Diterjemahkan dari blog Victoria Osteen Lift Up Your Eyes
Abraham memulai perjalanan bersama YAHWEH. Ia dan keponakannya, Lot, dan keduamya bersama keluarga mereka. Mereka tiba di suatu tempat ketika mereka harus berpisah. Abraham berkata kepada Lot untuk memilih tanah sebelah mana yang ia ingini. Maka Lot melihat dan memilih bagian terbaik dari negeri itu.
Saya yakin Abraham kecewa. Saya yakin ia bertanya-tanya apa yang masih tersisa baginya.
Sesudah Lot pergi, YAHWEH berbicara kepada Abraham, kata-Nya, "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu."
Saat itu Abraham memiliki pilihan. Ia bisa melihat ke bawah, kepada debu yang tersisa di kakinya, kepada kekecewaannya sebelumnya, atau ia bisa memandang ke sekeliling untuk melihat apa yang disediakan YAHWEH bagi masa depannya.
Beberapa kali dalam Kitab Suci Abraham harus memandang ke sekeliling. Itu semacam tema dan warna dari hidupnya. Ia memilih untuk memandang ke sekeliling dan melihat janji YAHWEH; dan ketika ia mengubah apa yang dilihatnya, ia mengubah keadaan hidupnya.
Setiap hari kita juga memiliki pilihan yang sama. Kita bisa melihat keadaan kita, kita bisa fokus pada kekecewaan dan debu di kaki kita, atau kita bisa memandang ke sekeliling dan melihat jauh ke depan kepada kebesaran yang disediakan YAHWEH bagi kita.
Mudah untuk merasa nyaman berada di tempat kita sekarang berada, namun YAHWEH ingin kita merentangkan hidup, bertumbuh berkembang dan mengalami hal-hal baru. Jika saudara tidak menyukai keadaan saudara saat ini, ambillah langkah iman! Pandanglah ke sekeliling, lihatlah, dan pegang janji YAHWEH bagi masa depan saudara!
"Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu…" (Kejadian13:14)
Baca juga:
Kuasa untuk Memperoleh Kekayaan
Tuhan Menghendaki Kita Memberi di dalam Kekurangan Kita
Mazmur 23: YAHWE Adalah Gembalaku
Kisah Berkat Global 1: Toru Kumon
Berdoa dengan Segenap Kekuatan
Mengawali dengan Satu Talenta
Saatnya kudatang kepada-MU ya YAHWE, Tuhan Penyelamatku, Pelindung dan Penebusku. Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain.
Tampilkan postingan dengan label janji Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label janji Tuhan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 09 Februari 2016
Pandanglah Ke Sekelilingmu
Label:
iman,
janji Bapa,
janji Tuhan,
keadaan,
masa depan,
percaya,
pilihan
Selasa, 02 Desember 2014
Bapa YAHWEH Sanggup Mengubah Setiap Mara Menjadi Elim dalam Hidupmu
Keluaran 15: 22-27
22 Musa menyuruh orang Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur; tiga hari lamanya mereka berjalan di padang gurun itu dengan tidak mendapat air.
23 Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.
24 Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?"
25 Musa berseru-seru kepada YAHWEH, dan YAHWEH menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan YAHWEH ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah YAHWEH mencoba mereka,
26 firman-Nya: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara YAHWEH, Elohimmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau."
27 Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.
Setelah tiga hari tidak menemukan air, akhirnya bangsa Israel menemukan air, tetapi air itu pahit dan tidak bisa diminum. Terhadap kenyataan itu ada 2 (dua) macam reaksi yang tercatat di sini. Pertama, bangsa Israel bersungut-sungut. Kedua, reaksi Musa yang berseru kepada Bapa YAHWEH.
Dalam kehidupan ini, kita juga sering menemukan air pahit. Reaksi kita terhadap air pahit ternyata sangat menentukan kelanjutan kisahnya. Seruan Musa kepada Bapak YAHWEH akhirnya mengantar bangsa itu ke Elim, di mana terdapat dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma.
Dari sini kita belajar bahwa ketika berhadapan dengan air yang pahit, hendaknya kita melihat hal itu sebagai peluang bagi Bapa YAHWEH untuk mengubah kepahitan itu menjadi manis. Ketika bertemu dengan air pahit, atau Mara, sebenarnya YAHWEH sudah menyediakan air manis, atau Elim untuk kita.
Ketika menemukan air pahit, jangan sampai hati kita juga ikut menjadi pahit, seperti yang dilakukan bangsa Israel dengan bersungut-sungut. Sebagaimana ditegaskan dalam Amsal 4:23: Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Sekalipun menghadapi kepahitan, hendaknya kita tetap menjaga hati. Seperti juga ditegaskan dalam Habakuk 3:17-18:
Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Elohimku yang menyelamatkan aku.
Bapa YAHWEH tidak menghendaki anak-anak-Nya bersungut-sungut. Efesus 4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
Ketika menemukan sebuah situasi hidup yang pahit, seperti Musa, hendaknya kita berseru kepada Bapa. Tetap percaya bahwa Bapa selalu memberi yang terbaik. Lihat situasi itu sebagai kesempatan di mana Bapa akan mengubah kepahitan itu menjadi sesuatu yang manis.
Jangan biarkan kepahitan itu juga memahitkan hati, dan tetap bersyukur kepada Bapa, sebagaimana diserukan dalam Habakuk 3:17-18. Tetap pegang teguh janji Bapa karena Dia akan mengirimkan "sepotong kayu" untuk mengubah yang pahit menjadi manis.
Ketika menghadapi yang pahit, kita hanya perlu berseru kepada Bapa dan meminta Dia untuk mengirimkan "sepotong kayu" yang akan mengubah segalanya menjadi baik. Bahkan tidak hanya itu, Bapa sanggup tidak hanya mengubah yang pahit menjadi manis namun juga membawa kita dari Mara menuju Elim, dari kepahitan hidup kepada kelimpahan berkah 12 mata air yang melimpah.
Baca juga:
Mazmur 3: YAHWE Pasti Memberi Pertolongan
Tuhan Tergerakkan Ketika Kita Menyentuh Hati-Nya
Yeshua Gembala yang Baik
Menjadi Domba yang Baik
23 Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.
24 Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?"
25 Musa berseru-seru kepada YAHWEH, dan YAHWEH menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan YAHWEH ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah YAHWEH mencoba mereka,
26 firman-Nya: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara YAHWEH, Elohimmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau."
27 Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.
Setelah tiga hari tidak menemukan air, akhirnya bangsa Israel menemukan air, tetapi air itu pahit dan tidak bisa diminum. Terhadap kenyataan itu ada 2 (dua) macam reaksi yang tercatat di sini. Pertama, bangsa Israel bersungut-sungut. Kedua, reaksi Musa yang berseru kepada Bapa YAHWEH.
Dalam kehidupan ini, kita juga sering menemukan air pahit. Reaksi kita terhadap air pahit ternyata sangat menentukan kelanjutan kisahnya. Seruan Musa kepada Bapak YAHWEH akhirnya mengantar bangsa itu ke Elim, di mana terdapat dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma.
Dari sini kita belajar bahwa ketika berhadapan dengan air yang pahit, hendaknya kita melihat hal itu sebagai peluang bagi Bapa YAHWEH untuk mengubah kepahitan itu menjadi manis. Ketika bertemu dengan air pahit, atau Mara, sebenarnya YAHWEH sudah menyediakan air manis, atau Elim untuk kita.
Ketika menemukan air pahit, jangan sampai hati kita juga ikut menjadi pahit, seperti yang dilakukan bangsa Israel dengan bersungut-sungut. Sebagaimana ditegaskan dalam Amsal 4:23: Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Sekalipun menghadapi kepahitan, hendaknya kita tetap menjaga hati. Seperti juga ditegaskan dalam Habakuk 3:17-18:
Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Elohimku yang menyelamatkan aku.
Bapa YAHWEH tidak menghendaki anak-anak-Nya bersungut-sungut. Efesus 4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
Ketika menemukan sebuah situasi hidup yang pahit, seperti Musa, hendaknya kita berseru kepada Bapa. Tetap percaya bahwa Bapa selalu memberi yang terbaik. Lihat situasi itu sebagai kesempatan di mana Bapa akan mengubah kepahitan itu menjadi sesuatu yang manis.
Jangan biarkan kepahitan itu juga memahitkan hati, dan tetap bersyukur kepada Bapa, sebagaimana diserukan dalam Habakuk 3:17-18. Tetap pegang teguh janji Bapa karena Dia akan mengirimkan "sepotong kayu" untuk mengubah yang pahit menjadi manis.
Ketika menghadapi yang pahit, kita hanya perlu berseru kepada Bapa dan meminta Dia untuk mengirimkan "sepotong kayu" yang akan mengubah segalanya menjadi baik. Bahkan tidak hanya itu, Bapa sanggup tidak hanya mengubah yang pahit menjadi manis namun juga membawa kita dari Mara menuju Elim, dari kepahitan hidup kepada kelimpahan berkah 12 mata air yang melimpah.
Baca juga:
Mazmur 3: YAHWE Pasti Memberi Pertolongan
Tuhan Tergerakkan Ketika Kita Menyentuh Hati-Nya
Yeshua Gembala yang Baik
Menjadi Domba yang Baik
Senin, 28 Juli 2014
Perspektif Anda Menentukan Kemenangan Anda
Ketika Musa tiba di Tanah Perjanjian bersama bangsa Israel, ia mengirim beberapa mata-mata untuk pergi memeriksa negeri tersebut. Dia ingin mengetahui tentang apa yang sedang mereka hadapi. Pengetahuan adalah kekuatan! Dia perlu tahu tentang penduduk seperti apa yang mereka hadapi. Mereka datang kembali dengan laporan lengkap tentang betapa subur tanah itu. Tapi, mereka juga mengatakan bahwa penduduk di sana adalah raksasa-raksasa. Mereka mengatakan, "... dan kami lihat diri kami seperti belalang ..."(Bilangan 13:33).
Tapi dua orang, Yosua dan Kaleb, melihat sesuatu yang berbeda. Mereka berkata, "Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika YAHWEH berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah memberontak kepada YAHWEH, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang YAHWEH menyertai kita; janganlah takut kepada mereka." (Bilangan 14:7-9) Mereka tidak tergerak oleh apa yang mereka lihat; mereka digerakkan oleh apa yang telah dijanjikan YAHWEH. Ada perbedaan. Mereka semua melihat hal yang sama, tapi perspektif mereka yang berbeda yang membuat perbedaan.
Perhatikan bahwa kelompok pertama melihat diri mereka sebagai belalang, dan Yosua dan Kaleb melihat diri mereka sebagai pemenang. Tebak siapa yang memasuki Tanah Perjanjian? Bukan belalang, Yosua dan Kaleb lah yang berhasil masuk Tanah Perjanjian.
Hari ini, bagaimana Anda melihat diri Anda? Ketika Anda melihat masalah Anda, Anda melihat diri Anda sebagai belalang kecil? Atau, apakah Anda melihat diri Anda seberapa besar TUHAN-mu? Apakah Anda berfokus pada kekuatan dan kemampuan Anda sendiri? Atau, apakah Anda berfokus pada kekuatan dan kemampuan TUHAN?
Kita bisa memaklumi sikap orang-orang yang pertama: mengapa mereka takut? Mereka baru saja menghabiskan ratusan tahun di tempat penangkaran budak. Mereka tidak ingin ditangkap dan diperbudak lagi. Terlalu sering, apa yang kita membiarkan keadaan kita menentukan masa depan diri kita kita, bukannya membiarkan janji-janji TUHAN menentukan masa depan kita.
Hari ini pastikan bahwa masa kecil Anda yang buruk tidak menentukan masa depan Anda. Perceraian yang Anda alami tidak berarti Anda tidak akan pernah dicintai lagi. Kehilangan pekerjaan tidak membuat Anda pecundang.
Tapi dua orang, Yosua dan Kaleb, melihat sesuatu yang berbeda. Mereka berkata, "Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika YAHWEH berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah memberontak kepada YAHWEH, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang YAHWEH menyertai kita; janganlah takut kepada mereka." (Bilangan 14:7-9) Mereka tidak tergerak oleh apa yang mereka lihat; mereka digerakkan oleh apa yang telah dijanjikan YAHWEH. Ada perbedaan. Mereka semua melihat hal yang sama, tapi perspektif mereka yang berbeda yang membuat perbedaan.
Perhatikan bahwa kelompok pertama melihat diri mereka sebagai belalang, dan Yosua dan Kaleb melihat diri mereka sebagai pemenang. Tebak siapa yang memasuki Tanah Perjanjian? Bukan belalang, Yosua dan Kaleb lah yang berhasil masuk Tanah Perjanjian.
Hari ini, bagaimana Anda melihat diri Anda? Ketika Anda melihat masalah Anda, Anda melihat diri Anda sebagai belalang kecil? Atau, apakah Anda melihat diri Anda seberapa besar TUHAN-mu? Apakah Anda berfokus pada kekuatan dan kemampuan Anda sendiri? Atau, apakah Anda berfokus pada kekuatan dan kemampuan TUHAN?
Kita bisa memaklumi sikap orang-orang yang pertama: mengapa mereka takut? Mereka baru saja menghabiskan ratusan tahun di tempat penangkaran budak. Mereka tidak ingin ditangkap dan diperbudak lagi. Terlalu sering, apa yang kita membiarkan keadaan kita menentukan masa depan diri kita kita, bukannya membiarkan janji-janji TUHAN menentukan masa depan kita.
Hari ini pastikan bahwa masa kecil Anda yang buruk tidak menentukan masa depan Anda. Perceraian yang Anda alami tidak berarti Anda tidak akan pernah dicintai lagi. Kehilangan pekerjaan tidak membuat Anda pecundang.
Label:
hidup berkemenangan,
janji Tuhan,
kemenangan
Minggu, 22 Juni 2014
Kualifikasi untuk Menerima Hikmat Tuhan
Diterjemahkan dari Qualifications to Receive God’s Wisdom
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan." (Matius 7:7-8)
Janji-janji dalam ayat ini terbatas hanya untuk orang-orang percaya yang memenuhi kualifikasi tertentu. Pertama, "setiap orang" adalah mereka yang berasal dari Bapa. Mereka yang bukan anak-anak Tuhan tidak bisa datang kepada-Nya sebagai Bapa mereka.
Kedua, orang yang mengklaim janji ini harus hidup dalam ketaatan kepada Bapa-Nya. "Dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya." (1 Yohanes 3:22).
Ketiga, motivasi kita dalam meminta pasti benar. "Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa," kata Yakobus, "karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu." (Yakobus 4:3). Tuhan tidak mewajibkan diri-Nya untuk menjawab permintaan daging yang egois dari anak-anak-Nya.
Akhirnya, kita harus tunduk pada kehendak-Nya. Jika kita berusaha untuk melayani Tuhan dan mamon (Matius 6:24), kita tidak bisa mengklaim janji ini. "Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya." (Yakobus 1:7-8).
Kualifikasi lain yang mungkin adalah ketekunan, seperti yang ditunjukkan oleh perintah untuk meminta, mencari, dan mengetuk. Maksudnya adalah ketekunan dan keteguhan: "Terus meminta; teruslah mencari; dan terus mengetuk."
Jika Saudara memenuhi kualifikasi-kualifikasi tersebut, pastikan Saudara mengambil keuntungan dari akses Saudara kepada Tuhan.
Tanyakan pada Diri Saudara Sendiri
Tak satu pun dari kita bisa memenuhi seluruh kualifikasi luhur itu, tapi Tuhan tahu jika hati kita lembut dan tulus di hadapan-Nya, benar-benar mencari kemuliaan-Nya di atas keuntungan pribadi kita. Dalam situasi apa pun di mana saudara paling membutuhkan bimbingan dan penyediaan-Nya hari ini, mintalah dalam iman sambil berserah diri.
Baca juga:
Bapa YAHWE Berkenan kepada Orang yang Tidak Tahu Malu
Mazmur 3: YAHWE Pasti Memberi Pertolongan
Meminta Percaya Menerima
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan." (Matius 7:7-8)
Janji-janji dalam ayat ini terbatas hanya untuk orang-orang percaya yang memenuhi kualifikasi tertentu. Pertama, "setiap orang" adalah mereka yang berasal dari Bapa. Mereka yang bukan anak-anak Tuhan tidak bisa datang kepada-Nya sebagai Bapa mereka.
Kedua, orang yang mengklaim janji ini harus hidup dalam ketaatan kepada Bapa-Nya. "Dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya." (1 Yohanes 3:22).
Ketiga, motivasi kita dalam meminta pasti benar. "Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa," kata Yakobus, "karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu." (Yakobus 4:3). Tuhan tidak mewajibkan diri-Nya untuk menjawab permintaan daging yang egois dari anak-anak-Nya.
Akhirnya, kita harus tunduk pada kehendak-Nya. Jika kita berusaha untuk melayani Tuhan dan mamon (Matius 6:24), kita tidak bisa mengklaim janji ini. "Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya." (Yakobus 1:7-8).
Kualifikasi lain yang mungkin adalah ketekunan, seperti yang ditunjukkan oleh perintah untuk meminta, mencari, dan mengetuk. Maksudnya adalah ketekunan dan keteguhan: "Terus meminta; teruslah mencari; dan terus mengetuk."
Jika Saudara memenuhi kualifikasi-kualifikasi tersebut, pastikan Saudara mengambil keuntungan dari akses Saudara kepada Tuhan.
Tanyakan pada Diri Saudara Sendiri
Tak satu pun dari kita bisa memenuhi seluruh kualifikasi luhur itu, tapi Tuhan tahu jika hati kita lembut dan tulus di hadapan-Nya, benar-benar mencari kemuliaan-Nya di atas keuntungan pribadi kita. Dalam situasi apa pun di mana saudara paling membutuhkan bimbingan dan penyediaan-Nya hari ini, mintalah dalam iman sambil berserah diri.
Baca juga:
Bapa YAHWE Berkenan kepada Orang yang Tidak Tahu Malu
Mazmur 3: YAHWE Pasti Memberi Pertolongan
Meminta Percaya Menerima
Label:
berdoa,
bertekun dalam doa,
janji Bapa,
janji Tuhan,
meminta,
mencari,
menerima,
percaya
Minggu, 08 Juni 2014
8 Cara Untuk Berjalan Dengan Iman
diterjemahkan dari 8 Ways to Walk by Faith oleh Farrah Gray
Memang benar bahwa tidak ada yang berharga dalam hidup ini yang datang dengan mudah. Dan kadang perjalanan menuju tujuan kita dapat sedemikian penuh tantangan dan membuat kita merasa seperti kita tidak akan pernah mencapai puncak. Dan saat itulah iman saudara harus bekerja dan mendorong Anda ke tingkat berikutnya.
Memang itu tidak mudah, dan mungkin menjadi ujian terbesar yang saudara temui sejauh ini. Jadi ambil napas dalam-dalam dan ikuti langah-langkah berikut untuk memperkuat diri saudara melalui iman.
Jangan panik
Jangan membiarkan diri terlalu khawatir. Bukan itu yang dimaksudkan Tuhan ketika Dia memberi saudara karunia/talenta untuk dibawa ke tingkat yang lebih tinggi. Tuhan tidak akan meninggalkan saudara di tengah perjalanan, tidak akan pernah. Serahkan semua kepada-Nya. Yang harus saudara lakukan adalah meminta kelegaan, dan kemudian melanjutkan, karena hal itu sudah selesai.
Bergantung kepada-Nya untuk itu semua masalah itu.
Meminta pertolongan kepada Tuhan atau bersyukur kepada-Nya harus menjadi prioritas sepanjang waktu, bukan hanya ketika saudara sedang ada dalam masalah
Mendengarkan
DIA akan bicara kepada saudara. DIA akan membimbing saudara ke arah yang benar untuk mengerti pelajaran yang harus saudara mengerti. Mazmur 46:10 mengatakan: "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah YAHWE!"
Layani DIA dengan melayani orang lain
Ini cara terbaik bagi saudara untuk menemukan apa yang telah disiapkan YAHWE bagi saudara. DIA akan membimbing saudara ke jalan terbaik dan menyatakan kehendak-NYA untuk hidup saudara. Ini semua tentang iman, iman yang sejati.
Sabar
Saudara harus bersabar kalau saudara benar-benar beriman.Semuanya akan dilakukan menurut waktu-NYA, bukan waktu saudara, dan itu karena alasan-alasan yang akan dinyatakan kepada saudara pada waktunya. Ingat DIA tidak akan memberikan saudara karunia atau talenta khusus tanpa maksud apa pun. Semuanya akan dinyatakan pada waktunya.
Bersyukurlah.
Itu penting. Dia ingin mengetahui bahwa kita menghargai apa yang Dia telah lakukan bagi kita. Dan bersyukur kepada-Nya tidak hanya untuk hal-hal yang baik. Kadang-kadang kita harus melalui sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain yang lebih baik. Bersyukurlah juga untuk hajaran atau pelajaran, karena bisa sama pentingnya dengan berkat
Dapatkan apa yang menjadi hak saudara
Tanyakan kepada pendeta atau bacalah Alkitab (atau keduanya) untuk memahami janji-janji Tuhan. Saudara harus mengklaim janji-janji tersebut. Bayangkan semua hal yang sudah Dia berikan kepada saudara, seperti tubuh saudara. Klaimlah janji kesehatan untuk tubuh saudara!
Bersiaplah untuk belajar.
Tuhan akan menyediakan pelajaran-pelajaran dalam perjalanan saudara. Namun, perlu diingat bahwa Dia memiliki tujuan akhir untuk saudara, dan untuk mencapai puncak itu, saudara harus belajar pelajaran yang berbeda sehingga saudara dapat menjadi yang terbaik yang saudara bisa. Ya, akan ada ujian di akhir pelajaran!
Musuh selalu akan berusaha untuk mengalahkan saudara, membawa saudara ke bawah dan menghentikan saudara agar tidak mencapai hadiah yang luar biasa yang sudah Tuhan sediakan untuk saudara. Tetap jaga iman saudara, perkuat iman saudara dan tetap berada di jalan yang telah Tuhan tetapkan untuk saudara.
Baca juga:
Harapan Adalah Bahan Bakar Iman yang Membawa kepada Kemenangan
Biarlah YAHWE yang Membangun Rumahmu
Mazmur 3: YAHWE Pasti Memberi Pertolongan
Melakukan Perkara Besar
Label:
bersyukur,
iman,
janji Tuhan,
melayani,
mendengarkan Firman,
sabar
Minggu, 23 Maret 2014
Biarlah YAHWE yang Membangun Rumahmu
Diterjemahkan dari Joel & Victoria's Blog, Let the Lord Build Your House!
Alkitab memberitahu kita bahwa jika bukan Tuhan yang membangun rumah, maka sia-sialah mereka membangunnya. Dengan kata lain, rencana kita sendiri, cara kita sendiri, terpisah dari YAHWE akan runtuh. Tetapi ketika saudara melakukan hal-hal sesuai dengan cara Tuhan menurut Firman-Nya, maka bangunan saudara akan aman.
Saya ingin Tuhan membangun rumah saya, bagaimana dengan saudara? Saya ingin Dia menjadi pusat keluarga saya. Hal itu dimulai dengan menggali janji-janji dalam Alkitab, berpegang padanya, dan percaya kepada janji-janji tersebut serta menerapkannya pada setiap bidang kehidupan saya. Alkitab mengatakan kepada kita bahwa janji-janji tersebut adalah untuk saudara dan keluarga saudara. Janji-Nya adalah untuk semua hubungan saudara. Tapi, saudara harus memegang teguh janji-janji tersebut dengan iman dan mempraktikkannya. Jika kita tidak tahu Firman-Nya, bagaimana kita bisa tahu rencana-Nya?
Saudara mungkin mengatakan, "Yah, aku pergi ke gereja tapi suami saya tidak." Atau, "Anak saya jauh dari Tuhan sekarang." Aku punya kabar baik untuk saudara. Dikatakan dalam Kisah Para Rasul 2:39 bahwa "bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh." Apakah beberapa orang dalam keluarga saudara "jauh?" Apakah ada beberapa impian untuk keluarga saudara yang "masih jauh?" Tuhan mengatakan tidak ada yang jauh yang tidak bisa dibawa mejadi dekat oleh janji firman-Nya. Di sinilah kita harus percaya bahwa Tuhan sedang bekerja bahkan ketika kita tidak bisa melihatnya. Tangan kita dapat diikat, tapi tangan-Nya tidak pernah terikat!
Aku memberitahu saudara - pernyataan iman saudara dapat membalikkan keadaan. Di mana ada kegelapan, akan ada cahaya. Di mana saudara tidak dapat melihat, saudara dapat mulai melihat. YAHWE mengatakan kepada orang Israel, "Aku akan membawa kamu keluar dari rumah perbudakan dan menuntunmu ke Tanah Perjanjian." Apakah saudara tahu apa yang harus mereka lakukan? Mereka harus memegang janji itu dengan iman. Ketika mereka menggerutu dan mengeluh dan membangun kuil mereka sendiri, semua itu sia-sia dan membuat mereka tidak pergi ke mana pun. Tapi ketika mereka menyatakan firman YAHWE, ketika mereka mengamini janji-janji-Nya, saat itulah Dia "membangun rumah mereka," dan mereka masuk ke Tanah Perjanjian.
Jika saudara telah membangun rumah saudara sendiri dengan menggerutu dan mengeluh atau mencoba melakukan hal-hal dalam kekuatan saudara sendiri, hari ini adalah hari untuk melepaskan semuanya itu. Ambil keputusan untuk mengucapkan kata-kata iman atas rumah saudara dan hubungan saudara. Berdoalah bagi keluarga saudara. Percayalah bahwa Dia bekerja di belakang layar. Biarkan YAHWE membangun rumah saudara karena ketika Dia membangunnya, tidak akan ada yang mampu meruntuhkannya!
"Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya." (Mazmur 127:1)
Baca juga:
Apakah Kita Sudah Mengikhlaskan Tuhan untuk Memberkati Kita?
Janji YAHWE Bernilai Kekekalan, Ayo Berdoa untuk Seluruh Generasi Kita Seterusnya
Jaminan bagi Yang Memberi
Kuasa Persembahan Persepuluhan
Mengutamakan Tuhan dalam Keterbatasan
Kuasa Memberi: Tuhan yang Pertama dalam Keuangan
Janji Keselamatan Tuhan
Alkitab memberitahu kita bahwa jika bukan Tuhan yang membangun rumah, maka sia-sialah mereka membangunnya. Dengan kata lain, rencana kita sendiri, cara kita sendiri, terpisah dari YAHWE akan runtuh. Tetapi ketika saudara melakukan hal-hal sesuai dengan cara Tuhan menurut Firman-Nya, maka bangunan saudara akan aman.
Saya ingin Tuhan membangun rumah saya, bagaimana dengan saudara? Saya ingin Dia menjadi pusat keluarga saya. Hal itu dimulai dengan menggali janji-janji dalam Alkitab, berpegang padanya, dan percaya kepada janji-janji tersebut serta menerapkannya pada setiap bidang kehidupan saya. Alkitab mengatakan kepada kita bahwa janji-janji tersebut adalah untuk saudara dan keluarga saudara. Janji-Nya adalah untuk semua hubungan saudara. Tapi, saudara harus memegang teguh janji-janji tersebut dengan iman dan mempraktikkannya. Jika kita tidak tahu Firman-Nya, bagaimana kita bisa tahu rencana-Nya?
Saudara mungkin mengatakan, "Yah, aku pergi ke gereja tapi suami saya tidak." Atau, "Anak saya jauh dari Tuhan sekarang." Aku punya kabar baik untuk saudara. Dikatakan dalam Kisah Para Rasul 2:39 bahwa "bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh." Apakah beberapa orang dalam keluarga saudara "jauh?" Apakah ada beberapa impian untuk keluarga saudara yang "masih jauh?" Tuhan mengatakan tidak ada yang jauh yang tidak bisa dibawa mejadi dekat oleh janji firman-Nya. Di sinilah kita harus percaya bahwa Tuhan sedang bekerja bahkan ketika kita tidak bisa melihatnya. Tangan kita dapat diikat, tapi tangan-Nya tidak pernah terikat!
Aku memberitahu saudara - pernyataan iman saudara dapat membalikkan keadaan. Di mana ada kegelapan, akan ada cahaya. Di mana saudara tidak dapat melihat, saudara dapat mulai melihat. YAHWE mengatakan kepada orang Israel, "Aku akan membawa kamu keluar dari rumah perbudakan dan menuntunmu ke Tanah Perjanjian." Apakah saudara tahu apa yang harus mereka lakukan? Mereka harus memegang janji itu dengan iman. Ketika mereka menggerutu dan mengeluh dan membangun kuil mereka sendiri, semua itu sia-sia dan membuat mereka tidak pergi ke mana pun. Tapi ketika mereka menyatakan firman YAHWE, ketika mereka mengamini janji-janji-Nya, saat itulah Dia "membangun rumah mereka," dan mereka masuk ke Tanah Perjanjian.
Jika saudara telah membangun rumah saudara sendiri dengan menggerutu dan mengeluh atau mencoba melakukan hal-hal dalam kekuatan saudara sendiri, hari ini adalah hari untuk melepaskan semuanya itu. Ambil keputusan untuk mengucapkan kata-kata iman atas rumah saudara dan hubungan saudara. Berdoalah bagi keluarga saudara. Percayalah bahwa Dia bekerja di belakang layar. Biarkan YAHWE membangun rumah saudara karena ketika Dia membangunnya, tidak akan ada yang mampu meruntuhkannya!
"Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya." (Mazmur 127:1)
Baca juga:
Apakah Kita Sudah Mengikhlaskan Tuhan untuk Memberkati Kita?
Janji YAHWE Bernilai Kekekalan, Ayo Berdoa untuk Seluruh Generasi Kita Seterusnya
Jaminan bagi Yang Memberi
Kuasa Persembahan Persepuluhan
Mengutamakan Tuhan dalam Keterbatasan
Kuasa Memberi: Tuhan yang Pertama dalam Keuangan
Janji Keselamatan Tuhan
Minggu, 05 Januari 2014
Apakah Kita Sudah Mengikhlaskan Tuhan untuk Memberkati Kita?
Yesaya 54:1-2
Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan!
Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkau yang tidak pernah
menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih
banyak anak dari pada yang bersuami, firman TUHAN.
Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat
kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan
pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu!
Dalam Kitab Suci banyak sekali janji yang diberikan YAHWE kepada kita. Bahkan beberapa kedengaran begitu amat sangat indah. YAHWE memang menjanjikan anugerah-anugerah yang bagi manusia pada umumnya kedengarannya terlalu indah. Lihat saja pada kedua ayat dari kitab Yesaya di atas: YAHWE menjanjikan bahwa si mandul akan bersorak-sorai dan bahwa yang ditinggalkan suami akan mempunyai lebih banyak anak. Kita juga diminta untuk meluaskan kemah kita dan tidak usah menghemat.
Nah, ketika kita mendengar janji tersebut, sikap seperti apa yang ada dalam diri kita?Apakah kita memercayainya? Ataukah kita ragu? Atau barangkali kita berpikir bahwa mungkin kita baru akan layak menerimanya kalau sederet persyaratan sudah kita penuhi; misalnya, kalau kita sudah benar-benar hidup kudus, kalau kita sudah rajin berdoa dan berpuasa, dsb.
Kita sering memberikan begitu banyak persyaratan bagi YAHWE agar DIA bisa memberkati kita. Padahal YAHWE sudah siap memberikan berkat itu kepada kita. YAHWE memang memberikan persyaratan, tetapi syaratnya amat sangat sederhana: PERCAYA! YAHWE tidak mensyaratkan agar kita menjadi kudus terlebih dahulu, bebas dari semua dosa, berdoa dan berpuasa berhari-hari. TIDAK. YAHWE hanya menuntut satu hal, yakni agar kita percaya kepada-NYA, kepada FIRMAN-NYA.
Perhatikan apa yang difirmankan YESHUA berikut ini:
Matius 7:7
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
Matius 7:11
Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."
Matius 18:19
Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
Markus 11:24
Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.
Lukas 11:8-10
Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya. Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
Yohanes 14:13
dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
Yohanes 16:24
Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.
Kita sendiri sering begitu sulit untuk membiarkan YAHWE memberkati kita. Kita merasa tidak layak dan membuat persyaratan sendiri agar BAPA bisa memberkati kita. Padahal BAPA bahkan ingin agar kita tidak tahu malu (Lukas 11:8). BAPA bahkan mengingatkan kita bahwa kita belum meminta sesuatu pun dalam nama YESHUA.
Jadi, anugerah, sebenarnya sudah tersedia, dan BAPA YAHWE sangat rindu untuk melimpahkan berkat kepada kita. Tinggal kita mengaktifkan anugerah tersebut dengan 2 cara ini:
1. Percaya akan anugerah tersebut dan menerimanya dalam nama YESHUA.
2. Harapkan anugerah itu bermanifestasi setiap hari.
Roma 5:5
Dan
pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Elohim telah dicurahkan di dalam
hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Pengharapan itu tidak mengecewakan. Karena YAHWE sendiri TELAH mencurahkan kasih karunia kepada kita oleh Roh Kudus. Andalan kita adalah YAHWE, Pencipta langit dan bumi. DIA bisa dipercaya dan bisa diandalkan. Jangan lalui hari tanpa berpengharapan, karena pengharapan itu tidak mengecewakan, karena YAHWE tidak pernah mengingkari janji dan selalu mengasihi anak-anak-NYA. DIA ingin memberikan yang terbaik kepada kita.
Berkat itu inisiatifnya dari YAHWE. Bukan karena kita layak, tetapi karena DIA ingin kita bersukacita di dalam Nama-NYA. Jangan memberikan persyaratan apa-apa kepada berkat-NYA. Jangan-jangan setumpuk persyaratan yang kelihatannya saleh itu adalah cara si jahat untuk menipu Anda agar dijauhkan dari berkat YAHWE. Singkirkan semua penghalang yang Anda pasang sendiri bagi mengalirnya berkat YAHWE.
Label:
berkat,
berkat YAHWE,
hidup berkelimpahan,
janji Bapa,
janji Tuhan,
kelimpahan,
pengharapan,
percaya,
perjanjian
Sabtu, 04 Januari 2014
Janji YAHWE Bernilai Kekekalan, Ayo Berdoa untuk Seluruh Generasi Kita Seterusnya
Kejadian 15:1-6
Kemudian datanglah firman YAHWE kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." Abram menjawab: "Ya Tuhan YAHWE, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku." Tetapi datanglah firman YAHWE kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." Lalu YAHWE membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Lalu percayalah Abram kepada YAHWE, maka YAHWE memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.
Abram berusia 75 tahun ketika dipanggil YAHWE untuk meninggalkan tanah kelahirannya di Haran (Kej. 12:4) menuju tanah Kanaan. Pada saat it YAHWE sudah menjanjikan akan menjadikan Abram menjadi bangsa yang besar. Namun pada kenyataannya baru setelah 25 tahun kemudian, ketika bagi manusia sudah mustahil untuk memiliki anak, Ishak lahir bagi Abraham. Dan dari Kitab Suci kita tahu bahwa dibutuhkan ratusan tahun sebelum ketrunan Abraham menjadi bangsa yang besar dan akhirnya kembali ke tanah Kanaan dan boleh menikmati kejayaan sebagai sebuah bangsa yang besar di zaman Daud dan Salomo.
Janji YAHWE ternyata ada yang berlaku dalam kurun waktu yang amat sangat lama, bahkan bernilai kekal. Ada janji yang segera terwujud namun ada yang berlaku turun-temurun, dari generasi ke generasi. Seperti dikatakan Tuhan YESHUA dalam Matius 28:20 "Aku akan menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Janji YAHWE ada yang bernilai kekal.
Ketika kita tidak menyadai hal ini, kadang kita tergoda untuk mengandalkan akal sehat manusia kita. Seperti Abram, ia menyimpulkan bahwa yang akan menjadi ahli warisnya adalah Eliezer, yang bukan keturunan dari darah dagingnya sendiri, karena waktu itu pemenuhan janji YAHWE tidak kunjung datang juga. Namun bagian Kitab Suci ini mengingatkan kepada kita bahwa janji YAHWE ada yang bernilai kekekalan.
Dari kebenaran ini kita belajar bahwa kita boleh memegang janji YAHWE itu tidak hanya untuk masa hidup kita, tetapi untuk hidup keturunan kita selanjutnya, sampai masa yang kita bahkan tidak akan bisa membayangkannya. Bahwa YAHWE sanggup memenuhi janji-NYA untuk anak-anak kita, cucu-cucu kita, cicit-cicit dan generasi selanjutnya.
Dari sini kita belajar bahwa kita semestinya tidak hanya berdoa untuk diri kita saat ini saja, untuk keluarga kita sekarang ini saja, untuk orang tua kita aja, tetapi terlebih-lebih kita harus berdoa dan meminta kepada BAPA YAHWE untuk terus menjagai dan memenuhi janji-NYA untuk generasi kita selanjutnya. Jangan lupa untuk berdoa bagi anak cucu kita selanjutnya karena YAHWE sanggup memenuhi janjinya tidak hanya untuk hidup kita sekarang tetapi juga untuk anak cucu kita selanjutnya. Kita wajib meminta berkat dan penyertaan YAHWE kepada anak cucu kita.
YAHWE Maha Besar. DIA sungguh mulia dan ajaib.
Kemudian datanglah firman YAHWE kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." Abram menjawab: "Ya Tuhan YAHWE, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku." Tetapi datanglah firman YAHWE kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." Lalu YAHWE membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Lalu percayalah Abram kepada YAHWE, maka YAHWE memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.
Abram berusia 75 tahun ketika dipanggil YAHWE untuk meninggalkan tanah kelahirannya di Haran (Kej. 12:4) menuju tanah Kanaan. Pada saat it YAHWE sudah menjanjikan akan menjadikan Abram menjadi bangsa yang besar. Namun pada kenyataannya baru setelah 25 tahun kemudian, ketika bagi manusia sudah mustahil untuk memiliki anak, Ishak lahir bagi Abraham. Dan dari Kitab Suci kita tahu bahwa dibutuhkan ratusan tahun sebelum ketrunan Abraham menjadi bangsa yang besar dan akhirnya kembali ke tanah Kanaan dan boleh menikmati kejayaan sebagai sebuah bangsa yang besar di zaman Daud dan Salomo.
Janji YAHWE ternyata ada yang berlaku dalam kurun waktu yang amat sangat lama, bahkan bernilai kekal. Ada janji yang segera terwujud namun ada yang berlaku turun-temurun, dari generasi ke generasi. Seperti dikatakan Tuhan YESHUA dalam Matius 28:20 "Aku akan menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Janji YAHWE ada yang bernilai kekal.
Ketika kita tidak menyadai hal ini, kadang kita tergoda untuk mengandalkan akal sehat manusia kita. Seperti Abram, ia menyimpulkan bahwa yang akan menjadi ahli warisnya adalah Eliezer, yang bukan keturunan dari darah dagingnya sendiri, karena waktu itu pemenuhan janji YAHWE tidak kunjung datang juga. Namun bagian Kitab Suci ini mengingatkan kepada kita bahwa janji YAHWE ada yang bernilai kekekalan.
Dari kebenaran ini kita belajar bahwa kita boleh memegang janji YAHWE itu tidak hanya untuk masa hidup kita, tetapi untuk hidup keturunan kita selanjutnya, sampai masa yang kita bahkan tidak akan bisa membayangkannya. Bahwa YAHWE sanggup memenuhi janji-NYA untuk anak-anak kita, cucu-cucu kita, cicit-cicit dan generasi selanjutnya.
Dari sini kita belajar bahwa kita semestinya tidak hanya berdoa untuk diri kita saat ini saja, untuk keluarga kita sekarang ini saja, untuk orang tua kita aja, tetapi terlebih-lebih kita harus berdoa dan meminta kepada BAPA YAHWE untuk terus menjagai dan memenuhi janji-NYA untuk generasi kita selanjutnya. Jangan lupa untuk berdoa bagi anak cucu kita selanjutnya karena YAHWE sanggup memenuhi janjinya tidak hanya untuk hidup kita sekarang tetapi juga untuk anak cucu kita selanjutnya. Kita wajib meminta berkat dan penyertaan YAHWE kepada anak cucu kita.
YAHWE Maha Besar. DIA sungguh mulia dan ajaib.
Label:
berkat,
berkat YAHWE,
generasi,
hidup kekal,
janji Bapa,
janji Tuhan,
kekekalan,
keturunan,
penggenapan,
perjanjian
Selasa, 19 Februari 2013
Jaminan bagi Yang Memberi
Tuhanku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. (Filipi 4:19)
Kalau kita selidiki dan baca keseluruhan kisah dari Filipi 4 di atas, kita akan mendapati bahwa janji yang luas biasa yang menjadi rhema bagi kita hari ini berlaku bagi mereka yang memberi dan mempersembahkan korban yang berkenan bagi Tuhan.
Dikatakan bahwa Tuhan akan memenuhi segala keperluan kita menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya. Kalau kita tahu bagaimana menyenangkan Tuhan dengan persembahan kita, maka Tuhan akan membuat kita penuh. Ukuran kepenuhan seperti apa yang Tuhan pakai? Tuhanku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Luar biasa.
Pertanyaannya: seberapa kekayaan dan kemuliaan Tuhan itu? Jawabannya adalah: tidak terbatas. Dengan kata lain, sesuai dengan iman kita, tidak terbatas. Itulah kepenuhan yang Tuhan akan berikan dalam segala kebutuhan kita. Baik itu keperluan keuangan, kebutuhan dalam pekerjaan, kebutuhan dalam keluarga, kebutuhan dalam kesehatan, dan segala aspek kehidupan kita.
Pada suatu waktu, hiduplah seorang pemuda miskin yang menjual barang dari pintu ke pintu untuk membiayai sekolahnya. Suatu hari, ia hanya mempunyai sekeping uang 10 sen dan ia sangat lapar. Ia memutuskan untuk meminta makan dari rumah berikutnya. Namun, ia kehilangan keberanian ketika menjumpai seorang wanita cantik yang membuka pintu. Ia akhirnya tidak minta makan melainkan segelas air minum. Wanita ini berpikir ia terlihat sangat lapar sehingga ia memberikan segelas besar susu. Pemuda itu minum perlahan, dan kemudian bertanya, “Berapa hutang saya, Bu?” “Oh, Anda tidak berhutang apapun kepada saya,” jawab wanita tersebut. “Ibu saya mengajarkan kami untuk tidak menerima pembayaran atas perbuatan kebaikan.” Pemuda itu berkata, “Terima kasih Bu.”
Pada saat pemuda itu, Howard Kelly, pergi meninggalkan rumah tersebut, ia tidak hanya merasa lebih kuat secara fisik tetapi juga kepercayaannya kepada Tuhan dan hatinya juga merasa kuat kembali. Ia telah siap menyerah dan berhenti, tetapi suatu perbuatan baik yang sederhana itu telah memulihkan kepercayaannya.
Tahun demi tahun berlalu, dan wanita baik hati itu menderita sakit parah. Dokter di daerahnya sudah tidak bisa menangani penyakitnya dan mengirimkan wanita tersebut ke kota besar, di mana mereka memanggil para ahli spesialis untuk mempelajari penyakit yang langka tersebut. Seorang dokter muda bernama Howard Kelly dipanggil ke ruang konsultasi. Ia segera mengenali wanita tersebut, wanita yang pernah memberikan segelas susu untuknya. Ia bertekad untuk memberikan yang terbaik agar dapat menyelamatkan hidup wanita tersebut.
Akhirnya penyakit itu dapat disembuhkan. Dari. Kelly meminta kantor administrasi untuk memberikan total tagihan kepadanya. Ia melihatnya, kemudian menulis sesuatu pada ujungnya, dan tagihan tersebut dikirim ke ruang wanita tersebut. Wanita itu melihat tagihan tersebut, jumlah totalnya yang sangat besar, melampaui kemampuannya; matanya penuh dengan air mata keputusasaan, ketika sesuatu menarik perhatiannya pada suatu sisi tagihan tersebut. Ia membaca kata-kata yang ditulis dengan tangan: “Telah terbayar luas, dengan segelas susu.” (Tertanda) Dari. Howard Kelly. Sekarang air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Apa yang telah ditaburnya dahulu saat ini dituainya dalam waktu yang sangat tepat.
Ada anugerah besar dan jaminan kecukupan bagi mereka yang memberi dengan sukacita dan tulus hati.
Baca juga:
Memberi Itu Untung
Kuasa di dalam Memberi
Memberi Adalah Bukti Kasih
Memberi maka Akan Diberi
Kalau kita selidiki dan baca keseluruhan kisah dari Filipi 4 di atas, kita akan mendapati bahwa janji yang luas biasa yang menjadi rhema bagi kita hari ini berlaku bagi mereka yang memberi dan mempersembahkan korban yang berkenan bagi Tuhan.
Dikatakan bahwa Tuhan akan memenuhi segala keperluan kita menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya. Kalau kita tahu bagaimana menyenangkan Tuhan dengan persembahan kita, maka Tuhan akan membuat kita penuh. Ukuran kepenuhan seperti apa yang Tuhan pakai? Tuhanku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Luar biasa.
Pertanyaannya: seberapa kekayaan dan kemuliaan Tuhan itu? Jawabannya adalah: tidak terbatas. Dengan kata lain, sesuai dengan iman kita, tidak terbatas. Itulah kepenuhan yang Tuhan akan berikan dalam segala kebutuhan kita. Baik itu keperluan keuangan, kebutuhan dalam pekerjaan, kebutuhan dalam keluarga, kebutuhan dalam kesehatan, dan segala aspek kehidupan kita.
Pada suatu waktu, hiduplah seorang pemuda miskin yang menjual barang dari pintu ke pintu untuk membiayai sekolahnya. Suatu hari, ia hanya mempunyai sekeping uang 10 sen dan ia sangat lapar. Ia memutuskan untuk meminta makan dari rumah berikutnya. Namun, ia kehilangan keberanian ketika menjumpai seorang wanita cantik yang membuka pintu. Ia akhirnya tidak minta makan melainkan segelas air minum. Wanita ini berpikir ia terlihat sangat lapar sehingga ia memberikan segelas besar susu. Pemuda itu minum perlahan, dan kemudian bertanya, “Berapa hutang saya, Bu?” “Oh, Anda tidak berhutang apapun kepada saya,” jawab wanita tersebut. “Ibu saya mengajarkan kami untuk tidak menerima pembayaran atas perbuatan kebaikan.” Pemuda itu berkata, “Terima kasih Bu.”Pada saat pemuda itu, Howard Kelly, pergi meninggalkan rumah tersebut, ia tidak hanya merasa lebih kuat secara fisik tetapi juga kepercayaannya kepada Tuhan dan hatinya juga merasa kuat kembali. Ia telah siap menyerah dan berhenti, tetapi suatu perbuatan baik yang sederhana itu telah memulihkan kepercayaannya.
Tahun demi tahun berlalu, dan wanita baik hati itu menderita sakit parah. Dokter di daerahnya sudah tidak bisa menangani penyakitnya dan mengirimkan wanita tersebut ke kota besar, di mana mereka memanggil para ahli spesialis untuk mempelajari penyakit yang langka tersebut. Seorang dokter muda bernama Howard Kelly dipanggil ke ruang konsultasi. Ia segera mengenali wanita tersebut, wanita yang pernah memberikan segelas susu untuknya. Ia bertekad untuk memberikan yang terbaik agar dapat menyelamatkan hidup wanita tersebut.
Akhirnya penyakit itu dapat disembuhkan. Dari. Kelly meminta kantor administrasi untuk memberikan total tagihan kepadanya. Ia melihatnya, kemudian menulis sesuatu pada ujungnya, dan tagihan tersebut dikirim ke ruang wanita tersebut. Wanita itu melihat tagihan tersebut, jumlah totalnya yang sangat besar, melampaui kemampuannya; matanya penuh dengan air mata keputusasaan, ketika sesuatu menarik perhatiannya pada suatu sisi tagihan tersebut. Ia membaca kata-kata yang ditulis dengan tangan: “Telah terbayar luas, dengan segelas susu.” (Tertanda) Dari. Howard Kelly. Sekarang air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Apa yang telah ditaburnya dahulu saat ini dituainya dalam waktu yang sangat tepat.
Ada anugerah besar dan jaminan kecukupan bagi mereka yang memberi dengan sukacita dan tulus hati.
Baca juga:
Memberi Itu Untung
Kuasa di dalam Memberi
Memberi Adalah Bukti Kasih
Memberi maka Akan Diberi
Jumat, 15 Februari 2013
Kuasa Persembahan Persepuluhan
Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman YAHWE semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. (Maleakhi 3:10).
Mengenai segala persembahan persepuluhan dari lembu sapi atau kambing domba, maka dari segala yang lewat dari bawah tongkat gembala waktu dihitung, setiap yang kesepuluh harus menjadi persembahan kudus bagi YAHWE. (Imamat 27:32)
“Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman YAHWE semesta alam. Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman YAHWE semesta alam.” (Maleakhi 3:11-12)
Ada kuasa yang sangat dahsyat yang dijanjikan Tuhan ketika kita mengembalikan persepuluhan. Dalam perjanjian-Nya Tuhan mengatakan akan menghardik belalang pelahap supaya anggur di ladang kita bisa berbuah sehingga apa yang sudah ada tidak habis dimakan belalang pelahap. Belalang pelahap berbicara tentang banyak hal, yaitu semua yang menggerogoti berkat Tuhan dalam hidup kita. Berkat sebenarnya sudah diberikan, tetapi habis seperti air yang dimasukkan ke dalam kantong yang bocor.
Kita sudah bekerja dan mendapat nafkah yang sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan, tetapi karena keluarga kita sakit sehingga terpaksa berobat ke dokter dan mengeluarkan banyak uang sehingga habis tak bersisa. Bisa juga habis karena ditipu orang, dagangan tidak dibayar atau dicuri, sehingga apa yang sudah diberikan tidak bisa dinikmati. Tetapi ketika kita setia dengan bagian kita dalam perjanjian Tuhan ini yaitu mengembalikan persepuluhan dengan benar, maka kita bisa menikmati hidup yang penuh dengan damai sejahtera dan sukacita sehingga orang-orang yang melihat hidup kita akan menyebut kita berbahagia.
Bapak Agus adalah seorang karyawan dengan penghasilan yang cukup untuk kehidupan sehari-hari. Keadaannya tidak berlalu berlimpah-limpah, keluarganya hidup dengan sederhana namun juga tidak berkekurangan. Setiap kali Pak Agus menerima gaji, ia bersama dengan istrinya menumpangkan tangan atas amplop gaji yang diterimanya dan berdoa di hadapan Tuhan meminta hikmat dan tuntunan Tuhan supaya bisa menggunakan uang tersebut dengan bijaksana dan sesuai dengan tuntunan Tuhan. Setelah selesai mendoakan uang gaji tersebut, Pak Agus dan istrinya mulai membagi-baginya sesuai dengan kebutuhan. Yang paling mereka utamakan adalah persepuluhan untuk Tuhan. Setelah itu barulah untuk biaya anak keduanya yang kuliah di luar kota, lalu untuk membayar tagihan listrik, air, dll. Sisa dari semuanya itu hanya cukup untuk biaya hidup Pak Agus suami istri dengan sangat sederhana.
Namun di bali kesederhanaan itu Tuhan terus menyatakan pemeliharaan-Nya dengan setia. Tidak pernah sekali pun Pak Agus merasa kekurangan. Setiap kali ada kebutuhan, selalu Tuhan yang cukupkan. Bahkan anaknya juga diberkati Tuhan, anaknya yang pertama mendapatkan pekerjaan yang baik di sebuah bank swasta. Sedangkan anaknya yang kedua tidak pernah berkekurangan untuk biaya kuliah di luar kota. Bapak dan Ibu Agus percaya bahwa semuanya itu sudah diatur dengan sangat baik oleh Tuhan. Mereka sudah membuktikan bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan anak-anak-Nya yang hidup seturut kehendak-Nya hidup menderita dan meinta-minta. Perjanjian-Nya tetap bagi orang yang mau melakukannya dengan setia.
Kedahsyatan kuasa persepuluhan akan berlaku bagi kita yang setia melakukan bagian kita dalam perjanjian dengan Tuhan.
Terimakasih Bapa karena kami percaya Engkau selalu setia dengan perjanjian-Mu. Seringkali kami yang tidak setiap melakukan bagian kami. Hari ini kami berjanji untuk setia melakukan bagian kami dengan mengembalikan persepuluhan yang merupakan hak-Mu. Kami percaya Engkau yang akan memberikan kesanggupan kepada kami. Amin.
Baca juga:
Persepuluhan Adalah Kesempatan
Mengembalikan Hak YAHWE
Kuasa Memberi: Tuhan yang Pertama dalam Keuangan
Kuasa di dalam Memberi
Memberi maka Akan Diberi
Mengenai segala persembahan persepuluhan dari lembu sapi atau kambing domba, maka dari segala yang lewat dari bawah tongkat gembala waktu dihitung, setiap yang kesepuluh harus menjadi persembahan kudus bagi YAHWE. (Imamat 27:32)
“Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman YAHWE semesta alam. Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman YAHWE semesta alam.” (Maleakhi 3:11-12)
Ada kuasa yang sangat dahsyat yang dijanjikan Tuhan ketika kita mengembalikan persepuluhan. Dalam perjanjian-Nya Tuhan mengatakan akan menghardik belalang pelahap supaya anggur di ladang kita bisa berbuah sehingga apa yang sudah ada tidak habis dimakan belalang pelahap. Belalang pelahap berbicara tentang banyak hal, yaitu semua yang menggerogoti berkat Tuhan dalam hidup kita. Berkat sebenarnya sudah diberikan, tetapi habis seperti air yang dimasukkan ke dalam kantong yang bocor.
Kita sudah bekerja dan mendapat nafkah yang sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan, tetapi karena keluarga kita sakit sehingga terpaksa berobat ke dokter dan mengeluarkan banyak uang sehingga habis tak bersisa. Bisa juga habis karena ditipu orang, dagangan tidak dibayar atau dicuri, sehingga apa yang sudah diberikan tidak bisa dinikmati. Tetapi ketika kita setia dengan bagian kita dalam perjanjian Tuhan ini yaitu mengembalikan persepuluhan dengan benar, maka kita bisa menikmati hidup yang penuh dengan damai sejahtera dan sukacita sehingga orang-orang yang melihat hidup kita akan menyebut kita berbahagia.
Bapak Agus adalah seorang karyawan dengan penghasilan yang cukup untuk kehidupan sehari-hari. Keadaannya tidak berlalu berlimpah-limpah, keluarganya hidup dengan sederhana namun juga tidak berkekurangan. Setiap kali Pak Agus menerima gaji, ia bersama dengan istrinya menumpangkan tangan atas amplop gaji yang diterimanya dan berdoa di hadapan Tuhan meminta hikmat dan tuntunan Tuhan supaya bisa menggunakan uang tersebut dengan bijaksana dan sesuai dengan tuntunan Tuhan. Setelah selesai mendoakan uang gaji tersebut, Pak Agus dan istrinya mulai membagi-baginya sesuai dengan kebutuhan. Yang paling mereka utamakan adalah persepuluhan untuk Tuhan. Setelah itu barulah untuk biaya anak keduanya yang kuliah di luar kota, lalu untuk membayar tagihan listrik, air, dll. Sisa dari semuanya itu hanya cukup untuk biaya hidup Pak Agus suami istri dengan sangat sederhana.
Namun di bali kesederhanaan itu Tuhan terus menyatakan pemeliharaan-Nya dengan setia. Tidak pernah sekali pun Pak Agus merasa kekurangan. Setiap kali ada kebutuhan, selalu Tuhan yang cukupkan. Bahkan anaknya juga diberkati Tuhan, anaknya yang pertama mendapatkan pekerjaan yang baik di sebuah bank swasta. Sedangkan anaknya yang kedua tidak pernah berkekurangan untuk biaya kuliah di luar kota. Bapak dan Ibu Agus percaya bahwa semuanya itu sudah diatur dengan sangat baik oleh Tuhan. Mereka sudah membuktikan bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan anak-anak-Nya yang hidup seturut kehendak-Nya hidup menderita dan meinta-minta. Perjanjian-Nya tetap bagi orang yang mau melakukannya dengan setia.
Kedahsyatan kuasa persepuluhan akan berlaku bagi kita yang setia melakukan bagian kita dalam perjanjian dengan Tuhan.
Terimakasih Bapa karena kami percaya Engkau selalu setia dengan perjanjian-Mu. Seringkali kami yang tidak setiap melakukan bagian kami. Hari ini kami berjanji untuk setia melakukan bagian kami dengan mengembalikan persepuluhan yang merupakan hak-Mu. Kami percaya Engkau yang akan memberikan kesanggupan kepada kami. Amin.
Baca juga:
Persepuluhan Adalah Kesempatan
Mengembalikan Hak YAHWE
Kuasa Memberi: Tuhan yang Pertama dalam Keuangan
Kuasa di dalam Memberi
Memberi maka Akan Diberi
Label:
berkat YAHWE,
janji Tuhan,
memberi,
perjanjian,
persembahan,
persepuluhan
Senin, 11 Februari 2013
Mengutamakan Tuhan dalam Keterbatasan
Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.” (Lukas 21:2-4)
Tahukah saudara bahwa Tuhan sangat senang dengan orang yang memberi dari kekurangannya? Tuhan senang dengan orang yang berani memberi yang terbaik dari kelimpahan hidupnya, tetapi Tuhan juga sangat senang dengan orang yang memberi dari kekurangannya. Ketika seseorang berani memberi yang terbaik kepada Tuhan dalam keterbatasan yang ada padanya, sebenarnya orang ini menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki iman yang kuat dan pengharapan yang teguh kepada Tuhan. Ia percaya bahwa Tuhanlah yang memegang hidupnya. Tahanlah yang menjadi sumber berkat serta pusat dari kehidupannya. Hidupnya tidak tergantung dari harta yang ada padanya, tetapi sesungguhnya bergantung kepada apa yang menjadi ketetapan dan Firman Tuhan. Dan tahukah saudara, bahwa orang-orang seperti ini pasti ada dalam daftar untuk menerima berkat dan anugerah yang melimpah dari Tuhan.
Seorang jemaat suatu hari mengalami musibah kebakaran rumahnya ketika ia sedang mengikuti ibadah di gereja. Dalam ibadah itu, ibu ini terus-menerus menangis karena melihat dekorasi di belakang mimbar yang bergambar Tuhan Yeshua disalib sehingga ia sangat ingin membalas cinta kasih Tuhan, tetapi ia belum tahu dengan cara bagaimana. Sepulang dari gereja ternyata rumahnya kebakaran hebat dan habis seluruhnya. Tetapi waktu itu ia bisa tetap mengucap syukur kepada Tuhan karena kekuatan dan anugerah Tuhan yang melimpah dalam hidupnya. Dulu ia lahir telanjang, sekarang rumah jadi lautan api, semuanya kepunyaan Tuhan.
Keesokan harinya, meskipun rumahnya semalam kebakaran tetapi ia tetap datang dalam ibadah doa pagi seperti yang biasa dilakukannya. Dalam ibadah pagi itu ternyata diedarkan sumbangan sukarela untuk mendukung ibu yang rumahnya kebakaran ini. Ternyata terkumpul sejumlah uang yang cukup banyak. Namun apa yang dibuat ibu itu? Bukannya menyimpan uangnya untuk kebutuhan rumahnya, tetapi ia malah mempersembahkan uang tersebut untuk pembangunan gedung gereja yang memang sedang dilakukan saat itu. Bahkan bukan hanya itu saja, uang sumbangan dari saudara-saudaranya pun diserahkan juga untuk mendukung pembangunan gedung gereja.
Sungguh apa yang ia lakukan menjadi suatu korban persembahan yang harum dan menyentuh hati Tuhan. Tidak lama setelah itu, tangan Tuhan berkarya dalam hidupnya, anak-anaknya tiba-tiba menerima berkat yang besar dari Tuhan dan bahkan rumahnya yang kebakaran bisa direnovasi kembali. Apa yang ditaburnya dalam kekurangan, dikembalikan berlipat kali ganda oleh Tuhan.
Bapa kami percaya akan janji-Mu. Kami mau mengasihi dan mengutamakan Engkau di atas segalanya dalam hidup kami. Kami percaya bahwa semua janji-Mu pasti Engkau genapkan dalam hidup kami. Terima kasih Bapa. Di dalam nama Tuhan Yeshua kami berdoa. Amin.
Baca juga:
Memberi Adalah Bukti Kasih
Kuasa Memberi: Tuhan yang Pertama dalam Keuangan
Pemberi yang Hebat
Memberi maka Akan Diberi
Label:
berkat,
berkat YAHWE,
berkorban,
janji Tuhan,
memberi,
penyelenggaraan Tuhan,
penyertaan Yahwe,
persembahan
Langganan:
Postingan (Atom)







