Tampilkan postingan dengan label berjalan bersama Yesus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berjalan bersama Yesus. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Januari 2011

Hidup yang Sebenarnya: Tetap Hidup di dalam Dia (2)


Dibahasakan kembali dari Rooted And Established (Part Three)
Ayat yang dibahas:
Bangunan yang Kuat
Kolose 2:6-7 2:6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. 2:7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.
Sebelumnya kita belajar bahwa hidup dalam Tuhan berawal dari hubungan dengan Tuhan melalui Kristus dan bagaimana hubungan itu membuat kita bisa hidup di dalam Tuhan. Sekarang kita melihat dua kunci final bagi hidup yang berakar dan tertancap kuat di dalam Dia.

Dasar (ayat 7a)
Gaya hidup yang berakar dalam Tuhan tidak muncul begitu saja, secara tiba-tiba. Dibutuhkan syarat bahwa kita berakar kuat seperti pohon yang hijau dalam Mazmur 1. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Dengan terancap kuat melalui tiga cara yang vital:
1) “di dalam Dia”- “berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia Hal ini berbicara mengenai kedalaman dan kualitas hubungan pribadi kita dengan-Nya, karena kita terus melanjutkan apa yang sudah kita mulai. Orang Kristen bukanlah seperti tanaman tumbleweeds "yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran (Ef. 4:14). "Kita juga tidak seperti tumbuhan  “transplants” yang berulang-ulang dipindah dari satu tanah ke tanah yang lain. Sekali kita berakar oleh iman dalam Kristus, tidak ada perlunya untu mengganti tanahnya. Akar menyerap dan membawa naik kesuburan sehingga pohon bisa bertumbuh. Akar juga memberi kekuatan dan kekokohan."


2) “bertambah teguh dalam iman.” Pondasi kita adalah di dalam Dia dan di dalam Firman yang diberikanNya kepada kita, karena tidak saja kita  ini seperti pohon, kita juga seperti bangunan yang sedang dibangun ... dan yang masih dalam tahap meletakkan dasar bangunan. "Ketika kita mempercayakan diri kepada Kristus untuk keselamatan kita, kita sedang dibangun di atas pondasi; sejak itu, kita bertumbuh dalam rahmat. Membuat pertumbuhan rohani artinya terus-menerus menambah ketiinggian bangunan bait kemuliaan Tuhan. 
3) “yang telah diajarkan kepadamu- Ingat kembali Mazmur 1. Alasan kenapa orang yang berbahagia adalah seperti pohon adalah karena akar-akarnya semakin mendalam. Kesepadanan dengan anak Tuhan (Mazmur 1:2) adalah bahwa kita seharusnya menjadi orang yang merenungkan Taurat-Nya (Firman) siang dan malam. Kita terus-menerus dan secara konsisten memberi makan jiwa kita dengan Firman Tuhan.
Hidup yang Berbuah
Paulus beralih dari gambaran berjalan (hidup di dalam) kepada analogi pohon kemudian kepada konsep bangunan—tetapi maksudnya tetap sama. Kehidupan kita harus berakar dan tertancap kuat di dalam Kristus kalau ingin efektif dan berbuah.
Hati (ayat.7b)
melimpah dengan syukur
Akhirnya, efektivitas kehidupan kita bagi Dia dan dalam cara yang mencerminkan Diri-Nya adalah bahwa kita mengakui bahwa semua yang kita miliki dan semua yang ada pada diri kita adalah karena rahmat-Nya dan semua berasal dari-Nya ... suatu sikap hati yang melimpah dengan syukur adalah sebuah ungkapan akan kesadaran bahwa apa yang kita miliki tidak ada yang tidak diberikan oleh Dia.


Kita diselamatkan oleh Dia, berakar dalam Dia, menyerap semua sumber kehidupan kita dari Dia—semua berkat kehidupan mendorong kita untuk mengucap syukur kepada-Nya!


