Tampilkan postingan dengan label menabur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menabur. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Februari 2013

Memberi akan Menerima

Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya. (Matius 10:42)

Memberi tidak pernah membuat kita rugi. Memang seringkali keberuntungannya tidak bisa langsung kita nikmati, tetapi Tuhan sudah berjanji bahwa IA akan memberkati orang yang memberi dengan sukacita dan tulus hati. Dikatakan dalam ayat di atas, bahwa orang yang memberi tidak akan kehilangan upahnya. Ada sebuah pengaturan yang luar biasa yang akan Tuhan kerjakan bagi seseorang yang memberi dengan ketulusan.

Pada suatu hari serang pemuda sedang berjalan di tengah hutan. Tiba-tiba ia mendengar jeritan minta tolong. Ternyata ia melihat seorang pemuda sebaya dengan dia sedang bergumul dengan lumpur hisap. Semakin bergerak malah semakin dalam ia terperosok. Pemuda yang pertama tadi hendak sekuat tenaga memberikan pertolongannya. Dengan susah payah pemuda yang terperosok Tuhan akhirnya dapat diselamatkan.

Alexander Flemming penemu penisilin
Alexander Flemming
Pemuda yang pertama memapah yang terperosok itu pulang ke rumahnya. Ternyata si pemuda kedua ini akan orang kaya. Rumahnya bagus, besar dan mewah luar biasa. Ayah pemuda kaya itu sangat berterimakasih atas pertolongan yang diberikan kepada anaknya dan hendak memberikan uang, tetapi pemuda penolong tadi menolaknya karena sudah selayaknya sesama manusia saling tolong-menolong ketika melihat orang lain sedang membutuhkan pertolongan.

Sejak kejadian tersebut keduanya menjalin persahabatan. Si pemuda penolong adalah seorang miskin sedangkan pemuda yang ditolong adalah anak seorang bangsawan kaya raya.

Si pemuda miskin mempunyai cita-cita menjadi seorang dokter, namun ia tidak memiliki biaya untuk kuliah. Kemudian ada seorang yang murah hati yang mau memberikan beasiswa untuknya sampai akhirnya ia meraih gelar dokter. Orang ini tak lain adalah ayah pemuda yang ditolongnya.Tahukah Anda nama pemuda miskin yang akhirnya menjadi dokter ini? Namanya Alexander Flemming, yang kemudian menemukan obat penisilin.

Winston Churcill - Perdana Menteri Inggris
Winston Churcil
Si pemuda bangsawan masuk dinas militer dan dalam suatu tugas ke medan perang ia terluka parah sehingga menyebabkan demam yang sangat tinggikarena infeksi. Pada waktu belum ada obat untuk infeksi semacam itu. Para dokter mendengar tentang penisilin penemuan dr. Flemming dan mereka menyuntik dengan penisilin yang merupakan penemuan baru itu. Apa yang terjadi? Berangsunr-angsur demam akibat infeksi itu reda dan si pemuda itu akhirnya sembuh. Tahukah anda siapa nama pemuda itu? Namanya adalah WInston Churchill, Perdana Menteri Inggris yang termasyur itu.


Dalam kisah ini kita dapat melihat hukum menabur dan menulai. Flemming memberi pertolongan dan ia menerima pertolongan pula. Cita-citanya terkabul untuk menjadi dokter. Flemming menemukan penisilin yang akhirnya menolong nyawa Churchill. Yang memberi dengan tulus, pada akhirnya akan menerima upahnya.

Mereka yang memberi dengan tulus, pada akhirnya akan menerima upahnya.



Baca juga:
Kuasa di dalam Memberi
Memberi Adalah Bukti Kasih
Pemberi yang Hebat
Memberi maka Akan Diberi



Sabtu, 09 Februari 2013

Memberi maka Akan Diberi

The Treasure Principle: Unlocking the Secret of Joyful Giving (LifeChange Books) The Power of Giving: How Giving Back Enriches Us All


Berilah maka kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. (Lukas 6:38)

Standar yang ditetapkan Tuhan bagi kita anak-anak-Nya seringkali berbeda dengan standar yang ditetapkan dunia. Kalau konsep dunia mengatakan, ‘ambillah maka kamu akan mendapat,’ namun standar yang ditetapkan Tuhan adalah, ‘berilah makan kamu akan diberi.’  Kalau dunia mengenal kata ‘memberi’ sebagai suatu tindakan di mana kita pasti akan kehilangan sesuatu, namun pengajaran Tuhan Yeshua mengatakan bahwa justru dengan ‘memberi’ maka kita akan mendapatkan. Oleh sebab itu, jangan takut untuk memberi, sebab di dalam memberi terkandung sebuah rahasia besar untuk hidup kita diberkati.

Ada sebuah legenda tentang seorang yang tersesat di gurun pasir, hampir mati kehausan. Dengan jatuh bangun ia berusaha berjalan maju terus sampai tiba di sebuah rumah kosong.  Di depan rumah tua tanpa jendela dan hampir roboh itu terdapat sebuah pompa. Segera ia berdiri menuju ke pompa itu dan mulai memompa dengan sekuat tenaga, tetapi tidak ada air yang keluar. Lalu ia melihat sebuah kendi di sebelah pompa itu dengan mulutnya tertutup gabus, dan pada sisinya tertempel kertas dengan tulisan, “Sahabat, pompa itu harus dipancing dengan air dulu. PS: dan sebelum Anda pergi jangan lupa mengisi kendi ini lagi.”
Ia mencabut tutup kendi itu dan kendi itu terisi penuh dengan air.

Apakah air ini harus dipergunakan untuk memancing pompa? Bagaimana kalau tidak berhasil, tidak ada air lagi. Kalau air kendi it diminumnya, pasti tidak sampai ia mati kehausan. Tetapi untuk menuangkannya ke dalam pompa yang karatan hanya karena instruksi di atas kertas yang kumal itu, apakah itu tidak terlalu berisiko?


Tetapi suara hatinya mengatakan bahwa ia harus mengikuti nasehat yang tertera di kertas itu sekalipun ada resiko yang harus ditanggungnya. Ia mulai menuangkan seluruh isi kendi itu ke dalam pompa yang karatan itu, dan dengan sekuat tenaga memompanya. Benar, air keluar dengan limpahnya.  Menumlah ia dengan sepuas-puasnya.

Setelah istirahat sebentar untuk memulihkan tenaga, dan sebelum meninggalkan tempat itu, ia mengisi kendi itu penuh, menutupkan kembali gabusnya dan menambahkan beberapa kata di bawah instruksi itu. “Saya telah melakukannya dan berhasil. Engkau harus mengorbankan semuanya terlebih dahulu, sebelum menerima kembali. Percayalah.”

Standar dunia: Mengambil untuk mendapat. Standar anak-anak Tuhan, Berilah dan kamu akan diberi.


Baca juga:
Yesus Memperhatikan Persembahan
Memasuki Tahun Baru: Belajar dari Ishak
Mengubah Kutuk Menjadi Berkat: Belajar dari Yakub

 

Giving Thanks In a Heartbeat: Sharing the Power of Cheerful Giving

Selasa, 01 Januari 2013

Memasuki Tahun Baru: Belajar dari Ishak


Kejadian 26

Pada waktu itu negeri di mana Ishak tinggal mengalami kelaparan.Alkitab mencatat bahwa itu bukan kelaparan yang pertama. Ia pindah ke negeri orang Filistin, ke daerah Abimelek. Tampaknya ada rencana bahwa Ishak akan ke Mesir namun atas perintah YAHWE ia tinggal di negeri Filistin sebagai orang asing, dan YAHWE berjanji akan memberkati Ishak.

Kejadian 26:12-14 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati YAHWE. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya. Ia mempunyai kumpulan kambing domba dan lembu sapi serta banyak anak buah, sehingga orang Filistin itu cemburu kepadanya. 

Ishak menabur
Ishak menabur
Memasuki tahun 2013 ini, dan menengok ke belakang atau bahkan keadaan kita sekarang, mungkin kita mengalami “kelaparan” sebagaimana dialami Ishak. Mungkin usaha kita mengalami kegagalan, mungkin sudah lama kita selalu menemui jalan buntu. Seperti yang dialami oleh Ishak, di mana kelaparan itu bukan yang pertama, mungkin kita juga sering mengalami “kelaparan” atau kegagalan. Namun belajar dari Ishak, kelaparan yang menimpanya membuat Ishak sadar untuk berubah. Ia pindah ke Gerar.

Tahun baru ini marilah kita juga "pindah", meninggalkan tempat tinggal lama menuju ke tempat tinggal yang baru, mengubah hidup kita. Kegagalan masa lalu, hendaklah menjadi sarana bagi kita untuk mencari jalan Tuhan. Barangkali YAHWE menghendaki sesuatu yang lain dari hidup kita. Dia ingin kita melakukan sesuatu yang lain. Seperti-Ishak, mungkin kita perlu pindah, perlu berubah.

Dan Ishak tidak hanya asal berubah. Ia mendengarkan apa yang dikehendaki YAHWE dan melakukan apa yang diperintahkan YAHWE. Hendaklah kita juga mendengarkan apa yang dimaui YAHWE di dalam hidup kita. Mengawali tahun baru 2013 ini, hendaklah kita datang dan mencari petunjuk-Nya atas hidup kita di masa datang. Dengarkan apa yang menjadi kehendak-Nya untuk hidup kita, apa yang menjadi isi hati-Nya bagi diri kita.

Ishak mengikuti apa yang dikatakan YAHWE. Ia berencana ke Mesir namun dicegah YAHWE untuk tetap diam di Filistin. Dan di tempat yang baru itu ia menabur. Kita hendaknya juga melakukan apa yang dilakukan Ishak, menabur. Cara hidup baru yang berbeda dengan cara hidup lama ditandai dengan menabur: Menabur kebaikan, menabur berkat, sesuai yang dikehendaki YAHWE. Dan atas berkat YAHWE, kiranya kita pun boleh menuai berlipat-lipat sebagai hasil tuaian dari taburan kita. Semuanya atas berkat YAHWE. Dan itu semua mungkin karena YAHWE memberkati kita.

Sebagai buah dari kepekaan dan ketaatan Ishak akan Firman YAHWE, Alkitab mencatat pada ayat 16 bahwa Abimelekh meminta Ishak untuk pergi meninggalkan mereka sebab ia telah menjadi jauh lebih berkuasa dari pada orang-orang Filistin.


Baca juga:
Kornelius, Berkat bagi Orang yang Mencari YAHWE dengan Tulus

Minggu, 30 September 2012

Mengubah Kutuk Menjadi Berkat: Belajar dari Yakub

Pada bagian sebelumnya, kita belajar bahwa kutuk tidak bisa menimpa kita tanpa alasan. Sebelumnya kita membahas 2 kasus bagaimana kutuk menimpa kita. Pertama karena ketidaktaatan kita kepada YAHWE. Yang kedua adalah karena pemberontakan. Sekarang kita akan belajar 2 penyebab lain kenapa kutuk bisa datang ke dalam hidup kita.

Hukum Tabur Tuai yang Jahat

Kejadian 8:22  Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.

Selama bumi masih ada, hukum tabur tuai masih berlaku. Perbuatan dan perkataan kita adalah benihnya. Kalau kita menabur yang baik, maka tuaian kita baik. Sebaliknya, kalau taburan kita jahat, maka kejahatanlah yang kita tuai. Contohnya, Daud menabur kejahatan, dengan mengambil isri Uria dan membunuh Uria. Sebagai tuaiannya, keturunan Daud tidak terbebas dari pembunuhan dan bahkan Daud sendiri mau dibunuh anaknya sendiri, Absalom. Namun di sisi lain, Daud menabur kebaikan. Ketika ia dikejar-kejadi Saul untuk dibunuh, dua kali ia mendapat kesempatan untuk membunuh Saul, namun hal itu tidak dilakukannya. Sebagai buah dari taburan kebaikan ini, Daud juga diselamatkan dari usaha pembunuhan anaknya sendiri, Absalom, dan Daud memerintah sampai memutih rambutnya. Ia mati dalam kemuliaan.

Contoh lain adalah Yakub. Yakub, oleh karena keinginan ibunya, menipu Ishak, ayahnya, dan Esau, kakaknya, untuk mendapatkan berkat kesulungan yang seharusnya diperuntukkan bagi Esau. Ketika di dalam pelarian untuk menghindari usaha balas dendam dari kakaknya yang ingin membunuhnya, berkali-kali Yakub mendapatkan balasan ditipu oleh Laban. Ia ingin mengawini Rahel, namun diberi Lea oleh Laban. Sepuluh kali upahnya diubah oleh Laban.

Namun dari Yakub, kita akan belajar bagaimana Yakub bisa terbebas dari kutuk dan mendapatkan berkat.

1. Yakub memohon kepada YAHWE agar mengubah kutuk menjadi berkat. 
Dalam Kejadian 32:22-32 kita membaca bagaimana Yakub bergumul dengan Elohim dan tidak mau melepaskan-Nya sebelum Dia memberkatinya.

Kejadian 32:26 Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.

Pergumulan atau pergulatan di sini menyatakan suatu pergumulan doa yang sungguh-sungguh. Yakub berdoa dengan bersungguh-sengguh untuk meminta kepada YAHWE untuk memberkatinya dan tidak mau berhenti berdoa sebelum YAHWE memberkatinya. Dan sebagai balasannya, YAHWE memberkati Yakub dan mengubah namanya menjadi Israel (ayat 28) dan memberkatinya (ayat 29).

2. Yakub mengubah benih taburannya, dari jahat kepada taburan yang baik.
Sebelumnya, Yakub menabur perbuatan jahat. Namun sebelum bertemu Esau kembali, Yakub menyiapkan persembahan untuk Esau, sebuah persembahan yang jumlahnya amat besar. Dalam Kejadian 32:13-15 Yakub menyiapkan 200 kambing betina, 20 jantan, 200 domba betina, 20 jantan, 30 unta sendang menyusui, 40 lembu betina, 10 jantan, 20 keledai betina, 10 jantan. Yakub mengerti bahwa untuk mendapatkan berkat, maka ia harus menabur kebaikan.

3. Yakub merendahkan diri dan meminta ampun kepada Esau.
Kejadian 33:3 Yakub sujud sampai ke tanah tujuh kali hingga ia sampai di dekat kakaknya. Yakub sadar bahwa ia telah berdoa kepada kakaknya. Ia bertobat, meminta ampun.

Dan sebagai balasannya, Esau berlari mendapatinya, mendekapnya, memeluk lehernya, dan menciumnya. Tiga langkah Yakub ini berhasil mengubah kutuk yang menimpanya menjadi berkat. Ia tidak jadi dibunuh oleh Esau, melainkan mendapat kasih dari Esau.

Demikian pula dalam hidup kita. Kita bisa mengubah kutuk yang menimpa kita karena taburan jahat kita berupa perbuatan atau perkataan yang jahat kepada orang lain dengan melakukan ketiga langkah di atas: memohon YAHWE mengubah kutuk menjadi berkat, mengubah taburan kita dari jahat menjadi taburan yang baik, dan mengakui dosa kita dan memohon ampun kepad YAHWE, bertobat dengan sungguh-sungguh.


Baca juga:
Mengenal Mengetahui Dampak Kutuk dan Berkat
 Bagaimana Kutuk Bisa Datang ke dalam Hidup Kita?
Ada Setan di Gereja
Sang Pendakwa