Jumat, 29 April 2011

Janji Keselamatan Tuhan

 Janji Tuhan: Janji Keselamatan


KESELAMATAN

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Yahwe akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Yoh 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Yahwe, yaitu mere-ka yang percaya dalam nama-Nya”

Markus 16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Rom 10:9-11 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Yahwe telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Yoh 6:40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

Yoh 14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Baca juga:
Landasan Kesaksian: Kepastian Keselamatan 

Read Amazon books:

Jumat, 22 April 2011

7 Tugas Penting Orang yang Diurapi

Catatan khotbah Pdt. Gilber Lumoindong

Membaca 1 Yohanes 18-27, ada 7 tugas penting bagi orang yang diurapi.

Tanda-Tanda Zaman
1. Tahu membaca tanda-tanda zaman 

1 Yohanes 2:18. Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir. 
2:20. Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya. 

Tanda-Tanda Zaman
Orang yang diurapi tahu membaca tanda-tanda zaman (Lukas 21:25-33) mengenai kedatangan Anak Manusia. Karena tahu membaca tanda-tanda zaman, orang yang diurapi juga waspada terhadap si jahat (Yohanes 10:10) yang berusaha mencuri damai sejahtera dan membunuh dan membinasakan.

2. Mempunyai komitmen

2:19 Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita. 

Komitmen
Orang yang diurapi adalah orang yang bersungguh-sungguh dan berkomitmen untuk tetap setia sampai akhir. Dalam hal ini orang harus waspada karena kalau tidak bersungguh-sungguh bisa jadi malah berbalik menjadi antikristus (ingat ayat 18). Antikristus adalah orang yang sebelumnya "berasal dari antara kita" (artinya juga pengikut Kristus) namun mereka tidak bersungguh-sungguh. Jadi penting untuk dicatat bahwa ada bahaya jika kita tidak sungguh-sungguh dalam menjalani hidup kekristenan kita: bisa jadi kita akan menjadi antikristus.

3. Selalu berjalan dalam kebenaran

2:21 Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran. 
Kebenaran Firman


Orang yang diurapi harus selalu berjalan dalam kebenaran. Ia adalah orang yang mengetahui kebenaran itu dan hidup seturut kebenaran tersebut. Ia hendaklah berkata ya jika memang ya, dan tidak jika memang tidak. (Matius 5:37). Sangat penting untuk tidak ada dusta di bibir orang yang sudah mengetahui kebenaran.

4. Memiliki pengetahuan yang makin dalam akan Bapa dan Anak

2:22 Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak. 
2:23 Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.

5. Makin akrab dan sering berinteraksi, bercakap-cakap dengan Bapa

2:24 Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa.

Orang yang diurapi adalah orang yang setia dengan mezbah doanya. Ia mengutamakan tuntunan Bapa, mendengarkan Bapa, berjalan seturut kehendak Bapa, dan hanya melangkah setelah menerima petunjuk dari Bapa. Maka mustahil hal itu dilakukan jika ia tidak memiliki waktu yang cukup untuk berinteraksi dengan Bapa dalam doa.

6. Makin semangat dalam memegang janji-janji Bapa

2:25 Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal.
2:26 Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu.

Dalam keadaan apapun, meskipun dunia bergoncang, orang yang diurapi tetap berpegang teguh pada janji-janji Bapa. Ia tidak digoncangkan oleh situasi nyata dunia, tetapi percaya penuh bahwa janji Bapa akan tergenapi dalam hidupnya dan untuk dunia.

7. Makin mau belajar, diajar dan ditegur Yahwe

2:27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.
Read Amazon books:
Understanding the AnointingPentecostal Books)
Smith Wigglesworth On The AnointingChristian Sermons Books)
The Anointing of His SpiritChristian Sermons Books)
The AnointingPentecostal Books)
The Anointing: Yesterday, Today and TomorrowSoteriology Books)


Minggu, 17 April 2011

Membangun Mezbah bagi Tuhan


Tabut Tuhan
2 Samuel 6:11 Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan YAHWE memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya.

1 Tawarikh  13:14 Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal pada keluarga Obed-Edom di rumahnya dan YAHWE memberkati keluarga Obed-Edom dan segala yang dipunyainya.

2 Samuel 6:12. Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: "YAHWE memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Tuhan itu." Lalu Daud pergi mengangkut tabut Tuhan itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita.

1 Tawarikh  13:3 Dan baiklah kita memindahkan tabut Tuhan kita ke tempat kita, sebab pada zaman Saul kita tidak mengindahkannya." 

Tabut Tuhan melambangkan kehadiran Tuhan sendiri. Dalam beberapa kutipan di atas kita belajar apa yang akan terjadi seandainya Tabut Tuhan ada pada kita. Tabut Tuhan telah memberkati keluarga Obed-Edom dan segala yang dipunyainya.

Peperangan di bukit Gilboa
Daud belajar dari apa yang dikerjakan Tuhan kepada keluarga Obed-Edom oleh karena Tabut Tuhan ada di rumah keluarga itu. Sebab itu ia memerintahkan agar memindahkan Tabut itu ke tempatnya. Daud juga belajar atas apa yang terjadi pada pemerintahan Saul pendahulunya karena apa yang telah dilakukan Saul terhadap Tabut Tuhan.

Saul tidak mengindahkan Tabut Tuhan. Memang hal ini tidak secara eksplisit dikatakan menyebabkan keruntuhannya tetapi kita bisa belajar apa yang terjadi pada Saul dan Daud karena perbedaan sikap mereka terhadap Tabut Tuhan

Kita tahu bahwa Saul kehilangan segala-galanya. Meskipun ia adalah raja yang diurapi tetapi di akhir masa pemerintahannya ia ditolak oleh Yahwe. Ia kalah perang melawan bangsa Filistin dan mati bunuh diri (1 Samuel 31:4). Tidak hanya itu, garis keturunannya terputus dan tidak pernah terdengar lagi di Kitab Suci. Dengan strinya, Ahinoam, Saul memiliki 4 anak laki-laki: Yonatan, Abinadab, Malkisua dan Isyboset, serta 2 anak perempuan: Merab dan Mikhal. Yonatan, Abinadab dan Malkisua mati dibunuh oleh tentara Filistin di pegunungan Gilboa (1 Samuel 31:2, 1 Tawarikh 10:2). Isyboset, yang menggantikannya menjadi raja, dibunuh oleh 2 panglimanya sendiri, Baana dan Rekhab (2 Samuel 4:7). Armoni dan Mefiboset, anak dari selirnya, Rizpa, diserahkan Daud bersama kelima anak laki-laki Merab, kepada bangsa Gibeon, yang membunuh mereka di bukit (2 Samuel 21:8-9). Dari keturunan Saul yang selamat adalah Mefiboset, anak Yonatan. Ia memiliki anak bernama Mikha, namun sesudah itu tidak pernah terdengar lagi kisah keturunan dari garis Saul ini. Sedang Mikhal, yang menjadi istri Daud, tidak memiliki keturunan (2 Samuel 6:23).

Kematian Saul
Berbeda dengan Saul, Daud memulai pemerintahannya dengan mengusung Tabut Tuhan dan membuatkan rumah untuk Tabut tersebut (1 Tawarikh 15). Daud tidak hanya membawa Tabut itu ke tempatnya tetapi juga membuat mezbah pujian setiap hari dengan menempatkan orang-orang yang melayani di hadapan Tabut itu (1 Tawarikh 16:37).

Sebagai upahnya, Daud diberi berkat kemenangan demi kemenangan dan anak-anaknya tetap diberkati Tuhan dan bahkan dibawa kepada masa kejayaan pada zaman Salomo.

Kita belajar bahwa Saul, yang mengutamakan kejayaan dan kemenangan, tapi melupakan Tuhan dan menjadi tidak taat kepada-Nya, dan berusaha mencari jalan keluar sendiri akhirnya berakhir dalam kebinasaan. Sedangkan Daud, ia pertama-tama mengutamakan Tuhan dan mencari petunjuk-Nya dan mencari hadirat-Nya dengan menghadirkan Tabut Tuhan, dan ia menikmati berkat kemenangan demi kemenangan.

Daud Menari bagi Tuhan
Di sini kita belajar untuk selalu menghadirkan Tabut Tuhan dengan membangun mezbah doa dalam kehidupan kita. Belajar dari Daud, adalah jauh lebih baik untuk mencari 1 petunjuk Tuhan daripada mengandalkan beribu-ribu ide temuan kita sendiri. Adalah jauh lebih baik jika Tuhan membukakan 1 pintu bagi kita daripada kita berusaha sendiri mencari pintu-pintu solusi bagi permasalahan hidup kita.




Baca juga:

Read Amazon Books:
Live Worship From the World Prayer CenterPop Music CDs)
Prayer and Worship

Senin, 11 April 2011

Nikmatilah Hidup Anda (3): Nikmatilah Keadaan Hidup Kita Sekarang

Nikmatilah Keadaan Hidup Kita Sekarang
Baca postingan sebelumnya:
Nikmatilah Hidup Anda (1): Bersyukur atas apa yang sudah kita capai
Nikmatilah Hidup Anda (2): Hargai momen berkualias dalam hidup Anda 

Bersukacita karena Tuhan
Daud menari bersukacita
Mazmur 37:1. Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; 2 sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. 3 Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, 4 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. 5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; 6 Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. 


Banyak orang terlalu fokus pada nanti, bukan pada apa yang ada sekarang. Banyak orang berpikir bahwa ia baru bisa bahagia kalau sudah kaya; hubungan suami istri bisa pulih kalau sudah bulan madu ke luar negeri; orang tua bisa tenang kalau anak-anak sudah dewasa; bisa melayani kalau sudah sehat, dsb. Ini adalah pola pikir yang salah.


Kita tidak perlu menunggu nanti untuk bisa bahagia, tapi sekarang ini kita bisa bahagia. Tidak memerlukan banyak uang untuk kita bisa menikmati kebahagiaan kita sekarang. Kita harus mulai belajar menghargai hal-hal sederhana dalam hidup kita. Kita tidak perlu menunggu kaya untuk bisa bahagia. Kita hanya perlu belajar menikmatinya sekarang dengan apa yang ada dalam hidup  kita. Hidup kita terlalu singkat untuk menunggu terlalu lama untuk memulai sesuatu. Mulailah menikmati hidup kita hari ini, detik ini, SEKARANG!



Baca postingan sebelumnya:





Read Amazon Books: