Tampilkan postingan dengan label keselamatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keselamatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Juni 2013

Mazmur 3: YAHWE Pasti Memberi Pertolongan

Mazmur 3

3:1 Mazmur Daud, ketika ia lari dari Absalom, anaknya.
Ya YAHWE, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku;
3:2 banyak orang yang berkata tentang aku: "Baginya tidak ada pertolongan dari pada Elohim." Sela
3:3 Tetapi Engkau, YAHWE, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.
3:4 Dengan nyaring aku berseru kepada YAHWE, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus. Sela
3:5 Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab YAHWE menopang aku!
3:6 Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku.
3:7 Bangkitlah, YAHWE, tolonglah aku, ya Elohimku! Ya, Engkau telah memukul rahang semua musuhku, dan mematahkan gigi orang-orang fasik.
3:8 Dari YAHWE datang pertolongan. Berkat-Mu atas umat-Mu! Sela


Situasi yang dihadapi pemazmur:
1. tekanan musuh: menghadapi banyak lawan, banyak orang yang bangkit menyerang
2. intimidasi: banyak orang yang mengatakan bahwa pemazmur tidak memiliki sumber pertolongan, bahwa YAHWE tidak akan menolongnya
3. anaknya memberontak dan hendak membunuhnya

Kalau kita menghadapi situasi yang sama, apa yang akan kita lakukan? Situasi yang amat sulit, nyawa terancam, dan tragisnya, oleh anak sendiri. Nyawa terancam adalah sebuah situasi yang tak terbayangkan, sebuah tekanan yang luar biasa. Ditambah lagi, anak yang memberontak pasti merupakan beban batin yang lebih hebat lagi, apalagi sampai pada taraf ingin membunuh kita, orang tuanya.

Ketika kita menghadapi kesulitan dan tekanan yang berat, kita mungkin menjadi gampang terintimidasi. Pemazmur pun mengalami hal ini. Orang mau meyakinkan bahwa tidak ada pertolongan dari YAHWE. Ketika keluarga broken, anak memberontak, ditambah dengan adanya ancaman, bisa jadi ancaman dalam hal bisnis (persaingan, tuntutan dan kewajiban yang harus dipenuhi), pekerjaan (akan kena PHK), dll, orang beriman gampang terintimidasi: "Kau memang layak menerima semua ini! Itu semua karena dosa-dosamu! YAHWE sedang menghukummu! YAHWE tidak akan menolongmu."

YAHWE menolong Daud, Absalom Tersangkut di dahanTetapi pemazmur tetap percaya kepada kebaikan YAHWE. Ia meyakini bahwa YAHWE adalah perisai dan pelindungnya. YAHWE adalah kemuliaannya dan mengangkat kepalanya. Sebab itu Daud berseru kepada YAHWE, dengan nyaring, berarti Daud benar-benar berseru memohon pertolongan. Dan YAHWE menjawabnya dari gunung-Nya yang kudus. Ia meminta kepada YAHWE agar bangkit menolongnya. Ia sangat yakin bahwa dari YAHWE-lah pertolongan datang.

Luar biasanya, di tengah-tengah tekanan dan ancaman yang amat sangat serius ini, pemazmur amat sangat percaya bahwa YAHWE menolongnya. Iapun bisa berbaring dan tidur. Dengan damai dan tenang ia bisa tidur, karena percaya bahwa YAHWE melindungi dan menolongnya dan akan menalahkan musuh-musuhnya.

Sikap iman Daud dalam menghadapi kesulian hidup yang dinyatakan dalam Mazmur 3 ini sungguh luar biasa. Meskipun ia pernah berdoa besar di masa lalu, sekali pun YAHWE sedang menghukumnya dengan membiarkan anaknya Absalom memberontak dan ingin membunuhnya, dan sekalipun orang-orang berusaha meyakinkan bahwa ia tidak akan ditolong YAHWE, namun Daud tetap percaya dan memegang imannya bahwa YAHWE akan selalu menolongnya.

Baca juga:
Iman yang Berani
Meminta Percaya Menerima
Damai Tenang dalam Iman v.s. Iman yang Gelisah
Janji Keselamatan Tuhan
YAHWE yang Dapat Diandalkan


Jumat, 08 Februari 2013

Mendengar Tuntunan Gembala

Domba-domba-Ku mendengarkan suaa-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku, dan Aku memberikan hidupp yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun idak akan merebut mereka dari tangan-Ku. (Yohanes 10:27-28)

Domba ikuti Gembala
Dalam ayat di atas dikatakan bahwa doma-doma YAHWE pasti akan mendengarkan suara-Nya dan mereka akan mengikuti Sang Gembala, di mana Sang Gembala menuntun domba-Nya menuju kepada hidup yang kekal. Meskipun trkadang kita belum mengerti akan tununan Sang Gembala, etapi kalau kita sungguh-sungguh mempercayakan hidup kita kepada Sang Gembala, maka apapun tuntunan-Nya dalam hidup kita, kita akan berani melangkah sesuai dengan petunjuk-Nya.

Seorang misionari di Afrika mempunyai seorang anak yang bernama Philip. Anak itu sedang bermain-main di kebun dan tiba-tiba ayahnya melihat bahwa Philip dalam keadaan bahaya, maka ayahnya langsung berteriak, "Philip, tiarap!" Anak itu berbuat tanpa bertanya. "Sekarang merangkaklah ke mari secepat mungkin!" Anak itu tetap mematuhinya. "Sekarang berdiri dan berlarilah ke mari!" Anak itu menjalankan perintah ayahnya dan berakhir dalam pelukannya.Saat itu Philip melihat ke belakang ke tempat di mana ia bermain. Di pohon, tampak menggantung seekor ular sepanjang 5 meter. Misalkan anak itu bertanya dulu, "Mengapa ayah? Apakah aku perlu melakukannya sekarang?" Kemungkinan besar sudah terlambat dan ia sudah dibunuh oleh ular itu.

Mendengar tuntunan Sang Gembala meliputi ketaatan tanpa banyak bertanya. Kepercayaan kita yang 100% terhadap kasih dan kebaikan-Nya akanmembuat kita tidak ragu-ragu melangkah sesuai dengan petunjuk-Nya. Ketika kita menjadikan Tuhan sebagai Gembala Agung kita, maka kita sebagai domba-domba-Nya akan melihat kebaikan-Nya, mengecap keindahan-Nya, dan akhirnya, kita akan merasakan kebaikan dan kasih yang melampaui segala pengertian dan pengetahuan, dan yang akan menyertai sepanjang hidup kita.

Baca juga:
Dituntun ke Padang Berumput Hijau
Tuntunan Melewati Lembah Kelam
Mengikuti Gembala
Yeshua Gembala yang Baik
Menjadi Domba yang Baik



Sabtu, 15 September 2012

Roh Kudus Menjadikan Hidup Kita Menjadi Berkat bagi Orang Lain

Baca bagian sebelumnya

Pada bagian sebelumnya, dari Kisah 3:11-26, kita belajar mengenai nilai strategis mukjizat dalam pewartaan Injil, dan pada pasal selanjutnya kita tahu dampak dari mukjizat itu, yakni jumlah mereka yang percaya menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki (Kis 4:4).

Pada saat Pentakosta kita juga belajar bahwa Roh Kudus membuat para rasul itu menjadi berani untuk mewartakan kabar sukacita mengenai Tuhan Yesus Kristus yang telah disalibkan namun bangkit menjadi Tuhan dan Kristus. Keberanian Petrus dan Yohanes untuk berkotbah di tempat umum mengenai sesuatu yang baru bagi masyarakat Yahudi saat itu, yang berbeda dari apa yang selama ini diajarkan oleh kaum imam Yahudi, membawa keduanya kepada penahanan (Kis 4:1-3). Petrus dan Yohanes harus menghadapi sidang agama di hadapan para pemimpin, tua-tua dan ahli Taurat, dan Imam Besar dan para imam (ayat 5-6). Nah, kita sekarang melihat bagaimana kuasa Roh Kudus itu bekerja semakin dahsyat pada para rasul.

Keberanian untuk Menyatakan Yesus sebagai Tuhan dan Penyelamat.
Pertama, ketika ditanya mengenai kuasa atau nama yang membuat Petrus berani berkotbah dan melakukan mukjizat di hadapan sidang agama itu, dengan berani Petrus mengatakan sesuatu yang jelas akan membuat mereka semakin marah:

Kisah Para Rasul 4:8 "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, 4:9 jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, 4:10 maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Elohim dari antara orang mati--bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu. 4:11 Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri--,namun ia telah menjadi batu penjuru. 4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." 

Kalau sebelumnya Petrus pernah menyangkal sebagai pengikut Yesus di hadapan hamba (bukan pemimpin atau pejabat) (Mat 26:75), sekarang ini, Petrus dengan berani bukan saja mengakui bahwa ia adalah murid Yesus, namun juga mengatakan di hadapan para pemimpin agama, orang-orang yang telah menyebabkan Yesus disalibkan, bahwa nama Yesus inilah yang menyebabkan terjadi mukjizat, bahwa Yesus yang telah mereka tolak dan salibkan, adalah Mesias yang dijanjikan, adalah Tuhan dan Penyelamat. Bahkan dengan tegas dikatakan oleh Petrus bahwa tidak ada keselamatan di bawah kolong langit ini selain di dalam nama Yesus, yang telah mereka salibkan.

Roh Kudus mentranformasi orang biasa menjadi luar biasa 
Kuasa Roh Kudus telah mengubah Petrus dan Yohanes, yang sebelumnya hanya pencari ikan, menjadi orang yang luar biasa, penuh keberanian dan hikmat dan sanggup mengubahkan orang lain. Perubahan ini tampak kepada orang lain, sampai-sampai para pemimpin agama Yahudipun mengakuinya.

Kis 4:13 Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.

Dari sini kita belajar bahwa menjadi pengikut Yesus yang diurapi Roh Kudus benar-benar mengubahkan. Petrus dan Yohanes, nelayan, sebelumnya penakut, kini diubahkan menjadi orang yang dipakai Tuhan untuk bersaksi di hadapan orang-orang, bahkan di hadapan para penguasa. Dan orang lain bisa mengamati adanya perubahan itu. Perubahan itu tampak dan bisa dirasakan oleh orang lain. Ada perubahan yang benar-benar nyata.

Roh Kudus mendorong orang percaya untuk menjadikan bersaksi sebagai cara dan gaya hidup
Para tua-tua dan pemimpin agama mengancam agar Petrus dan Yohanes tidak lagi mengajar dalam nama Yesus (ayat 18), namun Petrus mengatakan:

Kisah Para Rasul 4:19 Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Elohim: taat kepada kamu atau taat kepada Elohim. 4:20 Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar." 

Kalau Roh Kudus ada di dalam diri kita, maka dorongan untuk bersaksi itu selalu ada dan bahkan tidak mungkin untuk tidak bersaksi. Roh Kudus memampukan kita untuk taat kepada YAHWE, yakni menceritakan kepada orang lain apa yang sudah dikerjakan YAHWE di dalam hidup kita.

Orang lain melihat kemuliaan YAHWE melalui kesaksian hidup kita
Kalau kita hidup akrab bergaul dengan Roh Kudus, hidup kita akan menjadi kesaksian yang hidup, yang menyatakan kemuliaan YAHWE. Kisah Para Rasul 4:21 orang banyak yang memuliakan nama Elohim berhubung dengan apa yang telah terjadi. Hidup orang percaya, apa yang dikatakan dan apa yang diperbuatnya, "menceritakan" kepada orang lain yang melihatnya akan kebesaran dan kemuliaan YAHWE.

Baca bagian selanjutnya

Baca juga:
Nilai Strategis Mukjizat dalam Penginjilan
Penyembuhan Menjadi Bagian Integral Gereja Mula-Mula
Pola Kesaksian Gereja Mula-Mula
Pentakosta, Ciri-Ciri Pekerjaan Roh Kudus

 

Minggu, 09 September 2012

Nilai Strategis Mukjizat dalam Penginjilan

Kisah 3:11-26

Baca bagian sebelumnya

Dalam bagian sebelumnya kita belajar bahwa mukjizat kesembuhan adalah bagian integral dari orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Sekarang kita akan belajar bagaimana kesaksian atau penginjilan bisa menjadi lebih efektif melalui mukjizat.

Orang yang disembuhkan itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes sehingga semua orang yang ada di tempat itu mengerumuni mereka karena heran (ayat 1). Jadi mukjizat itu menjadikan orang-orang heran. Dalam keadaan heran orang menjadi lebih terbuka karena mereka membutuhkan penjelasan mengenai apa yang tidak bisa mereka pahami. Di saat itulah Petrus menjelaskan bahwa kesembuhan itu terjadi bukan karena kuasanya atau kesalehannya melainkan karena kepercayaan dalam Nama Yesus (ayat 16)

Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.

Keheranan kerumunan juga dimanfaatkan Petrus untuk bersaksi, menginjil, untuk menceritakan hakikat Yesus (ayat 13-15), yang adalah Mesias yang dijanjikan (ayat 18), yang telah dinubuatkan oleh Musa (ayat 22).

Selanjutnya keheranan dan keterbukaan kerumunan juga dimanfaatkan Petrus untuk mengajak mereka bertobat dan untuk menerima Yesus sebagai penyelamat (ayat 19).

Petrus juga menyampaikan risiko kalau menolah Yesus, yakni dibasmi (ayat 23).

Petrus menegaskan bahwa mereka adalah pewaris nubuat dan perjanjian (ayat 25), bahwa YAHWE amat mengasihi mereka karena telah mengutus Putera-Nya untuk mati dan namun dibangkitkan bagi mereka, bahwa YAHWE ingin memberkati mereka (ayat 26).

Langkah terakhir yang dilakukan Petrus adalah menubuatkan masa depan mereka, bahwa mereka akan dipakai YAHWE untuk menjadi berkat bagi orang lain (ayat 25).

Baca bagian sesudahnya

Baca juga:
Penyembuhan Menjadi Bagian Integral Gereja Mula-Mula
Pola Kesaksian Gereja Mula-Mula
Pentakosta, Ciri-Ciri Pekerjaan Roh Kudus
Gereja Mula-Mula Mendasarkan Diri pada Kitab Suci 

Minggu, 12 Agustus 2012

Janji Keselamatan Tuhan



KESELAMATAN

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Yoh 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Yahwe, yaitu mere-ka yang percaya dalam nama-Nya”

Markus 16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Rom 10:9-11 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Yoh 6:40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

Yoh 14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Mungkin Anda juga ingin membaca:
Doa Sepakat
Mukjizat Adalah Alami bagi Orang Percaya
Yahwe Sanggup Mengatur Suasana Hati Orang


Selasa, 12 Juli 2011

Nyanyian Syukur Atas Keselamatan

Yesaya 12



Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya Yahwe, karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku: tetapi murka-Mu telah surut dan Engkau menghibur aku.
Sungguh, Tuhan itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab Yahwe Tuhan itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku."
Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.


Bersyukurlah kepada Yahwe, panggillah nama-Nya, beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah, bahwa nama-Nya tinggi luhur!

Bermazmurlah bagi Yahwe, sebab perbuatan-Nya mulia; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi!
Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Tuhan Israel, agung di tengah-tengahmu!"



Baca juga:
Janji Keselamatan Tuhan
Yahwe Belajar dari Yesaya 40



Jumat, 29 April 2011

Janji Keselamatan Tuhan


 Janji Tuhan: Janji Keselamatan


KESELAMATAN

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Yahwe akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Yoh 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Yahwe, yaitu mere-ka yang percaya dalam nama-Nya”

Markus 16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Rom 10:9-11 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Yahwe telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Yoh 6:40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

Yoh 14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Baca juga:
Landasan Kesaksian: Kepastian Keselamatan 

Rabu, 23 Februari 2011

Orang yang Tidak Kuat di Sekitar Kita

Tangan yang menolong
Roma 15:1. Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri. 

Menopang orang lain
Firman Tuhan di atas membuat saya terbelalak. Seakan-akan saya sudah melenceng jauh dan tiba-tiba ditarik, direnggut dengan paksa ke jalur. Yah! Jalur yang benar untuk orang yang mengaku Kristen adalah: tanggunglah kelemahan orang yang tidak kuat. Saya harus menanggung! Tidak seperti biasanya, malah memanfaatkan atau bahkan memperalat mereka yang tidak kuat, untuk .... persis ini juga yang ditegur Firman hari ini ... kesenangan atau keberuntungan kita sendiri.

Menolong Orang Lain
Saya jadi diingatkan akan pola hidup yang dipatenkan Yesus untuk para pengikut-Nya, ketika Dia meminta kita berjalan 2 mil ketika diminta 1 mil. Pada waktu itu, bangsa Yahudi sedang dijajah oleh bangsa Roma dan adalah sah bagi setiap orang Roma untuk meminta orang Yahudi berjalan 1 mil untuk membawakan bebannya. Terhadap keadaan penindasan dan ketidakadilan ini, ada 3 reaksi umum: (1) memberontak, (2) acuh, atau (3) melarikan diri. Tetapi Yesus menawarkan pilihan lain: melayani. Jelas sikap ini adalah sikap yang tidak umum dan aneh. Ini akan membuat sang penindas heran: "Orang ini benar-benar aneh, biasanya yang lain bersungut-sungut, tetapi yang satu ini kok malah melakukannya dengan sukacita, bahkan mau melakukan lebih.

Nah, demikian pula Firman Tuhan hari ini, melayani! Biasanya kita fokus: kemajuanku, perkembangan(karir, studi, pelayanan, kekayaan, relasi, dst)-ku, kesenanganku, kenyamananku, kebaikanku, keuntunganku. Tapi, ternyata kita hadir dengan hakekat untuk: melayani. Ternyata adalah menjadi tanggungjawabku, tugasku, untuk mencari kesenangan, astaga, bukan diriku, tetapi orang lain, demi kebaikan orang lain, demi untuk membangun orang lain. Apa urusannya kok membangun orang lain?

Siap Menolong
Nah, memang kita cenderung merasa tidak memiliki tanggung jawab atas orang lain. Sering karena situasi yang membuat kita tidak sempat. Mana sempat ... ngurusin diri sendiri, keluarga sendiri saja masih terasa kurang dan kurang, bagaimana aku harus ngurusin orang lain? Persis orientasi diri inilah yang membuat kita lupa akan kesejatian panggilan hidup kita.

Hidup Kristen adalah hidup karena Kristus, untuk Kristus dan dalam Kristus. Sebagai orang berdosa, kita layak mati. Roma 6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Yahwe ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Dosa menjadikan kita layak mati. Tetapi oleh kemurahan Tuhan, kita beroleh hidup yang kekal. Oleh karena kasih karunia dan kemurahan Yahwe ini, kita yang seharusnya mati tetapi menerima karunia hidup, sudah seharusnya menjalani hidup ini dengan penuh sukacita dan syukur ... dan karena sukacita atas karunia keselamatan itulah ... adalah efek normal dan wajar kalau kita juga ingin agar orang lain juga beroleh kasih karunia yang sama.

Membantu yang Lemah
Sebagaimana Kristus telah mengorbankan kesenangan-Nya demi keselamatan kita, sewajarnyalah kita berbagi sukacita dan mengorbankan kesenangan diri demi untuk kebaikan dan kebangunan orang lain. Hidup Yesus sepanjang hidupNya adalah untuk orang lain, untuk melayani orang lain, untuk menyelamatkan domba-domba yang hilang, untuk menyelamatkan orang lain. Hidup Kristen adalah juga hidup untuk membangun orang lain, untuk menanggung kelemahan orang yang tidak kuat. Hidup Kristen tidaklah untuk memberontak terhadap ketidakadilan orang lain, bukan untuk acuh terhadap kejahatan dunia, tidak untuk lari dari kenyataan dan tanggung jawab hidup, melainkan untuk bersaksi sebagai orang yang telah menerima kasih karunia keselamatan melalui hidup melayani.

Baca juga:
Hidup untuk melayani.
Kasih karunia keselamayan Yahwe.
Hidup untuk Kristus.



Kamis, 13 Januari 2011

Syukur atas Karunia Keselamatan

Kisah 13:48 Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Yahwe untuk hidup yang kekal, menjadi percaya. 

"Semua yang ditentukan Yahwe untuk hidup kekal" frase ini menyatakan bahwa apa yang telah kita terima sampai sekarang ini, terutama karunia keselamatan dan iman kepada Yesus Kristus, adalah sesuatu yang benar-benar harus kita syukuri. Hanya atas kemurahan Tuhan sajalah kalau sekarang ini kita menjadi orang yang beriman dan beroleh karunia keselamatan.

Di sini juga menjadi jelas bahwa usaha manusia adalah nomor dua, atau bahkan mungkin tidak perlu, untuk menjadi orang percaya. Semua adalah karena penentuan Tuhan.

Dalam kisah ini rasul Paulus memberitakann keselamatan, pertama-tama kepada orang-orang Yahudi, tetapi mereka menolak. Kemudian kepada orang-orang non-Yahudi, dan mereka menjadi percaya. 2 ayat sebelumnya (46-47):


Kisah 13:46 Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain. 47 Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi."


Maka patutlah kita bersyukur bahwa Tuhan telah mengutus hambanya yang setia kepada kita untuk mewartakan keselamatan yang sekarang sudah kita terima. Dan sudah semestinya kalau kita juga meneruskan pewartaan janji keselamatan itu kepada orang-orang di sekitar kita dan berdoa agar Tuhan juga memilih mereka untuk diselamatkan.

Lihat juga Kepastian keselamatan dan keberanian bersaksi!

Jumat, 31 Desember 2010

Kepastian Keselamatan dan Keberanian Bersaksi

Kisah 4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." 
13 Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. 
14 Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya. 

Ada 3 hal yang kupelajari dari Kisah di atas.

1. Bahwa di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya manusia dapat diselamatkan. Dari sini jelas, bahwa manusia bisa selamat hanya dengan satu cara: percaya dan menerima Yesus. Sekalipun dunia memberikan berbagai-bagai tawaran yang kelihatannya meyakinkan, yang kadang membuat iman kita goyah, dengan tanda-tanda yang kelihatannya mengagumkan, kebenaran ini tetap sama dan tidak tergoyahkan: hanya ada satu jalan keselamatan. Ya, hanya ada satu jalan pasti menuju keselamatan. Sekalipun di sana sini ada tawaran pandangan dunia dan cara hidup yang juga kelihatan baik dan mulia, memberikan kedamaian, membawa kepada kesejahteraan, meningkatkan taraf kesehatan dan lain-lain, namun hanya dalam Yesus atau Yahshua-lah keselamatan diberikan.

2. Sidang saat itu heran akan keberanian Petrus dan Yohanes, yang meskipun mereka itu orang biasa, tetapi berani mengajar dan bersaksi. Dan dicatat bahwa keberanian mereka itu dikaitkan dengan status mereka sebagai murid Yesus.
Dari sini, saya belajar bahwa, sebagai murid Yesus, adalah dampak yang normal dan wajar kalau kita pun harus sampai dikenal status kita sebagai murid Yesus melalui keberanian kita untuk bersaksi, melalui perubahan yang kita tunjukkan sebagai manusia biasa, bahkan mungkin tidak terpelajar, tetapi berani mengajar dan bersaksi. Perkenalan akan Yesus, keintiman hubungan dengan Yesus, membuat kita berubah, menjadi berhikmat, menjadi cakap berkata-kata, menjadi berani, menjadi saksi.

3. Keberanian dan kepandaian berkat hubungan intim dengan Yesus dikuatkan lagi oleh bukti mukjizat sehingga lengkaplah "senjata" Petrus dan Yohanes dalam mewartakan satu-satunya jalan keselamatan. Mereka tidak berani mengatakan apa-apa karena orang yang disembuhkan itu berdiri di sana.

Jadi, dapat disimpulkan, bahwa pengenalan akan Yesus membuat kita berani untuk bersaksi, membuat kita berhikmat untuk menyampaikan kata-kata yang tepat dan meyakinkan, dan membuat kita bisa dipakai Tuhan untuk mengerjakan mukjizat yang membuat pewartaan kita tak terbantahkan.