Tampilkan postingan dengan label sukacita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sukacita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Mei 2011

Masuk ke Ruang Maha Kudus

Ini adalah seri kedua dari posting: Mengobarkan Api Penyembahan kepada Yahwe. Dalam posting sebelumnya kita sudah membahas pentingnya mengobarkan api penyembahan kepada Yahwe. Dalam posting kali ini kita akan belajar bagaimana kita bisa masuk ke Ruang Maha Kudus di dalam penyembahan kita.

Bait Suci Salomo

Ruang Maha Kudus adalah bagian paling dalam dari 3 bagian Bait Suci: pelataran, ruang kudus, dan Ruang Maha Kudus. Dan di dalam tempat Yang Maha Kudus itu ada sebuah tabut, yaitu kotak emas yang di dalamnya terdapat dua loh batu yang tertulis sepuluh perintah Yahwe (Keluaran 20, Ulangan 5). Hanya imam besar keturunan Harunah yang boleh memasuki Ruang Maha Kudus itu. Itupun hanya setahun sekali. Imam besar harus menyucikan dirinya dan kemudian mengenakan pakaian yang sangat khusus untuk masuk ke dalam tempat itu dan memercikan darah ke atas tutup tabut yang disebut "tutup pendamaian".

Bait Suci merepresentasikan kehadiran Yahwe di tengah-tengah Bangsa Israel. Dengan demikian, tiga bagian dari Bait Suci mewakili 3 tingkat penyembahan. Pelataran melambangkan penyembahan atau ibadah tanpa hadirat Tuhan. Ruang Kudus melambangkan tahap penyembahan di mana kita mulai merasakan hadirat Tuhan. Sedangkan Ruang Maha Kudus melambangkan hubungan yang sedemikian dekat dan intim dengan Yahwe.

Bagaimana caranya kita memasuki setiap tahap penyembahan dan beralih dari pelataran, ke ruang kudus dan akhirnya ke Ruang Maha Kudus?


1. Masuk ke Pelataran Tuhan

Mazmur 100:4 Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya

Pelataran Bait Suci
Mazmur 100:4 memberitahu kita cara untuk masuk ke pelataran Bait Suci: yakni dengan
(1) masuk melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur.
Dalam hal ini kita harus waspada setiap kali kita akan datang beribadah kepada Tuhan. Iblis pasti tidak senang kalau kita mendekat kepada Tuhan, ia akan mencari celah untuk menghambat kita datang kepada-Nya dengan memprovokasi lingkungan agar kita gagal masuk melalui pintu gerbang-Nya. Bisa jadi iblis akan menimbulkan sungut-sungut (lawan memuji) entah karena perilaku anggota keluarga kita (anak, suami, istri) atau situasi yang lain. WASPADALAH! Sungut-sungut itu akan menutup pintu gerbang Yahwe! Jadi bukalah pintu gerbang Yahwe dengan ucapan syukur.
(2) dengan puji-pujian, dengan bersyukur, dan memuji nama-Nya.
Seandainya iblis berhasil menimbulkan situasi yang memancing kita untuk bersungut-sungut atau kecewa, PILIHLAH untuk tidak kecewa dan untuk tidak bersungut-sungut! Kenapa? Karena kita tahu bahwa kita akan bertemu dengan Raja di atas segala raja! Karena Dialah pemilik hidup kita! Dialah pencipta kita dan seluruh alam semesta! Jadi tidak ada alasan untuk memperhatikan "gangguan kecil" karena sesuatu yang Maha Besar sedang menunggu kita! Datanglah ke ibadah dengan sudah menyanyikan puji-pujian dari rumah, selama perjalanan, dan ...
(3) Datang tepat waktu ke ibadah
Nah karena kita hanya bisa datang ke pelataran-Nya dengan memasuki melalui pintu gerbang-Nya dengan puji-pujian, sebab itu jangan sampai kita melewatkan puji-pujian dalam persekutuan dengan datang tepat waktu dalam ibadah. Ikut pujian penyembahan dari awal di gereja akan memastikan kita untuk masuk ke pelataran Yahwe!

2. Masuk Ruang Kudus
(1) Fokus kepada satu Penonton
Ketika kita datang ke ibadah, kita bukanlah penonton, melainkan "pemain." Hanya ada satu Penonton, yakni Tuhan. Tuhanlah yang menonton kita. Jadi  bukan hanya para pelayan ibadah melainkan semua yang hadir dalam ibadah sedang bertugas untuk menjadikan ibadah menjadi ibadah yang benar-benar hidup. Menyanyilah dengan sepenuh hati. Berdoalah dengan sepenuh hati. Fokuslah pada satu-satunya Penonton, yakni Tuhan. Senangkan hati Penonton tunggal kita, dengan terlibat dalam ibadah dengan sepenuh hari dan segenap jiwa.
(2) Sikap menghormati Tuhan selama menyembah
Dalam Perjanjian Lama, kata menyembah berasal dari kata Ibrani "shachah," artinya menyembah, membungkukkan badan, melaksanakan penyembahan dengan membungkukkan badan, memberi hormat atau merebahkan diri di lantai.Dalam Perjanjian Baru kata menyembah berasal dari kata "proskuneo" yang artinya mencium tangan atau berlutut dan tersungkur sampai dahi menyentuh lantai dan dengan penuh penghormatan yang sungguh-sungguh. Jadi menyembahlah kepada Yahwe dengan sikap hormat yang sungguh-sungguh. Sadarlah bahwa kita sedang menghadap Raja di atas segala raja. Dengan sikap penuh hormat, kita menyadari bahwa segala puji, hormat, dan kemuliaan hanyalah milik Yahwe.


3. Masuk Ruang Maha Kudus
Tabut Perjanjian
(1) Mengenakan kekudusan dan dengan Darah Anak Domba
Kalau dalam Perjanjian Lama, ada tabir yang memisahkan ruang kudus dengan Ruang Maha Kudus, dan hanya imam yang kudus yang berhak masuk ke dalamnya, dalam Perjanjian Baru, tabir itu sudah dikoyakkan saat Yashua atau Yesus menyerahkan nyawa-Nya dan menumpahkan darah-Nya di kayu salib (Matius 27:51). Terkoyaknya tabir itu telah membuka sekat yang memisahkan kita dari Ruang Maha Kudus. Darah Anak Domba telah melayakkan kita untuk masuk ke Ruang Maha Kudus. Jadi untuk masuk ke Ruang Maha Kudus, kita harus menjaga kekudusan kita: perkataan, pikiran dan perbuatan; dan kita berani memasuki hadirat-Nya yang kudus hanya dengan Darah Anak Domba. 
(2) Menyembah Yahwe dalam Roh dan Kebenaran
Untuk masuk ke Ruang Maha Kudus, kita juga harus menyembah Yahwe dalam Roh dan Kebenaran.  



Yohanes 4:23-24 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Yahwe itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." 


Baca juga:




Senin, 11 April 2011

Nikmatilah Hidup Anda (3): Nikmatilah Keadaan Hidup Kita Sekarang

Nikmatilah Keadaan Hidup Kita Sekarang
Baca postingan sebelumnya:
Nikmatilah Hidup Anda (1): Bersyukur atas apa yang sudah kita capai
Nikmatilah Hidup Anda (2): Hargai momen berkualias dalam hidup Anda 

Bersukacita karena Tuhan
Daud menari bersukacita
Mazmur 37:1. Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; 2 sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. 3 Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, 4 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. 5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; 6 Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. 


Banyak orang terlalu fokus pada nanti, bukan pada apa yang ada sekarang. Banyak orang berpikir bahwa ia baru bisa bahagia kalau sudah kaya; hubungan suami istri bisa pulih kalau sudah bulan madu ke luar negeri; orang tua bisa tenang kalau anak-anak sudah dewasa; bisa melayani kalau sudah sehat, dsb. Ini adalah pola pikir yang salah.


Kita tidak perlu menunggu nanti untuk bisa bahagia, tapi sekarang ini kita bisa bahagia. Tidak memerlukan banyak uang untuk kita bisa menikmati kebahagiaan kita sekarang. Kita harus mulai belajar menghargai hal-hal sederhana dalam hidup kita. Kita tidak perlu menunggu kaya untuk bisa bahagia. Kita hanya perlu belajar menikmatinya sekarang dengan apa yang ada dalam hidup  kita. Hidup kita terlalu singkat untuk menunggu terlalu lama untuk memulai sesuatu. Mulailah menikmati hidup kita hari ini, detik ini, SEKARANG!



Baca postingan sebelumnya:



Minggu, 10 April 2011

Nikmatilah Hidup Anda (2): Hargai momen berkualias dalam hidup Anda

Hargai momen berkualias dalam hidup Anda


Pada bagian sebelumnya kita telah belajar bersyukur atas apa yang sudah kita capai agar kita bisa menikmati hidup kita. Setelah kita bisa bersyukur atas apa yang sudah kita capai, kita akan lebih bisa  menghargai momen berkualitas, sebagai bagian kedua agar kita bisa menikmati hidup kita yang sementara ini. 


Untuk bisa menghargai momen berkualitas ini, ada tiga hal yang patut kita ingat:


Hidup itu sementara
a. Hidup manusia itu sementara, seperti uap yang sebentar ada, tapi begitu cepat lenyap tidak berbekas. 
Yakobus 4:13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", 4 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. 15 Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." 
Kutipan dari Yakobus ini berbicara tentang waktu. Agar kita bisa menikmati perjalanan hidup kita, kita perlu menghargai waktu yang berkualitas bersama dengan Tuhan dan orang-orang yang kita kasihi. Hal ini penting karena kesempatan itu tidak selalu ada selamanya. Masa kanak-kanak hanya berlangsung sekali dalam hidup. Masa remaja juga hanya sekali. Hargai setiap momen hidup Anda: masa muda, masa awal pernikahan, masa merawat bayi, masa anak-anak kita membutuhkan pendampingan belajar.


Waktu Berkualitas
b. Prioritaskan waktu bagi keluarga dan orang-orang yang Anda kasihi.
Sadarilah bahwa ada hal-hal tertentu dalam hidup ini yang tidak dapat kita ulang lagi. Anak-anak kita hanya akan ada di usia mereka sekarang ini sekali saja seumur hidup Anda. Mungkin sekarang kita sangat direpotkan oleh anak-anak kita, namun ingatlah bahwa sebentar lagi mereka sudah tidak akan mau merepotkan Anda. Jadi nikmatilah momen penting dalam hidup Anda. Jangan sia-siakan waktu berharga bersama dengan orang-orang yang kita kasihi. 


c. Kita harus menghargai momen berkualitas kita bersama dengan Tuhan.
Ingat bahwa hidup kita tidak hanya di dunia ini saja, namun juga di dunia yang akan datang. Oleh sebab itu kita perlu menginvestasikan waktu, tenaga, pikiran, keuangan kita bukan hanya di dunia ini saja, tapi juga kumpulkanlah harta kita yang di surga. 
Waktu berkualitas bersama Tuhan
Matius 6:19. "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. 20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. 21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. 24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Yahwe dan kepada Mamon." 


Kalau kita hanya mengumpulkan harta di dunia ini saja, suatu saat kita akan kehilangan semuanya. Tapi kalau kita mengumpulkan harta kita di sorga, maka apa yang kita kumpulkan di sorga bersifat kekal dan tidak akan hilang. Mari kita berinvestasi untuk harta di sorga. Bagaimana kita menginvestasikan harta surgawi? Dengan menginvestasikan waktu, tenaga, hati, pikiran, keuangan kita pada hal-hal yang bersifat kekal. Doakan orang-orang yang Anda kasihi yang belum mengenal kebenaran dan ajak mereka mengenal Tuhan.


Kita bisa menikmati perjalanan hidup kita ketika kita memastikan bahwa hidup kita berguna bagi orang-orang yang kita kasihi maupun bagi Tuhan.  


Bersukacita karena Tuhan


Daud menari bersukacita
Mazmur 37:1. Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; 2 sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. 3 Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, 4 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. 5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; 6 Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. 

Baca juga: 

Nikmatilah Hidup Anda (1): Bersyukur atas apa yang sudah kita capai

Bersyukur atas apa yang sudah kita capai


Yesus mengucap syukur atas makanan yang ada
Yesus mengucap syukur
Markus 8:5 Yesus bertanya kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" Jawab mereka: "Tujuh." 6 Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak. 7 Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan. 8 Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul. 


Waktu hidup manusia sangat singkat
Hidup itu sementara
Yakobus 4:13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", 4 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. 15 Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." 

Di mana hartamu berada di situ hatimu berada
Matius 6:19. "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. 20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. 21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. 24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Yahwe dan kepada Mamon." 

Lakukan segala sesuatu dengan bersyukur
Bersyukur
Kolose 3:15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. 16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Yahwe di dalam hatimu. 17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Yahwe, Bapa kita. 

Mengucap syukur senantiasa
1 Tesalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Yahwe di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Bersukacita karena Tuhan

Daud menari bersukacita

Mazmur 37:1. Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; 2 sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. 3 Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, 4 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. 5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; 6 Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. 

Dari semua kutipan Kitab Suci di atas kita belajar bahwa kita harus menikmati hidup ini. Hidup kita itu singkat dan kita harus menikmati hidup yang telah dikaruniakan Tuhan bagi kita. Dan dari semua kutipan tersebut, ada 2 kata kunci: syukur dan sukacita atau bergembira.

Dari semua kutipan di atas, kita belajar 3 hal agar bisa menikmati hidup kita. Untuk postingan kali ini, kita akan belajar poin pertama: Bersyukur atas apa yang sudah kita capai.


a. Dalam mencapai visi hidup kita, kita harus bersyukur atas apa yang sudah kita capai. 
Kita seringkali terlalu fokus mengejar visi dan impian dalam hidup kita, sehingga kita lupa bersyukur kepada Tuhan atas apa yang sudah kita capai. Akibatnya, mungkin kita bisa mencapai visi dan impian kita, tetapi kita tidak bisa menikmati kehidupan yang bahagia (Pengkhotbah 6:2 orang yang dikaruniai Yahwe kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatupun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Yahwe untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit.)

b. Oleh karena itu, kita perlu belajar bersyukur atas apa yang sudah kita capai/dapatkan
Dalam Perjanjian Lama, setiap kali panen, umat Yahwe harus merayakan di hadapan Tuhan dengan sukacita sebagai tanda ucapan syukur. Tuhan Yesus juga bersyukur atas roti yang Ia dapatkan (Markus 8:6)

c. Bersyukur atas apa yang sudah kita capai adalah kunci kebahagiaan
Terima kasih Tuhan
Kunci kebahagiaan dalam hidup ini sebenarnya sederhana saja: yaitu: bisa bersyukur atas apa yang sudah kita capai. Kalau kita bisa bersyukur, maka kita bisa menikmati apa yang sudah Tuhan berikan. Jangan terlalu fokus mengejar apa yang belum ada tetapi belajarlah mensyukuri apa yang sudah kita capai. Betul, kita harus berjuang keras untuk mencapai impian kita, namun kemudian kita harus mulai belajar untuk menikmati perjalanan hidup yang sudah kita lalui, kemenangan-kemenangan yang sudah Tuhan berikan, berkat-berkat yang sudah kita terima. Ketika kita bisa mengucap syukur atas apa yang sudah kita capai, kita akan menemukan bahwa hidup kita indah dan menyenangkan.



Baca juga:
Syukur kepada-Mu Tuhan
Muliakanlah Tuhan dengan hartamu