Selasa, 25 Januari 2011

Hidup yang Sebenarnya: Tetap Hidup di dalam Dia


Pohon di tepi aliran sungai
Pohon cukup menarik untuk diamati. Pohon menyediakan bagi kita banyak hal: oksigen, buah, tempat tinggal, kayu, kertas -- pohon sangat penting untuk hidup kita di dunia. Tetapi ketika kita melihat pohon, kita hanya melihat sebagian dari pohon tersebut. Kita melihat batangnya dan cabang-cabangnya serta daun-daunnya, tetapi itu bukan bagian yang paling penting. Bagian yang paling penting adalah sistem akar. Agar sebatang pohon bisa tumbu sehat, akar-akarnya harus mengembang setidak-tidaknya sejauh bentangan tudung pohon tersebut. Pohon yang sistem akarnya lemah tidak akan menjadi kuat dan tidak akan mampu menahan angin atau badai. Sistem akar adalah kunci bagi kesehatan, kekuatan, dan stabilitas pohon. 
Mungkin itulah sebabnya Pemazmur menulis mengenai "orang yang berbahagia":
Mazmur 1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil
"Yang ditanam" atau dalam bahasa Inggrisnya “firmly planted” berbicara mengenai perlunya sistem akar yang sehat! Daun-daun dan buah tergantung pada pohon yang tertanam kuat di mana ia bisa bertumbuh dan menjadi subur.
Hal yang sama berlaku juga bagi "orang yang berbahagia" -- pertanyaannya adalah: Dari manakah kita mendapatkan sistem akar yang kuat? Bagaimanakah hal itu bisa terjadi?
Untuk mengerti jawabannya, kita bisa belajar dari Kolose, ketika Paulus mengajari jemaat itu apa artinya menjadi umat Tuhan dan tubuh Kristus. 
Kolose 2:6-7 2:6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. 2:7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.
Therefore as you have received Christ Jesus the Lord, so walk in Him, having been firmly rooted and now being built up in Him and established in your faith, just as you were instructed, and overflowing with gratitude. (Col.2:6-7)
Jadi langkah awalnya adalah ... 
Hubungan (ayat 6a)
Perhatikan bahwa Paulus memberikan persyaratan bagi kehidupan yang berakar kuat, yaitu hubungan yang hidup dan sejati dengan.
"Kamu telah menerima Kristus Yesus" 
Perhatikan, ini sangat penting. Kita menerima Kristus—kita tidak menerima kredo atau doktrin atau pandangan teologis. Kita menerima pribadi atau person Putera Tuhan. Secara otomatis, hal ini membuat pengalaman Kristen kita menjadi personal dan interpersonal.
Tanpa Kristus, hidup kita tidak ada substansi nyata. Tetapi bagaimana kita menerima-Nya? Mengenali kebutuhan kita, menaruh kepercayaan dan menyerahkan hidup kepadaNya, dan menjadikan-Nya sebagai tempat bertumpu, Sumber hidup dan tempat mengaduh. Dengan cara demikianlah kita menerima-Nya—dan dengan cara demikian kita masuk lebih dalam di dalam hubungan kita dengan-Nya. Semuanya tergantung pada-Nya.
Tantangan (ayat 6b)
Mbonceng Yesus
Memiliki hubungan dengan Kristus adalah satu hal—tetapi secara konsisten menghidupi hubungan tersebut adalah hal yang lain sama sekali. Paulus mengatakan bahwa karena kita memiliki hubungan dengan-Nya, hidup kita hendaklah  "tetap di dalam Dia." atau dalam bahasa Inggrisnya, "walk in Him."
Ini sangat penting, karena "tetap di dalam" atau "berjalan di dalam" mewakili kehidupan harian dari orang-orang percaya. Ketika menjalani hidup ini, kita sedang mengejawantahkan Kristus yang hidup dan meraja di dalam hidup dan diri kita. 
Gambaran berikut menyatakan kebenaran tersebut:
  • Roma 6:4 "kita akan hidup dalam hidup yang baru" (walk in newness of life)
  • 2 Kor 5:7 "hidup karena percaya, bukan karena melihat" (we walk by faith, not by sight)
  • Gal 5:16 "hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging" (walk by the Spirit, and you will not carry out the desire of the flesh.)
  • Ef 4:1 "supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu" (walk in a manner worthy of the calling with which you have been called)
  • Ef 5: 2 "hiduplah di dalam kasih" (walk in love)
  • Ef 5:15 "perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif" (walk, not as unwise men but as wise)
  • 1 Yoh 1:7 "hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang" (walk in the Light as He Himself is in the Light)

Semuanya itu menjelaskan apa yang dikatakan Paulus tentang "tetap di dalam Dia" atau “walk in Him.” Dan sebenarnya kita hanya akan mampu hidup dalam kasih, terang, iman, dst. karena kita tetap di dalam Dia.
Berjalan bersama Yesus
Hal ini menegaskan bahwa kita hendaknya tidak hidup sebagai orang Kristen dalam cara yang "informasional" saja, bahwa informasi itu harus mempengaruhi membawa dampak nyata dalam kehidupan kita sehari lepas sehari.
Pilihan yang kita buat.
Sikap yang kita tunjukkan.
Hubungan yang kita bangun.

Itu semua bagian dari cara hidup kita ... tetap di dalam Dia.

Baca juga: