Tampilkan postingan dengan label dosa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dosa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Juni 2017

Siapakah yang Terbesar dalam Kerajaan Sorga? Waspada terhadap penyesatan (Matius 18)

"Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" demikian tanya para murid kepada YESHUA pada suatu ketika. 

Yeshua menjawab ini dengan memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, katanya, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku." (Matius 18: 3--5)

Menarik mengamati Yeshua mengontraskan antara "yang terbesar" dengan "anak kecil". Kemudian Yeshua juga menagaskan, "barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga." 

Yeshua sekali lagi menegaskan bahwa cara pandang dunia itu berbeda dengan cara pandang surga. Kalau kamu ingin jadi yang terbesar, jadilah yang terkecil. Kalau kamu menyambut dan menghargai yang kecil, kamu menyambut dan menghargai Aku.

Yeshua menampilkan kontras ini untuk sekali lagi mengingatkan para murid akan bahaya cara pandang dunia yang sering menyesatkan. Pada Matius 16 Yeshua mengingatkan agar para murid "berjaga-jaga dan waspada" terhadap potensi penyesatan yang diperlihatkan oleh ajaran para Farisi dan Saduki. Pertanyaan para murid, bagi Yeshua, memperlihatkan bahwa potensi penyesatan dalam diri para murid itu masih sangat besar dan ada. Yeshua sekali lagi mengingatkan agar para murid mengadopsi cara pandang dunia yang sering menyesatkan. 

Hal ini ditegaskan dengan perkataan Yeshua selanjutnya:
"Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal. Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua." (Matius 18: 6--9)

Bagi Yeshua, sangat penting agar kita tidak sesat, disesatkan, dan menyesatkan. Bahkan, lebih baik bagi kita untuk kehilangan tangan atau mata kita daripada kita tersesat oleh karenanya. Kesesatan itu menghalangi kita untuk masuk ke dalam hidup.

Di lain pihak, Yeshua juga menegaskan bahwa penyesatan itu memang harus ada. Namun, Yeshua juga menegaskan bahwa celakalah orang yang mengadakannya. Dan karena penyesatan itu ada, sangat penting bagi kita untuk tidak disesatkan dan tidak menyesatkan. Kita harus memutus segala kemungkinan agar kita tidak tersesatkan dan tidak menyesatkan. Lebih baik kita kehilangan tangan atau mata daripada kita tersesat. Dan penyesat pun akan diganjar dengan hukuman yang sangat berat, lehernya diikatkan dengan batu kilangan dan kemudian ditenggelamkan ke dalam laut. Dengan kata lain, penyesat tidak layak mendapat hidup.

Pentingnya agar kita tidak tersesat juga ditunjukkan Yeshua lewat perumpamaan akan domba yang hilang. Jika ada 1 domba yang hilang dari 100 domba semuanya, Bapa akan meninggalkan yang 99 untuk mencari 1 yang sesat/hilang. "Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang." (Matius 18:12--14).

Bagaimana Bapa menjadi agar kita dombanya tidak sesat? Ada 3 cara yang ditunjukkan dalam pasal 18 Matius ini. Pertama adalah teguran dari sesama jemaat (ayat 15--17). Yang Kedua adalah doa jemaat. Dan Ketiga adalah pengampunan yang melimpah yang disediakan oleh Bapa kepada kita.

Jika kita tahu bahwa ada saudara sesama jemaat berbuat dosa, kita diminta menegor di bawah empat mata (ayat 15). Jika ia tidak mendengarkan kita, kita bisa membawa satu atau dua rekan untuk menguatkan tegoran kita. Jika ia masih tidak mau mendengarkan kita, kita bawa persoalan ini kepada jemaat. Kalau toh ia tidak mau mendengarkan seluruh jemaat? Yeshua mengatakan bahwa usaha manusia cukup sampai di situ.

Menarik bahwa dalam pasal ini Yeshua Matius menyisipkan perkataan Yeshua tentang kuasa jemaat dan doa di ayat 18, 19, dan 20, sebagai berikut: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." Ayat 18 menegaskan bahwa kita, jemaat diberi kuasa untuk mengingat dan melepaskan. Ada yang mengatakan bahwa dengan ini jemaat memiliki kuasa untuk memasukkan seseorang menjadi anggota jemaat dan sebaliknya, mengeluarkan. Dan sampai di situlah upaya manusiawi yang bisa kita tempuh untuk mencegah orang agar tidak tersesat.
Namun, Yeshua juga memberikan sebuah cara lain, yakni doa. Kita bisa berdoa agar saudara kita yang berdosa itu mau bertobat. Jadi selain usaha kita secara manusiawi, kita juga diminta untuk berusaha secara rohani. Doa ini memiliki kuasa, apalagi doa sepakat antara dua orang jemaat atau lebih.

Cara ketiga adalah lewat pengampunan (Matius 18:21--35). Bapa memberi pengampunan kepada jemaat, yang juga mau memberikan pengampunan kepada sesamanya yang bersalah kepadanya. Berapa kali kita harus mengampuni? 70 x 7 kali. Kita diminta selalu mengampuni, karena Bapa juga selalu mengampuni.

Minggu, 08 Juni 2014

Khawatir Adalah Dosa

Diterjemahkan dari http://www.gty.org/resources/devotionals/daily-readings


"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?  -Matius 6:25

Untuk umat Kristen, khawatir adalah bentuk ketidaktaatan dan ketidaksetiaan kepada Tuhan. Tidak ada dalam hidup kita, internal atau eksternal, yang membenarkan kita untuk cemas ketika YAHWE adalah Tuhan kita.


Khawatir pada dasarnya adalah dosa karena tidak mempercayai janji dan penyelenggaraan Tuhan, namun demikian khawatir adalah dosa yang lebih sering dilakukan oleh orang Kristen dari pada dosa yang lain. Dalam bahasa Yunani, tekanan dari perintah Yesus memiliki arti menghentikan apa yang sudah dilakukan. Kita harus berhenti khawatir dan tidak pernah memulainya lagi.

Kata Inggris dari khawatir (worry) berasal dari kata Jerman kuno yang berarti mencekik. Itu persis apa yang dilakukan khawatir--khawatir adalah sejenis pencekikan mental dan emosional yang mungkin menyebabkan lebih banyak penderitaan mental dan fisik daripada penyebab lainnya.

Substansi khawatir hampir selalu tidak berarti dibandingkan dengan ukuran yang terbentuk dalam pikiran kita dan kerusakan yang dilakukannya dalam hidup kita. Ada yang mengatakan bahwa kekhawatiran adalah aliran tipis ketakutan yang menetes melalui pikiran yang, ketika dibesar-besarkan, akan memotong semua aliran pikiran lain sedemikian luas sehingga semua pikiran lainnya tersedot habis.


Jika khawatir menjadi pola dalam hidup saudara, hentikan sekarang. Kemudian pada hari-hari selanjutnya, belajarlah mengapa saudara harus percaya kepada Bapamu dan berhenti khawatir.

Tanyakan pada diri saudara
Apakah saudara termasuk orang yang pencemas? Jika demikian, apa yang menurut saudara telah mendorong saudara untuk memilih obat dengan berkhawatir daripada kelegaan yang sebenarnya dengan percaya kepada Tuhan? Jika tidak, apa yang telah mendorong hati saudara untuk meninggalkan khawatir dan lebih memilih untuk percaya dan puas?


Baca juga:
Merasa Tidak Layak di Hadapan Tuhan?
8 Cara Untuk Berjalan Dengan Iman
Apakah Kita Sudah Mengikhlaskan Tuhan untuk Memberkati Kita?
Mazmur 3: YAHWE Pasti Memberi Pertolongan

Senin, 17 Maret 2014

Jemaat Sardis: Kehebatan Manusia vs Kehebatan Tuhan

Yesaya 40:15-18:
Sesungguhnya, bangsa-bangsa adalah seperti setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca. Sesungguhnya, pulau-pulau tidak lebih dari abu halus beratnya. Libanon tidak mencukupi bagi kayu api dan margasatwanya tidak mencukupi bagi korban bakaran. Segala bangsa seperti tidak ada di hadapan-Nya mereka dianggap-Nya hampa dan sia-sia saja. Jadi dengan siapa hendak kamu samakan Tuhsn, dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia?

Siapa yang tak kenal dengan nama besar Napoleon Bonaparte? Pemimpin Perancis yang kepemimpinannya dalam peperangan sudah diakui oleh banyak orang ini, telah membawa kemenangan yang gilang gemilang bagi Perancis. Pada masa kejayaannya, Napoleon Bonaparte berhasil menguasai hampir seluruh dataran Eropa baik dengan diplomasi maupun peperangan. Kekalahan yang mengakhiri kariernya sebagai Kaisar Perancis adalah kekalahan di Waterloo ketika berhadapan dengan kekuatan Belanda, Inggris, dan Prusia yang mengakibatkan dia dibuang ke Pulau Saint Helena sampai wafatnya.

kota Sardis
Pertanyaannya, tahukah Anda apa yang menyebabkan Napoleon Bonaparte yang hebat itu sampai bisa dikalahkan? Saat di peperangan Waterloo itu terjadi, saat itulah Gunung Tambora yang berada di Kepulauan Sumbawa, yang bermi-mil jauhnya dari Eropa, meletus dengan dahsyatnya. Akibat letusan Gunung Tambora ini merambat sampai ke benua Eropa. Inilah penyebabnya, tinggi asap letusan mencapai stratosfer dengan ketinggian lebih dari 43 km. Itulah yang mengakibatkan terjadinya cuaca buruk secara tiba-tiba. Abu tebal dari letusan Gunung Tambora masih bertebaran di atmosfer sehingga menghalangi sinar matahari yang jatuh ke bumi. Hujan saljupun tak terelakkan, saat itu Napoleon Bonaparte dan pasukan Perancis sedang menuju ke laga pertempuran. Namun karena cuaca yang sangat buruk, mereka akhirnya terjebak oleh musuh dan berhasil dikalahkan.

Perang Waterloo itu menjadi kisah tragis bagi Napoleon. Kehebatan Napoleon dalam menundukkan musuh-musuhnya berakhir sudah. Iapun menyerah kalah.

Kenneth Spink, seorang pakar ahli geologi berteori, bahwa cuaca buruk akibat letusan Gunung Tambora menjadi salah satu pemicu kekalahan Napoleon. Pada pertemuan ilmiah di Inggris, Spink mengatakan bahwa letusan Gunung Tambora telah berdampak besar terhadap tatanan iklim dunia kala itu, termasuk cuaca buruk di Waterloo pada Juni 1815 ketika Napoleon dikalahkan.

Sehebat-hebatnya manusia, tetap tidak ada yang bisa menandingi kedahsyatan Tuhan. Gunung Tambora hanyalah salah satu dari ciptaan Tuhan saja. Namun, kedahsyatannya mampu mengalahkan orang yang paling hebat sekalipun. Dalam wahyu 3:1 Tuhan menyatakan diri-Nya kepada jemaat di Sardis sebagai "Pribadi yang memiliki ketujuh Roh Tuhan dan ketujuh bintang. Angka 7 bicara tentang angka sempurna, yaitu angkanya Tuhan sendiri. Jadi 7 Roh Tuhan itu bicara tentang manifestasi pribadi Tuhan Tuhan yang sempurna, jauh melebihi roh manusia yang terbatas dan 7 bintang itu bicara tentang kemegahan Tuhan yang sempurna jauh melebihi kemegahan manusia yang tidak ada apa-apanya.

Hari ini, apa yang menjadi kebanggan Anda? Apa yang Anda masih bisa megahkan dihadapan Tuhan? Sesungguhnya, di hadapan Tuhan kita sama sekali tidak ada apa-apanya. Mari kita mengakui kedahsyatan dan kedaulatan Tuhan atas hidup kita sehingga kita tidak sampai jatuh dalam dosa kesombongan dan mengandalkan diri sendiri. Sebaliknya, kita hidup dengan kerendahan hati di hadapan Tuhan yang Mahakuasa dan yang mengatur seluruh kehidupan kita.




Baca juga:
Cuff yang Terus Berdoa
Jemaat Smirna: Miskin Tapi Kaya

Minggu, 23 September 2012

Bagaimana Kutuk Bisa Datang ke dalam Hidup Kita?

Berkat atau kutuk, silakan pilih Mengenali dan mematahkan kutuk 10 kutuk yang menghambat berkat

Apakah anda memiliki sejarah kelam dalam garis keluarga anda? Misalnya, kakek atau nenek, orang tua, dan anda sendiri mengalami "nasib" yang kurang lebih sama: selalu gagal, perceraian, perselingkuhan, sakit penyakit, kecenderungan bunuh diri, dll. Kalau iya, anda selayaknya bertanya kepada diri sendiri: apakah saya sedang berada di garis kutuk?

Kutuk? Banyak orang yang tidak percaya bahwa kutuk ada. Namun dalam Kitab Suci berulang kali anda akan menemui kata ini dan bagaimana beberapa tokoh di dalam Kitam Suci mengalami apa yang disebut dengan kutuk ini.

Amsal 26:2. Seperti burung pipit mengirap dan burung layang-layang terbang, demikianlah kutuk tanpa alasan tidak akan kena.

Dari Amsal 26:2 kita tahu bahwa kutuk datang karena ada alasannya. Tanpa adanya alasan atau sebab kutuk tidak akan datang. Kebanyakan kutuk datang karena kesalahan sendiri. Ada 2 penyebab kutuk: ketidaktaatan kepada YAHWE dan pemberontakan. Hal ini dengan jelas terlihat dalam Yeremia 2:13-17

2:13 Umat-Ku melakukan dua macam dosa: mereka membelakangi Aku, sumber air pemberi hidup bagi manusia; mereka membuat bagi dirinya kolam bocor yang tak dapat menahan airnya."
2:14. "Israel bukan hamba, bukan juga keturunan hamba sahaya. Tapi mengapa ia telah menjadi mangsa lawannya?
2:15 Musuhnya mengaum kepadanya seperti singa, tanahnya dijadikan tandus dan hampa, kota-kotanya habis dimakan api, dibiarkan terlantar tak berpenghuni.
2:16 Hai Israel, rambut kepalamu dipangkas oleh orang Memfis dan Tahpanhes.
2:17 Kau sendiri yang menyebabkan semua yang terjadi pada dirimu, karena ketika kau Kutuntun di perjalanan, kau membelakangi Aku, TUHAN Allahmu.


Dalam ayat 13 disebutkan dosa apa yang telah dilakukan Israel. Bangsa Israel tidak taat kepada YAHWE dan mengikuti jalannya sendiri, "membuat kolam bagi dirinya sendiri". Kadang kita merasa bahwa jalan kita lebih baik dan kita memutuskan sesuatu tanpa bertanya dulu kepada YAHWE. Namun sebagaimana ditunujukkan dalam ayat 13, apa yang kita anggap baik ternyata sebenarnya hal itu adalah lobang yang kita buat sendiri yang akan menghilangkan berkat-berkat dari YAHWE.

Akibat dari ketidaktaatan ini ditunjukkan dalam ayat-ayat selanjutnya. Jelas bahwa bangsa Israel adalah bangsa pilihan YAHWE sendiri, tetapi kenapa sekarang menjadi mangsa bangsa lain (ayat 14). Tanahnya tandus, hampa, kotanya habis terbakar, terlantar, tak berpenghuni. Ini semua berkata tentang hilangnya berkat, kehidupan yang seperti tanah tandus, kota berkat yang habis terbakar, keadaan hidup yang terlantar dan tak berpenghuni. Rambutnya dipangkas. Kemuliaannya diambil orang lain. Kehormatan yang hilang sirna. Dan semua itu adalah karena kesalahan sendiri, karena bangsa Israel membelakangi YAHWE.

Bagaimana mematahkan kutuk dan sumpah yang menjerat hidup anda Doa yang mengalahkan iblis dan mematahkan kutuk Doa yang mengaktifkan berkat
Dalam Kejadian 9:20-25 kita juga bisa belajar bagaimana kutuk itu bisa datang dalam hidup seseorang.

9:20 Nuh seorang petani, dan dialah yang pertama-tama membuat kebun anggur.
9:21 Setelah Nuh minum anggurnya, ia menjadi mabuk. Dilepaskannya segala pakaiannya lalu tidurlah ia telanjang di dalam kemahnya.
9:22 Ketika Ham, yaitu ayah Kanaan, melihat bahwa ayahnya telanjang, ia keluar dan memberitahukan hal itu kepada kedua saudaranya.
9:23 Kemudian Sem dan Yafet mengambil sehelai jubah dan membentangkannya pada bahu mereka. Mereka berjalan mundur memasuki kemah itu dan menyelimuti ayah mereka dengan jubah itu. Mereka memalingkan muka supaya tidak melihat ayah mereka yang telanjang itu.
9:24. Setelah Nuh sadar dari mabuknya dan mengetahui apa yang diperbuat anak bungsunya terhadap dirinya,
9:25 ia berkata, "Terkutuklah Kanaan! Dia akan menjadi budak terhina bagi saudara-saudaranya.


Dari kisah ini ada pelajaran menarik: bagaimana kutuk bisa datang ke dalam hidup seseorang. Nuh mabuk karena minum anggur ... sampai telanjang. Ham melihat ayahnya telanjang dan menceritakannya kepada 2 saudaranya. Tindakan Ham ini adalam semacam ketidakhormatan kepada orang tua. Dan atas kesalan itu Ham terkena kutuk dari ayahnya, Nuh. Yang menarik adalah, yang salah sebenarnya adalah Nuh, karena ia mabuk sampai telanjang. Tetapi kutuk itu menimpa Ham karena ia bersalah dengan berlaku tidak hormat kepada ayanya. Kelihatannya tidak adil, tetapi dari sini kita belajar bahwa kutuk hanya mungkin datang mengenai kita kalau kita berbuat salah. Kutuk tidak akan datang tanpa alasan (Amsal 26:2) Meskipun Nuh salah, ham juga salah karena berlaku tidak hormat kepada ayahnya.

Nah, dari sini kita belajar hukum mengenai hubungan anak dengan orang tua, supaya kita bisa lebih hati-hati untuk tidak mendatangkan kutuk atas hidup kita dan atas hidup orang lain (anak kita). Hukum itu termuat dalam Efesus 6:1-3

6:1. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. 
6:2 Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: 
6:3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

Dari Efesus 6:1-3 ini kita tahu bahwa YAHWE menempatkan orang tua kita dalam posisi yang sangat istimewa karena mereka akan menentukan masa dean kita. Oleh sebab itu, apapun kesalahan orang tua, seberapa jeleknya mereka, kita tidak boleh berlaku tidak hormat kepada orang tua dan tetap harus menghargai dan taat kepada mereka. Kalau tidak, kutuk bisa datang menimpa diri kita meskipun bukan murni kesalahan kita. Dalam Amsal 20:20 dikatakan: Siapa mengutuki ayah atau ibunya, pelitanya akan padam pada waktu gelap. Ini menegaskan bahwa kesalahan kita kepada orang tua berdampak buruk bagi masa depan kita.

Sebaliknya, orang tua harus sangat hati-hati untuk tidak dengan mudah mengucapkan kata-kata yang akan dimanfaatkan Iblis untuk mendatangkan kutuk ke dalam hidup anak-anak kita. Lebih baik kita belajar mengucapkan berkat daripada mengeluarkan kutuk dari mulut kita.

Kalau kutuk sudah menimpa kita, lalu bagaimana? Ingat 1 Yohanes 1:9:

1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. 

BERTOBAT: untuk mematahkan kutuk yang mengenai kita. Karena YAHWE setia dan adil. Dia akan membebaskan kita dari belenggu kutuk. Bereskan setiap hubungan yang bermasalah dengan orang tua dan anak kita. Minta maaf dan saling memaafkan. Biarkanlah berkat YAHWE mengalir dalam kehidupan kita dan anak-anak kita dan kutuk dipatahkan dalam garis keturunan kita.

Kutuk yang tak terpatahkan Mematahkan kutuk keturunan Penebusan: kutuk berhenti di sini 



Baca juga:
Bagaimana Kutuk Bisa Datang ke dalam Hidup Kita?
Nilai Strategis Mukjizat dalam Penginjilan
Penyembuhan Menjadi Bagian Integral Gereja Mula-Mula
Pola Kesaksian Gereja Mula-Mula