Tampilkan postingan dengan label memberkati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label memberkati. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Februari 2013

Memberi maka Akan Diberi

The Treasure Principle: Unlocking the Secret of Joyful Giving (LifeChange Books) The Power of Giving: How Giving Back Enriches Us All


Berilah maka kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. (Lukas 6:38)

Standar yang ditetapkan Tuhan bagi kita anak-anak-Nya seringkali berbeda dengan standar yang ditetapkan dunia. Kalau konsep dunia mengatakan, ‘ambillah maka kamu akan mendapat,’ namun standar yang ditetapkan Tuhan adalah, ‘berilah makan kamu akan diberi.’  Kalau dunia mengenal kata ‘memberi’ sebagai suatu tindakan di mana kita pasti akan kehilangan sesuatu, namun pengajaran Tuhan Yeshua mengatakan bahwa justru dengan ‘memberi’ maka kita akan mendapatkan. Oleh sebab itu, jangan takut untuk memberi, sebab di dalam memberi terkandung sebuah rahasia besar untuk hidup kita diberkati.

Ada sebuah legenda tentang seorang yang tersesat di gurun pasir, hampir mati kehausan. Dengan jatuh bangun ia berusaha berjalan maju terus sampai tiba di sebuah rumah kosong.  Di depan rumah tua tanpa jendela dan hampir roboh itu terdapat sebuah pompa. Segera ia berdiri menuju ke pompa itu dan mulai memompa dengan sekuat tenaga, tetapi tidak ada air yang keluar. Lalu ia melihat sebuah kendi di sebelah pompa itu dengan mulutnya tertutup gabus, dan pada sisinya tertempel kertas dengan tulisan, “Sahabat, pompa itu harus dipancing dengan air dulu. PS: dan sebelum Anda pergi jangan lupa mengisi kendi ini lagi.”
Ia mencabut tutup kendi itu dan kendi itu terisi penuh dengan air.

Apakah air ini harus dipergunakan untuk memancing pompa? Bagaimana kalau tidak berhasil, tidak ada air lagi. Kalau air kendi it diminumnya, pasti tidak sampai ia mati kehausan. Tetapi untuk menuangkannya ke dalam pompa yang karatan hanya karena instruksi di atas kertas yang kumal itu, apakah itu tidak terlalu berisiko?


Tetapi suara hatinya mengatakan bahwa ia harus mengikuti nasehat yang tertera di kertas itu sekalipun ada resiko yang harus ditanggungnya. Ia mulai menuangkan seluruh isi kendi itu ke dalam pompa yang karatan itu, dan dengan sekuat tenaga memompanya. Benar, air keluar dengan limpahnya.  Menumlah ia dengan sepuas-puasnya.

Setelah istirahat sebentar untuk memulihkan tenaga, dan sebelum meninggalkan tempat itu, ia mengisi kendi itu penuh, menutupkan kembali gabusnya dan menambahkan beberapa kata di bawah instruksi itu. “Saya telah melakukannya dan berhasil. Engkau harus mengorbankan semuanya terlebih dahulu, sebelum menerima kembali. Percayalah.”

Standar dunia: Mengambil untuk mendapat. Standar anak-anak Tuhan, Berilah dan kamu akan diberi.


Baca juga:
Yesus Memperhatikan Persembahan
Memasuki Tahun Baru: Belajar dari Ishak
Mengubah Kutuk Menjadi Berkat: Belajar dari Yakub

 

Giving Thanks In a Heartbeat: Sharing the Power of Cheerful Giving

Minggu, 09 September 2012

Nilai Strategis Mukjizat dalam Penginjilan

Kisah 3:11-26

Baca bagian sebelumnya

Dalam bagian sebelumnya kita belajar bahwa mukjizat kesembuhan adalah bagian integral dari orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Sekarang kita akan belajar bagaimana kesaksian atau penginjilan bisa menjadi lebih efektif melalui mukjizat.

Orang yang disembuhkan itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes sehingga semua orang yang ada di tempat itu mengerumuni mereka karena heran (ayat 1). Jadi mukjizat itu menjadikan orang-orang heran. Dalam keadaan heran orang menjadi lebih terbuka karena mereka membutuhkan penjelasan mengenai apa yang tidak bisa mereka pahami. Di saat itulah Petrus menjelaskan bahwa kesembuhan itu terjadi bukan karena kuasanya atau kesalehannya melainkan karena kepercayaan dalam Nama Yesus (ayat 16)

Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.

Keheranan kerumunan juga dimanfaatkan Petrus untuk bersaksi, menginjil, untuk menceritakan hakikat Yesus (ayat 13-15), yang adalah Mesias yang dijanjikan (ayat 18), yang telah dinubuatkan oleh Musa (ayat 22).

Selanjutnya keheranan dan keterbukaan kerumunan juga dimanfaatkan Petrus untuk mengajak mereka bertobat dan untuk menerima Yesus sebagai penyelamat (ayat 19).

Petrus juga menyampaikan risiko kalau menolah Yesus, yakni dibasmi (ayat 23).

Petrus menegaskan bahwa mereka adalah pewaris nubuat dan perjanjian (ayat 25), bahwa YAHWE amat mengasihi mereka karena telah mengutus Putera-Nya untuk mati dan namun dibangkitkan bagi mereka, bahwa YAHWE ingin memberkati mereka (ayat 26).

Langkah terakhir yang dilakukan Petrus adalah menubuatkan masa depan mereka, bahwa mereka akan dipakai YAHWE untuk menjadi berkat bagi orang lain (ayat 25).

Baca bagian sesudahnya

Baca juga:
Penyembuhan Menjadi Bagian Integral Gereja Mula-Mula
Pola Kesaksian Gereja Mula-Mula
Pentakosta, Ciri-Ciri Pekerjaan Roh Kudus
Gereja Mula-Mula Mendasarkan Diri pada Kitab Suci 

Rabu, 15 Desember 2010

Yahwe memberiku kekuatan

Mazmur 29:2
Berilah kepada Yahwe kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada Yahwe dengan berhiaskan kekudusan!


Mazmur 29:11
Yahwe kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya; Yahwe kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera!

Terimakasih Yahwe atas firman-Mu hari ini. Aku percaya Engkau memberikanku kekuatan, karena Engkau telah mengangkatku menjadi umat-Mu, menjadi anak-Mu. Terimakasih juga karena Engkau telah memberkatiku dengan sejahtera.

Kadang di dalam menghadapi persoalan atau tugas hidup, aku merasa tidak mampu. Ada banyak hal yang harus dikerjakan dan harus dicapai, tetapi ada perasaan di dalam hati: aku tidak mampu, atau kayaknya aku tidak mampu.

Sebagai anak Tuhan, anak Yahwe yang berkuasa, yang bersemayam sebagai Raja selama-lamanya (ayat 10), hari ini aku dikuatkan oleh firman Tuhan, bahwa Yahwe memberikan kekuatan kepadaku. Tidak ada yang mustahil bagi Yahwe.

Yahwe juga akan memberikan kekuatan kepadaku untuk selalu datang menghadap ke hadirat-Nya dengan berhiaskan kekudusan.

Puji nama Yahwe selama-lamanya. Segala hormat dan pujian hanya bagi Yahwe.