Rabu, 04 Mei 2016

Bapa Berlari Menyambut Anak Bungsu yang Hilang


Lukas 15:11-32 berkisah tentang anak bungsu yang durhaka dan akhirnya bertobat dan kembali kepada orang tuanya. Berikut ini kita amati bagaimana anak bungsu itu kembali ke rumah bapanya dan bagaimana bapanya menyambutnya:

Lukas 15:20
Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

Ketika anak itu dari jauh kelihatan oleh bapanya, bapanya tergerak hatinya dan lari untuk mendapatkan dia. Menarik untuk mengetahui bahwa bapa itu lari mendapatkan anaknya. Mengapa? Mengapa ia yang sudah tua itu mau berlari mendapatkan anaknya? Secara fisik dan pada umumnya, orang tua enggan berlari, tetapi dalam perikop ini diceritakan bahwa bapa yang sudah tua itu berlari mendapatkan anak bungsunya yang kembali. Sang bapa berlari mendapatkan anaknya yang kembali.

Bisa jadi bahwa bapa itu melihat anaknya melangkah maju, namun kemudian berhenti, melangkah lagi, lalu berhenti. Dosanya membuatnya ragu untuk kembali. Ia merasa tidak layak, tetapi hatinya rindu kembali. Ia merasa berdosa, namun ia rindu kembali kepada kehidupan normalnya. Ia tidak layak namun berharap mengalami pemulihan. Ia melangkah maju, namun kadang keraguannya, perasaan tidak layaknya membuatnya menghentikan langkah.

Keadaan yang demikian umum dialami oleh kita yang sedang berusaha meninggalkan dosa-dosa kita. Ada kerinduan untuk kembali kepada Bapa, untuk bertobat dan menanggalkan dosa-dosa kita, namun sering kita merasa tidak layak untuk datang kepada Bapa, untuk kembali ke rumah Bapa. Kadang kita memberanikan diri untuk datang kepada-Nya, namun tidak jarang usaha kita urung karena kita merasa tidak layak, tidak mampu. Kita kadang mudah menyerah dan ingin kembali ke dosa lama kita.

Tapi dari nas ini kita belajar, bahwa ketika Bapa melihat anak-Nya yang berdosa mau kembali kepada-Nya, ketika anak-Nya membuat satu langkah mendekat kepada-Nya, Bapa segera tergerak hatinya dan berlari mendapatkan kita. Satu langkah kita mendekat kepada Bapa akan menggerakkan Bapa untuk mengambil seratus langkah menyambut kita. Mengapa? Mengapa Bapa mau berlari menyambut kita? Karena Dia tahu bahwa kapan saja kita bisa menghentikan langkah dan berbalik kembali menuju kepada dosa-dosa kita dan mati karena kelaparan. Satu langkah niat pertobatan kita akan disambut seratus langkah Bapa mendekati kita.

Nas ini menyatakan betapa besar kasih Bapa kepada kita anak-anak-Nya. Dia tidak pernah akan tega melihat anaknya menderita. Dia tidak pernah melihat ketidaklayakan kita. Dia tidak pernah mempertimbangkan dosa-dosa kita. Kita harus tahu, sadar, dan yakin bahwa Bapa sangat merindukan kita datang kepada-Nya. Ketika kita jatuh di dalam dosa, atau jatuh bangun di dalam dosa, dibelenggu oleh dosa-dosa kita, jangan pernah ragu dan takut untuk kembali kepada Bapa. Segera ambil langkah, mulailah dengan satu langkah, maka Bapa akan segera tergerak untuk berlari menyambut dan menyelamatkan kita. Dia tidak ingin anak-Nya binasa di dalam dosa. Dia akan segera berlari menyambut kita. Dia akan bahagia melihat langkah mendekat kita kepada-Nya. Dia benar-benar akan bahagia dan kemudian memberikan sambutan terbaik bagi kita. Bapa akan mengadakan pesta untuk menyambut kita, memberikan pakaian dan perhiasan terbaik. Bapa akan memulihkan keadaan kita, memberi kita kemuliaan dan keagungan.

Segeralah kembali kepada Bapa. Tinggalkan dosa. Ambil langkah kepada-Nya, mendekat pada-Nya.

Tuhan Yeshua
aku datang, aku kembali pulang kepada-Mu
aku menyesal atas dosa-dosaku
aku berbalik meninggalkan kejahatan
datanglah ke dalam hatiku
basuh aku dengan darah-Mu
patahkan semua belengguku
aku menaruh kepercayaanku hanya kepada-Mu
aku percaya dengan segenap hatiku
aku mengaku dengan mulutku
Engkau, Yeshua, juru selamatku
Amin


Baca juga:
Mazmur 3: YAHWE Pasti Memberi Pertolongan
Janji Keselamatan Tuhan
Mendengar Tuntunan Gembala
Nyanyian Syukur Atas Keselamatan