Minggu, 30 Januari 2011

Mencapai Kebebasan Finansial (1)

Kebebasan Finansial, financial freedom
Ayat emas:
2 Kor 8:9 Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya. 

Kaya
Seberapa kaya agar seseorang bisa disebut orang kaya? Menurut survei, di dunia ini sangat jarang orang yang berani mengaku bahwa dirinya adalah orang kaya. Hanya 2% yang berani mengaku sebagai orang kaya. Padahal, Global Rich List London menampilkan data sebagai berikut:

Seandainya Anda memiliki penghasilan Rp 700.000 per bulan, Anda sudah termasuk dalam 50% orang terkaya di dunia.
Seandainya Anda memiliki penghasilan Rp 1 juta per bulan, Anda sudah termasuk dalam 30% orang terkaya di dunia.
Seandainya Anda memiliki penghasilan Rp 2 juta per bulan, Anda sudah termasuk dalam 15% orang terkaya di dunia.
Seandainya Anda memiliki penghasilan Rp 40 juta per bulan, Anda sudah termasuk dalam 1% orang terkaya di dunia.

Bebas Finansial
Artinya, kalau Anda memiliki penghasilan Rp 700.000 saja per bulan, Anda sudah mengalahkan separo penduduk dunia di dalam penghasilan. Kallau penghasilan Anda 1juta per bulan, penghasilan Anda sudah lebih tinggi dibandingkan 70% penduduk dunia lainnya. Kalau Rp 2 juta, Anda sudah lebih kaya daripada 85% penduduk dunia lainnya.

Pertanyaannya: bagaimana bisa orang tetap merasa belum kaya, padahal penghasilannya sudah lebih tinggi dibandingkan separo penduduk dunia, 70% penduduk dunia, bahkan 85% penduduk dunia? Kalau orang memiliki penghasilan Rp 1 jua per bulan, dan ditanya: apakah Anda orang kaya? Bisa dipastikan ia akan terperangah kaget: Ha! Saya orang kaya? Dan mungkin ia akan mengatakan: Kalau penghasilan saya 2 juta rp per bulan, mungkin saya bisa dikatakan kaya. Tetapi ketika kita mengajukan pertanyaan yang sama kepada mereka yang berpenghasilan Rp 2 juta per bulan, kita juga akan mendaatkan respon yang sama, dan orang itu akan mengatakan, mungkin kalau penghasilannya Rp 5 juta per bulan, ia bisa dikatakan kaya. Demikian seterusnya, bahkan yang berpenghasilan Rp 10 juta, 20 juta, 50 juta, dst.

Tuan atas Uang

Artinya apa: orang akan selalu merasa kebutuhannya jauh lebih besar daripada penghasilannya. Nah, lalu kapan kita bisa menikmati kebebasan finansial, berapa penghasilan yang dibutuhkan agar orang merasa kaya dan terbebas secara finansial? Firman Tuhan mengajarkan beberapa point agar kita bisa terbebas secara finansial. Untuk kali ini, kita akan belajar 1 poin saja.

Pola pikir:
"Sadari bahwa Tuhanlah sumber hidup kita, Tuhanlah pemilik segalanya di dalam hidup kita, Tuhanlah pemilik hidu kita."

Kebebasan Finansial
Cara kita memandang dan mengelola keuangan kita. Kita harus memiliki komitmen untuk memandang dan mengelola keuangan kita sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Kita harus mengubah cara berpikir kita mengenai keuangan.

Matius 9:17 Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.

Kanong anggur adalah cara berpikir kita, sedangkan anggur adalah berkat-berkat yang kita terima dari Tuhan. Agar bisa terbebas secara finansial, kita harus memandang keuangan kita sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Kalau kita sadar bahwa Tuhanlah pemilik hidup kita, maka:

1. Kita akan menikmati pemeliharaan Tuhan yang sempurna atas hidup kita. Tuhan menjamin hidup kita karena kita adalah biji mata-Nya.

Kantong Anggur
Matius 6:25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pulua akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? 26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? 27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? 28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. 30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? 31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."


Ulangan 32:10 Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya. 


Mazmur 17:8. Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu 


Zakharia 2:8 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu--sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya--: 

2. Kalau Tuhan sebagai pemilik hidup kita, kita akan gunakan keuangan kita sesuai dengan petunjuk Firman Tuhan. 
Di sini berbicara mengenai cara pengelolaan keuangan yang berkualitas. Manusia sifatnya terbatas, tetapi Tuhan tidak terbatas. Kita mungkin hebat daam mengelola keuangan kita, tetapi Tuhan jauh lebih hebat karena Dia tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Dia bisa mengatur keuangan kita secara indah dan tepat. Kalau kita menggunakan keuangan kita sesuai dengan petunjuk Firman Tuhan, Tuhan bisa saja mendatangkan mujizat di dalam keuangan kita.

3. Kalau kita menempatkan Tuhan sebagai sumber hidup kita, kita akanmasuk kepada hubungan pribadi yang semakin intim dengan Tuhan.

Matius 6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. 

Intim dengan Tuhan
Kalau hati kita menghamba kepada uang, kita akan melakukan segala cara untuk mendapatkan uang. Dengan cara demikian, memang banyak orang bisa kaya raya di dunia ini. Tetapi apa gunanya semuanya itu kalau pada akhirnya kita kehilangan jiwa kita. Kalau sama-sama bekerja keras, sama-sama keluar keringat, namun pada akhirnya kita kehilangan semuanya itu, maka sia-sialah hidup kita.

Tetapi kalau kita mencari harta di sorga, dengan menempatkan Tuhan sebagai pemilik hidup kita, maka semakin hari kita akan semakin intim dengan Tuhan. Tuhan akan selalu memberkati dan mendatangkan kelimpahan di dalam hidup kita, mengerjakan mujizat di dalam hidup kita, dan pada akhirnya kita akan menerima kemuliaan di sorga.

Baca bagian selanjutnya .... Mencapai Kebebasan Finansial (2)

Baca juga:
Uang Alkitabiah
Pentingnya Merenungkan Firman Tuhan Siang dan Malam
Yahwe Memberiku Kekuatan

Read Amazon books:







1 komentar:

  1. Terimakasih informasinya sangat bermanfaat ,saya suka artikelnya, ini bisa jadi alternatif untuk persiapan pensiun,pendidikan,dll :
    Melipatgandakan asset cara aman terukur dengan berkebun jabon
    http://i-gist-indonesia.blogspot.co.id/p/blog-page_9.html

    BalasHapus