Senin, 03 Januari 2011

Rancangan Damai Sejahtera Yahwe untuk 2011

Ada 3 hal yang bisa kita jadikan pegangan untuk memasuki tahun 2011:

1. Tuhan merancangkan rancangan damai sejahtera untuk kita:
Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. 



Bahkan ketika situasi yang kita hadapi sekarang tampaknya berlawanan dengan ayat di atas, adalah pasti bahwa Tuhan selalu merancangkan yang terbaik bagi orang yang bersandar kepada-Nya. 
Contoh bagaimana situasi buruk ternyata menjadi jembatan kepada rancangan yang sangat indah dialami, misalnya oleh pendiri mesin pencari Google.com, Sergey Mikhailovich Brin dan Lawrence Edward “Larry” Page. Mereka pernah menawarkan hasil karya mereka kepada Altavista dan Yahoo, tetapi ditolak. Seandainya tidak ditolak, maka sekarang ini kita tidak akan mengenal Google.com seperti sekarang ini, perusahaan mesin pencari terbesar di dunia.


Bagaimana Tuhan sanggup mengubah rancangan buruk menjadi rancangan indah juga dialami Bette Nesmith Graham, penemu tipp-ex atau liquid paper. Beberapa kali ia mengalami kegagalan, ia harus dikeluarkan dari sekolah tingkat atas pada umur 17, menikah muda pada usia 19 dan bercerai dengan suaminya,  IBM menolak produk temuannya yang saat itu disebut  Mistake Out tidak memiliki nilai jual. Cobaan paling berat dialami ketika usahanya mulai berdiri: ia dipecat dari pekerjaannya karena sebuah kesalahan yang tidak bisa dimaafkan. Nasib buruk ini, ia manfaatkan untuk memasarkan produk buatannya itu. Pada tahun 1967, perusahaannya itu menjadi perusahaan besar dan berhasil memasok produknya ke 31 negara. Bahkan, perusahaan yang kemudian diberi nama Liquid Paper itu pada tahun 1976 sudah mampu menghasilkan keuntungan bersih lebih dari 1,5 juta dolar AS. Tahun 1979, Gillette Corp. membeli seluruh perusahaan Bette dan paten Liquid Paper senilai 47,5 juta dolar AS dan royalti dalam setiap penjualan botolnya.


Rancangan damai sejahtera Tuhan juga dialami oleh seorang psk,  yang meskipun merasa tidak layak, namun oleh kemurahan Tuhan akhirnya  bertobat. Ia menjadi pelayan Tuhan dan menulis lagu yang amat terkenal, yakni "Betapa Hatiku Berterima Kasih Yesus". 


Contoh lain adalah kisah Yusuf.


2. Tuhan memang memiliki rancangan damai sejahtera, tetapi Tuhan tetap memberikan kita kebebasan untuk memilih; dan Tuhan meminta kita untuk memilih yang baik dan bukan yang jahat, kehidupan dan bukan kematian, berkat dan bukan kutuk.




Ulangan 30:15. Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan, 16 karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya. 17 Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya, 18 maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya. 19 Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu

3. Untuk memastikan kita memilih yang baik, pilihan yang tepat, kita harus membuat perencanaan. 
Sebuah studi berikut mengungkapkan betapa pentingnya membuat perencanaan tertulis. Pada 1953, peneliti di Universitas Yale mewawancarai mahasiswa lulus tahun itu tentang harapan dan impian untuk masa depan saat mereka memasuki dunia kerja untuk pertama kalinya. Mereka diberi serangkaian pertanyaan, salah satunya adalah: "Apakah Anda memiliki daftar tujuan tertulis?" Sekitar 10% memiliki tujuan, dan 3% yang memiliki tujuan tertulis.

Pada tahun 1973, para peneliti memutuskan untuk menindaklanjuti studi tersebut. Apa yang mereka temukan sangat mengherankan. 3% yang memiliki daftar tujuan yang ditulis semua jauh lebih sukses dan lebih kaya dibandingkan  97% lainnya digabungkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar