Senin, 23 Juli 2012

Mengandung dalam Roh



Mengandung dalam Roh

Daniel 10:2,12-13 Pada waktu itu aku, Daniel, berkabung tiga minggu penuh. ... Lalu katanya kepadaku: “Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia.”

Dari kutipan di atas kita belajar bahwa: 1) ketika kita berdoa, sebenarnya kita sedang melakukan peperangan rohani. Daniel berpuasa tiga minggu penuh (21 hari). Doanya sudah didengarkan semenjak hari pertama ia berdoa, tetapi utusan Allah yang akan datang menyampaikan pesan kepada Daniel dihadang oleh pemimpin kerajaan Persia (iblis yang menguasai kerajaan Persia). 2) berdoa harus dilakukan terus-menerus sampai doa itu dijawab Tuhan. Daniel berdoa selama 3 minggu dan setelah 3 minggu barulah malaikat itu sampai kepada Daniel.

Ketika kita berdoa, sebenarnya saat itu juga Allah sudah mendengarkan doa kita. Tetapi dibutuhkan ketekunan agar doa benar-benar dijawab Tuhan. Seandainya Daniel berhenti berdoa, sudah barang tentu jawaban tidak akan pernah sampai kepadanya. Utusan Allah yang dihadang iblis tidak akan pernah sampai kepadanya. Namun karena Daniel terus berdoa, ia terus-menerus melancarkan serangan kepada iblis sehingga Mikhael turun tangan dan mengalahkan iblis dan sampailah jawaban Allah kepada Daniel.

Dengan demikian, ketika kita mulai berdoa, ibarat kita sedang mengandung, jawaban doa sedang dibuahi. Kita harus terus-menerus bedoa sampai buah rahim doa itu semakin lama semakin membesar dan siap untuk dilahirkan. Kita harus terus-menerus berdoa agar iblis yang bermaksud menggagalkan doa kita dikalahkan. Berdoalah sampai buah doa itu dilahirkan. Janganlah berhenti berdoa sebelum Anda menerima jawaban.

Berdoa adalah berperang

Baca juga:
Hidup Berkemenangan: Menjaga Hati
Ada Setan di Gereja
Sang Pendakwa


Check related books on Amazon:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar