Tampilkan postingan dengan label syukur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syukur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Desember 2014

YAHWEH Memberikan Resep Kesehatan dan Kebugaran

Betapa bahagia
Menikmati hidup damai, sejahtera, dan sehat sentosa
Bangun pagi selalu merasakan semangat dan kesegaran baru
Badan segar, hati senang, dan menjalani hari penuh segala syukur.

Bagaimana bisa demikian?
YAHWEH telah memberikan resepnya:

"Percayalah kepada YAHWEH dengan segenap hatimu,
dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
Akuilah DIA dalam segala lakumu,
maka IA akan meluruskan jalanmu.

Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak,
takutlah akan YAHWEH dan jauhilah kejahatan;
itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu
dan menyegarkan tulang-tulangmu."

Demikianlah bunyi Amsal 3:5-8.

Kalau saudara merasakan ada keluhan pada tubuh saudara,
silakan mengambil resep yang disediakan YAHWEH seperti terkutip di atas.
Sakit-penyakit saudara dan saya akan sembuh kalau kita percaya kepada YAHWEH
kalau kita tidak bersandar pada pengertian kita sendiri
kalau kita mengakui DIA dalam segala laku kita
kalau kita dengan cara demikian diluruskan jalan kita
kalau kita tidak menganggap diri bijak namun takut akan YAHWEH dan menjauhi kejahatan

semua itu akan menyembuhkan sakit-penyakit kita
akan membuat tubuh dengan segala keluhannya menjadi sehat dan pulih
dan ...
tulang-tulang kita menjadi segar.

Tulang yang segar berbicara mengenai kebugaran, mengenai kekuatan, mengenai kesiap-sediaan untuk melakukan segala macam pekerjaan. Suatu kondisi segar bugar penuh vitalitas.

Dengan demikian, Amsal 3:5-8 ini menjadi semacam olar raga rohani yang tidak hanya menyehatkan rohani kita namun juga akan berdampak pada stamina kebugaran dan kesehatan fisik tubuh kita.

Mari kita berolah raga rohani dan jasmani dengan penuh syukur.
Dan nikmati betapa sehat segar dan kuatnya tubuh kita ... bersama YAHWEH TUHAN.


Baca juga:
Sakit Kepala dalam Alkitab
Harapan Adalah Bahan Bakar Iman yang Membawa kepada Kemenangan
Penyakit Mata menurut Kitab Suci
4 Pelajaran Firman Yahwe untuk Tubuh

Minggu, 04 Mei 2014

Menjadi Si Satu Talenta yang Berhasil

Matius 25: 14-30

"Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat." (Ayat 14-15)

Sebagian besar dari kita, manusia, hanya memiliki satu talenta. Jarang yang memiliki dua talenta, apalagi lia talenta. Dalam Matius 25:14-30 dikisahkan bagaimana mereka yang menerima lima dan dua talenta itu berhasil mengembangkannya dan menjadi berlipat ganda. Sedangkan yang menerima satu talenta, tidak melakukan apa-apa dan bahkan menyebunyikannya.

Kita lihat bagaimana sikap dan reaksi si penerima 1 talenta yang digambarkan oleh Alkitab:
"Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!" (Ayat 24-25)

Pertama ia merasa tidak terima karena hanya menerima 1 talenta dan mengamggap Tuannya kejam. Ia juga tidak mau mengembangkan talenta itu karena tahu bahwa kalau ia mengembangkannya, ia tidak akan menikmati hasilnya sendirian, namun orang lain yang akan menikmatinya. Ia merasa tidak terima kalau hasil jerih payahnya dinikmati oleh orang lain. Ia takut "dieksploitasi" oleh orang lain dan oleh sebab itu ia menyembunyikan talentanya.

Pertanyaannya: Apakah kita juga bersikap seperti si penerima 1 talenta itu? Kita mungkin sering bersikap seperti itu. Kita tidak ingin susah payah memberikan kontribusi kepada orang lain atau kelompok aau organisasi atau perusahaan di mana kita bekerja karena tdak ingin melihat orang lain keenakan menikmati jerih payah kita. Selanjutnya kita tidak ingin orang tahu mengetahui talenta kita dan menyembunyikannya. Kita takut kalau orang lain mengetahui talenta kita maka kita akan menjadi "bulan-bulanan" orang lain dan diminta melakukan ini itu yang menurut anggapan kita hanya untuk mengeksplotasi kita demi keuntungan mereka.

Kalau kita melakukan hal itu, artinya kita sama seperti penerima 1 talenta: menyembunyikan talenta dan tidak mengembangkannya. Dan kita tahu apa konsekuensi dari pilihan kita. Kia dihukum dan talenta kita diambil untuk diberikan kepada orang lain.

Tetapi mari kita lihat beberapa contoh dari kisah hidup orang-orang berikut ini. Mereka ini bisa dibilang menerima tidak sampai satu talenta karena mereka memiliki keterbatasan.

Lizzie buruk rupa motivator hebat
Lizzie Velasquez terlahir dalam kondisi tidak bisa menimbun lemak dan membentuk massa otot sehingga seberapa pun ia makan, berat badannya tidak akan bisa bertambah. Hal itu membuat penampilannya seperti kerangka dibalut kulit. Saat ia SMA video mengenai dirinya beredar di Youtube dan diberi judul:
"World's Ugliest Woman". Namun ia bisa bangkit dan menjadi seorang motivator dan penulis buku. Profil selengkapnya bisa dilihat di http://www.aboutlizzie.com.

Liu Wei pianis tanpa tangan
Liu Wei di usianya yang ke-10 harus kehilangan kedua lengan tangannya karena kecelakaan terkena kabel listrik bertegangan tinggi. Namun ia tidak menyerah dan dengan susah payah berusaha melakukan segala sesuatu dengan kedua kakinya. Di usia ke-19 ia mulai berlatih piano. Guru piano pertamana menyerah dan merasa ia tidak akan mungkin bermain piano. Namun di usianya yang ke-23 ia memenangkan China's Got Talent. Video perfomanya bisa dilihat di: http://www.youtube.com/watch?v=B1Qut0Nrsiw.

Itu hanya 2 dari banyak sekali contoh bagaimana orang yang memiliki satu talenta atau bahkan kurang bisa berhasil dan mengembangkan talentanya menjadi orang hebat. Bagaimana hal itu bisa dilakukan? Ada 3 hal yang bisa kita lakukan untuk menjadi Si 1 Talenta yang hebat:

Pertama: Mengucap syukur dengan 1 talenta yang TUHAN percayakan. Dalam 1 Tesalonika 5:18 dikatakan, "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Elohim di dalam Kristus Yesus bagi kamu." Kita harus bisa melihat bahwa 1 talenta yang YAHWE berikan memiliki potensi yang hebat untuk mengantarkan kita mengalami kemenangan yang besar.

Kedua: Jangan bertanding di pertandingan orang lain. Dalam 1 Korintus 12:10-11 dikatakan, "Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya." YAHWE telah memberikan talenta yang khusus kepada kita untuk dikembangkan. Kia tidak perlu membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain dan tergoda untuk mengikuti jejak orang lain. Fokus pada apa yang diberikan YAHWE kepada kita dan mengembangkan potensi tersebut secara maksimal.

Ketiga: Jadilah sangat hebat dengan 1 talenta itu. Jauh lebih baik menguasai satu bidang namun dengan tingkat penguasaan yang ahli daripada tahu banyak bidang namun hanya sedikit-sedikit. Dengan menjadi hebat dalam suatu bidang maka kita akan menonjol dan diakui orang. Namun kalau kita bisa banyak hal namun levelnya biasa-biasa saja orang tidak akan mengakui kemampuan kita.


Baca juga:
Harapan Adalah Bahan Bakar Iman yang Membawa kepada Kemenangan
Mazmur 3: YAHWE Pasti Memberi Pertolongan
Damai Tenang dalam Iman v.s. Iman yang Gelisah
Iman yang Menggoncang Dunia
Tuhan Bertindak Bukan Berdasarkan Kebutuhan Kita, Melainkan Iman Kita

Selasa, 12 Juli 2011

Nyanyian Syukur Atas Keselamatan

Yesaya 12



Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya Yahwe, karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku: tetapi murka-Mu telah surut dan Engkau menghibur aku.
Sungguh, Tuhan itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab Yahwe Tuhan itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku."
Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.


Bersyukurlah kepada Yahwe, panggillah nama-Nya, beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah, bahwa nama-Nya tinggi luhur!

Bermazmurlah bagi Yahwe, sebab perbuatan-Nya mulia; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi!
Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Tuhan Israel, agung di tengah-tengahmu!"



Baca juga:
Janji Keselamatan Tuhan
Yahwe Belajar dari Yesaya 40



Minggu, 22 Mei 2011

Masuk ke Ruang Maha Kudus

Ini adalah seri kedua dari posting: Mengobarkan Api Penyembahan kepada Yahwe. Dalam posting sebelumnya kita sudah membahas pentingnya mengobarkan api penyembahan kepada Yahwe. Dalam posting kali ini kita akan belajar bagaimana kita bisa masuk ke Ruang Maha Kudus di dalam penyembahan kita.

Bait Suci Salomo

Ruang Maha Kudus adalah bagian paling dalam dari 3 bagian Bait Suci: pelataran, ruang kudus, dan Ruang Maha Kudus. Dan di dalam tempat Yang Maha Kudus itu ada sebuah tabut, yaitu kotak emas yang di dalamnya terdapat dua loh batu yang tertulis sepuluh perintah Yahwe (Keluaran 20, Ulangan 5). Hanya imam besar keturunan Harunah yang boleh memasuki Ruang Maha Kudus itu. Itupun hanya setahun sekali. Imam besar harus menyucikan dirinya dan kemudian mengenakan pakaian yang sangat khusus untuk masuk ke dalam tempat itu dan memercikan darah ke atas tutup tabut yang disebut "tutup pendamaian".

Bait Suci merepresentasikan kehadiran Yahwe di tengah-tengah Bangsa Israel. Dengan demikian, tiga bagian dari Bait Suci mewakili 3 tingkat penyembahan. Pelataran melambangkan penyembahan atau ibadah tanpa hadirat Tuhan. Ruang Kudus melambangkan tahap penyembahan di mana kita mulai merasakan hadirat Tuhan. Sedangkan Ruang Maha Kudus melambangkan hubungan yang sedemikian dekat dan intim dengan Yahwe.

Bagaimana caranya kita memasuki setiap tahap penyembahan dan beralih dari pelataran, ke ruang kudus dan akhirnya ke Ruang Maha Kudus?


1. Masuk ke Pelataran Tuhan

Mazmur 100:4 Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya

Pelataran Bait Suci
Mazmur 100:4 memberitahu kita cara untuk masuk ke pelataran Bait Suci: yakni dengan
(1) masuk melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur.
Dalam hal ini kita harus waspada setiap kali kita akan datang beribadah kepada Tuhan. Iblis pasti tidak senang kalau kita mendekat kepada Tuhan, ia akan mencari celah untuk menghambat kita datang kepada-Nya dengan memprovokasi lingkungan agar kita gagal masuk melalui pintu gerbang-Nya. Bisa jadi iblis akan menimbulkan sungut-sungut (lawan memuji) entah karena perilaku anggota keluarga kita (anak, suami, istri) atau situasi yang lain. WASPADALAH! Sungut-sungut itu akan menutup pintu gerbang Yahwe! Jadi bukalah pintu gerbang Yahwe dengan ucapan syukur.
(2) dengan puji-pujian, dengan bersyukur, dan memuji nama-Nya.
Seandainya iblis berhasil menimbulkan situasi yang memancing kita untuk bersungut-sungut atau kecewa, PILIHLAH untuk tidak kecewa dan untuk tidak bersungut-sungut! Kenapa? Karena kita tahu bahwa kita akan bertemu dengan Raja di atas segala raja! Karena Dialah pemilik hidup kita! Dialah pencipta kita dan seluruh alam semesta! Jadi tidak ada alasan untuk memperhatikan "gangguan kecil" karena sesuatu yang Maha Besar sedang menunggu kita! Datanglah ke ibadah dengan sudah menyanyikan puji-pujian dari rumah, selama perjalanan, dan ...
(3) Datang tepat waktu ke ibadah
Nah karena kita hanya bisa datang ke pelataran-Nya dengan memasuki melalui pintu gerbang-Nya dengan puji-pujian, sebab itu jangan sampai kita melewatkan puji-pujian dalam persekutuan dengan datang tepat waktu dalam ibadah. Ikut pujian penyembahan dari awal di gereja akan memastikan kita untuk masuk ke pelataran Yahwe!

2. Masuk Ruang Kudus
(1) Fokus kepada satu Penonton
Ketika kita datang ke ibadah, kita bukanlah penonton, melainkan "pemain." Hanya ada satu Penonton, yakni Tuhan. Tuhanlah yang menonton kita. Jadi  bukan hanya para pelayan ibadah melainkan semua yang hadir dalam ibadah sedang bertugas untuk menjadikan ibadah menjadi ibadah yang benar-benar hidup. Menyanyilah dengan sepenuh hati. Berdoalah dengan sepenuh hati. Fokuslah pada satu-satunya Penonton, yakni Tuhan. Senangkan hati Penonton tunggal kita, dengan terlibat dalam ibadah dengan sepenuh hari dan segenap jiwa.
(2) Sikap menghormati Tuhan selama menyembah
Dalam Perjanjian Lama, kata menyembah berasal dari kata Ibrani "shachah," artinya menyembah, membungkukkan badan, melaksanakan penyembahan dengan membungkukkan badan, memberi hormat atau merebahkan diri di lantai.Dalam Perjanjian Baru kata menyembah berasal dari kata "proskuneo" yang artinya mencium tangan atau berlutut dan tersungkur sampai dahi menyentuh lantai dan dengan penuh penghormatan yang sungguh-sungguh. Jadi menyembahlah kepada Yahwe dengan sikap hormat yang sungguh-sungguh. Sadarlah bahwa kita sedang menghadap Raja di atas segala raja. Dengan sikap penuh hormat, kita menyadari bahwa segala puji, hormat, dan kemuliaan hanyalah milik Yahwe.


3. Masuk Ruang Maha Kudus
Tabut Perjanjian
(1) Mengenakan kekudusan dan dengan Darah Anak Domba
Kalau dalam Perjanjian Lama, ada tabir yang memisahkan ruang kudus dengan Ruang Maha Kudus, dan hanya imam yang kudus yang berhak masuk ke dalamnya, dalam Perjanjian Baru, tabir itu sudah dikoyakkan saat Yashua atau Yesus menyerahkan nyawa-Nya dan menumpahkan darah-Nya di kayu salib (Matius 27:51). Terkoyaknya tabir itu telah membuka sekat yang memisahkan kita dari Ruang Maha Kudus. Darah Anak Domba telah melayakkan kita untuk masuk ke Ruang Maha Kudus. Jadi untuk masuk ke Ruang Maha Kudus, kita harus menjaga kekudusan kita: perkataan, pikiran dan perbuatan; dan kita berani memasuki hadirat-Nya yang kudus hanya dengan Darah Anak Domba. 
(2) Menyembah Yahwe dalam Roh dan Kebenaran
Untuk masuk ke Ruang Maha Kudus, kita juga harus menyembah Yahwe dalam Roh dan Kebenaran.  



Yohanes 4:23-24 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Yahwe itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." 


Baca juga:




Senin, 11 April 2011

Nikmatilah Hidup Anda (3): Nikmatilah Keadaan Hidup Kita Sekarang

Nikmatilah Keadaan Hidup Kita Sekarang
Baca postingan sebelumnya:
Nikmatilah Hidup Anda (1): Bersyukur atas apa yang sudah kita capai
Nikmatilah Hidup Anda (2): Hargai momen berkualias dalam hidup Anda 

Bersukacita karena Tuhan
Daud menari bersukacita
Mazmur 37:1. Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; 2 sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. 3 Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, 4 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. 5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; 6 Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. 


Banyak orang terlalu fokus pada nanti, bukan pada apa yang ada sekarang. Banyak orang berpikir bahwa ia baru bisa bahagia kalau sudah kaya; hubungan suami istri bisa pulih kalau sudah bulan madu ke luar negeri; orang tua bisa tenang kalau anak-anak sudah dewasa; bisa melayani kalau sudah sehat, dsb. Ini adalah pola pikir yang salah.


Kita tidak perlu menunggu nanti untuk bisa bahagia, tapi sekarang ini kita bisa bahagia. Tidak memerlukan banyak uang untuk kita bisa menikmati kebahagiaan kita sekarang. Kita harus mulai belajar menghargai hal-hal sederhana dalam hidup kita. Kita tidak perlu menunggu kaya untuk bisa bahagia. Kita hanya perlu belajar menikmatinya sekarang dengan apa yang ada dalam hidup  kita. Hidup kita terlalu singkat untuk menunggu terlalu lama untuk memulai sesuatu. Mulailah menikmati hidup kita hari ini, detik ini, SEKARANG!



Baca postingan sebelumnya:



Minggu, 10 April 2011

Nikmatilah Hidup Anda (2): Hargai momen berkualias dalam hidup Anda

Hargai momen berkualias dalam hidup Anda


Pada bagian sebelumnya kita telah belajar bersyukur atas apa yang sudah kita capai agar kita bisa menikmati hidup kita. Setelah kita bisa bersyukur atas apa yang sudah kita capai, kita akan lebih bisa  menghargai momen berkualitas, sebagai bagian kedua agar kita bisa menikmati hidup kita yang sementara ini. 


Untuk bisa menghargai momen berkualitas ini, ada tiga hal yang patut kita ingat:


Hidup itu sementara
a. Hidup manusia itu sementara, seperti uap yang sebentar ada, tapi begitu cepat lenyap tidak berbekas. 
Yakobus 4:13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", 4 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. 15 Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." 
Kutipan dari Yakobus ini berbicara tentang waktu. Agar kita bisa menikmati perjalanan hidup kita, kita perlu menghargai waktu yang berkualitas bersama dengan Tuhan dan orang-orang yang kita kasihi. Hal ini penting karena kesempatan itu tidak selalu ada selamanya. Masa kanak-kanak hanya berlangsung sekali dalam hidup. Masa remaja juga hanya sekali. Hargai setiap momen hidup Anda: masa muda, masa awal pernikahan, masa merawat bayi, masa anak-anak kita membutuhkan pendampingan belajar.


Waktu Berkualitas
b. Prioritaskan waktu bagi keluarga dan orang-orang yang Anda kasihi.
Sadarilah bahwa ada hal-hal tertentu dalam hidup ini yang tidak dapat kita ulang lagi. Anak-anak kita hanya akan ada di usia mereka sekarang ini sekali saja seumur hidup Anda. Mungkin sekarang kita sangat direpotkan oleh anak-anak kita, namun ingatlah bahwa sebentar lagi mereka sudah tidak akan mau merepotkan Anda. Jadi nikmatilah momen penting dalam hidup Anda. Jangan sia-siakan waktu berharga bersama dengan orang-orang yang kita kasihi. 


c. Kita harus menghargai momen berkualitas kita bersama dengan Tuhan.
Ingat bahwa hidup kita tidak hanya di dunia ini saja, namun juga di dunia yang akan datang. Oleh sebab itu kita perlu menginvestasikan waktu, tenaga, pikiran, keuangan kita bukan hanya di dunia ini saja, tapi juga kumpulkanlah harta kita yang di surga. 
Waktu berkualitas bersama Tuhan
Matius 6:19. "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. 20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. 21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. 24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Yahwe dan kepada Mamon." 


Kalau kita hanya mengumpulkan harta di dunia ini saja, suatu saat kita akan kehilangan semuanya. Tapi kalau kita mengumpulkan harta kita di sorga, maka apa yang kita kumpulkan di sorga bersifat kekal dan tidak akan hilang. Mari kita berinvestasi untuk harta di sorga. Bagaimana kita menginvestasikan harta surgawi? Dengan menginvestasikan waktu, tenaga, hati, pikiran, keuangan kita pada hal-hal yang bersifat kekal. Doakan orang-orang yang Anda kasihi yang belum mengenal kebenaran dan ajak mereka mengenal Tuhan.


Kita bisa menikmati perjalanan hidup kita ketika kita memastikan bahwa hidup kita berguna bagi orang-orang yang kita kasihi maupun bagi Tuhan.  


Bersukacita karena Tuhan


Daud menari bersukacita
Mazmur 37:1. Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; 2 sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. 3 Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, 4 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. 5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; 6 Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. 

Baca juga: 

Nikmatilah Hidup Anda (1): Bersyukur atas apa yang sudah kita capai

Bersyukur atas apa yang sudah kita capai


Yesus mengucap syukur atas makanan yang ada
Yesus mengucap syukur
Markus 8:5 Yesus bertanya kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" Jawab mereka: "Tujuh." 6 Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak. 7 Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan. 8 Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul. 


Waktu hidup manusia sangat singkat
Hidup itu sementara
Yakobus 4:13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", 4 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. 15 Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." 

Di mana hartamu berada di situ hatimu berada
Matius 6:19. "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. 20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. 21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. 24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Yahwe dan kepada Mamon." 

Lakukan segala sesuatu dengan bersyukur
Bersyukur
Kolose 3:15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. 16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Yahwe di dalam hatimu. 17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Yahwe, Bapa kita. 

Mengucap syukur senantiasa
1 Tesalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Yahwe di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Bersukacita karena Tuhan

Daud menari bersukacita

Mazmur 37:1. Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; 2 sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. 3 Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, 4 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. 5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; 6 Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. 

Dari semua kutipan Kitab Suci di atas kita belajar bahwa kita harus menikmati hidup ini. Hidup kita itu singkat dan kita harus menikmati hidup yang telah dikaruniakan Tuhan bagi kita. Dan dari semua kutipan tersebut, ada 2 kata kunci: syukur dan sukacita atau bergembira.

Dari semua kutipan di atas, kita belajar 3 hal agar bisa menikmati hidup kita. Untuk postingan kali ini, kita akan belajar poin pertama: Bersyukur atas apa yang sudah kita capai.


a. Dalam mencapai visi hidup kita, kita harus bersyukur atas apa yang sudah kita capai. 
Kita seringkali terlalu fokus mengejar visi dan impian dalam hidup kita, sehingga kita lupa bersyukur kepada Tuhan atas apa yang sudah kita capai. Akibatnya, mungkin kita bisa mencapai visi dan impian kita, tetapi kita tidak bisa menikmati kehidupan yang bahagia (Pengkhotbah 6:2 orang yang dikaruniai Yahwe kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatupun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Yahwe untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit.)

b. Oleh karena itu, kita perlu belajar bersyukur atas apa yang sudah kita capai/dapatkan
Dalam Perjanjian Lama, setiap kali panen, umat Yahwe harus merayakan di hadapan Tuhan dengan sukacita sebagai tanda ucapan syukur. Tuhan Yesus juga bersyukur atas roti yang Ia dapatkan (Markus 8:6)

c. Bersyukur atas apa yang sudah kita capai adalah kunci kebahagiaan
Terima kasih Tuhan
Kunci kebahagiaan dalam hidup ini sebenarnya sederhana saja: yaitu: bisa bersyukur atas apa yang sudah kita capai. Kalau kita bisa bersyukur, maka kita bisa menikmati apa yang sudah Tuhan berikan. Jangan terlalu fokus mengejar apa yang belum ada tetapi belajarlah mensyukuri apa yang sudah kita capai. Betul, kita harus berjuang keras untuk mencapai impian kita, namun kemudian kita harus mulai belajar untuk menikmati perjalanan hidup yang sudah kita lalui, kemenangan-kemenangan yang sudah Tuhan berikan, berkat-berkat yang sudah kita terima. Ketika kita bisa mengucap syukur atas apa yang sudah kita capai, kita akan menemukan bahwa hidup kita indah dan menyenangkan.



Baca juga:
Syukur kepada-Mu Tuhan
Muliakanlah Tuhan dengan hartamu

Jumat, 25 Februari 2011

Syukur kepadaMu Tuhan

Matius 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

Aku bersyukur kepada-Mu Yahwe atas keagunganMu, atas segala perintah-perintahMu, segala tuntunan-tuntunanMu. Hari ini aku merasakan dan belajar bagaimana Engkau memberikan kelegaan kepadaku. Ketika kami pasrah dan datang kepadaMu, hari ini benar-benar aku menikmati kelegaan yang berasal dariMu.

Memang Engkau telah memasang kuk pada pundakku, tetapi aku telah belajar dariMu, dari kelembutan dan kerendah-hatianMu, dan kuk itu pun terasa ringan. Hari ini aku menikmati ketenangan dariMu. Di tengah-tengah semua pergumulan hidupku. Di tengah-tengah beban dan persoalan hidupku.

Terimakasih Yahwe, atas semua anugerahMu. Hari ini aku bangun dengan kekuatan baru. Aku tahu berkat baru Kau limpahkan pada kami. Aku tahu rancangan yang indah sedang Engkau kerjakan bagi kehidupan kami. Aku tahu kemenangan sudah Engkau siapkan bagi kami. Aku tahu, Engkau tidak akan pernah membiarkan kami berjalan sendirian.

Yahwe hari ini aku bersandar kepadaMu. Hari ini aku serahkan hidup, jiwa, roh, dan seluruh pergumulan hidup keluarga kami kepadaMu. Aku tahu berkat-berkat dan kemenangan sedang menanti kami.

Terima kasih Yahwe. Karena hanya Engkaulah Tuhan. Segala hormat dan kemuliaan hanyalah untukMu.

Amin

Baca juga:
Pentingnya merenungkan Firman Tuhan siang dan malam.
Rancangan Tuhan rancangan damai sejahtera.
Kadang apa yang baik ternyata tidak dikehendaki Tuhan.

Senin, 07 Februari 2011

Mencapai Kebebasan Finansial (2)

Sebelumnya kita telah belajar point pertama untuk mencapai kebebasan keuangan, yakni memiliki pola pikir yang benar, bahwa segala sesuatu di dalam hidup kita ini adalah milik Tuhan. Tuhanlah pemilik hidup kita dan segala sesuatu di dalam hidup kita.

Sekarang kita akan belajar point kedua: "Miliki hati yang bijaksama!"


Mazmur 90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. 


Hati menentukan banyak hal di dalam hidup kita: kesuksesan hidup kita, kebahagiaan, dan keberhasilan keuangan kita. Hati yang bijaksana akan membuahkan keputusan yang bijaksana. Keputusan yang bijak akan membawa kepada tindakan yang bijak. Sebab itu kita harus menjaga hati kita, sebagaimana kata Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.


Kalau hati kita tidak dijaga, kita akan mudah tergoda oleh keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup.

Menurut penelitian pra profesor di California tahun 1993, hati manusia memiliki kemampuan berpikir sendiri. Bedanya dengan otak, hati manusia berpikir melalui emosi atau perasaan. Perusahaan-perusahaan yang sukses memanfaatkan kemampuan berpikir hati ini karena kebanyakan orang membuat keputusan bukan berdasarkan logika otaknya tetapi perasaan hatinya. Mereka membuat iklan-iklan yang menyentuh hati: menawarkan pola hidup yang lebih bergaya, lebih hebat, dsb.

Hati juga punya memori dengan mengingat kejadian dan menyertainya dengan jenis-jenis emosi tertentu. Dunia selalu berusaha untuk menanamkan memori-memori hati yang salah. Dan hati manusia cenderung menerima tawaran ini sementara sebenarnya otaknya tahu persis bahwa tawaran tersebut tidaklah baik bagi kehidupannya. Semua tahu bahwa merokok tidak baik bagi kesehatan tetapi manusia lebih mengikuti keinginan hati untuk menikmati gaya dan selera.

Dalam hal ini, banyak kehancuran keuangan dimulai dari tindakan yang tidak bijaksana, dari memori hati yang salah, dari kondisi hati yang tidak dijaga agar tetap bijaksana. Keinginan hati tidak akan pernah bisa dipuaskan: dari motor sederhana, ke motor baru, kemudian mobil sederhana, mobil yang lebih baik, dst.

Miliki hati yang bijaksana, syukuri apa yang sudah ada.

Jika kita berdoa dengan sungguh-sungguh, bekerja dengan sungguh-sungguh, berpikir dengan sungguh-sungguh, kita akan menjadi lebih peka dengan sinyal berkat Tuhan. Kita akan dituntun kepada keputusan-keputusan yang tepat, tindakan yang tepat, dan berkat yang tepat. Dilandasi oleh syukur, menyadari bahwa semuanya milik Tuhan, berkat yang datangnya dari Tuhan akan membuat manusia semakin bersyukur.

Baca pembahasan sebelumnya: Mencapai Kebebasan Finansial (1)!
Baca juga:
Jika Dunia Ini Tidak Bisa Memberikan Ketenangan Hati 
Hati yang beracun

Kamis, 13 Januari 2011

Syukur atas Karunia Keselamatan

Kisah 13:48 Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Yahwe untuk hidup yang kekal, menjadi percaya. 

"Semua yang ditentukan Yahwe untuk hidup kekal" frase ini menyatakan bahwa apa yang telah kita terima sampai sekarang ini, terutama karunia keselamatan dan iman kepada Yesus Kristus, adalah sesuatu yang benar-benar harus kita syukuri. Hanya atas kemurahan Tuhan sajalah kalau sekarang ini kita menjadi orang yang beriman dan beroleh karunia keselamatan.

Di sini juga menjadi jelas bahwa usaha manusia adalah nomor dua, atau bahkan mungkin tidak perlu, untuk menjadi orang percaya. Semua adalah karena penentuan Tuhan.

Dalam kisah ini rasul Paulus memberitakann keselamatan, pertama-tama kepada orang-orang Yahudi, tetapi mereka menolak. Kemudian kepada orang-orang non-Yahudi, dan mereka menjadi percaya. 2 ayat sebelumnya (46-47):


Kisah 13:46 Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain. 47 Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi."


Maka patutlah kita bersyukur bahwa Tuhan telah mengutus hambanya yang setia kepada kita untuk mewartakan keselamatan yang sekarang sudah kita terima. Dan sudah semestinya kalau kita juga meneruskan pewartaan janji keselamatan itu kepada orang-orang di sekitar kita dan berdoa agar Tuhan juga memilih mereka untuk diselamatkan.

Lihat juga Kepastian keselamatan dan keberanian bersaksi!

Selasa, 21 Desember 2010

Tuhanlah Perisaiku

Mazmur 33:
1 Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam Yahwe! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur. 
4. Sebab firman Yahwe itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.
12 Berbahagialah bangsa, yang Tuhannya ialah Yahwe, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!
20 Jiwa kita menanti-nantikan Yahwe. Dialah penolong kita dan perisai kita!

Syukur kepada-Mu Yahwe, karena Engkau menganggap aku layak untuk memuji-muji Engkau, karena Engkau menganggap aku orang benar. Aku akan bersorak-sorak memuji-Mu. Betapa bahagianya aku ya Yahwe.

Dan aku tahu, firman-Mu itu benar. Firman-Mu itu ya dan amin. Dan karena firman-Mu itu benar, aku juga percaya bahwa  Engkau telah mengangkat aku menjadi milik-Mu. Aku berbahagia karena Tuhanku ialah YAHWE. Aku bersyukur karena Engkau memilih aku menjadi milik-Mu sendiri.

Dan aku menanti-nantikan Engkau ya YAHWE, karena Engkau adalah penolongku dan perisaiku. Oh, betapa beruntungnya aku, karena aku memiliki Engkau sebagai penolong dan perisaiku. Engkau yang telah membenarkan aku. Engkau yang telah mengangkat aku menjadi milik-Mu.

Amin. Amin.