terangmu telah datang, dan kemuliaan YAHWE telah bangkit atasmu!
Sebab lihatlah, kegelapan akan menutupi bumi, dan awan gelap menutupi bangsa-bangsa. Namun YAHWE akan bangkit atasmu, dan kemuliaan-Nya akan terlihat di atasmu.
Dan bangsa-bangsa akan datang kepada terangmu, dan raja-raja ke arah cahaya fajarmu.
Angkatlah matamu dan lihatlah ke sekelilingmu, mereka semua telah dikumpulkan, mereka datang kepadamu. Anak-anak lelakimu akan datang dari jauh, dan anak-anak perempuanmu akan didukung di gendongan.
Pada waktu itu kami akan melihat dan berseri-seri, dan hatimu akan menjadi kagum dan lega, karena kelimpahan lautan akan dikembalikan kepadamu, kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu.
Sejumlah besar unta akan menutupimu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Semuanya itu akan datang dari Sheba, mereka akan membawa emas dan kemenyan, dan mereka akan memberitakan kemasyhuran YAHWE.
Semua kambing domba Kedar akan dikumpulkan bagimu, domba-domba jantan Nebayot akan melayanimu, mereka akan mempersembahkan yang berkenan di mezbah-Ku, dan Aku akan memuliakan bait kemuliaan-Ku.
Siapakah mereka ini yang melayang seperti awan, dan seperti burung merpati pada jendela-jendela mereka?
Sesungguhnya pulau-pulau akan menanti-nantikan Aku, dan kapal-kapal Tarsis yang pertama, untuk membawa anak-anak lelakimu dari jauh, perak dan emas mereka ada bersama mereka," bagi Nama YAHWE, Elohimmu, dan bagi Yang Mahakudus Israel karena Dia telah memuliakanmu.
Dan bani lain akan membangun tembok-tembok bagimu, dan raja-raja mereka akan melayanimu.
Sebab, Aku telah menghajarmu dalam amarah-Ku tetapi Aku telah berbelaskasihan kepadamu di dalam kemurahan-Ku.
Maka pintu-pintu gerbangmu akan selalu terbuka, tidak akan tertutup baik siang maupun malam, sehingga dapat membawa kekayaan bangsa-bangsa kepadamu, dan sambil menggiring raja-raja mereka.
Sebab bangsa-bangsa dan kerajaan yang tidak melayanimu akan binasa, ya, bangsa-bangsa akan menjadi runtuh.
Kemuliaan Libanon akan datang kepadamu, pohon sanobar, pohon pinus dan pohon cemara, bersama-sama untuk memperindah tempat ruang kudus-Ku, dan tempat tumpuan kaki-Ku akan Kumuliakan.
Dan anak-anak dari yang memperhamba engkau akan datang kepadamu untuk bersujud, dan mereka akan sujud di telapak kakimu, yaitu semua orang yang menghina engkau, dan mereka akan memanggilmu: Kota YAHWE, Sion, Yang Mahakudus Israel.
Sebagai ganti keadaanmu, yang ditinggalkan dan dibenci sehingga tidak ada seorang pun yang lewat melaluimu, Aku akan meletakkan atasmu kemegahan yang abadi, sebuah sukacita turun-temurun.
Engkau juga akan menghisap susu bangsa-bangsa, dan engkau akan menyusu di dada-dada raja. Dan engkau akan tahu, Akulah YAHWE, Juruselamatmu dan Penebusmu, Yang Mahakudus Yakub.
Sebagai ganti tembaga, Aku akan membawa emas, dan sebagai ganti besi Aku akan membawakan perak. Dan sebagai ganti kayu -tembaga, sebagai ganti kayu -besi. Dan Aku akan menempatkan damai sejahtera sebagai penilikmu, dan kebenaran sebagai mandormu.
Kekerasan tidak akan terdengar lagi di negerimu, keruntuhan dan kebinasaan di wilayahmu; tetapi engkau akan menyebut tembok-tembokmu: Keselamatan, dan pintu-pintu gerbangmu: Pujian.
Bagimu matahari tidak akan lagi menjadi terang pada siang hari, atau bulan akan memberimu terang sebagai sinar, tetapi YAHWE akan ada sebagai terang abadi bagimu, dan Elohimmu adalah keindahanmu.
Matahari tidak lagi akan menjadi terang bagimu, dan bulanmu tidak akan memudar, karena YAHWE akan menjadi terang abadimu, dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir.
Dan bangsamu, mereka semua adalah orang-orang yang benar, mereka akan memiliki bumi selamanya, ranting dari tangan-Ku, karya dari tangan-Ku, untuk membuat-Ku dipermuliakan.
Yang kecil akan menjadi seribu, dan yang lemah menjadi bangsa yang kuat, Aku YAHWE, akan melaksanakannya segera pada waktunya.


Itulah janji YAHWE yang sungguh luar biasa. Semua itu diberikan YAHWE kepada umat-Nya yang dikasihi-Nya yang meskipun pernah terkena amarah-Nya, namun hidup benar di hadapan-Nya. Dan semua itu diberikan demi kemuliaan YAHWE semata-mata.








Kamis, 13 Oktober 2011

Misi Mereka yang Dipanggil Yesus



Dalam Matius 10:1-15 kita belajar mengenai tugas atau misi yang diemban oleh mereka yang dipanggil oleh Yesus untuk menjadi murid-Nya.

Tugas dan Wewenang Murid Yesus
Dalam ayat 1 dikatakan bahwa
Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.
Dari sini kita belajar:
1. Yesus memanggil 12 murid
2. Yesus memberi mereka kuasa
3. Untuk mengusir roh-roh jahat
4. Untuk melenyapkan segala penyakit.
5. Untuk melenyapkan segala kelemahan


Dalam ayat 5-9 dikatakan bahwa kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dengan pesan:
1. Jangan menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke kota lain (Samaria) (ayat 5)
2. Agar para murid pergi kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel (ayat 6)
3. Agar mereka memberitakan bahwa Kerajaan Sorga sudah dekat (ayat 7)
4. Agar mereka menyembuhkan orang sakit (ayat 8)
5. Membangkitkan orang mati (ayat 8)
6. Mentahirkan orang kusta (ayat 8)
7. Mengusir setan-setan (ayat 8)
8. Melakukan semuanya itu dengan cuma-cuma karena hal itu diberikan kepada mereka dengan cuma-cuma  (ayat 8).

Ternyata kita, murid Yesus, mengemban tugas-tugas di atas, sebagaimana termuat dalam Matius 10:1-15. Tugas kita tidaklah hanya setiap minggu ke gereja, atau menjalani fungsi-fungsi organisatoris di gereja. Tugas kita bukan hanya menjadi aktivis di gereja, tetapi tugas kita dengan jelas diulang-ulang oleh Injil, dan dalam Matius pasal 10 ini diulang sampai dua kali, yakni:

mengusir roh-roh jahat atau setan-setan
melenyapkan segala penyakit atau menyembuhkan orang sakit 
melenyapkan segala kelemahan
mentahirkan orang kusta, bahkan
membangkitkan orang mati


Sudahkah kita melakukan misi tersebut? Ataukah kita terlalu diasyikkan oleh kesibukan kehidupan harian kegerejaan kita? Atau barangkali kita tidak sadar bahwa itu menjadi misi kita? Atau kita merasa tidak mampu melaksanakan misi tersebut?

Nah, belajar dari Matius 10, ternyata misi itu, mengusir setan dan melenyapkan sakit penyakit dan kelemahan tidak ada kaitannya dengan kemampuan. Bukan karena kita mampu, melainkan karena semua itu diberikan kepada kita secara cuma-cuma. Jadi bukan kemampuan, melainkan pemberian kuasa secara cuma-cuma dari Yesus kepada murid-murid yang dipilih-Nya.

Bukan karena usaha kita, bukan karena kemampuan kita, melainkan semuanya karena kuasa anugerah Yahwe melalui Yesus, dan diberikan kepada siapapun yang dipilih Yesus untuk menjadi murid-Nya.

Pertanyaannya: siapakah murid Yesus itu? Apakah kita termasuk murid Yesus? Apakah yang dimaksud hanya kedua belas murid Yesus saat Yesus masih hidup dalam bentuk tubuh manusia 2000 tahun yang lalu?

Kita semua, yang telah menerima anugerah keselamatan lewat pembaptisan, kita semua orang-orang Kristiani, pengikut Kristus adalah murid-murid Yesus. Bukan karena pilihan kita, melainkan Yesuslah yang memilih kita untuk menjadi murid-Nya (bdk Markus 16: 15-18). Semua orang beriman, semua murid Yesus, diberi kuasa untuk mengusir setan, untuk menyembuhkan orang sakit, untuk mengalahkan kedahsyatan racun, dan untuk berbahasa baru.

Marilah kita imani tugas dan kuasa yang diberikan oleh Yesus kepada kita. Usirlah setan, sembuhkanlah orang sakit, lenyapkanlah kelemahan. Yesus yang menyuruh Anda. Dia yang berkuasa atas hidup dan mati. Dia yang berkuasa atas seluruh alam semesta. Dialah yang memberikan kuasa itu kepada Anda.

Baca juga:
Pengalaman Pertama Mengusir Setan
Pelajaran Pertama dari Kisah Para Rasul
Kepastian Keselamatan dan Keberanian Bersaksi

Sabtu, 10 September 2011

The Story of Love: Mengasihi Tuhan

Manusia punya kelemahan terbesar, yakni mengedepankan egonya sendiri. Bahkan dalam niat yang terbaik pun yang dimiliki manusia, selalu di dalamnya terkandung maksud-maksud tersembunyi, yakni kepentingan egonya sendiri. Dan ... baik seandainya manusia sadar akan kelemahannya ini sehingga ia tidak pernah akan bisa menyombongkan diri. Sebagaimana Paulus yang meskipun sangat hebat dalam pelayanan, ia tetap mengakui adanya duri di dalam dagingnya sehingga ia tidak sempat meninggikan dirinya (2 Kor 12:7-10).
Kita akan belajar bagaimana Yahwe memahami kelemahan manusia ini dan bagaimana Yahwe ingin kita sadar akan kelehaman ini, melalui kisah Petrus.

Dalam Yohanes 21:15-19, Yesus bertanya kepada Petrus sampai 3 kali: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Tiga kali. 3x. Bayangkan! Kalau Anda ditanyai oleh istri atau suami Anda pertanyaan yang sama, sampai tiga kali!

Pertama kali kalau kita ditanya demikian, bisa pasti kita akan menjawab, tanpa berpikir, " Ya, sayang, aku mengasihi kamu." Tapi kemudian kalau orang yang sama menanyakan hal yang sama kepada kita, mungkin kita juga masih menjawab dengan pasti dan dalam hati kita paling berpikir, ia butuh semacam konfirmasi atau peneguhan, sehingga kita akan menegaskan dan mengatakan, "Iya, sayang, aku mengasihi kamu." Tetapi kalau pertanyaan yang sama ditanyakan untuk ketiga kalinya, "Apakah engkau mengasihi aku?" Kemungkinan kita akan mulai sungguh-sungguh bertanya dalam hati, melihat ke dalam diri, bukan hanya melihat ke dalam diri orang yang bertanya, tetapi ke dalam diri sendiri dan mulai mengoreksi diri, 'Benar ndak ya kalau aku mengasihi dia?'

Demikian pun yang Yesus lakukan terhadap Petrus. Yesus bertanya sampai tiga kali, "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Seperti Petrus, kita pasti bertanya dalam hati, 'Kenapa sampai tiga kali?'

Kita akan lebih memahami maksud Yesus kalau kita kembali ke teks aslinya. Sebenarnya Yesus menggunakan 2 kata yang berbeda. Untuk kedua pertanyaan yang pertama, Yesus menggunakan kata AGAPE,ἀγαπᾷς με. Simon, anak Yohanes, apakah engkau ἀγαπᾷς με? Sedangkan untuk pertanyaan ketiga, Yesus menggunakan kata FILIA, φιλεῖς με. Simon, anak Yohanes, apakah engkau φιλεῖς με.

Agape adalah jenis kasih atau cinta yang mengorbankan diri. Sedangkan filia adalah cinta persauadaraan atau persahabatan. Bahkan sebenarnya 3 kali pertanyaan yang diajukan Yesus kepada Petrus adalah 3 pertanyaan yang berbeda. Coba perhatikan:

Ayat 15: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau ἀγαπᾷς με  lebih dari pada mereka ini?"
Ayat 17: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau ἀγαπᾷς με?"
Ayat 17: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau 
φιλεῖς  με 
Dan untuk ketiga pertanyaan itu Petrus menjawab dengan menggunakan kata filia,  φιλῶ σε.

Tiga pertanyaan Yesus untuk Petrus sebenarnya bergradasi menurun. Pertama menggunakan kata agape ditambah dengan "lebih dari mereka ini". Yesus memberikan tambahan ini bukannya tanpa alasan. Alasannya bisa dilihat dalam Matius 26:31-35. Hal ini mengingatkan betapa pentingnya kita untuk membaca seluruh Kitab Suci agar bisa memahaminya dengan lebih baik. Dalam Matius 26:33 Petrus mengatakan bahwa meskipun mereka semua tergoncang imannya karena Yesus akan ditangkap, ia sekali-kali tidak. Di sini Petrus tampil sebagai orang yang merasa paling baik, sebagai murid Yesus yang paling hebat. Petrus merasa yakin bahwa ia sanggup berkorban untuk Yesus, bahwa ia sanggup untuk AGAPE kepada Yesus. Dan para murid yang lain pun ikut-ikutan mengatakan hal yang sama (ayat 35). 

Hal ini menunjukkan suatu ego yang berlebihan. Bahkan ketika kita merasa sanggup berkorban pun, kita harus hati-hati, jangan-jangan itu didorong oleh ego kita sendiri. Kita tahu bagaimana ego ini menguasai para murid Yesus. Dalam beberapa perikop lain kita tahu bahwa beberapa kali para murid Yesus memperdebatkan siapa yang paling besar di antara mereka.

Tetapi ternyata Petrus gagal total. Bukannya membela Yesus ia malahan menyangkal Yesus.

Yohanes 21:15-19 merupakan perikop setelah kebangkitan. Yesus tahu apa yang sudah dilakukan Petrus. Yesus tahu kesombongan Petrus. Yesus juga tahu penyangkalan Petrus. Yesus sangat tahu level Petrus. Sehingga, pertanyaan pertama dengan kata "agape" ditambah "lebih dari mereka ini" digunakan Yesus untuk mengingatkan niat Petrus yang ternyata gagal dibuktikannya. Dan kali ini Petrus tidak berani menggunakan kata "agape", namun "filia", untuk menjawab tantangan Yesus. Ia sadar akan kegagalannya; ia sadar akan kesombongannya terdahulu. Pertanyan kedua Yesus masih menggunakan kata "agape" namun tanpa tambahan "lebih dari mereka ini". Petrus tetap menjawab dengan kata "filia". Pertanyaan ketiga Yesus menurunkan levelnya, Dia menggunakan "filia", menyamakan level-Nya dengan level Petrus. Dan Petrus menegaskan bahwa di hadapan Tuhan, manusia tidak bisa menipu diri. Tuhan tahu isi hati dan level manusia, sehingga Petrus mengatakan, "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu bahwa aku [hanya] φιλῶ  σε [philo se, I love thee]. 

Petrus tidak tergoda lagi untuk meningginya diri lagi. Terhadap ketiga pertanyaan Yesus, Petrus tetap menjawabnya dengan kata filia. Dia tahu dia pernah gagal total. Namun dia juga tahu bahwa Yesus tetap mengasihi dia. Sesudah bangkit dan bertemu Petrus, Yesus tidak menagih janji, "Mana buktinya, katanya mau berkorban untuk-Ku?" Yesus tidak mempermalukan Petrus, karena Yesus tahu persis isi hati dan level kasih Petrus terhadap-Nya. 

Namun Petrus, dalam kesadaran diri penuh akan kelemahannya, ia menjadi lebih bisa belajar setia sampai mati. Ia melengkapi kasih filianya kepada Yesus dengan kasih agape di akhir hidupnya. Ia rela mati disalib untuk Yesus dengan posisi terbalik.

Hari ini kita belajar bahwa kita tidak bisa menyembunyikan diri di hadapan Yahwe. Yahwe tahu diri kita lebih dari kita mengenal diri kita. Hari ini juga pertanyaan ini diajukan kepada kita, "Apakah engkau mengasihi Aku?" Hendaklah kita dengan rendah hati, sadar akan kelemahan kita, belajar untuk mengasihi Yahwe, seperti Petrus dan Paulus yang mengasihi-Nya dan setia sampai mati.

Baca juga:
Hidup Berkemenangan (1): Menjaga Hati
Hidup Berkemenangan (2): Membangun Manusia Roh
Bagaimanakah Yeremia Dipanggil Menjadi Nabi?

Rabu, 17 Agustus 2011

Hidup Berkemenangan (2): Membangun Manusia Roh

Baca Hidup Berkemenangan (1): Menguasai Hati



Check Amazon books:

Pada bagian 1 kita belajar bahwa untuk bisa mengalami hidup yang berkemenangan, kita harus bisa menguasai hati kita. Sekarang kita masuk ke bagian kedua, yakni membangun manusia roh kita. Kalau roh kita kuat, kita punya kekuatan untuk menguasai hati kita.


Daniel 6:2 Lalu berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan; 3 membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan. 4 Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya. 

Daniel terpilih dari seluruh rakyat negeri Babel ke dalam kelompok 120 wakil-wakil raja. Dan dari 120 wakil itu, Daniel adalah salah satu dari tiga orang yang dipilih untuk menduduki jabatan tinggi dan membawahi ke-120 wakil raja itu. Dan akhirnya Daniel dipilih oleh raja untuk membawahi atas seluruh kerajaan Babel. Itu semua terjadi karena Daniel memiliki roh yang luar biasa (ayat 4).

Tidak hanya itu, Daniel tetap menjabat kedudukan penting dalam 4 masa pemerintahan, mulai dari Nebukadnezar, Belsyazar, Darius, dan Koresh. Bahkan dalam ayat 28 raja memerintahkan agar seluruh rakyat di bawah wilayah kekuasaan raja Darius diwajibkan untuk takut dan gentar kepada Tuhannya Daniel. Ini berarti bahwa Daniel sukses dalam pekerjaan dan pelayanannya. Dalam pekerjaan, ia cakap dan dipromosikan sampai kepada kedudukan tertinggi di bawah raja. Dalam bidang pelayanannya, kesaksian hidupnya membuat seluruh bangsa menyembah Yahwe.

Apa sebabnya Daniel begitu sukses dan memiliki roh yang luar biasa? 

1. Berlutut, Berdoa, dan Memuji Yahwe secara konsisten dan terus-menerus

Daniel 6:11 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. 

2. Bergaul intim dengan Yahwe

Kejadian 6:9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. 

3. Memberi makanan yang berkualitas kepada manusia roh kita

Yosua 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. 

4. Selalu berjalan di dalam roh

Efesus 6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.

Baca juga:
Hidup Berkemenangan (1): Menjaga Hati
Nikmatilah Hidup Anda (1): Bersyukur atas apa yang sudah kita capai
Merebut Kembali Apa yang Dicuri Musuh

Check Amazon books:
The Family: God's Weapon For Victory


Resurrection and the Restoration of Israel: The Ultimate Victory of the God of Life
A Way of Escape: Experiencing God's Victory over Temptation
God's Kingdom: Fulfilling God's Plan for Victory

Minggu, 14 Agustus 2011

Hidup Berkemenangan (1): Menjaga Hati


Check related Amazon books

Bagaimana kita bisa hidup berkemenangan?
Roma 8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. 
Kita menang karena Dia yang mengasihi kita. Dalam ayat 33 dikatakan bahwa tidak ada yang menggugat orang-orang pilihan Yahwe, yang telah membenarkan mereka.  Dan dalam ayat selanjut 38-39 dikatakan bahwa tidak ada yang bisa memisahkan kita dari kasih Kristus.
Roma 8:38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, 39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Kemenangan juga ditentukan oleh penguasaan diri dan kemampuan menjaga hati.
Amsal 16:32. orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota. 
Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Agar kita tetap menang, kita harus menjaga hati kita dari 3 musuh:
1. Kekecewaan
Dalam Bilangan 20 dikisahkan bahwa Musa kecewa atas bangsa Israel. Ketika itu bangsa bersungut-sungut karena tidak ada air untuk diminum. Musa datang menghadap Yahwe dan memohon petunjuk-Nya. Yahwe memerintahkan agar Musa mengumpulkan bangsa itu dan mengatakan kepada batu agar mengeluarkan air untuk bangsa itu. Tetapi Musa, karena kejengkelannya kepada bangsa itu, ia melampiaskan kemarahannya dengan memukul bukit batu itu dua kali dengan tongkatnya. Dan keluarlah air untuk bangsa itu.
Yahwe marah kepada Musa dan menegurnya: Bilangan 20:12 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka." 
Memang ada alasan yang kuat bagi Musa untuk kecewa, jengkel, dan marah. Bagaimana tidak, bangsa itu telah melihat pekerjaan Yahwe yang dahsyat selalu menyertai mereka, tetapi bangsa itu pula selalu bersungut-sungut dan menyalahkan Musa karena telah membawa keluar mereka dari tanah Mesir. Namun kita belajar dari peristiwa ini, bahwa sekalipun ada alasan untuk kecewa dan marah, untuk jengkel, kita tetap harus menjaga hati kita agar tidak dikendalikan oleh kejengkelan dan amarah kita.

2. Godaan dosa
Musuh kedua dari hati kita adalah godaan dosa.
Yakobus 1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
Kita harus menjaga hati kita dari pencobaan oleh keinginan kita sendiri. Jangan biarkan diri kita diseret dan dipikat olehnya. Dari Yakobus ini kita belajar bagaimana proses manusia jatuh ke dalam dosa. Pertama adalah adanya keinginan hati. Kedua keinginan itu memikat dan menyeret kita. Ketika keinginan itu dibuahi sehingga melahirkan dosa. Keempat dosa itu sudah matang dan melahirkan maut. Jadi kita harus waspada terhadap keinginan hati kita, jangan sampai kita diseret dan dipikat oleh keinginan kita.

3. Iri hati
Yakobus 3:16 Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. 
Iri hati bisa menjadi sumber kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. Jadi waspadalah terhadap kecenderungan hati kita untuk iri hati dan mementingkan diri sendiri.

Baca juga:
Nikmatilah Hidup Anda (1): Bersyukur atas apa yang sudah kita capai
Merebut Kembali Apa yang Dicuri Musuh
Rahasia Keberhasilan Daud: Mengasihi dan Menaati Perintah Yahwe

Check related Amazon books


Triumphs in Society: A Reader Celebrating Real Lives and Real Victories

Thirty-One Days of Power: Learning to Live in Spiritual Victory
Victory over Depression

Senin, 08 Agustus 2011

Bagaimanakah Yeremia Dipanggil Menjadi Nabi?


Check related Amazon books
Firman Yahwe datang kepada Yeremia:
"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." (Yeremia 1:5). 

Namun Yeremia merasa tidak pandai bicara sebab ia masih muda. Dan terhadap keraguan Yeremia ini Yahwe berkata:
"Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau." (ayat 7-8).

Yahwe tidak hanya berkata, tetapi juga langsung bertindak:
Lalu Yahwe mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku: Yahwe berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu." (ayat 9)

Yahwe sudan mengenal kita sebelum kita lahir. Yahwelah yang membentuk kita dalam rahim ibu kita. Dan Yahwe menguduskan kita sebelum kita lahir. Yahwe juga sudah menetapkan tujuan hidup kita sebelum kita dilahirkan.

Kadang kita merasa ragu atas panggilan hidup kita. Kita mungkin merasa tidak mampu, tidak pandai bicara, merasa masih terlalu muda untuk diutus. Tetapi firman Yahwe hari ini menyatakan bahwa apa pun kondisi kita, keadaan kita, perasaan kita Yahwe telah menetapkan suatu tujuan mulia di dalam hidup kita masing-masing. Yahwe telah membentuk kita untuk tujuan atau tugas hidup kita. Yahwe telah mengenal kita. Dia tahu persis kemampuan yang telah diberikan-Nya kepada kita. Dan Yahwe telah menguduskan kita untuk tujuan hidup tersebut.

Kita mungkin ragu dengan kemampuan kita sendiri. Tetapi hari ini ditegaskan oleh Firman Yahwe bahwa yang perlu kita lakukan hanyalah taat kepada-Nya. Ketika kita diutus, kita harus pergi. Ketika kita diperintah, kita harus melakukannya. Yahwe akan menaruh perkataan-perkataan-Nya di dalam mulut kita. Yahwe akan memampukan kita untuk melaksanakan dan menyelesaikan tugas kita.

Meskipun kita merasa tidak mampu, namun dalam Firman hari ini jelas bahwa yang dibutuhkan hanyalah ketaatan untuk melaksanakan perintah-Nya. Pada saatnya, Yahwe sendirilah yang akan memampukan kita.

Dari sini kita juga belajar, bahwa kadang kita dibiarkan merasa tidak mampu untuk melaksanakan tugas-tugas kita dan kemampuan itu baru diberikan Yahwe saat kita taat melaksanakan kehendak-Nya. Dari sini ada pelajaran penting: perasaan tidak mampu akan menjauhkan kita dari rasa sombong. Seandainya kemampuan itu diberikan melekat pada diri kita, besar kemugkinan kita akan menjadi sombong. Jika kita karena kemampuan kita sudah merasa siap untuk melaksanakan tugas-tugas kita, maka kita akan jatuh ke dalam dosa kesombongan. Barangkali Yahwe memang sengaja tidak memberikan kemampuan itu melekat dalam diri kita, agar kita tidak sombong dan hanya taat dan percaya kepada-Nya saja.

Baca juga:
Rahasia Keberhasilan Daud: Mengasihi dan Menaati Perintah Yahwe
Kita Kuat Karena Yahwe Menopang: Belajar dari Yesaya 40 
Yesus Segera Memberikan Pertolongan  

Check related Amazon books

Iasaiah and Jeremiah - MacLaren's Expositions of Holy Scripture