Rabu, 30 Januari 2013

Mengikuti Gembala

Named by God: Overcoming Your Past, Transforming Your Present, Embracing Your Future Experiencing God: Knowing and Doing the Will of God, Revised and Expanded


Disuruh-Nya umat-Nya berangkat seperti domba-domba, dipimpin-Nya mereka seperti kawanan hewan di padang gurun; dituntun-Nya mereka dengan tenteram, sehingga tidak gemetar, sedang musuh mereka dilingkupi laut (Mazmur 78:52-53)

Seekor domba memiliki sifat yang berbeda dengan bebek. Domba akan selalu berjalan di belakang Gembalanya, sedangkan bebek akan berjalan di depan Gembalanya. Artinya, domba suka mengikuti Gembalanya, sedangkan bebek suka mendahului Gembalanya.

Apakah selama ini kita seperti domba yang suka mengikuti Gembala Agung kita? atau kita seperti bebek yang berjalan mendahului Gembala Agung kita? Kita lebih suka mendapatkan petunjuk Tuhan terlebih dahulu, baru kemudian melangkah? atau kita lebih suka melangkah dulu, baru minta Tuhan untuk menyertai dan memberkati langkah yang kita ambil itu? Ingat, domba yang baik adalah mengikuti Gembalanya, dan bukan mendahului Gembalanya.

Seorang murid yang pandai namun berasal dari keluarga yang tidak mampu mendapat beasiswa untuk melanjutkan SMP ke Singapore. Mendengar kabar ini, tentu saja ia maupun keluarganya sangat senang sekali. Mereka tidak pernah menyangka bahwa anaknya bisa sekolah sampai ke luar negeri.

Namun setelah itu orang tua dari anak ini ingat bahwa mereka harus menghadapkan perkara ini kepada Tuhan terlebih dahulu, apakah Tuhan memang menghendaki anaknya berangkat ke Singapore atau tidak. Mereka tidak ingin mendahului Tuhan Sang Gembala Agung di dalam mengambil keputusan. Lalu mereka sekeluarga sepakat untuk berdoa puasa. Dalam doa puasa itu, setiap malam mereka membangun mezbah keluarga. Di akhir doa puasa itu, mereka mendapatkan peneguhan bahwa Tuhan tidak menghendaki sang anak untuk berangkat ke Singapore, karena usianya yang masih terlalu belia dan masih rentan untuk dibiarkan hidup sendiri tanpa bimbingan orang tua, dan karena tidak ada satu pun orang yang mereka kenal di Singapore yang bisa bertanggung jawab atas kerohanian anaknya ini.

Meskipun harus melepas berkat ini.namun semuanya merasa damai sejahtera. Dan ternyata Tuhan memang menyatakan rencana-Nya yang indah pada waktunya. Anaknya meskipun tidak jadi menerima beasiswa ke Singapore, tetapi ternyata juga bisa menerima beasiswa untuk bersekolah di salah satu SMP elite yang ada di kota tersebut. Bahkan di tahun-tahun itu, anak ini menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi dan dibaptis. Bukan hanya itu saja, anak ini mulai terlibat aktif di dalam pelayanan dan hidupnya dipakai Tuhan secara luar biasa untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Orang tuanya sangat bersyukur, sekalipun dulu mereka harus melepaskan kesempatan anaknya mendapat beasiswa di Singapore, tetapi pengenalan pribadi anaknya akan Tuhan Yesus adalah jauh lebih penting, sebab itulah yang akan menentukan dasar di mana kehidupan anaknya akan dibangun.Mereka bersyukur, Sang Gembala Agung telah menuntun mereka mengambil keputusan yang terbaik.




Baca juga:
Yeshua Gembala yang Baik
Menjadi Domba yang Baik
YAHWE Adalah Gembalaku
Berkat bagi Orang yang Bergaul Akrab dengan YAHWE
YAHWE Sumber Berkat





Selasa, 29 Januari 2013

Yeshua Gembala yang Baik

Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; ... Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku
sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.
(Yohanes 10:11, 14-17)

Daud gembala domba yang baik
Yeshua adalah gembala yang baik. Dia mengenal doma-doma-Nya, mengenal kita, mengenal saya. Dia memberikan nyawa-Nya untuk domba-domba-Nya, untuk kita, untuk saya. Ya, Yeshua adalah gembala yang baik.

Lalu kita sebagai domba, apa yang harus kita lakukan:
1. mendengarkan suara-Nya dan panggilan-Nya: Yohanes 10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Yohanes 10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
2. mengikuti di belakang Gembala: Yohanes 10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Yohanes 10:27  Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
3. tidak mengikuti orang asing: Yohanes 10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.
4. masuk melalui Pintu dan tidak mengikuti pencuri: Yohanes 10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. 
5. tidak mengikuti pencuri: Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Dan sebagai hadiahnya, YAHWE memberikan janji-janji berikut ini kepada domba yang setia dan mengikuti Gembalanya:
1. hidup yang kekal: Yohanes 10:28 Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
2. menjadi satu kawanan dengan Gembala dan tak seorang pun bisa merebut kita dari-Nya: Yohanes 10:29   Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
3. memiliki hidup dalam segala kelimpahan: Yohanes 10:10 Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.


Peran Yeshua sebagai Gembala sebelumnya telah diwahyukan kepada Daud ketika Daud menggambarkan YAHWE sebagai Gembala sebagaimana tertulis dalam Mazmur 23

TUHAN adalah gembalaku, seru Daud,
dan ia yakin: takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, 
Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku. 

Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; 

gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; 

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; 

dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. 

Daud dengan sangat indah menggambarkan hubungannya dengan YAHWE seperti seorang doma dan Gembala. Sekali lagi kita baca Mazmur 23 ini, amat sangat indah dan mengagumkan:

YAHWE-lah Gembalaku
aku takkan kekurangan 
YAHWE membaringkan aku di padang rumput yang hijau

Seorang domba di padang rumput yang hijau ... betapa senangnya. Makanan tersedia baginya, melimpah. Itulah bagiamana Daud menggambarkan berkat YAHWE bagi hidupnya. Ia yakin hidupnya takkan berkekurangan namun penuh dengan berkat YAHWE yang melimpah, seperti seekor domba yang dibawa gembala ke padang yang berumput hijau ... ia akan bisa makan sepuas-puasnya.

YAHWE membawaku ke air yang tenang
YAHWE menyegarkan jiwaku


YAHWE selalu memberikan kekuatan baru. Jiwa kita selalu segar, semangat hidup kita selalu menyala. YAHWE selalu memberikan kedamaian dan sukacita di dalam hati kita.

Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. 
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku;
gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
 

YAHWE menuntun dan membimbing kita agar selalu ada di jalan yang benar. Dia takkan pernah membiarkan kita tergelincir atau tersesat di dalam hidup kita. Bahkan saat hidup kita berada dalam tantangan besar atau bahkan bahaya, Dia selalu berada di samping kita, selalu melindungi kita. Kita selalu bisa mendapatkan penghiburan dan kekuatan dari-Nya.

Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; 
Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; 


Sebuah gambaran penyelenggaraan ilahi yang mengagumkan. Sebuah berkat yang terus mengalir dan memenuhi hidup kita. Itulah yang dirasakan Daud ketika ia membiarkan YAHWE menjadi gembalanya. Ia sendiri seorang gembala dan tahu bagaimana menjadi gembala yang baik bagi doma-dombanya. Ia berusaha melindungi dombanya dari serigala dan singa. Ia selalu mengusahakan agar dombanya mendapatkan makanan yang terbaik. Demikian pula, Daud merasakan YAHWE sebagai Gembalanya yang amat baik. YAHWEW selalu menyediakan berkat yang melimpah baginya, dan bagi kita yang menjadikan-Nya sebagai Gembala kita.

Sebab itu Daud membuat sebuah kesimpulan yang amat tepat:

Aku akan diam dalam rumah YAHWE seumur hidupku.



Baca juga:
Menjadi Domba yang Baik
YAHWE Adalah Gembalaku
Berkat bagi Orang yang Bergaul Akrab dengan YAHWE
YAHWE Sumber Berkat
4 Cara Lulus Ujian versi Hizkia

Menjadi Domba yang Baik

And the Lamb Wins: Why the End of the World Is Really Good News A Shepherd Looks at Psalm 23


Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. (Mazmur 23:3)

domba yang baik
Dalam ayat di atas, 'Ia menuntun aku di jalan yang benar...' Artinya, Tuhan sebagai gembala yang baik selalu berusaha menuntun kita ke jalan yang benar. Namun semuanya kembali tergantung kepada kita, apakah kita bersedia mengikuti tuntunan-Nya atau tidak. Selama kita mau menjadi domba yang baik yang mau dituntun oleh Tuhan, maka kita akan mengalami semua janji-janji yang Tuhan sudah berikan.

Apa artinya menjadi domba yang baik yang mau mengikuti tuntunan Sang Gembala? Artinya, kalau Gembalanya ke utara, maka domba yang baik itu ikut ke utara; kalau Gembalanya melangkahkan kakinya ke barat, maka domba yang baik juga akan menikuti Gembalanya melangkah ke barat; bahkan kalau Gembalanya berhenti, maka domba yang baik akan ikut berhenti. Jadi ke mana pun dan kapan pun Gembalanya melangkah, ke sanalah dombanya akan mengikuti.

Pada suatu malam yang gelap, seorang perwira memimpin pasukannya mengejar tentara Jerman. Mereka terus mengejar tentara itu sampai tiba di tempat terbuka di tepi hutan. Karena hari makin larut, mereka memutuskan untuk beristirahat di tepi hutan menunggu keesokan harinya. Toh tentara Jerman itu juga butuh istirahat. Namun, malam itu salju turun dengan lebatnya. Ketika mereka akan melakukan pengejaran, sang perwira yang berpengalamann ini menyuruh anak buahnya berhati-hati. Biasanya, tempat terbuka semacam itu merupakan tempat yang baik untuk memasang ranjau darat. Siapa tahu, tentara Jerman itu sengaja membawa mereka ke sana untuk dijebak. Mereka sulit mengenali mana yang ada ranjaunya dan mana yang tidak. "Lapangan di depan kita, kemungkinan besar penuh dengan ranjau darat," ujar perwira itu. "Jadi salah satu di antara ita harus menjadi pelopor untuk maju ke depan sejauh mungkin. Jika dia terkena ranjau, maka orang berikutnya harus berjalan mengikuti jejaknya dan mencari jalan lain yang aman. Begitu seterusnya."

Ketika anak buahnya masih bungung dan bertanya-tanya siapa yang akan disuruh menjadi orang pertama, tiba-tiba perwira itu melompat maju dengan langkah pasti. Perwira itu memerintahkan anak buahnya untuk mengikuti jejaknya. Kalau periwra itu ke kiri maka semua anak buahnya ikut ke kiri; kalau perwira itu ke kanan maka semua anak buahnya ikut ke kanan dan seterusnya. Akhirnya mereka berhasil menyeberangi lautan ranjau itu dengan selamat.

Demikianlah Tuhan Sang Gembala Agung menuntun hidup kita sebagai domba-domba-Nya. Ia rela menanggung resikonya untuk membukakan jalan bagi kita, tetapi sekali lagi tergantung kita, aakah kita mau melangkah sesuai jejak-Nya, apakah kita mau mengikuti tuntunan-Nya. Percayalah bahwa tuntunan-Nya akan membawa kita selamat sampai seberang.

Baca juga:
YAHWE Adalah Gembalaku
YAHWE yang Dapat Diandalkan
YAHWE Sumber Berkat


The Shepherd Trilogy: A Shepherd Looks at the 23rd Psalm / A Shepherd Looks at the Good Shepherd / A Shepherd Looks at the Lamb of God The Way of the Shepherd: 7 Ancient Secrets to Managing Productive People


Senin, 28 Januari 2013

YAHWE Adalah Gembalaku

Footprints: Scripture with Reflections Inspired by the Best-Loved Poem Footprints Poster in the Sand Motivational Art Print (16x20)


YAHWE adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mazmur 23:1)

Isadore Sofer adalah seorang putra Kristen Ibrani. Dalam suatu program anak-anak, Isadora kecil diberi kesempatan untuk mengucapkan di luar kepala Mazmur 23. Dia sudah hafal di luar kepala isi Mazmur 23 itu, tetapi begitu menghadapi hadirin yang banyak jumlahnya, dia grogi. Meskipun demikian, karena dia adalah seorang anak yang berani, dia mulai berkata: "YAHWE adalah gembalaku, takkan kekurangan aku."Sampai di sini ia berhenti. Dia mencoba mengingat ayat berikutnya, tetapi gagal. Akhirnya, setelah saat-saat yang memalukan, dia berkata, "Saya kira ini sudah cukup!"

Pelajaran rohani yang luar biasa! Jika YAHWE adalah gembala kita, maka apa lagi yang masih kita butuhkan? Mengapa? Karena anugerah-Nya akan Dia curahkan melmpah dalam hidup kita sehingga kita tidak akan pernah kekurangan sesuatu yang baik. Masalah boleh tetap ada, tantangan boleh tetap menghadang, pergumulan boleh tetap mengiringi, tetapi penyertaan dan pemeliharaan YAHWE Sang Gembala Agung jauh lebih besar dan berkuasa dari semuanya itu. Sehingga kita dibawa dari kemenangan kepada kemenangan, dari kemuliaan kepada kemuliaan.

Margaret Fishback - penulis The Footprints
Margaret Fishback, penulis sajak "Footprints" sungguh-sungguh memiliki pengalaman nyata bagaimana YAHWE menjadi Gembala yang baik dalam hidupnya. Margaret sangat pendek dan kecil untuk ukuran orang Kanada. Tinggibadannya hanya 147 cm. Tubuhnya ramping dan wajahnya halus seperti anak kecil. Itulah sebabnya ia menjadi bulan-bulanan di dalam kelasnya, terutama oleh dua orang teman perempuannya yang berbadan besar. Margaret pernah dijatuhkan, lalu perutnya diduduki dan digelitiki sampai hampir kehabisan nafas. Belum lagi gurunya yang sering memukulnya dengan tongkat kayu gara-gara ia sering salah melafalkan bahasa Inggris dengan logat Jerman, karena ayah Margaret adalah orang Jerman. Dalam ketakutan-ketakutannya itulah Margaret datang pada YAHWE dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan Sang Gembala Agung sampai ia akhirnya menulis sebuah sajak yang sangat terkenal berjudul "Footprints":

Melintasi langit yang gelap tergambarlah adegan kehidupanku.
Di setiap adegan, aku melihat dua pasang jejak kaki di atas pasir, satu milikku satu milik Tuhan.
Ketika sampai di adegan terakhir kehidupanku, kembali aku melihat ke belakang kepada jejak-jejak kaki yang ada di atas pasir.
Ternyata aku melihat hanya ada sepasang jejak kaki, dan itu adalah saat-saat di mana aku mengalami hal-hal yang paling menyedihkan dna paling buruk dalam hidupku.
Ini sangat menggelisahkan aku, dan aku bertanya kepada Tuhan.
"Tuhan, Engkau berkata bahwa ketika aku mengikuti Engkau, Engkau berjanji akan berjalan bersamaku senantiasa. Tetapi ternyata di saat yang paling buruk dalam hidupku, aku melihat hanya ada sepasang jejak kaki. Aku tidak mengerti, mengapa di saat justru aku paling membutuhkan-Mu, Engkau malah meninggalkan aku."
Lalu Tuhan berbisik, "Anak-Ku terkasih, Aku mengasihi-Mu dan tidak pernah sekalipun meninggalkanmu, bahkan ketika engkau harus menghadapi pergumulan dan tantangan dan engkau hanya melihat sepasang jejak kaki, itu adalah jejak kaki-Ku yang sedang menggendong engkau."

Baca juga:
Yeshua Gembala yang Baik
Menjadi Domba yang Baik
YAHWE Adalah Gembalaku
Berkat bagi Orang yang Bergaul Akrab dengan YAHWE
YAHWE Sumber Berkat

Footprints for Women Footprints Scripture with Reflections for Women

Kamis, 24 Januari 2013

Pria Bertanggung Jawab Membawa Keluarganya pada Tuhan

Apa yang Kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbariing dan apabila engkau bangun. (Ulangan 6:6-7)

Tanggung jawab yang terpenting bagi seorang pria: membawa keluarganya kepada Tuhan. Lebih dari apa pun dan diapa pun, Tuhan harus menjadi nomor satu bagi keluarga kita. Kalau keluarga kita ada di tangan Tuhan, maka Tuhan sendiri akan menjadi pelindung, penolong, dan penuntun bagi keluarga kita. Keluarga kita akan aman di dalam tangan Tuhan. Yosua menjadi imam yang berhasil  atas bangsa Israel karena sebelumnya berhasil menjadi imam atas keluarganya.

Ada sebuah keluarga kecil yang terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak yang masih berusia 5 tahun. Setiap malam sebelum tidur, keluarga kecil ini akan berkumpul di lantai di sebelah tempat tidur untuk berdoa. Masing-masing anggota keluarga secara bergantian mendapat giliran untuk berdoa.

Namun sesudah tidur sang ayah sering memergoki anaknya diam-diam turun dari tempat tidur, duduk di lantai dan berdoa. Meski doanya pelan, namun suaranya masih terdengar jelas. Ayahnya yang tahu hal itu membiarkan anaknya itu berdoa singkat, hanya satu dua menit lalu tidur kembali.

Bagaimana bisa anak 5 tahun berinisiatif untuk berdoa sendiri? Ternyata anak ini sering melihat sang ayah terkadang turun dari ranjang dan berdoa di lantai malam-malam ketika semua sudah tidur. Sepertinya si anak memperhatikan kebiasaan ayahnya dan menirunya. "Like father like son" demikian bunyi pepatah lama.

Tentu saja kita sebagai orang tua harus memberikan teladan hidup yang baik bagi anak-anak kita, seperti yang dilakukan oleh ayah ini. Jika kita benar-benar menghidupi apa yang kita katakan dan yakini maka anak kita akan dengan sendiriya meniru teladan kita. Kita tak bisa mengharapkan keluarga kita datang pada Tuhan jika kita sendiri tidak datang kepada Tuhan. Sebagai imam dalam keluarga, jadilah teladan untuk membawa keluarga anda datang kepada Tuhan.



Baca juga:
Dipanggil untuk Melayani
Hubungan yang Intim dengan YAHWE di dalam Pelayanan
Pelayanan kepada Janda-Janda dalam Jemaat Mula-Mula
Ketaatan kepada YAHWE vs. Pemimpin
Melayani Karena Kasih

 

Rabu, 23 Januari 2013

Mengutamakan YAHWE di Atas Segalanya

Jawan Yesus: "Hukum yang terutama ialah; Dengarlah, hai orang Israel, YAHWE Elohim kita, YAHWE itu esa. Kasihilah YAHWE, Elohimmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu" (Markus 12:29-30)

Tuhan menetapkan hukum yang terutama adalah supaya kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan kita. Itu artinya, Tuhan menginginkan supaya kita mengutamakan Tuhan di atas segala-galanya. Kalau kita mengutamakan Tuhan di atas segalanya, maka hidup kita akan terfokus kepada Tuhan, tidak ada yang lebih penting bagi kita selain Tuhan saja. Pengejaran hidup kita hanyalah bagaimana supaya kita bisa menyenangkan hati Tuhan dan melakukan kehendak-Nya. Sementara fokus hidup kita adalah mengutamakan Tuhan, maka urusan kehidupan kita yang lain akan menjadi tanggung jawab Tuhan. Tuhanlah yang akan menjadi penyedia segala kebutuhan hidup kita, karena hidup kita berkenan dan menyenangkan hati-Nya.

Seorang pengusaha dan juga seorang pengurus gereja di Solo mengalami betapa indahnya ketika ia hidup dan belajar untuk mengutamakan Tuhan. Ia seorang panitia dalam pembangunan gedung gereja. Suatu hari ia menerima telepon dari gereja untuk rapat pembuatan mimbar gereja, dan mengingat sudah mepetnya waktu dengan jadwal peresmian gereja, maka diharapkan semua panitia bisa hadir.

Saat itu pengusaha itu agak ragu, karena sebetulnya hari itu ia ada pekerjaan penting yang harus diselesaikan. Tetapi ia belajar untuk menomorsatukan Tuhan terlebih dahulu. Ia percaya bahwa semua urusan pekerjaannya pasti akan ditolong Tuhan. Ia memutuskan untuk mengikuti rapat pembangunan tersebut.

Rapat berlangsung cukup lama, sampai hampir sore hari, sehingga praktis ia tidak bisa mengurusi pekerjaannya. Namun justru di situlah sesuatu yang sangat ajaib terjadi. Sepulang dari rapat di gereja, tiba-tiba teleponnya berdering, dan yang meneleponnya ternyata adalah seorang supplier besar yang ingin membeli produk dari pengusaha tersebut. Padahal sudah sejak lama pengusaha ini berusaha menjual produknya kepada supplier itu tetapi selalu ditolak. Sekarang ini justru tiba-tiba supplier itu sendiri yang menghubungi dn ingin membeli produk dari pengusaha tersebut dalam jumlah yang besar. Dan bukan hanya sampai di situ saja, pada sore yang sama, seorang supplier besar yang lain juga menghubunginya dan mengatakan ingin membeli produk dari pengusaha itu juga.

Sungguh ajaib sekali apa yang Tuhan kerjakan. Kalau Dia diutamakan, maka urusan hidup kita yang lain Dia yang akan menolong!

Bapa, ajar kami untuk mengutamakan Engkau lebih dari apa pun dalam hidup kami. Kami rindu menyenangkan hati-Mu dan mendapat perkenanan di hadapan-Mu. Kami percaya bahwa urusan hidup kami yang lain ada di dalam kendali-Mu sepenuhnya. Terimakasih Bapa. Di dalam nama Tuhan Yeshua kami berdoa. Amin


Baca juga:
YAHWE yang Dapat Diandalkan
YAHWE Sumber Berkat
Kornelius, Berkat bagi Orang yang Mencari YAHWE dengan Tulus
Yesus Segera Memberikan Pertolongan
Memulai Hari Baru Bersama Tuhan
Tuhanlah Perisaiku

 

Selasa, 22 Januari 2013

Melayani Karena Kasih

Karena begitu besar kasih Elohim akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

Tuhan mengasihi, maka Ia memberikan Anak-Nya bagi kita. Tuhan Yeshua mengasihi, maka Ia melayani jiwa-jiwa. Ia bahkan rela memberikan nyawa-Nya bagi kita yang dikasihi-Nya. Melayani berarti mengasihi dan melayani berarti memberi. Memberikan waktu kita, perhatian kita, mengorbankan perasaan kita, bahkan apa yang kita ingini sendiri, untuk orang lain. Bukan karena terpaksa, tapi karena kasih. Melayani berarti memberikan apa yang kita sendiri butuhkan untuk orang lain karena kasih.

Dilihat dari usianya Pak Suyatno tidak muda lagi, 58 tahun. Kesehariannya ia merawat isrinya yang juga telah usia. Mereka menikah lebih dari 32 tahun. Mereka dikaruniai 4 orang anak. Lalu mulailah cobaan datang. Sesudah melahirkan anaknya yang keempat tiba-tiba kaki istrinya lumpuh, tidak bisa digerakkan lagi. Seluruh hidupnya jadi lemah, lidahnya pun tidak dapat digerakkan. Tiap-tiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya ke atas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia meletakkan istrinya di depan TV agar isrinya tidak jadi kesepian. Walaupun istrinya tidak dapat berbicara, namun ia senantiasa melihat istrinya tersenyum. Untunglah tempat usaha pak Suyatno tida terlalu jauh dari rumahnya hingga sianghari ia bisa pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya ia pulang memandikan istrinya, mengganti baju dan menemani istrinya nonton TV sembari menceritakan apa-apa yang dia alami seharian. Meskipun istrinya sendiri hanya dapat memandang namun hati Pak Yatno sudah cukup senang. Kebiasaan ini dikerjakan pak Suyatno kurang lebih 25 tahun, namun dengan sabar ia merawat istrinya dan membesarkan keempat anak mereka.

Inilah yang namanya melayani keluarga. Inilah kasih yang sejati itu. Tanpa kasih Tuhan memenuhi hati kita, kita tidak mungkin mengasihi dan melayani seperti itu. Tanpa kasih Elohim, kita tidak akan mampu untuk berkorban dan mengalahkan ego kita sendiri.

Hari ini mintalah kasih Tuhan memenuhi hati Anda sehingga Anda dimampukan untuk mengasihi dan melayani keluarga Anda. Bukan dengan kasih kita yang terbatas, tapi dengan kasih Elohim yang tak terbatas. Seorang pria sejati, seorang imam dalam keluarga, bersedia melayani keluarga lebih dahulu. Dan teladan kita ialah Tuhan Yeshua. Dia terlebih dahulu mengasihi kita, sehingga kita pun mengasihi Dia. Dia terlebih dahulu berkorban bagi kita, sehingga kita un juga rela berkorban bagi Dia. Dia terlebih dahulu melayani kita, sehingga kita pun juga melayani Dia.

Doa untuk hari ini
Bapa yang baik, beri kami kasih-Mu yang tak trbatas sehingga kami bisa mengasihi dan melayani keluarga kami dengan penuh ketlusan hati. Ajar kami juga untuk menghargai kasih dan perhatian yang orang lain berikan kepada kami. Mampukan kami melihat yang baik dari keluarga kami, bukan hanya melihat kelemahan mereka. Ajar kami bersyukur buat keluarga kami. Terima kasih untuk keluarga yang terbaik yang Tuhan berikan bagi kami. dalam nama Tuhan Yeshua kami berdoa. Amin.

Baca juga:
Dipanggil untuk Melayani
Hubungan yang Intim dengan YAHWE di dalam Pelayanan
Pelayanan kepada Janda-Janda dalam Jemaat Mula-Mula
Ketaatan kepada YAHWE vs. Pemimpin
The Story of Love: Mengasihi Tuhan

Senin, 21 Januari 2013

YAHWE yang Dapat Diandalkan

Trusting God: Even When Life Hurts Beautiful Things Happen When a Woman Trusts God Becoming Fearless: My Ongoing Journey of Learning to Trust God

Sekarang aku tahu, bahwa YAHWE memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya. Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama YAHWE, Elohim kita. Mereka rebah dan jatuh, tetapi kita bangun berdiri dan tetap tegak (Mazmur 20:7-9)

Dalam ayat di atas dikatakan bahwa orang yang mengandalkan kuda dan kereta akan rebah dan jatuh, tetapi orang yang mengandalkan YAHWE akan berdiri dan tetap tegak. Pada jaman saat Mazmur ditulis, kuda dan kereta adalah senjata yang sangat ampuh dan sangat berpengaruh untuk menentukan menang atau kalah dalam peperangan. Di jaman sekarang ini, kuda dan kereta berbicara tentang uang, jabatan, koneksi, kepandaian, dll. Namun, sehebat-hebatnya uang, jabatan, koneksi, kepandaian, tetap masih lebih hebat penyertaan YAHWE. Tanpa penyertaan YAHWE, kita akan rebah dan jatuh. Semuanya itu memang bisa menolong kita, tapi terbatas, sedangkan hanya YAHWE saja yang tidak terbatas dan dapat diandalkan sepenuhnya.

Sehebat-hebatnya apa pun selain YAHWE, memang bisa menolong tapi terbatas. Hanya YAHWE saja yang tidak terbatas dan selalu dapat diandalkan.


Baca juga:
YAHWE Sumber Berkat
In God We Trust: All Others Pay Cash Trusting God Day by Day: 365 Daily Devotions Trusting God: A Girlfriends in God Faith Adventure

Minggu, 20 Januari 2013

YAHWE Sumber Berkat

The Power of the Prophetic Blessing Has God Only One Blessing?: Judaism as a Source of Christian Self-Understanding (Contraversions Jews and Other Differences)

Berkat YAHWE-lah yang menjadikan kita kaya, susah payah tidak akan menambahinya. (Amsal 10:22)

Yesus sumber berkat
Ketika kita menjadikan YAHWE sebagai Sumber Berkat kita, maka berkat YAHWE itulah yang akan menjadikan kita kaya dan susah payah kita tidak akan menambahinya. Berkat yang kita terima tidak akan tergantung pada situasi dan kondisi. Apakah kondisi sedang baik atau tidak baik, Sang Sumber berkat yang tidak berubah itu tetap akan mencurahkan berkat-Nya dalam hidup kita. Oleh sebab itu, jangan menggantungkan berkat kita pada apapun di luar YAHWE. Carilah terlebih dahulu YAHWE Sang Sumber Berkat itu, maka berkat yang datang dalam hidup kita tidak akan lagi bergantung pada situasi apapun selain kepada YAHWE.

Ada seorang yang kaya raya, ia memiliki vila yang besar, megah dan mewah. Setiap kali ia pergi ke vilanya, ia harus melewati sebuah daerah yang kumuh, dan ia selalu mampir ke sana untuk membagi-bagikan bingkisan kepada anak-anak.

Pada suatu hari, ia mengajak anak-anak itu ke vilanya dan berkata bahwa setiap anak boleh mengambil sebuah benda apa saja yang ada di rumahnya dan membawa pulang benda tersebut. Anak-anak sangat gembira dan pergi untuk mencari barang-barang yang disenanginya. Tetapi ada seorang anak yang diam saja, tidak melakukan apa-apa. Lalu orang kaya itu bertanya: "Apakah tidak ada satu pun benda yang engkau senangi?" Anak itu tetap diam saja, karena masih ragu menyampaikan kerinduannya. Orang kaya itu kembali bertanya, "Benarkah engkau tidak menyukai benda-benda yang ada di rumahku ini?" Lalu anak itu balik bertanya, "Apakah benar saya boleh memilih apa saja yang ada di rumah ini?" Bapak itu menjawab, "Ya benar!" Tiba-tiba anak itu datang dan memeluk orang kaya itu erat-erat serta berkata, "Kakek, aku ingin memiliki engkau..."

Banyak orang hanya menginginkan berkatnya saja tetapi tidak sumber berkatnya. Padahal sekali kita mendapatkan Sang Sumber berkat, maka hidup kita tidak akan pernah kekurangan berkat. Jadikan Yeshua sebagai Sumber Berkat kita, maka di tahun ini kita akan menerima anugerah YAHWE yang melimpah.


Baca juga:
Kornelius, Berkat bagi Orang yang Mencari YAHWE dengan Tulus
Mengubah Kutuk Menjadi Berkat: Belajar dari Yakub
Mengenal Mengetahui Dampak Kutuk dan Berkat
Apakah Kita Telah Melewatkan Undangan Pesta Perjamuan?

   



Thank You, God, For Blessing Me (Max Lucado's Little Hermie) Blessings / Prosperity, Biblical affirmations with scripture reference to empower your thinking, relieve stress, and deepen your spiritual life while you drive! Give a unique gift, under $10, that uplifts with positive, faith-filled affirmations!

Rabu, 16 Januari 2013

Kuasa Doa Mengatasi Ruang dan Waktu

Prayer Power: 30 Days to a Stronger Connection with God Right Now Prayers: Prayers for Strength and Healing

Kisah Para Rasul 12:1-19

Baca bagian sebelumnya!

Petrus dilepaskan dari penjara Herodes
Petrus dilepaskan dari penjara
Yakobus, saudara Yohanes, sudah dibunuh oleh Herodes (ayat 2). Hal itu dilakukan Herodes untuk mendapatkan simpati dari bangsa Yahudi yang membenci para pengikut jalan Tuhan. Terbukti bahwa tindakannya membuahkan hasil, yakni bangsa Yahudi menjadi senang, Herodes meneruskan usahanya dengan menahan Petrus. Herodes tahu cara mengambil hati bangsa Yahudi: karena saat itu sedang bertepatan dengan Hari Raya Roti Tidak Beragi Petrus tidak segera dibunuh. Rencananya Herodes akan menghadapkan Petrus ke depan banyak orang setelah perayaan Paskah. Ia amat tahu  bagaimana caranya menyenangkan hati bangsa Yahudi. Semua itu dilakukannya untuk mengambil hati bangsa Yahudi, dengan tujuan akhir: mengokohkan legitimasinya sebagai raja Yudea. Petrus ditahan dalam penjaaan empat regu yang masing-masing terdiri dari 4 tentara. Namun yang amat penting untuk dicatat dalam kisah ini adalah apa yang dilakukan oleh jemaat: Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Elohim (ayat 5).

Jemaat dengan tekun mendoakannya. Dan apa yang terjadi? YAHWE melepaskan Petrus secara ajaib. Petrus dituntun malaikat YAHWE keluar melewati penjara yang terkunci dan dijaga oleh empat kelompok penjaga. Dua rantai yang membelenggunya terlepas dan ia bisa keluar penjara tanpa disadari sama sekali oleh para penjaga.

Tentu saja YAHWE amat mengasihi Petrus dan sanggup mengerjakan apa saja yang dikehendaki-Nya. Dan itu pasti dilakukannya karena Dia memang telah memilih Simon atau Petrus untuk menjadi pondasi yang kokoh bagi gerejanya. Namun dalam kisah ini kita juga belajar bahwa doa jemaat yang tekun juga dikehendaki oleh YAHWE untuk membuat keajaiban terjadi. Bahwa doa yang tekun dari jemaat diperlukan untuk mendukung karya dan pelayanan para pemimpin rohani agar pelayanan mereka berhasil dan agar mereka dilepaskan dari pelbagai rintangan yang pasti ada di depan mereka.

Betapa tekunnya jemaat pertama berdoa juga ditekankan kembali dalam ayat 12. Setelah menyadari bahwa dirinya sudah dilepaskan dari tangan Herodes oleh malaikat, Petrus pergi ke rumah Maria, ibu Yohanes yang juga disebut Markus, dan dikatakan bahwa: Di situ banyak orang berkumpul dan sedang berdoa. Kita bisa membayangkan bahwa saat itu pasti sudah larut malam atau mungkin sudah menjelang pagi, karena Petrus sudah dalam posisi tidur ketika malaikat YAHWE mendatanginya dan diperlukan waktu bagi Petrus untuk berjalan dari penjara sampai ke rumah Maria. Dan dikatakan bahwa di situ ada banyak orang berkumpul dan sedang berdoa. Luar biasa, jemaat pertama itu masih berdoa bersama sampai larut malam atau bahkan sampai dini hari. Tidak heran kalau YAHWE banyak mengerjakan mujizat sebagaimana dicatat dalam Kisah Para Rasul.

Baca bagian selanjutnya!

Baca juga:
Rencana YAHWE di Balik Penganiayaan
Karya Roh Kudus Tidak Terkungkung Oleh Tradisi dan Hukum
Memasuki Tahun Baru: Belajar dari Ishak
Kornelius, Berkat bagi Orang yang Mencari YAHWE dengan Tulus
Risiko Menjadi Saksi Yahshua



When God's People Pray: Six Sessions on the Transforming Power of Prayer (DVD) The Power of a Praying® Parent Book of Prayers (Power of a Praying Book of Prayers)