Diterjemahkan dari blog Victoria Osteen Lift Up Your Eyes
Abraham memulai perjalanan bersama YAHWEH. Ia dan keponakannya, Lot, dan keduamya bersama keluarga mereka. Mereka tiba di suatu tempat ketika mereka harus berpisah. Abraham berkata kepada Lot untuk memilih tanah sebelah mana yang ia ingini. Maka Lot melihat dan memilih bagian terbaik dari negeri itu.
Saya yakin Abraham kecewa. Saya yakin ia bertanya-tanya apa yang masih tersisa baginya.
Sesudah Lot pergi, YAHWEH berbicara kepada Abraham, kata-Nya, "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu."
Saat itu Abraham memiliki pilihan. Ia bisa melihat ke bawah, kepada debu yang tersisa di kakinya, kepada kekecewaannya sebelumnya, atau ia bisa memandang ke sekeliling untuk melihat apa yang disediakan YAHWEH bagi masa depannya.
Beberapa kali dalam Kitab Suci Abraham harus memandang ke sekeliling. Itu semacam tema dan warna dari hidupnya. Ia memilih untuk memandang ke sekeliling dan melihat janji YAHWEH; dan ketika ia mengubah apa yang dilihatnya, ia mengubah keadaan hidupnya.
Setiap hari kita juga memiliki pilihan yang sama. Kita bisa melihat keadaan kita, kita bisa fokus pada kekecewaan dan debu di kaki kita, atau kita bisa memandang ke sekeliling dan melihat jauh ke depan kepada kebesaran yang disediakan YAHWEH bagi kita.
Mudah untuk merasa nyaman berada di tempat kita sekarang berada, namun YAHWEH ingin kita merentangkan hidup, bertumbuh berkembang dan mengalami hal-hal baru. Jika saudara tidak menyukai keadaan saudara saat ini, ambillah langkah iman! Pandanglah ke sekeliling, lihatlah, dan pegang janji YAHWEH bagi masa depan saudara!
"Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu…" (Kejadian13:14)
Baca juga:
Kuasa untuk Memperoleh Kekayaan
Tuhan Menghendaki Kita Memberi di dalam Kekurangan Kita
Mazmur 23: YAHWE Adalah Gembalaku
Kisah Berkat Global 1: Toru Kumon
Berdoa dengan Segenap Kekuatan
Mengawali dengan Satu Talenta
Saatnya kudatang kepada-MU ya YAHWE, Tuhan Penyelamatku, Pelindung dan Penebusku. Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain.
Tampilkan postingan dengan label janji Bapa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label janji Bapa. Tampilkan semua postingan
Selasa, 09 Februari 2016
Pandanglah Ke Sekelilingmu
Label:
iman,
janji Bapa,
janji Tuhan,
keadaan,
masa depan,
percaya,
pilihan
Minggu, 22 Juni 2014
Kualifikasi untuk Menerima Hikmat Tuhan
Diterjemahkan dari Qualifications to Receive God’s Wisdom
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan." (Matius 7:7-8)
Janji-janji dalam ayat ini terbatas hanya untuk orang-orang percaya yang memenuhi kualifikasi tertentu. Pertama, "setiap orang" adalah mereka yang berasal dari Bapa. Mereka yang bukan anak-anak Tuhan tidak bisa datang kepada-Nya sebagai Bapa mereka.
Kedua, orang yang mengklaim janji ini harus hidup dalam ketaatan kepada Bapa-Nya. "Dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya." (1 Yohanes 3:22).
Ketiga, motivasi kita dalam meminta pasti benar. "Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa," kata Yakobus, "karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu." (Yakobus 4:3). Tuhan tidak mewajibkan diri-Nya untuk menjawab permintaan daging yang egois dari anak-anak-Nya.
Akhirnya, kita harus tunduk pada kehendak-Nya. Jika kita berusaha untuk melayani Tuhan dan mamon (Matius 6:24), kita tidak bisa mengklaim janji ini. "Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya." (Yakobus 1:7-8).
Kualifikasi lain yang mungkin adalah ketekunan, seperti yang ditunjukkan oleh perintah untuk meminta, mencari, dan mengetuk. Maksudnya adalah ketekunan dan keteguhan: "Terus meminta; teruslah mencari; dan terus mengetuk."
Jika Saudara memenuhi kualifikasi-kualifikasi tersebut, pastikan Saudara mengambil keuntungan dari akses Saudara kepada Tuhan.
Tanyakan pada Diri Saudara Sendiri
Tak satu pun dari kita bisa memenuhi seluruh kualifikasi luhur itu, tapi Tuhan tahu jika hati kita lembut dan tulus di hadapan-Nya, benar-benar mencari kemuliaan-Nya di atas keuntungan pribadi kita. Dalam situasi apa pun di mana saudara paling membutuhkan bimbingan dan penyediaan-Nya hari ini, mintalah dalam iman sambil berserah diri.
Baca juga:
Bapa YAHWE Berkenan kepada Orang yang Tidak Tahu Malu
Mazmur 3: YAHWE Pasti Memberi Pertolongan
Meminta Percaya Menerima
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan." (Matius 7:7-8)
Janji-janji dalam ayat ini terbatas hanya untuk orang-orang percaya yang memenuhi kualifikasi tertentu. Pertama, "setiap orang" adalah mereka yang berasal dari Bapa. Mereka yang bukan anak-anak Tuhan tidak bisa datang kepada-Nya sebagai Bapa mereka.
Kedua, orang yang mengklaim janji ini harus hidup dalam ketaatan kepada Bapa-Nya. "Dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya." (1 Yohanes 3:22).
Ketiga, motivasi kita dalam meminta pasti benar. "Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa," kata Yakobus, "karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu." (Yakobus 4:3). Tuhan tidak mewajibkan diri-Nya untuk menjawab permintaan daging yang egois dari anak-anak-Nya.
Akhirnya, kita harus tunduk pada kehendak-Nya. Jika kita berusaha untuk melayani Tuhan dan mamon (Matius 6:24), kita tidak bisa mengklaim janji ini. "Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya." (Yakobus 1:7-8).
Kualifikasi lain yang mungkin adalah ketekunan, seperti yang ditunjukkan oleh perintah untuk meminta, mencari, dan mengetuk. Maksudnya adalah ketekunan dan keteguhan: "Terus meminta; teruslah mencari; dan terus mengetuk."
Jika Saudara memenuhi kualifikasi-kualifikasi tersebut, pastikan Saudara mengambil keuntungan dari akses Saudara kepada Tuhan.
Tanyakan pada Diri Saudara Sendiri
Tak satu pun dari kita bisa memenuhi seluruh kualifikasi luhur itu, tapi Tuhan tahu jika hati kita lembut dan tulus di hadapan-Nya, benar-benar mencari kemuliaan-Nya di atas keuntungan pribadi kita. Dalam situasi apa pun di mana saudara paling membutuhkan bimbingan dan penyediaan-Nya hari ini, mintalah dalam iman sambil berserah diri.
Baca juga:
Bapa YAHWE Berkenan kepada Orang yang Tidak Tahu Malu
Mazmur 3: YAHWE Pasti Memberi Pertolongan
Meminta Percaya Menerima
Label:
berdoa,
bertekun dalam doa,
janji Bapa,
janji Tuhan,
meminta,
mencari,
menerima,
percaya
Minggu, 23 Maret 2014
Biarlah YAHWE yang Membangun Rumahmu
Diterjemahkan dari Joel & Victoria's Blog, Let the Lord Build Your House!
Alkitab memberitahu kita bahwa jika bukan Tuhan yang membangun rumah, maka sia-sialah mereka membangunnya. Dengan kata lain, rencana kita sendiri, cara kita sendiri, terpisah dari YAHWE akan runtuh. Tetapi ketika saudara melakukan hal-hal sesuai dengan cara Tuhan menurut Firman-Nya, maka bangunan saudara akan aman.
Saya ingin Tuhan membangun rumah saya, bagaimana dengan saudara? Saya ingin Dia menjadi pusat keluarga saya. Hal itu dimulai dengan menggali janji-janji dalam Alkitab, berpegang padanya, dan percaya kepada janji-janji tersebut serta menerapkannya pada setiap bidang kehidupan saya. Alkitab mengatakan kepada kita bahwa janji-janji tersebut adalah untuk saudara dan keluarga saudara. Janji-Nya adalah untuk semua hubungan saudara. Tapi, saudara harus memegang teguh janji-janji tersebut dengan iman dan mempraktikkannya. Jika kita tidak tahu Firman-Nya, bagaimana kita bisa tahu rencana-Nya?
Saudara mungkin mengatakan, "Yah, aku pergi ke gereja tapi suami saya tidak." Atau, "Anak saya jauh dari Tuhan sekarang." Aku punya kabar baik untuk saudara. Dikatakan dalam Kisah Para Rasul 2:39 bahwa "bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh." Apakah beberapa orang dalam keluarga saudara "jauh?" Apakah ada beberapa impian untuk keluarga saudara yang "masih jauh?" Tuhan mengatakan tidak ada yang jauh yang tidak bisa dibawa mejadi dekat oleh janji firman-Nya. Di sinilah kita harus percaya bahwa Tuhan sedang bekerja bahkan ketika kita tidak bisa melihatnya. Tangan kita dapat diikat, tapi tangan-Nya tidak pernah terikat!
Aku memberitahu saudara - pernyataan iman saudara dapat membalikkan keadaan. Di mana ada kegelapan, akan ada cahaya. Di mana saudara tidak dapat melihat, saudara dapat mulai melihat. YAHWE mengatakan kepada orang Israel, "Aku akan membawa kamu keluar dari rumah perbudakan dan menuntunmu ke Tanah Perjanjian." Apakah saudara tahu apa yang harus mereka lakukan? Mereka harus memegang janji itu dengan iman. Ketika mereka menggerutu dan mengeluh dan membangun kuil mereka sendiri, semua itu sia-sia dan membuat mereka tidak pergi ke mana pun. Tapi ketika mereka menyatakan firman YAHWE, ketika mereka mengamini janji-janji-Nya, saat itulah Dia "membangun rumah mereka," dan mereka masuk ke Tanah Perjanjian.
Jika saudara telah membangun rumah saudara sendiri dengan menggerutu dan mengeluh atau mencoba melakukan hal-hal dalam kekuatan saudara sendiri, hari ini adalah hari untuk melepaskan semuanya itu. Ambil keputusan untuk mengucapkan kata-kata iman atas rumah saudara dan hubungan saudara. Berdoalah bagi keluarga saudara. Percayalah bahwa Dia bekerja di belakang layar. Biarkan YAHWE membangun rumah saudara karena ketika Dia membangunnya, tidak akan ada yang mampu meruntuhkannya!
"Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya." (Mazmur 127:1)
Baca juga:
Apakah Kita Sudah Mengikhlaskan Tuhan untuk Memberkati Kita?
Janji YAHWE Bernilai Kekekalan, Ayo Berdoa untuk Seluruh Generasi Kita Seterusnya
Jaminan bagi Yang Memberi
Kuasa Persembahan Persepuluhan
Mengutamakan Tuhan dalam Keterbatasan
Kuasa Memberi: Tuhan yang Pertama dalam Keuangan
Janji Keselamatan Tuhan
Alkitab memberitahu kita bahwa jika bukan Tuhan yang membangun rumah, maka sia-sialah mereka membangunnya. Dengan kata lain, rencana kita sendiri, cara kita sendiri, terpisah dari YAHWE akan runtuh. Tetapi ketika saudara melakukan hal-hal sesuai dengan cara Tuhan menurut Firman-Nya, maka bangunan saudara akan aman.
Saya ingin Tuhan membangun rumah saya, bagaimana dengan saudara? Saya ingin Dia menjadi pusat keluarga saya. Hal itu dimulai dengan menggali janji-janji dalam Alkitab, berpegang padanya, dan percaya kepada janji-janji tersebut serta menerapkannya pada setiap bidang kehidupan saya. Alkitab mengatakan kepada kita bahwa janji-janji tersebut adalah untuk saudara dan keluarga saudara. Janji-Nya adalah untuk semua hubungan saudara. Tapi, saudara harus memegang teguh janji-janji tersebut dengan iman dan mempraktikkannya. Jika kita tidak tahu Firman-Nya, bagaimana kita bisa tahu rencana-Nya?
Saudara mungkin mengatakan, "Yah, aku pergi ke gereja tapi suami saya tidak." Atau, "Anak saya jauh dari Tuhan sekarang." Aku punya kabar baik untuk saudara. Dikatakan dalam Kisah Para Rasul 2:39 bahwa "bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh." Apakah beberapa orang dalam keluarga saudara "jauh?" Apakah ada beberapa impian untuk keluarga saudara yang "masih jauh?" Tuhan mengatakan tidak ada yang jauh yang tidak bisa dibawa mejadi dekat oleh janji firman-Nya. Di sinilah kita harus percaya bahwa Tuhan sedang bekerja bahkan ketika kita tidak bisa melihatnya. Tangan kita dapat diikat, tapi tangan-Nya tidak pernah terikat!
Aku memberitahu saudara - pernyataan iman saudara dapat membalikkan keadaan. Di mana ada kegelapan, akan ada cahaya. Di mana saudara tidak dapat melihat, saudara dapat mulai melihat. YAHWE mengatakan kepada orang Israel, "Aku akan membawa kamu keluar dari rumah perbudakan dan menuntunmu ke Tanah Perjanjian." Apakah saudara tahu apa yang harus mereka lakukan? Mereka harus memegang janji itu dengan iman. Ketika mereka menggerutu dan mengeluh dan membangun kuil mereka sendiri, semua itu sia-sia dan membuat mereka tidak pergi ke mana pun. Tapi ketika mereka menyatakan firman YAHWE, ketika mereka mengamini janji-janji-Nya, saat itulah Dia "membangun rumah mereka," dan mereka masuk ke Tanah Perjanjian.
Jika saudara telah membangun rumah saudara sendiri dengan menggerutu dan mengeluh atau mencoba melakukan hal-hal dalam kekuatan saudara sendiri, hari ini adalah hari untuk melepaskan semuanya itu. Ambil keputusan untuk mengucapkan kata-kata iman atas rumah saudara dan hubungan saudara. Berdoalah bagi keluarga saudara. Percayalah bahwa Dia bekerja di belakang layar. Biarkan YAHWE membangun rumah saudara karena ketika Dia membangunnya, tidak akan ada yang mampu meruntuhkannya!
"Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya." (Mazmur 127:1)
Baca juga:
Apakah Kita Sudah Mengikhlaskan Tuhan untuk Memberkati Kita?
Janji YAHWE Bernilai Kekekalan, Ayo Berdoa untuk Seluruh Generasi Kita Seterusnya
Jaminan bagi Yang Memberi
Kuasa Persembahan Persepuluhan
Mengutamakan Tuhan dalam Keterbatasan
Kuasa Memberi: Tuhan yang Pertama dalam Keuangan
Janji Keselamatan Tuhan
Minggu, 05 Januari 2014
Apakah Kita Sudah Mengikhlaskan Tuhan untuk Memberkati Kita?
Yesaya 54:1-2
Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan!
Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkau yang tidak pernah
menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih
banyak anak dari pada yang bersuami, firman TUHAN.
Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat
kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan
pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu!
Dalam Kitab Suci banyak sekali janji yang diberikan YAHWE kepada kita. Bahkan beberapa kedengaran begitu amat sangat indah. YAHWE memang menjanjikan anugerah-anugerah yang bagi manusia pada umumnya kedengarannya terlalu indah. Lihat saja pada kedua ayat dari kitab Yesaya di atas: YAHWE menjanjikan bahwa si mandul akan bersorak-sorai dan bahwa yang ditinggalkan suami akan mempunyai lebih banyak anak. Kita juga diminta untuk meluaskan kemah kita dan tidak usah menghemat.
Nah, ketika kita mendengar janji tersebut, sikap seperti apa yang ada dalam diri kita?Apakah kita memercayainya? Ataukah kita ragu? Atau barangkali kita berpikir bahwa mungkin kita baru akan layak menerimanya kalau sederet persyaratan sudah kita penuhi; misalnya, kalau kita sudah benar-benar hidup kudus, kalau kita sudah rajin berdoa dan berpuasa, dsb.
Kita sering memberikan begitu banyak persyaratan bagi YAHWE agar DIA bisa memberkati kita. Padahal YAHWE sudah siap memberikan berkat itu kepada kita. YAHWE memang memberikan persyaratan, tetapi syaratnya amat sangat sederhana: PERCAYA! YAHWE tidak mensyaratkan agar kita menjadi kudus terlebih dahulu, bebas dari semua dosa, berdoa dan berpuasa berhari-hari. TIDAK. YAHWE hanya menuntut satu hal, yakni agar kita percaya kepada-NYA, kepada FIRMAN-NYA.
Perhatikan apa yang difirmankan YESHUA berikut ini:
Matius 7:7
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
Matius 7:11
Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."
Matius 18:19
Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
Markus 11:24
Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.
Lukas 11:8-10
Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya. Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
Yohanes 14:13
dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
Yohanes 16:24
Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.
Kita sendiri sering begitu sulit untuk membiarkan YAHWE memberkati kita. Kita merasa tidak layak dan membuat persyaratan sendiri agar BAPA bisa memberkati kita. Padahal BAPA bahkan ingin agar kita tidak tahu malu (Lukas 11:8). BAPA bahkan mengingatkan kita bahwa kita belum meminta sesuatu pun dalam nama YESHUA.
Jadi, anugerah, sebenarnya sudah tersedia, dan BAPA YAHWE sangat rindu untuk melimpahkan berkat kepada kita. Tinggal kita mengaktifkan anugerah tersebut dengan 2 cara ini:
1. Percaya akan anugerah tersebut dan menerimanya dalam nama YESHUA.
2. Harapkan anugerah itu bermanifestasi setiap hari.
Roma 5:5
Dan
pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Elohim telah dicurahkan di dalam
hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Pengharapan itu tidak mengecewakan. Karena YAHWE sendiri TELAH mencurahkan kasih karunia kepada kita oleh Roh Kudus. Andalan kita adalah YAHWE, Pencipta langit dan bumi. DIA bisa dipercaya dan bisa diandalkan. Jangan lalui hari tanpa berpengharapan, karena pengharapan itu tidak mengecewakan, karena YAHWE tidak pernah mengingkari janji dan selalu mengasihi anak-anak-NYA. DIA ingin memberikan yang terbaik kepada kita.
Berkat itu inisiatifnya dari YAHWE. Bukan karena kita layak, tetapi karena DIA ingin kita bersukacita di dalam Nama-NYA. Jangan memberikan persyaratan apa-apa kepada berkat-NYA. Jangan-jangan setumpuk persyaratan yang kelihatannya saleh itu adalah cara si jahat untuk menipu Anda agar dijauhkan dari berkat YAHWE. Singkirkan semua penghalang yang Anda pasang sendiri bagi mengalirnya berkat YAHWE.
Label:
berkat,
berkat YAHWE,
hidup berkelimpahan,
janji Bapa,
janji Tuhan,
kelimpahan,
pengharapan,
percaya,
perjanjian
Sabtu, 04 Januari 2014
Janji YAHWE Bernilai Kekekalan, Ayo Berdoa untuk Seluruh Generasi Kita Seterusnya
Kejadian 15:1-6
Kemudian datanglah firman YAHWE kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." Abram menjawab: "Ya Tuhan YAHWE, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku." Tetapi datanglah firman YAHWE kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." Lalu YAHWE membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Lalu percayalah Abram kepada YAHWE, maka YAHWE memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.
Abram berusia 75 tahun ketika dipanggil YAHWE untuk meninggalkan tanah kelahirannya di Haran (Kej. 12:4) menuju tanah Kanaan. Pada saat it YAHWE sudah menjanjikan akan menjadikan Abram menjadi bangsa yang besar. Namun pada kenyataannya baru setelah 25 tahun kemudian, ketika bagi manusia sudah mustahil untuk memiliki anak, Ishak lahir bagi Abraham. Dan dari Kitab Suci kita tahu bahwa dibutuhkan ratusan tahun sebelum ketrunan Abraham menjadi bangsa yang besar dan akhirnya kembali ke tanah Kanaan dan boleh menikmati kejayaan sebagai sebuah bangsa yang besar di zaman Daud dan Salomo.
Janji YAHWE ternyata ada yang berlaku dalam kurun waktu yang amat sangat lama, bahkan bernilai kekal. Ada janji yang segera terwujud namun ada yang berlaku turun-temurun, dari generasi ke generasi. Seperti dikatakan Tuhan YESHUA dalam Matius 28:20 "Aku akan menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Janji YAHWE ada yang bernilai kekal.
Ketika kita tidak menyadai hal ini, kadang kita tergoda untuk mengandalkan akal sehat manusia kita. Seperti Abram, ia menyimpulkan bahwa yang akan menjadi ahli warisnya adalah Eliezer, yang bukan keturunan dari darah dagingnya sendiri, karena waktu itu pemenuhan janji YAHWE tidak kunjung datang juga. Namun bagian Kitab Suci ini mengingatkan kepada kita bahwa janji YAHWE ada yang bernilai kekekalan.
Dari kebenaran ini kita belajar bahwa kita boleh memegang janji YAHWE itu tidak hanya untuk masa hidup kita, tetapi untuk hidup keturunan kita selanjutnya, sampai masa yang kita bahkan tidak akan bisa membayangkannya. Bahwa YAHWE sanggup memenuhi janji-NYA untuk anak-anak kita, cucu-cucu kita, cicit-cicit dan generasi selanjutnya.
Dari sini kita belajar bahwa kita semestinya tidak hanya berdoa untuk diri kita saat ini saja, untuk keluarga kita sekarang ini saja, untuk orang tua kita aja, tetapi terlebih-lebih kita harus berdoa dan meminta kepada BAPA YAHWE untuk terus menjagai dan memenuhi janji-NYA untuk generasi kita selanjutnya. Jangan lupa untuk berdoa bagi anak cucu kita selanjutnya karena YAHWE sanggup memenuhi janjinya tidak hanya untuk hidup kita sekarang tetapi juga untuk anak cucu kita selanjutnya. Kita wajib meminta berkat dan penyertaan YAHWE kepada anak cucu kita.
YAHWE Maha Besar. DIA sungguh mulia dan ajaib.
Kemudian datanglah firman YAHWE kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." Abram menjawab: "Ya Tuhan YAHWE, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku." Tetapi datanglah firman YAHWE kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." Lalu YAHWE membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Lalu percayalah Abram kepada YAHWE, maka YAHWE memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.
Abram berusia 75 tahun ketika dipanggil YAHWE untuk meninggalkan tanah kelahirannya di Haran (Kej. 12:4) menuju tanah Kanaan. Pada saat it YAHWE sudah menjanjikan akan menjadikan Abram menjadi bangsa yang besar. Namun pada kenyataannya baru setelah 25 tahun kemudian, ketika bagi manusia sudah mustahil untuk memiliki anak, Ishak lahir bagi Abraham. Dan dari Kitab Suci kita tahu bahwa dibutuhkan ratusan tahun sebelum ketrunan Abraham menjadi bangsa yang besar dan akhirnya kembali ke tanah Kanaan dan boleh menikmati kejayaan sebagai sebuah bangsa yang besar di zaman Daud dan Salomo.
Janji YAHWE ternyata ada yang berlaku dalam kurun waktu yang amat sangat lama, bahkan bernilai kekal. Ada janji yang segera terwujud namun ada yang berlaku turun-temurun, dari generasi ke generasi. Seperti dikatakan Tuhan YESHUA dalam Matius 28:20 "Aku akan menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Janji YAHWE ada yang bernilai kekal.
Ketika kita tidak menyadai hal ini, kadang kita tergoda untuk mengandalkan akal sehat manusia kita. Seperti Abram, ia menyimpulkan bahwa yang akan menjadi ahli warisnya adalah Eliezer, yang bukan keturunan dari darah dagingnya sendiri, karena waktu itu pemenuhan janji YAHWE tidak kunjung datang juga. Namun bagian Kitab Suci ini mengingatkan kepada kita bahwa janji YAHWE ada yang bernilai kekekalan.
Dari kebenaran ini kita belajar bahwa kita boleh memegang janji YAHWE itu tidak hanya untuk masa hidup kita, tetapi untuk hidup keturunan kita selanjutnya, sampai masa yang kita bahkan tidak akan bisa membayangkannya. Bahwa YAHWE sanggup memenuhi janji-NYA untuk anak-anak kita, cucu-cucu kita, cicit-cicit dan generasi selanjutnya.
Dari sini kita belajar bahwa kita semestinya tidak hanya berdoa untuk diri kita saat ini saja, untuk keluarga kita sekarang ini saja, untuk orang tua kita aja, tetapi terlebih-lebih kita harus berdoa dan meminta kepada BAPA YAHWE untuk terus menjagai dan memenuhi janji-NYA untuk generasi kita selanjutnya. Jangan lupa untuk berdoa bagi anak cucu kita selanjutnya karena YAHWE sanggup memenuhi janjinya tidak hanya untuk hidup kita sekarang tetapi juga untuk anak cucu kita selanjutnya. Kita wajib meminta berkat dan penyertaan YAHWE kepada anak cucu kita.
YAHWE Maha Besar. DIA sungguh mulia dan ajaib.
Label:
berkat,
berkat YAHWE,
generasi,
hidup kekal,
janji Bapa,
janji Tuhan,
kekekalan,
keturunan,
penggenapan,
perjanjian
Minggu, 12 Agustus 2012
Roh Kudus Menjadi Daya Penggerak Gaya Hidup Jemaat Perdana
Hidup Kristen adalah hidup menurut Kristus atau mengikuti ajaran Kristus. Tentu saja banyak cara atau banyak tradisi atau bahkan keyakinan dalam menerapkan "hidup Kristen" atau "gaya hidup Kristiani" yang bisa ditemui saat ini.
Namun semestinya hidup Kristen atau gaya hidup Kristiani harus tetap bersumber pada Kitab Suci. Dan dengan demikian, amat sangatlah penting untuk belajar dari orang-orang pertama yang menyebut diri atau disebut dirinya sebagai orang Kristen, yakni mereka menghayati hidup Kristen pada mula-mula atau jemaat perdana atau jemaat pertama atau jemaat mula-mula.
Dengan demikian, kita bisa menggali dan menelusuri bagaimana orang Kristen seharusnya hidup dengan membaca Kisah Para Rasul. Kalau kita mau serius menjadi orang Kristen atau menadi pengikut Kristus, apapun latar belakang kelompok atau denominasi kita, maka haruslah kita belajar dari para rasul sendiri.
Membaca Kisah Para Rasul, mulai dari pasal 1, bagian awal dari pasal 1, amat sangat jelas ditekankan bahwa hidup Kristiani haruslah berdasar atau digerakkan oleh Roh Kudus. Sekali lagi: hidup kristiani kita, segala langkah dan gerak aktivitas Kristiani kita, harus didasarkan atau digerakkan atau diinspirasikan oleh Roh Kudus. Dalam Kisah 1 ayat 4 dengan jelas dinyatakan bahwa Yesus melarang mereka untuk melakukan apapun sebelum mereka menerima Roh Kudus, atau yang disebut janji Bapa, atau yang disebut dengan "dibabtis dengan Roh Kudus".
Kisah Para Rasul 1:4-5 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka. Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang - demikian kata-Nya - "telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."
Perhatikan kata "melarang", Yesus melarang para murid untuk pergi, melainkan untuk "tinggal menantikan janji Bapa", janji yang telah sebelumnya disampaikan sendiri dari Yesus (telah kamu dengar dari pada-Ku), yakni bahwa Yesus akan membaptis mereka dengan Roh Kudus ... sebelum mereka melakukan pelayanan apapun.
Di bagian selanjutnya kita juga belajar bahwa para murid "merisaukan" sesuatu tentang pemulihan kerajaan bagi Israel. Namun sekali lagi Yesus meminta mereka untuk tidak memikirkan yang lain namun menegaskan bahwa kalau mereka sudah menerima atau kalau Roh Kudus sudah turun atas mereka, mereka akam menjadi saksiNya sampai ke ujung bumi.
Kisah Para Rasul 1:6-8: Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi ISrael?" Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut uasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Yesus melarang mereka pergi, Yesus juga "melarang" mereka memikirkan yang lain, bahkan yang sangat mulia (pemulihan kerajaan Israel), namun menyuruh mereka fokus untuk menerima Roh Kudus. Karena Roh Kudus itu akan memberi mereka kuasa untuk menjadi saksiNya.
Jelas, Roh Kudus dan kuasanya itu amat sangat penting bagi pelayanan para rasul dan jemaat perdana. Dengan Roh Kudus, mereka jadi tahu apa yang seharusnya mereka lakukan dan apa yang seharusnya menjadi fokus dari pelayanan mereka. Bukannya memikirkan kerajaan duniawi Israel, namun menjadi saksi Kristuslah yang harus menjadi fokus mereka.
Pertanyaannya: Apakah Anda sudah melayani? Apakah Anda terlibat dalam kegiatan gereja? Kalau sudah, apa yang mendasari gerak dan pelayanan Anda? Sudahkah Roh Kudus tinggal dalam diri Anda? Sudahkah Anda menerima Roh Kudus yang dijanjikan Bapa?
Sudahkah Anda "tinggal" dan "menantikan janji Bapa"? Ataukah Anda langsung terjun ke lapangan tanpa dibekali kuasa dari Roh Kudus. Kalau begitu: jangan-jangan Anda hanya sedang peduli dengan "misi" Anda sendiri, sebagaimana para rasul waktu itu hanya memikirkan sesuatu yang duniawi, pemulihan kerajaan Israel. Padahal mereka diminta untuk menjadi saksi Kristus. Apa motivasi Anda melayani, menjadi saksi Kristus? Atau mengejar ambisi duniawi Anda (memulihkan kerajaan Anda?)?
Saatnya untuk bertanya kembali kepada diri Anda sendiri. Saatnya untuk diam tinggal dan menantikan janji Bapa. Lakukanlah itu sebelum Anda lari untuk melayani. Tanpanya, barangkali Anda hanya sedangg mengejar ambisi pribadi Anda sendiri.
Baca juga:
Cara Hidup Jemaat yang Pertama
Label:
gereja perdana,
janji Bapa,
janji Tuhan,
jemaat mula-mula,
jemaat pertama,
kuasa,
Roh Kudus,
saksi
Langganan:
Postingan (Atom)





