Tampilkan postingan dengan label Saulus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saulus. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Maret 2013

Pelayanan Menurut Tuntunan YAHWE

Kisah Para Rasul 12:24-13:12

Baca bagian sebelumnya!

Firman Tuhan semakin tersebar dan makin banyak didengar orang (Kis 12:24) oleh karena pewartaan pewartaan dan pelayaan para anggota jemaat pertama dan kesaksian mereka. Disebutkan bahwa dalam jemaat ada beberapa nabi dan pengajar. Dalam Pasal 13 disebutkan bahwa di Anthiokia sendiri ada beberapa nabi dan pengajar, meskipun tidak dirinci siapa yang nabi siapa yang pengajar: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes dan Saulus. Menarik untuk dicatat bahwa salah seorang nabi atau pengajar itu adalah teman raja wilayah Herodes. Jadi pewartaan jemaat pertama menyentuh juga kalangan atas, teman sepengasuhan raja.

Paulus menghardik Baryesus
Paulus menghardik Baryesus
Ayat 2 pasal 13 disebutkan juga dan diulang kembali bahwa jemaat itu beribadah dan berpuasa. Ibadah dan puasa adalah salah satu gaya hidup jemaat pertama. Salah satu dampaknya adalah hubungan yang erat dengan Roh Kudus dan kehidupan jemaat selalu dituntun oleh Roh Kudus. Saat itu pula Roh Kudus menuntun mereka agar Barnabas dan Saulus dikhususkan bagi tugas yang sudah ditentukan oleh Bapa YAHWE. Dan sesudah mereka mendapat tuntunan itupun Kitab Suci mencatat bahwa mereka masih berpuasa dan berdoa kembali (ayat 3) dan setelah mereka meletakkan tangan atas dua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi. Sebuah teladan hidup menggereja yang amat baik: berdoa dan berpuasa untuk tugas misi khusus anggota jemaat dan mereka semua membekali misionaris itu dengan “meletakkan tangan” sebelum utusan itu berangkat pergi.

Tujuan kepergian Barnabas dan Saulus pun ditentukan oleh Roh Kudus (ayat 4). Dicatat bahwa keduanya dibantu oleh Yohanes (ayat 5). Dan dalam kisah selanjutnya ditunjukkan bagaimana tugas penginjilan berhadapan dengan kekuatan kegelapan yang berusaha menghalang-halangi orang untuk mengenal YAHWE, Tuhan yang benar. Di Pafos Barnabas dan Saulus, yang juga disebut Paulus (untuk pertama kalinya Saulus disebut dengan Paulus - ayat 9) dituntun untuk menginjili gubernur. Namun roh jahat, lewat tukang sihir yang bernama Baryesus, atau yang disebut Elimas, berusaha menghalang-halangi agar gubernur mereka agar gubernur itu tidak sampai beriman kepada YAHWE. Dikatakan bahwa Baryesus ini adalah kawan gubernur tersebut, Sergius Paulus. Tentu saja karena ia teman pasti memiliki pengaruh yang besar dan bisa benar-benar menjadi penghalang bagi Barnabas dan Paulus untuk mengenalkan Yeshua kepada gubernur.

Namun di sini kita melihat bagaimana orang yang hidupnya dipimpin oleh Roh dan bergaul akrab dengan YAHWE menang berhadapan dengan musuh. Penuh dengan Roh Kudus (ayat 9), Paulus menelanjangi kerja iblis yang penuh dengan tipu muslihat dan kejahatan dan oleh kuasa Roh Kudus Paulus menimpakan kebutaan sementara pada Baryesus. Roh Kudus membuat pekerjaan Paulus dan Barnabas menjadi berhasil dengan menyatakan pekerjaan ajaib di hadapan gubernur. Melihat kuasa yang menyertai Paulus, gubernur menjadi percaya dan takjub akan ajaran YAHWE (ayat 12).

Dari penggalan kisah perjalanan Barnabas dan Paulus ini kita bisa belajar:
1. Pentingnya doa dan puasa dalam kehidupan jemaat. Doa dan puasa menjadi praktik hidup sehari-hari dan hal itu membuat hubungan jemaat dengan YAHWE menjadi intim.
2. Hubungan yang intim dengan YAHWE membuat mereka peka dengan tuntungan YAHWE melalui Roh Kudus-Nya.
3. Hubungan yang intim dengan YAHWE membuat Barnabas dan Paulus mengetahui isi hati YAHWE sehingga Paulus tahu apa yang harus dilakukan ketika berhadapan dengan musuh. Paulus dimampukan YAHWE untuk melakukan nubuat dan diberi kuasa untuk melakukan pekerjaan ajaib termasuk untuk menghajar musuh.
4. Hubungan yang intim dengan YAHWE dan ketaatan dengan YAHWE membuat setiap pekerjaan nabi dan pengajar menjadi berhasil.

Baca bagian selanjutnya.

Baca juga:
Keterlibatan YAHWE dalam Penginjilan Jemaat Mula-Mula
Karya Roh Kudus Tidak Terkungkung Oleh Tradisi dan Hukum
Hubungan yang Intim dengan YAHWE di dalam Pelayanan
Ketaatan kepada YAHWE vs. Pemimpin
Roh Kudus Menjadi Daya Penggerak Gaya Hidup Jemaat Perdana

 

 

 

 



  

Selasa, 27 November 2012

Risiko Menjadi Saksi Yahshua

Kisah Para Rasul 9:19b-31

Baca bagian sebelumnya!

Setelah bertobat dan dibabtis, Saulus langsung mengabil langkah untuk dengan terus terang dan berani (ayat 27b dan 28) memberitakan Yahshua di tempat umum (rumah-rumah ibadat) dan memberikan kesaksian bahwa Yahshua adalah anak Elohim. Hanya dalam beberapa hari (ayat 19b) Saulus sudah memiliki murid-murid di Damsyik (ayat 25).

Terjadi sebuah pembalikan yang dahsyat. Sebelumnya ia menganiaya jemaat Yahshua; kini ia menjadi saksi-Nya, dan bahkan menjadi sasaran aniaya (ayat 23, 24, 29). Ia meninggalkan kelompoknya sebelumnya, sekarang ia dikejar-kejar oleh kelompok yang sama dan mau dibunuh. Hal ini memperlihatkan betapa besar risiko yang harus dihadapi Saulus sebagai konsekuensi dari pertobatannya. Ia dibenci oleh kelompoknya, bahkan mau dibunuh. Sebuah risiko yang cukup berat. Bayangkan, ketika semua teman Anda tiba-tiba membenci dan menyudutkan Anda ... karena Anda memutuskan untuk mengikuti Yahshua. Pasti sebuah beban yang tidak ringan. Dibenci oleh satu teman saja itu sudah merupakan beban yang tidak ringan. Apalagi dibenci oleh banyak teman, atau bahkan semua teman.

Bukan hanya itu saja, nyawa Saulus beberapa kali terancam karena akan dibunuh oleh orang Yahudi. Sementara itu, kelompok yang baru saja dianutnya (para murid Yahshua) juga menolaknya. Mereka takut dan tidak percaya kepadanya (ayat 26). Hal ini memperlihatkan bahwa pertobatan besar kecil mengandung risiko: risiko ditolak, risiko dikucilkan dan dibenci, bahkan risiko terancam nyawanya.

Tetapi pertobatan yang sungguh-sungguh bukannya tanpa hasil. Saulus berhasil menyelamatkan beberapa orang Yahudi yang kemudian menjadi muridnya (ayat 25). Saulus semakin berani mewartakan berita keselamatan dalam nama Yahshua. Saulus akhirnya dibantu oleh anggota jemaat untuk melarikan diri dari aniaya. Jemaat semakin  dibangun dan hidup dalam takut akan YAHWE (ayat 31). Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.

Baca bagian selanjutnya!

Baca juga:
Pertobatan Saulus: Yahshua yang Memanggil, Murid yang Menginjil
Keterlibatan YAHWE dalam Penginjilan Jemaat Mula-Mula
Pemberitaan Injil dalam Masa Penganiayaan
Pembelaan Iman Stefanus di Hadapan Mahkamah Agama


Minggu, 18 November 2012

Pertobatan Saulus: Yahshua yang Memanggil, Murid yang Menginjil

Kisah Para Rasul 9:1-19a

Baca bagian sebelumnya!

Kita belajar bagaimana proses pertobatan Saulus terjadi. Catatan yang ditemukan sebelumnya mengenai Salusus adalah saat ia menjadi saksi mata kematian Stefanus (Kis 8:1a). Dikatakan bahwa ia setuju bahwa Stefanus mati dibunuh. Kematian Stefanus menjadi awal penganiayaan jemaat mula-mula dan Saulus merasa terpanggil untuk terlibat penuh dalam usaha untuk menghentikan sekte yang baru tersebut. Ia meminta surat kuasa dari Imam Besar untuk menangkap laki-laki dan perempuan yang mengikut jalan Tuhan.

Dalam perjalanannya ke Damsyik Tuhan Yahshua memanggilnya:

Kis 9:3-6 ...tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?"    Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yahshua yang kauaniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat."

Dalam hal ini Tuhan sendiri yang memanggil Saulus. Ia memperkenalkan diriNya kepada Saulus, sebagai Yahshua, yang sedang dianiaya oleh Saulus. Tuhan juga secara jelas berbicara kepada Saulus apa yang harus diperbuatnya.

Di bagian lain (ayat 10-16) Tuhan memanggil seorang murid yang bernama Ananias untuk menginjili Saulus:

Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!" Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi." Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu." Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku."

Tuhan secara spesifik memanggil dan memberitahu Ananias mengenai apa yang harus dikerjakannya dan mengenai siapa dan sedang apa orang yang harus diinjilinya. Dikatakan bahwa setelah panggilan Tuhan di jalan, saat ini juga Tuhan juga sedang memberikan penglihatan kepada Saulus mengenai apa yang akan dialaminya kemudian: bahwa seorang yang bernama Ananias akan menumpangkan tangan atasnya agar ia melihat.

Ketika tahu siapa yang harus ditemuinya Ananias menjadi ragu karena ia tahu bahwa orang itu adalah orang yang sedang berupaya menangkap orang-orang percaya. Namun sekali lagi Tuhan menegaskan bahwa ialah orang yang Tuhan pilih untuk menjadi alat pilihanNya.

Dan Ananias melakukan apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Ia datang menemui Saulus, menumpangkan tangannya ke atas Saulus, memberitahukan apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya untuk menyembuhkannya dan berdoa untuknya agar Roh Kudus memenuhi dirinya, serta membaptisnya.

Kita diberitahu bahwa YAHWE secara intensif menyatakan kehendakNya dan tuntunanNya kepada jemaat mula-mula. Kemungkinan hal ini terkait dengan gaya hidup jemaat mula-mula yang  sangat kuat kehidupan doa sepakatnya.

Baca bagian selanjutnya!

Baca juga:
Keterlibatan YAHWE dalam Penginjilan Jemaat Mula-Mula
Pemberitaan Injil dalam Masa Penganiayaan
Pembelaan Iman Stefanus di Hadapan Mahkamah Agama
Hubungan yang Intim dengan YAHWE di dalam Pelayanan