Jumat, 31 Desember 2010

Kepastian Keselamatan dan Keberanian Bersaksi

Kisah 4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." 
13 Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. 
14 Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya. 

Ada 3 hal yang kupelajari dari Kisah di atas.

1. Bahwa di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya manusia dapat diselamatkan. Dari sini jelas, bahwa manusia bisa selamat hanya dengan satu cara: percaya dan menerima Yesus. Sekalipun dunia memberikan berbagai-bagai tawaran yang kelihatannya meyakinkan, yang kadang membuat iman kita goyah, dengan tanda-tanda yang kelihatannya mengagumkan, kebenaran ini tetap sama dan tidak tergoyahkan: hanya ada satu jalan keselamatan. Ya, hanya ada satu jalan pasti menuju keselamatan. Sekalipun di sana sini ada tawaran pandangan dunia dan cara hidup yang juga kelihatan baik dan mulia, memberikan kedamaian, membawa kepada kesejahteraan, meningkatkan taraf kesehatan dan lain-lain, namun hanya dalam Yesus atau Yahshua-lah keselamatan diberikan.

2. Sidang saat itu heran akan keberanian Petrus dan Yohanes, yang meskipun mereka itu orang biasa, tetapi berani mengajar dan bersaksi. Dan dicatat bahwa keberanian mereka itu dikaitkan dengan status mereka sebagai murid Yesus.
Dari sini, saya belajar bahwa, sebagai murid Yesus, adalah dampak yang normal dan wajar kalau kita pun harus sampai dikenal status kita sebagai murid Yesus melalui keberanian kita untuk bersaksi, melalui perubahan yang kita tunjukkan sebagai manusia biasa, bahkan mungkin tidak terpelajar, tetapi berani mengajar dan bersaksi. Perkenalan akan Yesus, keintiman hubungan dengan Yesus, membuat kita berubah, menjadi berhikmat, menjadi cakap berkata-kata, menjadi berani, menjadi saksi.

3. Keberanian dan kepandaian berkat hubungan intim dengan Yesus dikuatkan lagi oleh bukti mukjizat sehingga lengkaplah "senjata" Petrus dan Yohanes dalam mewartakan satu-satunya jalan keselamatan. Mereka tidak berani mengatakan apa-apa karena orang yang disembuhkan itu berdiri di sana.

Jadi, dapat disimpulkan, bahwa pengenalan akan Yesus membuat kita berani untuk bersaksi, membuat kita berhikmat untuk menyampaikan kata-kata yang tepat dan meyakinkan, dan membuat kita bisa dipakai Tuhan untuk mengerjakan mukjizat yang membuat pewartaan kita tak terbantahkan.

Kamis, 30 Desember 2010

Arti Sebuah Nama

Pikirkan nama Anda! Nama memiliki dan mengandung makna yang sedemikian penting, bukan? Sebuah nama diberikan oleh orang tua dengan seluruh dan segenap harapan mereka akan kehidupan dan masa depan anaknya.

Nah, bayangkan, jika seandainya orang tua Anda memberi Anda nama, KESAKITAN atau SAKIT-SAKITAN!  Kira-kira bagaimana perasaan Anda dan bagaimana kehidupan Anda akan berlangsung. Bayangkan, ketika Anda harus menghadapi setiap pertanyaan orang yang pertama kali Anda temui, “Siapa nama Anda?” dan Anda harus menjawab “Sakit-sakitan!” “Hah?!”

Nama adalah sebuah cara untuk memberi label kepada sesuatu atau seseorang yang kurang lebih menggambarkan sifat atau hakekat dari sesuatu atau seseorang itu. Dalam sepanjang kehidupan seseorang, akan selalu ada pelabelan yang terjadi.  Sewaktu kecil ketika Anda berbuat sesuatu yang tidak menyenangkan orang lain, atau membuat sedikit kesalahan, bisa-bisa Anda akan menerima label, “Nakal!” Ketika kita mulai sekolah, mungkin saja kita menerima label “Bodoh!” Dan ada saatnya ketika label “Pemalas!”, “Pembohong!”, “Pengecut !” “Pembawa sial!”, “Jelek!”, dst muncul di dalam kehidupan seseorang.

Label atau nama bisa sangat berpengaruh kepada kehidupan seseorang yang kepadanya label itu diberikan. Label bahkan bisa menentukan nasib orang yang menerimanya ke arah kondisi yang terkandung di dalam makna label itu. Label bisa menjadi kutuk. Sebaliknya, label yang baik bisa mendatangkan berkah.

