Sabtu, 15 Maret 2014

Biarkan YAHWE Mencurahkan Berkat-NYA Saat Saudara Mengampuni

Diterjemahkan dari postingan Victoria Osteen dalam facebooknya tgl 15 Maret 2014


Alkitab memerintahkan kepada kita untuk mengampuni, tapi begitu banyak orang mengalami kesulitan dengan itu. Begitu banyak orang memiliki kesalahpahaman tentang pengampunan. Beberapa orang berpikir bahwa mereka tidak bisa memaafkan karena itu "terlalu sulit." Mereka terluka terlalu dalam atau mengalami penghinaan atau pengkhianatan yang terlalu menyakitkan. Namun dalam kenyataannya, lebih sulit bagi kita ketika kita memilih untuk tidak mengampuni. Kepahitan tidak menyakiti orang yang melukai Anda, melainkan hanya menghujam ke dalam hati Anda sendiri dan menjauhkan Anda dari berkat yang terbaik yang berasal dari Tuhan. Kepahitan dan tidak mau mengampuni memisahkan Anda dari Tuhan. Mereka memblokir aliran berkat-Nya dan menghambat doa-doa Anda. Tapi, memilih pengampunan membuka pintu hati Anda dan membuat jalan bagi Tuhan untuk mengerjakan mujizat dalam hidup Anda.

Banyak orang tahu bahwa pada tahun 1981 ibu mertua saya, Dodie Osteen, didiagnosa menderita kanker hati dan dokter memberitahu bahwa ia hanya memiliki beberapa minggu untuk hidup. Pada waktu itu belum ada perawatan medis untuk penyakit semacam itu, dan para dokter mengatakan tidak ada yang bisa mereka lakukan. Dia dan suaminya, John, pulang ke rumah setelah mereka mendengar laporan itu, mereka berlutut, dan meminta mujizat kepada Tuhan. Dodie melakukan segala hal yang diketahuinya agar bisa berada dalam posisi untuk menerima keajaiban-NYA. Setiap kali dia menceritakan kisahnya, dia berbicara tentang bagaimana salah satu kunci utama baginya untuk menerima kesembuhan YAHWE adalah kesediaannya untuk melepaskan perasaan terluka itu dan menjaga hatinya tetap bersih melalui kekuatan pengampunan. Dia menceritakan bagaimana dia menulis surat pengampunan kepada suaminya, anak-anak, orang tua, atau siapapun yang bisa diingatnya yang mungkin telah terluka atau tersinggung oleh dirinya atau yang mungkin telah menyinggung atau menyakitinya. Ia pergi 1 mil lebih jauh untuk memastikan hatinya terbebas dari luka yang akan menghambat penyembuhan dari YAHWE di dalam hidupnya. Butuh waktu sekitar satu tahun baginya untuk teguh berdiri dan berjuang melewati semua gejala, tapi dia menerima mujizat kesembuhan dan benar-benar bebas dari kanker hari ini.

Sangat penting untuk menyadari bahwa memaafkan adalah lebih dari kata-kata belaka, melainkan sikap hati yang membuahkan transformasi spiritual. Kadang-kadang kita tidak harus merasa senang mengampuni, tapi ketika kita rendah hati taat kepada YAHWE di area ini, Dia akan mengerjakan keajaiban dalam hidup kita. Pengampunan tidak berarti bahwa apa yang orang lain lakukan itu benar atau bisa dimaafkan. Pengampunan tidak berarti bahwa insiden itu tidak masalah. Pengampunan berarti bahwa Anda mempercayai Tuhan untuk membuat perbedaan dan membiarkan Dia untuk memindahkan Anda dari melewati rasa sakit Anda ke tujuan ilahi Anda. Saya pernah mendengar bahwa mengampuni adalah seumpama membebaskan tahanan dan kemudian Anda menyadari bahwa tahanan itu adalah Anda sendiri. Anda dapat memilih kebebasan hari ini dengan memilih pengampunan.

Biarkan saya mendorong Anda, jika seseorang telah bersalah kepada Anda dan Anda masih mendapatkan perasaan sakit di dalam hati ketika Anda melihat atau memikirkan orang itu, bawa hal itu kepada YAHWE dan ijinkan Dia untuk menjaga hati Anda tetap lembut dan peka. Jangan biarkan luka menjauhkan Anda dari yang terbaik dari-NYA. Sebaliknya, pilihlah kasih, serahkan itu kepada YAHWE, dan dapatkan penyembuhan melalui pengampunan!

"Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." (Markus 11:25)

Check related book on amazon:

Forgiving the Unforgivable

Tidak ada komentar:

Posting Komentar