Kamis, 16 Agustus 2012

Pentakosta, Ciri-Ciri Pekerjaan Roh Kudus


Kita semua orang percaya tahu bahwa Pentakosta, sebagaimana dicatat dalam Kisah Para Rasul pasal 2, adalah peristiwa di mana para rasul dan murid Yesus mengalami kepenuhan Roh Kudus. Nah bagaimana hal itu terjadi dan apa dampaknya?

Saat itu semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba dari langit turunlah suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah di mana mereka duduk, dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. (ayat 1-4) Jadi Roh itu hinggap pada semua orang percaya. Roh itu membuat mereka yang menerimanya "mulai berkata-kata" dalam "bahasa-bahasa lain" seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka. Jadi mereka tidak asal berkata-kata, tetapi Roh-lah yang membuat mereka berkata-kata, dan berkata-kata dalam bahasa yang bukan bahasa orang itu sendiri.

Pada ayat 5-6 dicatat bahwa waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari berbagai daerah dan mereka berkerumun karena mendengar bunyi itu. Jadi peristiwa Pentakosta itu pasti amat dahsyat. Tiupan angin keras itu pasti terdengar sampai jarak yang cukup jauh dan berlangsung cukup lama sehingga orang-orang sempat datang dan berkerumun di tempat di mana murid-murid dan para rasul tinggal. Pekerjaan Roh Kudus ternyata juga mendorong orang lain untuk datang berkerumun. Jadi YAHWE lewat Roh-Nya mendorong orang lain atau menyiapkan orang lain, untuk datang dan mendengarkan para murid, untuk menerima berita kebenaran.

Kemudian orang-orang tersebut mendengar para rasul tersebut, yang semuanya orang Galilea (ayat 7) berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri-sendiri (ayat 6), yang membuat semua orang heran dan tercengang-cengang (ayat 7, 12). Jadi pekerjaan Roh itu ajaib, membuat para rasul berbicara dalam satu bahasa namun banyak orang lain yang berbahasa lain bisa mendengar mereka berbicara dalam bahasa mereka masing-masing dan mengerti apa yang dikatakan para rasul tersebut. Lewat pekerjaan Roh itu YAHWE ingin membuat orang lain heran dan tercengang atas perbuatan ajaib yang sanggup dikerjakan YAHWE.

Roh Kudus itu membuat mereka yang mengalami kepenuhan atas-Nya berkata-kata "tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan YAHWE" (ayat 11). Jadi, inti dari pekerjaan Roh Kudus adalah:

(1) untuk memberikan kekuatan dan keberanian bagi penerimanya untuk bersaksi tentang perbuatan-perbuatan YAHWE, untuk melakukan penginjilan,

(2) namun sekaligus pada waktu yang bersamaan memberikan dorongan atau inspirasi kepada mereka yang akan menerima penginjilan, menyiapkan lahan, menyiapkan hati mereka yang belum percaya, untuk  mau datang dan mendengar, untuk bisa mengerti kabar gembira yang akan mereka terima dari para penginjil, para saksi.

(3) Roh yang sama juga sekaligus melengkapi para saksi dengan perbuatan-perbuatan ajaib yang membuat penerima berita sukacita heran, tercengang-cengan, dan akhirnya menerima pewartaan para saksi.


Baca juga:
Pelajaran Pertama dari Kisah Para Rasul
Gereja Mula-Mula Mendasarkan Diri pada Kitab Suci
Gereja Perdana Adalah Sekumpulan Orang Yang Bertekun Sehati Berdoa Bersama
Roh Kudus Menjadi Daya Penggerak Gaya Hidup Jemaat Perdana
Cara Hidup Jemaat yang Pertama


Tidak ada komentar:

Posting Komentar