Label tidak harus datang secara verbal dari mulut seseorang yang diarahkan kepada kita. Tidak jarang kita memberi label kepada diri kita sendiri, bisa jadi karena situasi yang selalu menyertai kehidupan kita, atau pengalaman-pengalaman yang beruntun dan berulang yang menimpa kehidupan kita. Tidak jarang orang merasa sudah nasibnya menjadi orang gagal, atau orang sial, atau orang miskin, dst, karena berulang kali orang tersebut mengalami hal yang sama. Pengalaman yang berulang atau kondisi yang tidak pernah berubah bisa membangun sistem kepercayaan orang yang bersangkutan, yang akan merugikan seandainya negatif, dan menguntungkan seandainya positif.

Seandainya Anda menerima label-label negatif, atau situasi-situasi berulang yang menyatakan kegagalan, apa yang harus kita perbuat?

1 Tawarikh 4:9-10
Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya; nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya: “Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan.” Yabes berseru kepada Tuhan Israel, katanya: “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!” Dan Tuhan mengabulkan permintaannya itu.

Luar biasa! Yabes yang sudah ditentukan nasibnya sebagai orang yang sakit-sakitan dengan diberi nama oleh ibunya sebagai kesakitan, berhasil mengubah hidupnya, diberkati berlimpah-limpah dan diperluaskan daerahnya, dilindungi dari malapetaka dan dihindarkan dari kesakitan. Yabes tidak hanya dihindarkan dari nasib namanya, kesakitan, tetapi lebih dari itu, dia juga diberi kelimpahan dan diberi kekuasan (diperluas daerahnya).

Apa sebenarnya yang dilakukan Yabes, untuk berubah dari kesakitan kepada kemuliaan?

1.       Yabes memilih hidup dalam keberkatan.

Memang dilahirkan dalam kesakitan, tetapi dia memilih hidup dalam keberkatan. Nama Yabes itu punya arti: kesakitan, penderitaan, dukacita. Dengan nama itu seolah-olah nasibnya sudah ditentukan sejak lahir untuk penuh dengan kesakitan, penderitaan, dan dukacita.

Bagaimana cara Yabes memilih keberkatan? Melalui perkataan. Amsal 18:21: Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Kesakitan Yabes juga dimulai dengan label, perkataan ibunya, terhadap dirinya. Meskipun label itu akan terus diulang-ulang setiap kali orang memanggilnya, dan bisa semakin memperkuat label tersebut dari hari ke hari, namun Yabes memilih untuk memperkatakan yang sebaliknya dan memilih untuk mendengarkan perkataan yang berpihak baik kepadanya, yakni keberkatan, kemuliaan. Yabes menggemakan hidup yang penuh berkat, penuh kemuliaan, penuh kesehatan, penuh dengan hal-hal yang baik.

2.       Nasib kita bisa berubah melalui doa.

Yabes berseru kepada Yahwe dalam doa dan Tuhan mengabulkan permintaannya itu, sehingga Alkitab mencatat: Yabes lebih dimuliaan daripada saudara-saudaranya.

Tuhan kita adalah Tuhan yang mengabulkan doa. Sebab itu berserulah dalam doa. Doa kita tidak sia-sia. Kadang jawaban doa langsung diberikan. Kadang kita harus menunggu sampai doa mendatangkan mukjizat. Tetaplah berdoa. 1 Tesalonika 5:17. Tetaplah berdoa.

Cara Hidup Jemaat yang Pertama

Baca bagian sebelumnya

1. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan.
2. Mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa, di rumah masing-masing secara bergilir.
3. Mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam bait Tuhan.
4. Mereka makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati.


Kisah 2:42. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. 
46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Tuhan. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, 


5. Mereka tetap bersatu.
6. Segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama.


Kisan 2:44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, 


7. Selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.

Kisah 2:45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. 


8. Mereka memuji Yahwe.

Kisah 2:47 sambil memuji Tuhan. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.


Dan sebagai hadiahnya, mereka disukai semua orang dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Dari kutipan di atas, dapat disimpulkan bahwa, jemaat yang berkembang sehat adalah jemaat yang :
1. Bertekun dalam pengajaran rasul-rasul. Artinya bertekun dalam pengajaran Firman. Maka ada baiknya tiap hari mendengarkan Firman, mendengarkan khotbah, bisa melalui radio, melalui kaset/CD. Dan tidak kalah pentingnya, ya mendengarkan pengajaran rasul-rasul yang sudah dituliskan dalam Kitab Suci.
2. Mereka memecahkan roti dan berdoa, dan itu selalu. Jadi, jemaat yang sehat adalah jemaat yang selalu memecahkan roti dan berdoa. Di rumah masing-masing. Secara bergiliran. Itu artinya bahwa tiap keluarga hendaklah memecahkan roti dan berdoa. Tidak hanya di gereja, tetapi di rumah masing-masing. Secara bergiliran, berarti mungkin dilakukan dalam beberapa kelompok keluarga dalam suatu wilayah kecil. Secara bergiliran, berarti setiap keluarga mendapat jatah untuk menyiapkan roti yang akan dipecahkan.
3. Mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Tuhan. Biasanya kita ke gereja hanya tiap hari Minggu. Tetapi dalam jemaat pertama, praktik ini dilakukan tiap-tiap hari. Jadi baik untuk pergi ke gereja berdoa bersama setiap hari. Nah, kalau tiap-tiap hari tidak memungkinkan bagi kita untuk ke gereja, maka salah satu alternatifnya adalah membuat kelompok doa kecil dan berdoa bersama tiap-tiap hari. Mungkin 2 atau 3 keluarga yang berdekatan.
4. Yang amat menarik mungkin: makan bersama-sama dengan gembira dan tulus hati. Wah, kalau sekarang, itu artinya bisa berupa saling mentraktir. Satu orang membeli makanan untuk semua, dan itu dilakukan dengan tulus hati. Kemudian mereka makan bersama-sama dengan gembira. Bisa jadi itu juga dilakukan dalam kelompok 2 atau 3 keluarga tadi. Berkumpul bersama setiap hari, makan bersama setiap hari, dan secara bergiliran, menyediakan makanan dengan tulus hati untuk semua. Dan itu semua dilakukan dengan gembira.
5. Dan mereka tetap bersatu. Bersatu. Artinya tidak berpecah. Tetap sehati sepikir. Dalam doa, dalam memecahkan roti, dalam makan bersama, dalam
6, memuji Tuhan
7. Bahkan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama. Bagaimana membayangkannya ya? Membayangkan saja susah, apalagi melaksanakannya. Tetapi coba bayangkan, seandainya hal yang sama terjadi di zaman sekarang ini. Segala kepunyaan saya adalah kepunyaan bersama. Di rumah saya ada beberapa kilo beras, ada beberapa kilo gula dan sembako yang lain. Ada mobil, motor, sepeda. Ada TV, ada radio, ada komputer. Dan semua itu milik bersama. Artinya semua orang memiliki hak untuk mempergunakan dan memakainya, untuk menghabiskannya. Bahkan rumah yang saya tempati pun adalah milik bersama. Berarti setiap orang percaya boleh datang dan menginap di rumah saya. Kalau ada makanan, ya dimakan bersama-sama. Dan demikian pula sebaliknya. Menyenangkan tidak ya hidup semacam ini?

8. Dan selalu ada yang menjual harta miliknya dan membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluannya.

Artinya keperluan orang yang satu bisa berbeda dengan yang lain. Dan selalu ada orang yang menjual harta dan uang hasil penjualannya dibagi-bagikan kepada semua jemaat sesuai dengan keperluannya. Kayaknya agak repot untuk diwujudkan di zaman sekarang. Bagaimana membaginya? Bagaimana masing-masing bisa tahu keperluan orang lain dan bisa maklum akan hal itu?

Kalau itu ada dalam gaya hidup jemaat pertama, dan itu berkenan di hati Tuhan, pasti amat menyenangkan. Tetapi bagaimana ya mewujudkannya? Yang paling mungkin dilakukan ya mulai dari diri sendiri. Dengan membiarkan rumah saya menjadi tempat berteduh setiap orang percaya yang datang, dengan mengajak mereka makan bersama dan menikmati semua sarana yang ada secara bersama-sama.

Tuhan, pulihkan jemaat-Mu sekarang ini, agar gaya hidup yang dicontohkan oleh jemaat pertama boleh terjadi dan terwujud di zaman ini.

Dan sebagai hadiah dari Yahwe: mereka disukai oleh semua orang. Semua orang? Yang jelas tidak termasuk pada tua-tua dan kaum Saduki yang berusaha mencelakai mereka. Tetapi di luar mereka, selain mereka, semua orang menyukai orang-orang yang percaya karena gaya hidup mereka.

Hadiah yang lain adalah perkembangan jemaat yang pesat. Hari pertama saja ada 3000 jiwa yang bertobat, kemudian ditambahkan menjadi 5000 laki-laki (yang perempuan tidak dihitung, berarti bisa dua kali lipatnya, atau bahkan lebih).


Baca juga:
Pelajaran Pertama dari Kisah Para Rasul!
Pentakosta, Ciri-Ciri Pekerjaan Roh Kudus
Gereja Mula-Mula Mendasarkan Diri pada Kitab Suci
Gereja Perdana Adalah Sekumpulan Orang Yang Bertekun Sehati ...
Roh Kudus Menjadi Daya Penggerak Gaya Hidup Jemaat Perdana
 
See what Darlene Zschech said about The True Value of Worship in this video below:


Rabu, 29 Desember 2010

Pentingnya Merenungkan Firman Tuhan Siang dan Malam

Ada janji yang luar biasa yang menanti orang yang siang malam merenungkan Firman Tuhan. Janji ini bisa ditemukan di Yosua pasal 1. Tetapi sekaligus di sini juga menjadi nyata bahwa Yahwe menghendaki kita untuk merenungkan Firman Tuhan itu siang dan malam.


Yosua 1:5 Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. 
6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. 
7 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. 
8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. 
9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi." 


Merenungkan Firman Tuhan siang dan malam? Berarti sepanjang hari Firman Tuhan harus kita renungkan. Berarti setiap langkah-langkah kita harus berdasarkan Firman Yahwe. Berarti Firman Yahwe benar-benar harus menjadi hukum, pedoman, petunjuk, aturan yang mengatur setiap kegiatan hidup kita. Kita harus bertindak hati-hati dalam setiap langkah hidup kita agar sesuai dengan hukum Yahwe.

Sebagai upahnya, Yahwe akan menyertai kita, tidak akan meninggalkan kita, tidak ada orang yang berani menghadapi kita, perjalanan kita akan berhasil dan kita akan beruntung.

Jadi: keberuntungan erat terkait bahkan ditentukan oleh ketaatan kita kepada Firman Tuhan. Keberuntungan ditentukan oleh Yahwe, Dialah yang memberikan kita keberuntungan berdasarkan kesetiaan dan ketaatan kita kepada perintah-Nya, kepada Firman-Nya.

Dan ... ada hal lain lagi yang ditekankan: agar kita kuat dan teguh hati. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu. Ungkapan ini diulang berkali-kali.

Berarti kita harus bersandar pada  Firman Yahwe dan pada saat yang bersamaan kita harus yakin, kita harus kuat dan teguh hati, karena Yahwe menyertai kita, karena Firman-Nya tinggal di dalam diri kita. Dan sebagai buah manisnya: kita akan diberi kemenangan melawan bangsa-bangsa, bangsa-bangsa akan tunduk di bawah kaki kita, tidak ada yang berani menghadapi kita, kita akan dibuat berhasil dan beruntung dalam hidup kita.

Sabtu, 25 Desember 2010

Pelajaran Pertama dari Kisah Para Rasul

Check Amazon books about Acts:


Tuhan Yesus menjanjikan kita baptisan Roh Kudus.
Kisah 1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.
Kalau itu janji Yesus, maka baptisan Roh Kudus menjadi hak setiap orang yang beriman kepada Yesus.

Dan apa efek dari baptisan Roh Kudus ini?
Kisah 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.
Kalau kita sudah menerima baptisan Roh Kudus, Yesus bilang kita akan menerima kuasa. Kuasa? Kuasa untuk menjadi saksi Yesus.

Pertanyaannya: apakah aku sudah memiliki kuasa itu? Apakah aku sudah menerima baptisan Roh Kudus? Bagaimana aku bisa menerima baptisan Roh Kudus? Jawabannya ada dalam:
Kisah 1:14 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
Jadi aku harus bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan anggota keluarga, dengan saudara-saudara beriman yang lain.

The Message of Acts (Bible Speaks Today)

Check other Amazon books about Acts:



Penyebab Stress menurut Alkitab

Deuteronomy 28:28 The LORD shall smite thee with madness, and blindness, and astonishment of heart: 
34 So that thou shalt be mad for the sight of thine eyes which thou shalt see.


Ulangan 28:28 TUHAN akan menghajar engkau dengan kegilaan, kebutaan dan kehilangan akal, 
34 Engkau akan menjadi gila karena apa yang dilihat matamu.

Yesaya 33:11 Kamu mengandung rumput kering, dan melahirkan jerami; amarahmu seperti api yang memakan kamu sendiri.

Madness, atau being mad, atau menjadi gila dan kemudian kehilangan akal, bisa menggambarkan atau menjadi hasil akhir dari stress. Dalam Ulangan 28, stress atau keadaan kehilangan akal ini menjadi salah satu paket dari kutuk yang diberikan kepada umat yang "tidak mendengarkan suara YAHWE" dan "tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya" (ayat 1). 

Di bagian lain dalam kitab Yesaya, amarah dikatakan seperti api yang memakan diri sendiri. Dengan kata lain, amarah kita sendiri bisa menyebabkan kita menjadi stress.

Lihat juga penyebab sakit kepala menurut Alkitab.

Untuk mengoptimalkan fungsi otak Anda, coba cek video mind power di bawah ini:

Kamis, 23 Desember 2010

Sakit Kepala dalam Alkitab

Yesaya 1:4 Celakalah bangsa yang berdosa, kaum yang sarat dengan kesalahan, keturunan yang jahat-jahat, anak-anak yang berlaku buruk! Mereka meninggalkan YAHWE, menista Yang Mahakudus, Tuhan Israel, dan berpaling membelakangi Dia. 5 Di mana kamu mau dipukul lagi, kamu yang bertambah murtad? Seluruh kepala sakit dan seluruh hati lemah lesu. 6 Dari telapak kaki sampai kepala tidak ada yang sehat: bengkak dan bilur dan luka baru, tidak dipijit dan tidak dibalut dan tidak ditaruh minyak. 



 4 Woe to the sinful nation, a people whose guilt is great, a brood of evildoers, children given to corruption! They have forsaken the LORD;  they have spurned the Holy One of Israel and turned their backs on him. 5 Why should you be beaten anymore? Why do you persist in rebellion? Your whole head is injuredyour whole heart afflicted. 6 From the sole of your foot to the top of your head there is no soundness—only wounds and welts and open sores, not cleansed or bandaged or soothed with olive oil. 



Mazmur 107:27 mereka pusing dan terhuyung-huyung seperti orang mabuk, dan kehilangan akal. 
28 Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dikeluarkan-Nya mereka dari kecemasan mereka, 



Dari kutipan Yesaya ini kita tahu bahwa salah satu penyebab sakit kepala adalah meninggalkan Yahwe, menista yang Maha Kudus, membelakangi-Nya.
Jadi kalau saya sakit kepala, langkah pertama yang harus saya lakukan adalah menilik hati: apakah aku sedang atau sudah meninggalkan Dia, menista Dia, membelakangi Dia.

Penyebab lain yang mungkin untuk sakit kepala adalah kecemasan, seperti tercantum dalam Mazmur 107:27-28.

Yahwe, terimakasih atas pengajaran-Mu hari ini. Engkau telah memberikan tanda-tanda kepada orang-orang yang Engkau kasihi agar mereka tidak binasa melainkan berbalik kepada-Mu dan beroleh keselamatan-Mu.

Selasa, 21 Desember 2010

Tuhanlah Perisaiku

Mazmur 33:
1 Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam Yahwe! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur. 
4. Sebab firman Yahwe itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.
12 Berbahagialah bangsa, yang Tuhannya ialah Yahwe, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!
20 Jiwa kita menanti-nantikan Yahwe. Dialah penolong kita dan perisai kita!

Syukur kepada-Mu Yahwe, karena Engkau menganggap aku layak untuk memuji-muji Engkau, karena Engkau menganggap aku orang benar. Aku akan bersorak-sorak memuji-Mu. Betapa bahagianya aku ya Yahwe.

Dan aku tahu, firman-Mu itu benar. Firman-Mu itu ya dan amin. Dan karena firman-Mu itu benar, aku juga percaya bahwa  Engkau telah mengangkat aku menjadi milik-Mu. Aku berbahagia karena Tuhanku ialah YAHWE. Aku bersyukur karena Engkau memilih aku menjadi milik-Mu sendiri.

Dan aku menanti-nantikan Engkau ya YAHWE, karena Engkau adalah penolongku dan perisaiku. Oh, betapa beruntungnya aku, karena aku memiliki Engkau sebagai penolong dan perisaiku. Engkau yang telah membenarkan aku. Engkau yang telah mengangkat aku menjadi milik-Mu.

Amin. Amin.

Jumat, 17 Desember 2010

Dalam Kristus ada Belas Kasih

Filipi 2:1 Jadi, karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan 

“Kepada saudaraku yang terkasih dalam Kristus …” Kita sering menuliskan frasa ini ketika kita menulis sebuah surat kepada teman atau sahabat yang seiman. Ungkapan ini tepat, karena dalam Kristus hendaklah ada kasih, bahkan ada kasih mesra dan belas kasihan.

Sebuah standar yang membuat saya malu kalau saya ukurkan kepada diri saya sendiri. Hampir selalu hubunganku dengan saudara seiman adalah hubungan yang biasa-biasa saja, bahkan hubungan fungsional atau juga formalitas.

Saya mengucapkan “Tuhan memberkati” sering tanpa makna dan hanya bersifat sopan-santun. Kata “syalom” lebih berfungsi sebagai pembuka kebekuan dalam sebuah pertemuan, tidak benar-benar sebuah luapan sukacita karena damai sejahtera yang dari Yahwe memenuhi hati kita dan meluap untuk kita luberkan kepada orang lain.

Ya, hendaklah ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan. Dalam Kristus, aku mau memandang dan memperlakukan saudara, teman kerja, tetangga seiman dengan kasih—tolong aku Tuhan agar juga bisa kudus mesra dan penuh belas kasihan.

Ada persekutuan Roh, ada suatu kekuatan di luar tubuh fisik dan apa yang tampak, sebuah ikatan yang mempersatukan, yang bersifat langgeng abadi, dan maha dahsyat, yang mampu mempersatukan kita, saudara seiman.

Rabu, 15 Desember 2010

Yahwe memberiku kekuatan

Mazmur 29:2
Berilah kepada Yahwe kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada Yahwe dengan berhiaskan kekudusan!


Mazmur 29:11
Yahwe kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya; Yahwe kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera!

Terimakasih Yahwe atas firman-Mu hari ini. Aku percaya Engkau memberikanku kekuatan, karena Engkau telah mengangkatku menjadi umat-Mu, menjadi anak-Mu. Terimakasih juga karena Engkau telah memberkatiku dengan sejahtera.

Kadang di dalam menghadapi persoalan atau tugas hidup, aku merasa tidak mampu. Ada banyak hal yang harus dikerjakan dan harus dicapai, tetapi ada perasaan di dalam hati: aku tidak mampu, atau kayaknya aku tidak mampu.

Sebagai anak Tuhan, anak Yahwe yang berkuasa, yang bersemayam sebagai Raja selama-lamanya (ayat 10), hari ini aku dikuatkan oleh firman Tuhan, bahwa Yahwe memberikan kekuatan kepadaku. Tidak ada yang mustahil bagi Yahwe.

Yahwe juga akan memberikan kekuatan kepadaku untuk selalu datang menghadap ke hadirat-Nya dengan berhiaskan kekudusan.

Puji nama Yahwe selama-lamanya. Segala hormat dan pujian hanya bagi Yahwe.

Selasa, 14 Desember 2010

Uang Alkitabiah

Amsal 23:4
Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.


Bacaan Alkitab Setahun: Yoel 1-3, Wahyu 5


Ketika Salomo menuliskan amsal ini, tentu ia tidak sedang berangan-angan untuk menjadi kaya. Sebab, ia sendiri adalah orang yang sangat kaya, sehingga ia tahu bagaimana rasanya menjadi kaya dan sangat tahu bahwa kekayaan tidak dapat menjadi andalan hidup karena bisa cepat datang, tapi juga bisa cepat hilang. Sebab itulah ia menasihatkan agar manusia jangan bersusah payah untuk menjadi kaya.

Tentu tidak berarti bahwa kita tidak perlu kerja keras dan tidak boleh kaya. Menjadi kaya itu sah saja, hanya jangan habiskan hidup untuk mengejar kekayaan. Apalagi menempuh cara-cara yang tidak berkenan di hati Tuhan untuk menumpuk kekayaan. Kekayaan bukan hal yang utama dalam hidup dan tidak memiliki nilai kekal.

Ada banyak hal yang lebih penting dan utama: keluarga, relasi dengan sesama, dan terutama: keselamatan jiwa kita.

Periksalah prioritas dari segala kesibukan kita. Apakah sebagian besar waktu digunakan untuk mengejar dan mengumpulkan harta?

Belum terlambat! Saatnya untuk mulai menata kembali prioritas hidup kita: untuk menjalin relasi yang semakin erat dengan Yahwe, untuk lebih mengasihi anggota keluarga kita, untuk lebih peduli dengan sesama kita.

Baca juga: Pelajaran Pertama dari Kisah Para Rasul, klik di sini!

Lihat juga:
50 People Every Christian Should Know: Learning from Spiritual Giants of the Faith