Manakala kamu berdoa, katakanlah:
Bapa kami yang di surga
dikuduskanlah Nama-Mu
datanglah kerajaan-Mu
jadilah kehendak-Mu
seperti di dalam surga
juga di atas bumi.
Berikanlah kepada kami hari ini,
roti kami sehari-hari
dan amnpunkanlah kepada kami
dosa-dosa kami
karena kami pun mengampunkan
kepada setiap orang
yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah membawa kami
ke dalam pencobaan
tetapi luputkanlah kami
dari yang jahat.
Ketika kita berdoa, Tuhan Yeshua mengajarkan, agar pertama-tama kita menyatakan, mengakui akan adanya Bapa yang ada di surga. Ini sebuah pernyataan, pengakuan, klaim bahwa kita ini anak-Nya, bahwa Tuhan yang ada di surga itu adalah Bapa kita. Kita adalah anak-Nya, anak dari Tuhan pencipta kita dan seluruh dunia. Pernyataan ini, pengakuan ini menegaskan bahwa ada hubungan yang intim antara kita dengan Tuhan kita. Kita sudah diangkat dan diberi hak untuk menjadi anak-Nya, untuk menyebut Pencipta kita itu adalah Bapa kita. Inilah identitas kita: anak Tuhan Pencipta langit dan bumi serta segala semesta.
Yang kedua kita diminta memproklamirkan kekudusan Nama-Nya. Menyerukan kekudusan Tuhan tampaknya menjadi cara yang berkenan kepada Tuhan di dalam menyembah-Nya. Bandingkan dengan Wahyu 4:8:
Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan
di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak
berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus,
kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan
yang akan datang."
atau Yesaya 6:3:
Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: "Kudus, kudus,
kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!"
Yang ketiga, kita diminta untuk memohon agar kerajaan-Nya datang. Yesus sendiri selalu mengatakan bahwa kerajaan sorga sudah dekat. Dan kita diminta bertobat oleh karenanya. Kerajaan sorga itu seperti apa? Yesus memberikan banyak sekali gambaran mengenai apa itu kerajaan sorga melalui perumpamaan-perumpamaan. Misalnya, kerajaan sorga diumpamakan seperti "seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah" (Matius 13:45) atau "seumpama harta yang terpendam di ladang" (Matius 13:44) yang menunjukkan sesuatu yang sangat berharga sehingga orang rela menjual segala miliknya untuk memiliki mutiara itu;
atau "seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya" (Matius 18:23) yang memperlihatkan tentang kemurahan pengampunan yang harus menjadi pedoman hidup;
atau "seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya" (Matius 22:2) yang memperlihatkan pentingnya untuk datang ke pesta dengan pakaian yang layak, dan lain sebagainya. Kerajaan sorga juga "seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan" (Matius 13:47) yang memperlihatkan bahwa ada pemisahan antara orang jahat dan orang benar; atau "seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki" (Matius 25:1) yang memperlihatkan pentingnya untuk bersiap-siap dan berjaga-jaga (membawa cadangan minyak);
atau "seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya" (Matius 13:24) yang memperlihatkan bahwa orang-orang jahat itu hidup di tengah-tengah orang jahat;
atau "seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya" (Matius 20:1) yang memperlihatkan kewenangan Tuhan untuk memberikan upah yang sama kepada semua pekerjanya;
atau "seumpama biji sesawi" (Matius 13:31) atau "seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya" (Matius 13:33) yang memperlihatkan bahwa orang benar atau orang beriman harus bermanfaat bagi orang lain; atau "seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka" (Matius 25:14) yang memperlihatkan pentingnya untuk mengembangkan talenta yang kita miliki.
Kita juga diminta untuk memohon agar kehendak-Nya jadi, yakni keadaan di atas bumi seperti di dalam sorga.
Kita juga diminta untuk meminta roti kebutuhan hidup kita sehari-hari. Ini berarti seharusnya kita berdoa meminta roti ini setiap hari.
Kita diminta untuk memohon ampun atas dosa kita tetapi sekaligus kita juga diminta untuk mengampuni orag lain, sebagai syarat pengampunan itu: "seperti kami juga mengampuni".
Terakhir, kita diminta untuk meminta Tuhan menjauhkan kita dari pencobaan dan melupuskan kita dari "yang jahat". Pencobaan itu ada dan "yang jahat" itu ada, tetapi kita bisa memohon kepada Tuhan agar kita tidak dibawa ke dalam pencobaan dan diluputkan dari yang jahat. Dan karena kita diminta untuk meminta roti setiap hari, itu berarti kita juga diminta untuk memohon dijauhkan dari pencobaan dan diluputkan dari yang jahat ini juga setiap hari.
Saatnya kudatang kepada-MU ya YAHWE, Tuhan Penyelamatku, Pelindung dan Penebusku. Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain.
Tampilkan postingan dengan label kudus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kudus. Tampilkan semua postingan
Minggu, 28 Januari 2018
Jika kamu berdoa
Label:
berdoa,
bertekun dalam doa,
cobaan,
doa,
harta sorga,
kasih Bapa,
kejahatan,
Kerajaan Elohim,
kudus
Rabu, 19 Maret 2014
Jemaat Sardis: Tidak Terbawa Arus Dunia yang Rusak
2 Korintus 7:1
Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan TUHAN.
Selebritis, identik dengan kehidupan yang glamour, penuh dengan kemewahan dan bahkan kehidupan yang cenderung dikategorikan bebas. Apalagi selebritis pria. Dengan banyaknya fans dari kalangan kaum wanita, membuat banyak selebrits pria yang memanfaatkan kesempatan ini sebagai ajang tebar pesona sehingga membuat semakin banyak wanita tergila-gila kepadanya. Bahkan, banyak juga selebritis pria yang akhirmra hidup dalam dosa seks bebas. Memang tidak semuanya, tetapi bukan suatu hal yang baru lagi kalau banyak selebritis pria menyimpan rahasia umum yang demikian.
Tetapi tidak demikian dengan seorang selebritis pria yang banyak digandrung wanita, seorang pemain sepak bola vang cukup terkenal, Ricardo Izecson dos Santos Leite, atau lebih dikenal dengan nama Kaka. Karena prestasi yang luar biasa dalam dunia persepakbolaan, nama Kaka melejit dan ia menjadi bintang lapangan yang dipuja oleh banyak penggemarnya khususnya para wanita. Kegantengannya yang seperti seorang bintang fim membuat ia selalu dikejar-kejar fans wanita. Di manapun ia berada, akan selalu ada jeritan gadis-gadis muda yang mengaguminya. Namun cinta dan kesetiannya hanya pada Caroline Celico, kekasihnya yang jauh di Brazil. Walaupun kehidupan pemain sepakbola selalu dikelilingi wanita-wanita cantik super model, atau pesta-pesta kemenangan, Kaka selalu menghindari semuanya itu. Ia bahkan tidak mau membawa Caroline tinggal dengannya di Italia sebelum pernikahan, seperti yang diakukan para pemain bola di liga-liga besar.
Tahun 2005, Kaka meminang Caroline, dalam sebuah upacara perkawinan yang sangat sederhana, sangat berbeda dengan pernikahan selebritis lain yang super mewah. Dalam jumpa pers ia menyatakan bahwa ia masih perjaka dan caroine masih perawan. "Itu adalah periode yang pentang, sebuah ujian untuk cinta kami berdua. Saya seorang pria normal dan pasti tergoda untuk melakukan hubungan sebelum pernikahan, tapi saya bisa melewatinya." Pemain sepakbola muda yang terkenal dengan kaosnya yang bertuliskan, "I love Jesus" dan "I belong to Jesus" ini sungguh-sungguh membuktikan bahwa hidupnya didedikasikannya untuk Yesus yang menjadi TUHAN dan juruselamatnya.
Dalam wahyu yang diterima oleh Rasul Yohanes untuk Jemaat di Sardis, dikatakan bahwa "di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak itu" (Wahyu 3:4). Ternyata di tengah-tengah jemaat di Sardis yang lebih mengutamakan hal-hal jasmani daripada hal-hal rohani, masih ada orang-orang yang tetap memegang teguh imannya kepada Tuhan. Inilah gambaran anak-anak Tuhan yang meskipun hidup di dalam lingkungan dunia yang tercemar, bahkan dalam lingkungan yang sudah rusak, namun mereka tidak ikut mencemarkan dirinya dan tetap mempertahankan kemurnian iman mereka.
Ini pelajaran yang penting sekali bagi kita: Sekalipun yang lain lebih mengutamakan hal-hal lahirah, tetapi kita haruss tetap lebih mementingkan hal-hal yang rohani. Sekalipun sekeliling kita penuh dengan dosa, kita bisa tetap hidup dalam kebenaran. Bahkan sekalipun orang-orang Kristen lain, pelayan Tuhan dan hamba-hamba Tuhan yang lain kompromi terhadap dosa, tapi kita tetap harus bisa menjaga kemurnian hati kita, memastikan iman kita hanya tertuju kepada Tuhan, dan mengutamakan perkara-perkara di atas lebih dari pada perkara-perkara di bawah.
Baca juga:
Jemaat Sardis: Tidak Terbawa Arus Dunia yang Rusak...
Jemaat Smirna: Miskin Namun Dipuji TUHAN
Jemaat Sardis: Kehebatan Manusia vs Kehebatan Tuha...
Jemaat Smirna: Miskin Tapi Kaya
Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan TUHAN.
Selebritis, identik dengan kehidupan yang glamour, penuh dengan kemewahan dan bahkan kehidupan yang cenderung dikategorikan bebas. Apalagi selebritis pria. Dengan banyaknya fans dari kalangan kaum wanita, membuat banyak selebrits pria yang memanfaatkan kesempatan ini sebagai ajang tebar pesona sehingga membuat semakin banyak wanita tergila-gila kepadanya. Bahkan, banyak juga selebritis pria yang akhirmra hidup dalam dosa seks bebas. Memang tidak semuanya, tetapi bukan suatu hal yang baru lagi kalau banyak selebritis pria menyimpan rahasia umum yang demikian.
Tetapi tidak demikian dengan seorang selebritis pria yang banyak digandrung wanita, seorang pemain sepak bola vang cukup terkenal, Ricardo Izecson dos Santos Leite, atau lebih dikenal dengan nama Kaka. Karena prestasi yang luar biasa dalam dunia persepakbolaan, nama Kaka melejit dan ia menjadi bintang lapangan yang dipuja oleh banyak penggemarnya khususnya para wanita. Kegantengannya yang seperti seorang bintang fim membuat ia selalu dikejar-kejar fans wanita. Di manapun ia berada, akan selalu ada jeritan gadis-gadis muda yang mengaguminya. Namun cinta dan kesetiannya hanya pada Caroline Celico, kekasihnya yang jauh di Brazil. Walaupun kehidupan pemain sepakbola selalu dikelilingi wanita-wanita cantik super model, atau pesta-pesta kemenangan, Kaka selalu menghindari semuanya itu. Ia bahkan tidak mau membawa Caroline tinggal dengannya di Italia sebelum pernikahan, seperti yang diakukan para pemain bola di liga-liga besar.
Tahun 2005, Kaka meminang Caroline, dalam sebuah upacara perkawinan yang sangat sederhana, sangat berbeda dengan pernikahan selebritis lain yang super mewah. Dalam jumpa pers ia menyatakan bahwa ia masih perjaka dan caroine masih perawan. "Itu adalah periode yang pentang, sebuah ujian untuk cinta kami berdua. Saya seorang pria normal dan pasti tergoda untuk melakukan hubungan sebelum pernikahan, tapi saya bisa melewatinya." Pemain sepakbola muda yang terkenal dengan kaosnya yang bertuliskan, "I love Jesus" dan "I belong to Jesus" ini sungguh-sungguh membuktikan bahwa hidupnya didedikasikannya untuk Yesus yang menjadi TUHAN dan juruselamatnya.
Dalam wahyu yang diterima oleh Rasul Yohanes untuk Jemaat di Sardis, dikatakan bahwa "di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak itu" (Wahyu 3:4). Ternyata di tengah-tengah jemaat di Sardis yang lebih mengutamakan hal-hal jasmani daripada hal-hal rohani, masih ada orang-orang yang tetap memegang teguh imannya kepada Tuhan. Inilah gambaran anak-anak Tuhan yang meskipun hidup di dalam lingkungan dunia yang tercemar, bahkan dalam lingkungan yang sudah rusak, namun mereka tidak ikut mencemarkan dirinya dan tetap mempertahankan kemurnian iman mereka.
Ini pelajaran yang penting sekali bagi kita: Sekalipun yang lain lebih mengutamakan hal-hal lahirah, tetapi kita haruss tetap lebih mementingkan hal-hal yang rohani. Sekalipun sekeliling kita penuh dengan dosa, kita bisa tetap hidup dalam kebenaran. Bahkan sekalipun orang-orang Kristen lain, pelayan Tuhan dan hamba-hamba Tuhan yang lain kompromi terhadap dosa, tapi kita tetap harus bisa menjaga kemurnian hati kita, memastikan iman kita hanya tertuju kepada Tuhan, dan mengutamakan perkara-perkara di atas lebih dari pada perkara-perkara di bawah.
Baca juga:
Jemaat Sardis: Tidak Terbawa Arus Dunia yang Rusak...
Jemaat Smirna: Miskin Namun Dipuji TUHAN
Jemaat Sardis: Kehebatan Manusia vs Kehebatan Tuha...
Jemaat Smirna: Miskin Tapi Kaya
Label:
7 gereja Asia,
godaan dosa,
jemaat Sardis,
kekudusan,
kemurnian iman,
kudus
Langganan:
Postingan (Atom)

