Jumat, 25 April 2014

Harapan Adalah Bahan Bakar Iman yang Membawa kepada Kemenangan

Diterjemahkan dari posting Victoria Osteen di halaman Facebooknya

Dalam Alkitab, ada cerita yang sudah sering kita dengar. Ada seorang wanita yang sakit pendarahan selama 12 tahun. Alkitab menceritakan bahwa dia pergi ke mana-mana mencari dokter yang bisa membantunya. Dia berjalan bermil-mil untuk mencari pertolongan. Dapatkah Anda bayangkan perjalanan itu? Dia menghabiskan hidupnya mencari jawaban. Tidak hanya itu, ia tidak hanya mencari bantuan, tapi ia menghabiskan setiap sedikit uang yang dimilikinya untuk menemukan pertolongan. Dengan kondisinya, ia dianggap sebagai orang buangan. Dia adalah orang najis. Dia tidak seharusnya berada di sekitar orang. Saya tidak tahu dengan saudara, tapi ketika saya sedang dalam masalah, saya tidak ingin dibiarkan sendiri. Saya ingin seseorang ada untuk memperhatikan saya dan peduli pada saya. (Dan bahkan mungkin membawakan saya sup ayam.)


Pikirkan tentang wanita ini. Dia kesepian, putus asa dan sangat sakit. Lalu ia mendengar bahwa YESHUA berada di kotanya. Dia tahu dia bukan dokter, tapi ia akan keluar untuk melihat-Nya. Dia pernah mendengar bahwa Ia menyembuhkan orang lain dan sepenuhnya percaya bahwa jika dia bisa bertemu atau menyentuh-Nya, maka ia akan sembuh. Alkitab mengatakan bahwa dalam keadaan lemah, dia bangun, terhimpit dalam kerumunan dan menjamah jumbai jubah-Nya, dan ia segera sembuh.

Saudara tahu apa yang saya pikirkan tentang kisah ini ketika saya membacanya baru-baru ini? Aku mulai bertanya-tanya bagaimana dia berhasil melewati masa 12 tahun itu. Aku bertanya-tanya berapa banyak orang di hari itu yang berada dalam keadaan yang sama: putus asa, sakit, lelah, hancur, tapi mereka menyerah. Mereka mendengar Yesus datang dan berkata, "Aku sudah mencoba segalanya. Saya mungkin tidak akan mampu bertemu dengan-Nya." Dan mereka tidak mendapatkan mujizat mereka. Saya ingin tahu tentang kegigihan wanita ini!

Dalam Markus 5:28, diceritakan bahwa wanita itu bangkit, berjalan melalui kerumunan, dan pikirnya, "Jika saja aku bisa menyentuh jumbai jubah-Nya, aku tahu bahwa aku akan sembuh." Dia tidak hanya bangun hari itu dengan penuh harapan. Saya yakin dia berbicara pada dirinya sendiri harapan bagi seluruh penderitaannya selama 12 tahun itu. Saya yakin itu tidak selalu mudah, tapi saya yakin dia terus berbicara kepada dirinya sendiri untuk terus maju.

Harapan itu sangat kuat. Harapan adalah bahan bakar iman. Apa yang saudara katakan kepada diri sendiri selama masa-masa sulit? Sangat mudah untuk berharap pada saat-saat yang baik, tetapi apa yang terjadi ketika saudara dalam keadaan sulit? Selalu ingat, ketekunan adalah apa yang akan mengantarkan saudara kepada pemenuhan janji. Jangan hanya berdiam dan membiarkan hidup berjalan mengalir. Seperti wanita ini, ia memutuskan untuk mengendalikan hidup! Biarkan harapan menjadi bahan bakar iman dan terus maju menuju kemenangan dan berkat yang telah Dia siapkan untuk saudara!



Baca juga:
Mazmur 3: YAHWE Pasti Memberi Pertolongan
Damai Tenang dalam Iman v.s. Iman yang Gelisah
Iman yang Menggoncang Dunia
Tuhan Bertindak Bukan Berdasarkan Kebutuhan Kita, Melainkan Iman Kita


Check Amazon books on related topic:
 The Yes of Jesus Christ: Spiritual Exercises in Faith, Hope, and Love Paperback by Pope Benedict XVI (Author)  FLAME ON: A TRUE STORY OF HOPE IN THE MIDST OF GREAT PERSONAL TRAGEDY (DVD 2010) by AMERICAN FAMILY MEDIA

Selasa, 22 April 2014

20 Kebiasaan Sukses Paling TOP

Diterjemahkan dari The Top 20 Habits For Success oleh Farrah Gray.




Setiap orang memiliki passion (gairah) dan banyak orang telah menggunakan passion itu dan mengubahnya menjadi sebuah usaha multi-triliuner. Tapi itu butuh lebih dari semangat dan keinginan. Ada banyak kebiasaan sehari-hari yang dibagikan oleh orang-orang sukse.
  1. Membaca. Lakukan ini setiap hari. Lakukan setidaknya 30 menit. Bisa surat kabar bisa buku. Hanya lakukan saja dan biarlah air kreativitasmu mengalir
  2. Selalu bangun pada waktu yang sama. Kebiasaan tidur yang baik akan menjaga tubuh Anda sehat dan siap untuk menghadapi hari dengan penuh energi.
  3. Dan waktu bangun harus lebih awal. Bukan kebetulan bahwa orang-orang yang paling sukses di dunia bangun sebelum jam 6 pagi. Melompatlah menghadapi dunia dan ambil langkah besar menyusuri jalan menuju impian Anda.
  4. Buatlah daftar yang harus dikerjakan (to-do list). Dan tempatkan hal yang paling sulit di bagian atas. Namun jangan membebani diri Anda secara berlebihan.
  5. Selesaikan daftar pekerjaan tersebut. Usahakan untuk tidak menyisakan satu pekerjaan pun dalam keadaan belm terselesaikan.
  6. Tentukan kesuksesan Anda dengan apa yang ingin Anda capai, bukan oleh jumlah dolar. "Saya ingin merancang bangunan terbaik di Chicago." atau "Saya ingin memenangkan Grammy."
  7. Ambil istirahat. Ya! Anda perlu secara menyegarkan diri. Jalan-jalan selama beberapa menit. Hirup udara segar. Buat semangatmu terpompa kembali.
  8. Ya, istirahat itu penting. Demikian juga dengan sesi pekerjaan Anda. Jangan bekerja tanpa henti dengan melakukan satu sesi pekerjaan selama berjam-jam. Buatlah satu sesi pekerjaan selama sembilan puluh menit. Kemudian lakukan peregangan, berdiri, membalas sms. Lakukan sesuatu sebelum Anda kembali bekerja. 
  9. Buatlah dua jurnal. Satu untuk menjadwal janji dan perencanaan dan satu untuk merekam pikiran, tujuan dan bahkan impian Anda. Menuliskan hal-hal membuatnya lebih nyata.
  10. Tinjau jurnal-jurnal tersebut. Lakukan sebulan sekali dan lihat kembali apa yang Anda tulis. Mungkin catatan Anda akan memberikan inspirasi kepada diri sendiri!
  11. Pantaulah segala sesuatu. Ukurlah. Ketika Anda membuat sesuatu, membuat suatu cetak biru atau desain, jika hal itu berhasil, Anda ingin dapat mengulanginya kembali.
  12. Dulukan orang-orang yang Anda cintai. Jangan abaikan keluarga dan teman-teman. Kesuksesan tidak akan ada artinya jika Anda berdiri di puncak tanpa ada seseorang untuk diajak bicara atau dipeluk.
  13. Pasang impian Anda. Jangan kecil. Gunakan white board untuk mendaftar impian Anda untuk membuat Anda tetap fokus dan terinspirasi.
  14. Bekerja lebih keras dari yang lain. Sukses tidak bisa bersembunyi dari kerja keras.
  15. Bicaralah tentang impian Anda. Berbagilah tentang impian Anda. Berbagilah dengan orang-orang yang akan mendukung dan mendorong Anda serta dengan mereka yang akan mempertanyakan -- keduanya akan mendorong Anda!
  16. Tetaplah sehat. Pikiran Anda membutuhkan tubuh Anda untuk tetap sehat.
  17. Jauhi teman palsu. Jauhkan orang-orang yang hanya ingin mengambil dari diri Anda. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang memiliki tujuan dan dorongan yang kurang lebih sama.
  18. Jadilah hemat. Belajarlah untuk mengeluarkan uang hanya untuk hal-hal yang akan membantu Anda mencapai tujuan Anda. Tentu saja, jangan pelit ketika memang ada kebutuhan. Untuk saat ini, beli mobil yang fungsional bukan mobil mewah.
  19. Harus berani melakukan pengorbanan. Beberapa hal tidak bisa Anda miliki sekarang, terutama jika hal-hal itu akan membawa Anda mundur menjauh dari pencapaian tujuan Anda .
  20. Bersyukurlah. Setiap hari, tuliskan tiga hal yang pantas untuk disyukuri. Hal ini akan membantu Anda tetap memiliki semangat tinggi.
Baca juga:
Belajar Prinsip Kesuksesan dari Para Pendiri Menara Babel
Dituntun Menuju Kemenangan
Hidup Berkemenangan (2): Membangun Manusia Roh
Hidup Berkemenangan (1): Menjaga Hati
Rahasia Keberhasilan Daud: Mengasihi dan Menaati Perintah Yahwe

 The Success Principles(TM): How to Get from Where You Are to Where You Want to Be Paperback by Jack Canfield (Author), Janet Switzer (Author)  The Real Truth about Success: What the Top 1% Do Differently, Why They Won't Tell You, and How You Can Do It Anyway! [Hardcover] by Garrison Wynn  Give and Take: Why Helping Others Drives Our Success Paperback by Adam M. Grant (Author)

Jumat, 11 April 2014

Menjadi Ember Pengisi, Bukan Ember Penyerap bagi Kebaikan Orang Lain

Diterjemahkan dari posting Victoria Osteen di dinding FB-nya pada tanggal 12 April 2014

Saudara mungkin pernah mendengar tentang aturan emas: Lakukan kepada orang lain seperti kamu ingin diperlakukan oleh mereka. Tapi tahukah saudara ini sebenarnya adalah sebuah prinsip rohani. Dalam kitab Kejadian, kita melihat bahwa sistem Tuhan sudah diatur atas dasar menabur dan menuai. Benih yang saudara tanam ke orang lain akan memberikan tuaian dalam kehidupan saudara sendiri sebagai imbalan.

