Tampilkan postingan dengan label janji keselamatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label janji keselamatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Juni 2013

Mazmur 3: YAHWE Pasti Memberi Pertolongan

Mazmur 3

3:1 Mazmur Daud, ketika ia lari dari Absalom, anaknya.
Ya YAHWE, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku;
3:2 banyak orang yang berkata tentang aku: "Baginya tidak ada pertolongan dari pada Elohim." Sela
3:3 Tetapi Engkau, YAHWE, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.
3:4 Dengan nyaring aku berseru kepada YAHWE, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus. Sela
3:5 Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab YAHWE menopang aku!
3:6 Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku.
3:7 Bangkitlah, YAHWE, tolonglah aku, ya Elohimku! Ya, Engkau telah memukul rahang semua musuhku, dan mematahkan gigi orang-orang fasik.
3:8 Dari YAHWE datang pertolongan. Berkat-Mu atas umat-Mu! Sela


Situasi yang dihadapi pemazmur:
1. tekanan musuh: menghadapi banyak lawan, banyak orang yang bangkit menyerang
2. intimidasi: banyak orang yang mengatakan bahwa pemazmur tidak memiliki sumber pertolongan, bahwa YAHWE tidak akan menolongnya
3. anaknya memberontak dan hendak membunuhnya

Kalau kita menghadapi situasi yang sama, apa yang akan kita lakukan? Situasi yang amat sulit, nyawa terancam, dan tragisnya, oleh anak sendiri. Nyawa terancam adalah sebuah situasi yang tak terbayangkan, sebuah tekanan yang luar biasa. Ditambah lagi, anak yang memberontak pasti merupakan beban batin yang lebih hebat lagi, apalagi sampai pada taraf ingin membunuh kita, orang tuanya.

Ketika kita menghadapi kesulitan dan tekanan yang berat, kita mungkin menjadi gampang terintimidasi. Pemazmur pun mengalami hal ini. Orang mau meyakinkan bahwa tidak ada pertolongan dari YAHWE. Ketika keluarga broken, anak memberontak, ditambah dengan adanya ancaman, bisa jadi ancaman dalam hal bisnis (persaingan, tuntutan dan kewajiban yang harus dipenuhi), pekerjaan (akan kena PHK), dll, orang beriman gampang terintimidasi: "Kau memang layak menerima semua ini! Itu semua karena dosa-dosamu! YAHWE sedang menghukummu! YAHWE tidak akan menolongmu."

YAHWE menolong Daud, Absalom Tersangkut di dahanTetapi pemazmur tetap percaya kepada kebaikan YAHWE. Ia meyakini bahwa YAHWE adalah perisai dan pelindungnya. YAHWE adalah kemuliaannya dan mengangkat kepalanya. Sebab itu Daud berseru kepada YAHWE, dengan nyaring, berarti Daud benar-benar berseru memohon pertolongan. Dan YAHWE menjawabnya dari gunung-Nya yang kudus. Ia meminta kepada YAHWE agar bangkit menolongnya. Ia sangat yakin bahwa dari YAHWE-lah pertolongan datang.

Luar biasanya, di tengah-tengah tekanan dan ancaman yang amat sangat serius ini, pemazmur amat sangat percaya bahwa YAHWE menolongnya. Iapun bisa berbaring dan tidur. Dengan damai dan tenang ia bisa tidur, karena percaya bahwa YAHWE melindungi dan menolongnya dan akan menalahkan musuh-musuhnya.

Sikap iman Daud dalam menghadapi kesulian hidup yang dinyatakan dalam Mazmur 3 ini sungguh luar biasa. Meskipun ia pernah berdoa besar di masa lalu, sekali pun YAHWE sedang menghukumnya dengan membiarkan anaknya Absalom memberontak dan ingin membunuhnya, dan sekalipun orang-orang berusaha meyakinkan bahwa ia tidak akan ditolong YAHWE, namun Daud tetap percaya dan memegang imannya bahwa YAHWE akan selalu menolongnya.

Baca juga:
Iman yang Berani
Meminta Percaya Menerima
Damai Tenang dalam Iman v.s. Iman yang Gelisah
Janji Keselamatan Tuhan
YAHWE yang Dapat Diandalkan


Selasa, 29 Januari 2013

Menjadi Domba yang Baik

And the Lamb Wins: Why the End of the World Is Really Good News A Shepherd Looks at Psalm 23


Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. (Mazmur 23:3)

domba yang baik
Dalam ayat di atas, 'Ia menuntun aku di jalan yang benar...' Artinya, Tuhan sebagai gembala yang baik selalu berusaha menuntun kita ke jalan yang benar. Namun semuanya kembali tergantung kepada kita, apakah kita bersedia mengikuti tuntunan-Nya atau tidak. Selama kita mau menjadi domba yang baik yang mau dituntun oleh Tuhan, maka kita akan mengalami semua janji-janji yang Tuhan sudah berikan.

Apa artinya menjadi domba yang baik yang mau mengikuti tuntunan Sang Gembala? Artinya, kalau Gembalanya ke utara, maka domba yang baik itu ikut ke utara; kalau Gembalanya melangkahkan kakinya ke barat, maka domba yang baik juga akan menikuti Gembalanya melangkah ke barat; bahkan kalau Gembalanya berhenti, maka domba yang baik akan ikut berhenti. Jadi ke mana pun dan kapan pun Gembalanya melangkah, ke sanalah dombanya akan mengikuti.

Pada suatu malam yang gelap, seorang perwira memimpin pasukannya mengejar tentara Jerman. Mereka terus mengejar tentara itu sampai tiba di tempat terbuka di tepi hutan. Karena hari makin larut, mereka memutuskan untuk beristirahat di tepi hutan menunggu keesokan harinya. Toh tentara Jerman itu juga butuh istirahat. Namun, malam itu salju turun dengan lebatnya. Ketika mereka akan melakukan pengejaran, sang perwira yang berpengalamann ini menyuruh anak buahnya berhati-hati. Biasanya, tempat terbuka semacam itu merupakan tempat yang baik untuk memasang ranjau darat. Siapa tahu, tentara Jerman itu sengaja membawa mereka ke sana untuk dijebak. Mereka sulit mengenali mana yang ada ranjaunya dan mana yang tidak. "Lapangan di depan kita, kemungkinan besar penuh dengan ranjau darat," ujar perwira itu. "Jadi salah satu di antara ita harus menjadi pelopor untuk maju ke depan sejauh mungkin. Jika dia terkena ranjau, maka orang berikutnya harus berjalan mengikuti jejaknya dan mencari jalan lain yang aman. Begitu seterusnya."

Ketika anak buahnya masih bungung dan bertanya-tanya siapa yang akan disuruh menjadi orang pertama, tiba-tiba perwira itu melompat maju dengan langkah pasti. Perwira itu memerintahkan anak buahnya untuk mengikuti jejaknya. Kalau periwra itu ke kiri maka semua anak buahnya ikut ke kiri; kalau perwira itu ke kanan maka semua anak buahnya ikut ke kanan dan seterusnya. Akhirnya mereka berhasil menyeberangi lautan ranjau itu dengan selamat.

Demikianlah Tuhan Sang Gembala Agung menuntun hidup kita sebagai domba-domba-Nya. Ia rela menanggung resikonya untuk membukakan jalan bagi kita, tetapi sekali lagi tergantung kita, aakah kita mau melangkah sesuai jejak-Nya, apakah kita mau mengikuti tuntunan-Nya. Percayalah bahwa tuntunan-Nya akan membawa kita selamat sampai seberang.

Baca juga:
YAHWE Adalah Gembalaku
YAHWE yang Dapat Diandalkan
YAHWE Sumber Berkat


The Shepherd Trilogy: A Shepherd Looks at the 23rd Psalm / A Shepherd Looks at the Good Shepherd / A Shepherd Looks at the Lamb of God The Way of the Shepherd: 7 Ancient Secrets to Managing Productive People


Minggu, 09 September 2012

Nilai Strategis Mukjizat dalam Penginjilan

Kisah 3:11-26

Baca bagian sebelumnya

Dalam bagian sebelumnya kita belajar bahwa mukjizat kesembuhan adalah bagian integral dari orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Sekarang kita akan belajar bagaimana kesaksian atau penginjilan bisa menjadi lebih efektif melalui mukjizat.

Orang yang disembuhkan itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes sehingga semua orang yang ada di tempat itu mengerumuni mereka karena heran (ayat 1). Jadi mukjizat itu menjadikan orang-orang heran. Dalam keadaan heran orang menjadi lebih terbuka karena mereka membutuhkan penjelasan mengenai apa yang tidak bisa mereka pahami. Di saat itulah Petrus menjelaskan bahwa kesembuhan itu terjadi bukan karena kuasanya atau kesalehannya melainkan karena kepercayaan dalam Nama Yesus (ayat 16)

Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.

Keheranan kerumunan juga dimanfaatkan Petrus untuk bersaksi, menginjil, untuk menceritakan hakikat Yesus (ayat 13-15), yang adalah Mesias yang dijanjikan (ayat 18), yang telah dinubuatkan oleh Musa (ayat 22).

Selanjutnya keheranan dan keterbukaan kerumunan juga dimanfaatkan Petrus untuk mengajak mereka bertobat dan untuk menerima Yesus sebagai penyelamat (ayat 19).

Petrus juga menyampaikan risiko kalau menolah Yesus, yakni dibasmi (ayat 23).

Petrus menegaskan bahwa mereka adalah pewaris nubuat dan perjanjian (ayat 25), bahwa YAHWE amat mengasihi mereka karena telah mengutus Putera-Nya untuk mati dan namun dibangkitkan bagi mereka, bahwa YAHWE ingin memberkati mereka (ayat 26).

Langkah terakhir yang dilakukan Petrus adalah menubuatkan masa depan mereka, bahwa mereka akan dipakai YAHWE untuk menjadi berkat bagi orang lain (ayat 25).

Baca bagian sesudahnya

Baca juga:
Penyembuhan Menjadi Bagian Integral Gereja Mula-Mula
Pola Kesaksian Gereja Mula-Mula
Pentakosta, Ciri-Ciri Pekerjaan Roh Kudus
Gereja Mula-Mula Mendasarkan Diri pada Kitab Suci 

Minggu, 12 Agustus 2012

Janji Keselamatan Tuhan



KESELAMATAN

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Yoh 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Yahwe, yaitu mere-ka yang percaya dalam nama-Nya”

Markus 16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Rom 10:9-11 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Yoh 6:40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

Yoh 14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Mungkin Anda juga ingin membaca:
Doa Sepakat
Mukjizat Adalah Alami bagi Orang Percaya
Yahwe Sanggup Mengatur Suasana Hati Orang