Akhir pekan lalu dalam pelayanan gereja, saya menceritakan tentang kisah anak-anak yang saya bacakan suatu waktu untuk anak-anak saya yang berbicara tentang bagaimana kita semua membawa ember emosional. Ketika ember sudah penuh, saudara merasa bahagia, puas dan bersemangat. Ketika ember kosong, saudara merasa down dan putus asa.

Di dunia ini, ada "ember pengisi" dan "ember penyerap." Sebuah ember pengisi adalah orang yang menambahi emosi bak kepada orang lain dengan mendorong mereka dan berinvestasi dengan kata-kata dan tindakan baik. Ketika ember pengisi menuangkan emosi baik ke orang lain, mereka menemukan bahwa ember mereka sendiri juga terisi juga. Ember penyerap, di sisi lain, adalah mereka yang mengambil kekuatan dari orang-orang dengan menggunakan kata-kata kasar, kritis atau negatif. Mereka tidak hanya menguras ember orang lain, tetapi mereka juga mengurangi isi mereka sendiri.

YAHWE ingin kita menjadi ember pengisi. Dia ingin kita menggunakan hidup dan sumber daya kita untuk membantu orang menjadi yang terbaik yang mereka dapat. Saya jadi ingat tentang Petrus, salah seorang murid Yesus. Petrus adalah pribadi yang impulsif. Dia mengatakan hal-hal yang tidak seharusnya, dan dia harus tumbuh dalam banyak bidang. Terlepas dari kelemahan kepribadian Petrus, sangat mengejutkan, Yesus menyebutnya dalam hal positif. Dia berkata, "Petrus, kamu adalah batu." Arti nama Petrus yang sebenarnya adalah "kerikil," dan saya bertanya-tanya apakah ia merasa seperti kerikil kecil di kali, terutama setelah beberapa kesalahan bodohnya. Namun demikian, Yesus mengingatkan Petrus akan Petrus masa depan yang sedang dalam proses pembentukan - batu kuat dan kokoh. Dia berbicara potensi dan kepercayaan diri dalam kehidupan Petrus, dan kita harus mengikuti teladan tersebut dalam hubungan kita.

Hari ini, mari kita mencari cara untuk menjadi ember pengisi bukan ember penyerap. Alih-alih mengingatkan orang kegagalan dan kesalahan mereka, mari kita lihat batuan padat di dalam orang tersebut dan berbicara positif tentang seperti apakah mereka setelah jadi. Tuangkan semangat ke orang lain dan lihatlah bagaimana Tuhan akan mengisi semangat Anda kembali!

Nasihatilah satu dengan yang lain setiap hari, selama masih ada yang disebut “hari ini”. (Ibrani 3:13, ATY Draft)



Kakek/Nenek yang Berdoa: Berdoa untuk Cucu dan Calon Cucu

Diterjemahkan dari postingan FB Stormie Omartian pada tanggal 11 April 2014

Saudara tidak perlu menunggu sampai benar-benar memiliki cucu untuk mulai berdoa bagi mereka. Saudara dapat berdoa bagi mereka jauh hari sebelum mereka benar-benar terlahir di dunia. Itulah yang telah saya lakukan. Berikut adalah enam cara untuk berdoa bagi mereka yang sudah saudara miliki sekarang ini dan bagi mereka yang kelak akan dilahirkan di masa depan .

1. Berdoalah agar mereka akan menjadi sehat dan utuh dalam pikiran, tubuh, dan jiwa mereka, dan hidup bebas dari kecelakaan, cedera atau penyakit.

2. Berdoalah agar mereka akan selalu hidup dalam perdamaian, keamanan, dan cinta, dan dilindungi dari siapa saja dengan niat jahat untuk menyakiti mereka dengan cara apapun.

3. Berdoalah agar mereka akan mengenal YAHWE sejak awal kehidupan mereka secara tulus dan sungguh-sungguh, dan agar mereka belajar berjalan di jalan-Nya.

4. Berdoalah agar mereka menerima disiplin dan koreksi dengan tepat sehingga mereka memahami arti konsekuensi, dan agar mereka akan memiliki hati yang rendah hati dan penuh pertobatan.

5. Berdoa aga saudara memiliki hikmat dari YAHWE bagaimana berdoa untuk setiap cucu dan bagaimana menjadi kakek/nenek terbaik dan setia mendukung harapan-harapan orangtua mereka.

6. Berdoalah agar YAHWE memberikan orang tua cucu saudara kesehatan yang baik, stamina yang bagus, hikmat ilahi, dan kesabaran yang menakjubkan.