Betapa bahagia
Menikmati hidup damai, sejahtera, dan sehat sentosa
Bangun pagi selalu merasakan semangat dan kesegaran baru
Badan segar, hati senang, dan menjalani hari penuh segala syukur.
Bagaimana bisa demikian?
YAHWEH telah memberikan resepnya:
"Percayalah kepada YAHWEH dengan segenap hatimu,
dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
Akuilah DIA dalam segala lakumu,
maka IA akan meluruskan jalanmu.
Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak,
takutlah akan YAHWEH dan jauhilah kejahatan;
itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu
dan menyegarkan tulang-tulangmu."
Demikianlah bunyi Amsal 3:5-8.
Kalau saudara merasakan ada keluhan pada tubuh saudara,
silakan mengambil resep yang disediakan YAHWEH seperti terkutip di atas.
Sakit-penyakit saudara dan saya akan sembuh kalau kita percaya kepada YAHWEH
kalau kita tidak bersandar pada pengertian kita sendiri
kalau kita mengakui DIA dalam segala laku kita
kalau kita dengan cara demikian diluruskan jalan kita
kalau kita tidak menganggap diri bijak namun takut akan YAHWEH dan menjauhi kejahatan
semua itu akan menyembuhkan sakit-penyakit kita
akan membuat tubuh dengan segala keluhannya menjadi sehat dan pulih
dan ...
tulang-tulang kita menjadi segar.
Tulang yang segar berbicara mengenai kebugaran, mengenai kekuatan, mengenai kesiap-sediaan untuk melakukan segala macam pekerjaan. Suatu kondisi segar bugar penuh vitalitas.
Dengan demikian, Amsal 3:5-8 ini menjadi semacam olar raga rohani yang tidak hanya menyehatkan rohani kita namun juga akan berdampak pada stamina kebugaran dan kesehatan fisik tubuh kita.
Mari kita berolah raga rohani dan jasmani dengan penuh syukur.
Dan nikmati betapa sehat segar dan kuatnya tubuh kita ... bersama YAHWEH TUHAN.
Baca juga:
Sakit Kepala dalam Alkitab
Harapan Adalah Bahan Bakar Iman yang Membawa kepada Kemenangan
Penyakit Mata menurut Kitab Suci
4 Pelajaran Firman Yahwe untuk Tubuh
Saatnya kudatang kepada-MU ya YAHWE, Tuhan Penyelamatku, Pelindung dan Penebusku. Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain.
Tampilkan postingan dengan label kesembuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesembuhan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 18 Desember 2014
Sabtu, 15 Maret 2014
Biarkan YAHWE Mencurahkan Berkat-NYA Saat Saudara Mengampuni
Diterjemahkan dari postingan Victoria Osteen dalam facebooknya tgl 15 Maret 2014
Alkitab memerintahkan kepada kita untuk mengampuni, tapi begitu banyak orang mengalami kesulitan dengan itu. Begitu banyak orang memiliki kesalahpahaman tentang pengampunan. Beberapa orang berpikir bahwa mereka tidak bisa memaafkan karena itu "terlalu sulit." Mereka terluka terlalu dalam atau mengalami penghinaan atau pengkhianatan yang terlalu menyakitkan. Namun dalam kenyataannya, lebih sulit bagi kita ketika kita memilih untuk tidak mengampuni. Kepahitan tidak menyakiti orang yang melukai Anda, melainkan hanya menghujam ke dalam hati Anda sendiri dan menjauhkan Anda dari berkat yang terbaik yang berasal dari Tuhan. Kepahitan dan tidak mau mengampuni memisahkan Anda dari Tuhan. Mereka memblokir aliran berkat-Nya dan menghambat doa-doa Anda. Tapi, memilih pengampunan membuka pintu hati Anda dan membuat jalan bagi Tuhan untuk mengerjakan mujizat dalam hidup Anda.
Banyak orang tahu bahwa pada tahun 1981 ibu mertua saya, Dodie Osteen, didiagnosa menderita kanker hati dan dokter memberitahu bahwa ia hanya memiliki beberapa minggu untuk hidup. Pada waktu itu belum ada perawatan medis untuk penyakit semacam itu, dan para dokter mengatakan tidak ada yang bisa mereka lakukan. Dia dan suaminya, John, pulang ke rumah setelah mereka mendengar laporan itu, mereka berlutut, dan meminta mujizat kepada Tuhan. Dodie melakukan segala hal yang diketahuinya agar bisa berada dalam posisi untuk menerima keajaiban-NYA. Setiap kali dia menceritakan kisahnya, dia berbicara tentang bagaimana salah satu kunci utama baginya untuk menerima kesembuhan YAHWE adalah kesediaannya untuk melepaskan perasaan terluka itu dan menjaga hatinya tetap bersih melalui kekuatan pengampunan. Dia menceritakan bagaimana dia menulis surat pengampunan kepada suaminya, anak-anak, orang tua, atau siapapun yang bisa diingatnya yang mungkin telah terluka atau tersinggung oleh dirinya atau yang mungkin telah menyinggung atau menyakitinya. Ia pergi 1 mil lebih jauh untuk memastikan hatinya terbebas dari luka yang akan menghambat penyembuhan dari YAHWE di dalam hidupnya. Butuh waktu sekitar satu tahun baginya untuk teguh berdiri dan berjuang melewati semua gejala, tapi dia menerima mujizat kesembuhan dan benar-benar bebas dari kanker hari ini.
Sangat penting untuk menyadari bahwa memaafkan adalah lebih dari kata-kata belaka, melainkan sikap hati yang membuahkan transformasi spiritual. Kadang-kadang kita tidak harus merasa senang mengampuni, tapi ketika kita rendah hati taat kepada YAHWE di area ini, Dia akan mengerjakan keajaiban dalam hidup kita. Pengampunan tidak berarti bahwa apa yang orang lain lakukan itu benar atau bisa dimaafkan. Pengampunan tidak berarti bahwa insiden itu tidak masalah. Pengampunan berarti bahwa Anda mempercayai Tuhan untuk membuat perbedaan dan membiarkan Dia untuk memindahkan Anda dari melewati rasa sakit Anda ke tujuan ilahi Anda. Saya pernah mendengar bahwa mengampuni adalah seumpama membebaskan tahanan dan kemudian Anda menyadari bahwa tahanan itu adalah Anda sendiri. Anda dapat memilih kebebasan hari ini dengan memilih pengampunan.
Biarkan saya mendorong Anda, jika seseorang telah bersalah kepada Anda dan Anda masih mendapatkan perasaan sakit di dalam hati ketika Anda melihat atau memikirkan orang itu, bawa hal itu kepada YAHWE dan ijinkan Dia untuk menjaga hati Anda tetap lembut dan peka. Jangan biarkan luka menjauhkan Anda dari yang terbaik dari-NYA. Sebaliknya, pilihlah kasih, serahkan itu kepada YAHWE, dan dapatkan penyembuhan melalui pengampunan!
"Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." (Markus 11:25)
Alkitab memerintahkan kepada kita untuk mengampuni, tapi begitu banyak orang mengalami kesulitan dengan itu. Begitu banyak orang memiliki kesalahpahaman tentang pengampunan. Beberapa orang berpikir bahwa mereka tidak bisa memaafkan karena itu "terlalu sulit." Mereka terluka terlalu dalam atau mengalami penghinaan atau pengkhianatan yang terlalu menyakitkan. Namun dalam kenyataannya, lebih sulit bagi kita ketika kita memilih untuk tidak mengampuni. Kepahitan tidak menyakiti orang yang melukai Anda, melainkan hanya menghujam ke dalam hati Anda sendiri dan menjauhkan Anda dari berkat yang terbaik yang berasal dari Tuhan. Kepahitan dan tidak mau mengampuni memisahkan Anda dari Tuhan. Mereka memblokir aliran berkat-Nya dan menghambat doa-doa Anda. Tapi, memilih pengampunan membuka pintu hati Anda dan membuat jalan bagi Tuhan untuk mengerjakan mujizat dalam hidup Anda.
Banyak orang tahu bahwa pada tahun 1981 ibu mertua saya, Dodie Osteen, didiagnosa menderita kanker hati dan dokter memberitahu bahwa ia hanya memiliki beberapa minggu untuk hidup. Pada waktu itu belum ada perawatan medis untuk penyakit semacam itu, dan para dokter mengatakan tidak ada yang bisa mereka lakukan. Dia dan suaminya, John, pulang ke rumah setelah mereka mendengar laporan itu, mereka berlutut, dan meminta mujizat kepada Tuhan. Dodie melakukan segala hal yang diketahuinya agar bisa berada dalam posisi untuk menerima keajaiban-NYA. Setiap kali dia menceritakan kisahnya, dia berbicara tentang bagaimana salah satu kunci utama baginya untuk menerima kesembuhan YAHWE adalah kesediaannya untuk melepaskan perasaan terluka itu dan menjaga hatinya tetap bersih melalui kekuatan pengampunan. Dia menceritakan bagaimana dia menulis surat pengampunan kepada suaminya, anak-anak, orang tua, atau siapapun yang bisa diingatnya yang mungkin telah terluka atau tersinggung oleh dirinya atau yang mungkin telah menyinggung atau menyakitinya. Ia pergi 1 mil lebih jauh untuk memastikan hatinya terbebas dari luka yang akan menghambat penyembuhan dari YAHWE di dalam hidupnya. Butuh waktu sekitar satu tahun baginya untuk teguh berdiri dan berjuang melewati semua gejala, tapi dia menerima mujizat kesembuhan dan benar-benar bebas dari kanker hari ini.
Sangat penting untuk menyadari bahwa memaafkan adalah lebih dari kata-kata belaka, melainkan sikap hati yang membuahkan transformasi spiritual. Kadang-kadang kita tidak harus merasa senang mengampuni, tapi ketika kita rendah hati taat kepada YAHWE di area ini, Dia akan mengerjakan keajaiban dalam hidup kita. Pengampunan tidak berarti bahwa apa yang orang lain lakukan itu benar atau bisa dimaafkan. Pengampunan tidak berarti bahwa insiden itu tidak masalah. Pengampunan berarti bahwa Anda mempercayai Tuhan untuk membuat perbedaan dan membiarkan Dia untuk memindahkan Anda dari melewati rasa sakit Anda ke tujuan ilahi Anda. Saya pernah mendengar bahwa mengampuni adalah seumpama membebaskan tahanan dan kemudian Anda menyadari bahwa tahanan itu adalah Anda sendiri. Anda dapat memilih kebebasan hari ini dengan memilih pengampunan.
Biarkan saya mendorong Anda, jika seseorang telah bersalah kepada Anda dan Anda masih mendapatkan perasaan sakit di dalam hati ketika Anda melihat atau memikirkan orang itu, bawa hal itu kepada YAHWE dan ijinkan Dia untuk menjaga hati Anda tetap lembut dan peka. Jangan biarkan luka menjauhkan Anda dari yang terbaik dari-NYA. Sebaliknya, pilihlah kasih, serahkan itu kepada YAHWE, dan dapatkan penyembuhan melalui pengampunan!
"Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." (Markus 11:25)
Label:
berkat YAHWE,
kasih,
kesembuhan,
mukjizat,
pengampunan
Minggu, 09 September 2012
Nilai Strategis Mukjizat dalam Penginjilan
Kisah 3:11-26
Baca bagian sebelumnya
Dalam bagian sebelumnya kita belajar bahwa mukjizat kesembuhan adalah bagian integral dari orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Sekarang kita akan belajar bagaimana kesaksian atau penginjilan bisa menjadi lebih efektif melalui mukjizat.
Orang yang disembuhkan itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes sehingga semua orang yang ada di tempat itu mengerumuni mereka karena heran (ayat 1). Jadi mukjizat itu menjadikan orang-orang heran. Dalam keadaan heran orang menjadi lebih terbuka karena mereka membutuhkan penjelasan mengenai apa yang tidak bisa mereka pahami. Di saat itulah Petrus menjelaskan bahwa kesembuhan itu terjadi bukan karena kuasanya atau kesalehannya melainkan karena kepercayaan dalam Nama Yesus (ayat 16)
Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.
Keheranan kerumunan juga dimanfaatkan Petrus untuk bersaksi, menginjil, untuk menceritakan hakikat Yesus (ayat 13-15), yang adalah Mesias yang dijanjikan (ayat 18), yang telah dinubuatkan oleh Musa (ayat 22).
Selanjutnya keheranan dan keterbukaan kerumunan juga dimanfaatkan Petrus untuk mengajak mereka bertobat dan untuk menerima Yesus sebagai penyelamat (ayat 19).
Petrus juga menyampaikan risiko kalau menolah Yesus, yakni dibasmi (ayat 23).
Petrus menegaskan bahwa mereka adalah pewaris nubuat dan perjanjian (ayat 25), bahwa YAHWE amat mengasihi mereka karena telah mengutus Putera-Nya untuk mati dan namun dibangkitkan bagi mereka, bahwa YAHWE ingin memberkati mereka (ayat 26).
Langkah terakhir yang dilakukan Petrus adalah menubuatkan masa depan mereka, bahwa mereka akan dipakai YAHWE untuk menjadi berkat bagi orang lain (ayat 25).
Baca bagian sesudahnya
Baca juga:
Penyembuhan Menjadi Bagian Integral Gereja Mula-Mula
Pola Kesaksian Gereja Mula-Mula
Pentakosta, Ciri-Ciri Pekerjaan Roh Kudus
Gereja Mula-Mula Mendasarkan Diri pada Kitab Suci
Baca bagian sebelumnya
Dalam bagian sebelumnya kita belajar bahwa mukjizat kesembuhan adalah bagian integral dari orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Sekarang kita akan belajar bagaimana kesaksian atau penginjilan bisa menjadi lebih efektif melalui mukjizat.
Orang yang disembuhkan itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes sehingga semua orang yang ada di tempat itu mengerumuni mereka karena heran (ayat 1). Jadi mukjizat itu menjadikan orang-orang heran. Dalam keadaan heran orang menjadi lebih terbuka karena mereka membutuhkan penjelasan mengenai apa yang tidak bisa mereka pahami. Di saat itulah Petrus menjelaskan bahwa kesembuhan itu terjadi bukan karena kuasanya atau kesalehannya melainkan karena kepercayaan dalam Nama Yesus (ayat 16)
Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.
Keheranan kerumunan juga dimanfaatkan Petrus untuk bersaksi, menginjil, untuk menceritakan hakikat Yesus (ayat 13-15), yang adalah Mesias yang dijanjikan (ayat 18), yang telah dinubuatkan oleh Musa (ayat 22).
Selanjutnya keheranan dan keterbukaan kerumunan juga dimanfaatkan Petrus untuk mengajak mereka bertobat dan untuk menerima Yesus sebagai penyelamat (ayat 19).
Petrus juga menyampaikan risiko kalau menolah Yesus, yakni dibasmi (ayat 23).
Petrus menegaskan bahwa mereka adalah pewaris nubuat dan perjanjian (ayat 25), bahwa YAHWE amat mengasihi mereka karena telah mengutus Putera-Nya untuk mati dan namun dibangkitkan bagi mereka, bahwa YAHWE ingin memberkati mereka (ayat 26).
Langkah terakhir yang dilakukan Petrus adalah menubuatkan masa depan mereka, bahwa mereka akan dipakai YAHWE untuk menjadi berkat bagi orang lain (ayat 25).
Baca bagian sesudahnya
Baca juga:
Penyembuhan Menjadi Bagian Integral Gereja Mula-Mula
Pola Kesaksian Gereja Mula-Mula
Pentakosta, Ciri-Ciri Pekerjaan Roh Kudus
Gereja Mula-Mula Mendasarkan Diri pada Kitab Suci
Label:
bersaksi,
datang kepada Yesus,
janji keselamatan,
keselamatan,
kesembuhan,
memberkati,
Mesias,
mukjizat,
nama Yesus,
nubuat,
penginjilan,
perjanjian
Sabtu, 25 Agustus 2012
Penyembuhan Menjadi Bagian Integral Gereja Mula-Mula
Baca bagian sebelumnya!
Pada bagian sebelumnya (Kisah 2:41-47) kita belajar bagaimana cara hidup jemaat yang pertama. Mulai pasal 3 Kitab Suci mencatat dan kita melihat kasus bagaimana hidup keseharian anggota jemaat pertama itu.
Pasal 3 dimulai dengan "Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul 3 petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Tuhan." Pada bagian akhir pasal 2 kita tahu bahwa jemaat pertama berkumpul tiap-tiap hari di Bait Elohim (Kis 2:46). Pada pasal 3 ayat 1 kita mendapat tambahan informasi waktu dan acara dari "perkumpulan tiap-tiap hari" itu, yakni sekitar pukul 3 petang dan itu adalah waktu sembahyang.
Nah, ayat 2 mengatakan: "Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Elohim ... untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke Bait Elohim." Jadi pada zaman para rasul dulu, mengemis di gedung gereja itu tampaknya wajar. Kalau sekarang orang lumpuh diusung dan ditaruh di perempatan jalan, zaman dulu ditaruh di pintu masuk gedung gereja, untuk meminta-minta. Orang itu meminta sedekah kepada orang yang lewat untuk memasuki Bait Elohim, termasuk Petrus dan Yohanes.
Karena tiap-tiap hari orang itu ada di situ, kita bisa mengandaikan bahwa Petrus dan Yohanes sudah sangat hafal akan keadaan orang itu, bahkan mungkin ketika mereka masih bersama-sama dengan Yesus. Kalau demikian, di sini ada fakta yang menarik untuk dicatat: kalau dulu mereka tidak tergerak oleh keadaan orang lumpuh itu, sekarang, setelah dibaptis oleh Roh Kudus, mereka tergerak untuk melakukan sesuatu. Petrus dan Yohanes menatapnya dan berkata: "Lihatlah kepada kami! ... Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" (Kis 3:4-6). Petrus kemudian membantu orang itu berdiri. Orang lumpuh itu seketika itu bisa berjalan, melompat-lompat dan mengikuti Petrus dan Yohanes, seluruh rakyat melihat dan memuji Elohim, mereka tercengang tentang apa yang telah terjadi (ayat 8-10).
Dari sini kita belajar:
1. Roh Kudus menggerakkan dan menuntun Petrus dan Yohanes, orang yang sudah dibaptis Roh, untuk melakukan sesuatu, yang sebelumnya tidak mereka lakukan sebelum menerima baptisan Roh Kudus
2. Orang yang menerima baptisan Roh Kudus memiliki Roh Kudus itu di dalam dirinya, "apa yang kupunyai", dan apa yang dipunyai itu diberikan kepada mereka yang membutuhkan.
3. Ini adalah mukjizat penyembuhan pertama yang dicatat sesudah pembaptisan Roh Kudus. Artinya, mukjizat penyembuhan menjadi bagian integral dari orang yang sudah menerima pembaptisan Roh Kudus. Hal ini menjadi kepenuhan dari janji Yesus mengenai kuasa penyembuhan kepada para murid di bagian akhir Injil Markus, bahwa orang beriman akan menumpangkan tangan atas orang sakit dan orang itu akan sembuh.
4. Orang lumpuh itu tidak meminta kesembuhan kepada Petrus, tetapi sedekah. Namun Petrus menyembuhkannya. Baptisan Roh Kudus memampukan Petrus untuk melihat kebutuhan seseorang melampaui apa yang dinyatakan. Di sini kita melihat bagaimana mukjizat dikerjakan orang orang percaya, tanpa orang sakit itu meminta untuk disembuhkan. Dan itu terjadi karena Roh Kudus yang meluap-luap di dalam diri orang percaya dan mendorongnya untuk membagikan apa yang ada dalam dirinya kepada orang lain.
Baca bagian selanjutnya
Baca juga:
Cara Hidup Jemaat yang Pertama
Pelajaran Pertama dari Kisah Para Rasul!
Pentakosta, Ciri-Ciri Pekerjaan Roh Kudus
Gereja Mula-Mula Mendasarkan Diri pada Kitab Suci
Gereja Perdana Adalah Sekumpulan Orang Yang Bertekun Sehati ...
Roh Kudus Menjadi Daya Penggerak Gaya Hidup Jemaat Perdana
Pada bagian sebelumnya (Kisah 2:41-47) kita belajar bagaimana cara hidup jemaat yang pertama. Mulai pasal 3 Kitab Suci mencatat dan kita melihat kasus bagaimana hidup keseharian anggota jemaat pertama itu.
Pasal 3 dimulai dengan "Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul 3 petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Tuhan." Pada bagian akhir pasal 2 kita tahu bahwa jemaat pertama berkumpul tiap-tiap hari di Bait Elohim (Kis 2:46). Pada pasal 3 ayat 1 kita mendapat tambahan informasi waktu dan acara dari "perkumpulan tiap-tiap hari" itu, yakni sekitar pukul 3 petang dan itu adalah waktu sembahyang.
Nah, ayat 2 mengatakan: "Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Elohim ... untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke Bait Elohim." Jadi pada zaman para rasul dulu, mengemis di gedung gereja itu tampaknya wajar. Kalau sekarang orang lumpuh diusung dan ditaruh di perempatan jalan, zaman dulu ditaruh di pintu masuk gedung gereja, untuk meminta-minta. Orang itu meminta sedekah kepada orang yang lewat untuk memasuki Bait Elohim, termasuk Petrus dan Yohanes.
Karena tiap-tiap hari orang itu ada di situ, kita bisa mengandaikan bahwa Petrus dan Yohanes sudah sangat hafal akan keadaan orang itu, bahkan mungkin ketika mereka masih bersama-sama dengan Yesus. Kalau demikian, di sini ada fakta yang menarik untuk dicatat: kalau dulu mereka tidak tergerak oleh keadaan orang lumpuh itu, sekarang, setelah dibaptis oleh Roh Kudus, mereka tergerak untuk melakukan sesuatu. Petrus dan Yohanes menatapnya dan berkata: "Lihatlah kepada kami! ... Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" (Kis 3:4-6). Petrus kemudian membantu orang itu berdiri. Orang lumpuh itu seketika itu bisa berjalan, melompat-lompat dan mengikuti Petrus dan Yohanes, seluruh rakyat melihat dan memuji Elohim, mereka tercengang tentang apa yang telah terjadi (ayat 8-10).
Dari sini kita belajar:
1. Roh Kudus menggerakkan dan menuntun Petrus dan Yohanes, orang yang sudah dibaptis Roh, untuk melakukan sesuatu, yang sebelumnya tidak mereka lakukan sebelum menerima baptisan Roh Kudus
2. Orang yang menerima baptisan Roh Kudus memiliki Roh Kudus itu di dalam dirinya, "apa yang kupunyai", dan apa yang dipunyai itu diberikan kepada mereka yang membutuhkan.
3. Ini adalah mukjizat penyembuhan pertama yang dicatat sesudah pembaptisan Roh Kudus. Artinya, mukjizat penyembuhan menjadi bagian integral dari orang yang sudah menerima pembaptisan Roh Kudus. Hal ini menjadi kepenuhan dari janji Yesus mengenai kuasa penyembuhan kepada para murid di bagian akhir Injil Markus, bahwa orang beriman akan menumpangkan tangan atas orang sakit dan orang itu akan sembuh.
4. Orang lumpuh itu tidak meminta kesembuhan kepada Petrus, tetapi sedekah. Namun Petrus menyembuhkannya. Baptisan Roh Kudus memampukan Petrus untuk melihat kebutuhan seseorang melampaui apa yang dinyatakan. Di sini kita melihat bagaimana mukjizat dikerjakan orang orang percaya, tanpa orang sakit itu meminta untuk disembuhkan. Dan itu terjadi karena Roh Kudus yang meluap-luap di dalam diri orang percaya dan mendorongnya untuk membagikan apa yang ada dalam dirinya kepada orang lain.
Baca bagian selanjutnya
Baca juga:
Cara Hidup Jemaat yang Pertama
Pelajaran Pertama dari Kisah Para Rasul!
Pentakosta, Ciri-Ciri Pekerjaan Roh Kudus
Gereja Mula-Mula Mendasarkan Diri pada Kitab Suci
Gereja Perdana Adalah Sekumpulan Orang Yang Bertekun Sehati ...
Roh Kudus Menjadi Daya Penggerak Gaya Hidup Jemaat Perdana
Rabu, 01 Agustus 2012
Mukjizat Adalah Alami bagi Orang Percaya
Bagian akhir dari Injil Markus mencatat bahwa Yashua (Yesus) menyatakan bahwa mukjizat merupakan bagian alami dari orang yang percaya kepadaNya, seperti berikut ini:
Markus 16:17-18 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.
Perhatikan kata-kata: "Tanda-tanda ini akan menyertai ...." Ini menunjukkan bahwa orang percaya memiliki gaya hidup harian atau kebiasaan: mengusir setan, berbicara dalam bahasa baru, tidak akan celaka karena ular atau racun, meletakkan tangan atas orang sakit (menyembuhkan orang sakit).
Jadi dari sini mestinya yang terjadi adalah bahwa mukjizat itu suatu hal yang alamiah atau bawaan bagi orang yang percaya kepada Yahwe dan PuteraNya Yashua.
Kevin Dedmon, penulis buku The Ultimate Treasure Hunt (Perburuan "Harta" bagi Kerajaan Allah - Penerbit Andi), pada awal pelayanannya memiliki pengalaman buruk soal mendoakan kesembuhan orang. Ia mendoakan orang sakit dan pada malam harinya orang tersebut meninggal. Sesudah itu, selama 23 tahun berikutnya, ia tidak mau mendoakan orang sakit lagi, takut kalau-kalau ia malah "membunuh" mereka. Ia yakin bahwa kalau ia mendoakan orang sakit, maka orang tesebut akan meninggal. Namun suatu saat Tuhan menarik perhatiannya dengan bertanya: "Kevin, apakah engkau sungguh meyakini bahwa engkau berkuasa membuat seseorang meninggal?" Pertanyaan tersebut menyadarkannya bahwa ia tidak memiliki kuasa apapun baik untuk menyembuhkan maupun untuk membuat orang meninggal.
Intinya adalah ketaatan. Keberanian kita "mengambil risiko" untuk berani berdoa bagi orang sakit. Suatu saat dalam pertemuan doa ia didesak oleh salah satu peserta yang kesakitan memohon kepadanya untuk mendoakan. Dengan enggan ia mengalah atas permohonannya yang memelas. Dalam keraguannya ternyata Yahwe bekerja dan orang tersebut langsung disembuhkan.Dan sekarang ini Kevin Dedmon menggerakkan dan terlibat dalam "perburuan harta" untuk memberitakan kasih dan keselamatan Yesus kepada orang-orang yang terhilang melalui mukjizat-mukjizat dan nubuat-nubuatan yang selalu menyertainya .... (ingat tanda-tanda ini akan menyertai).
Berdoa untuk kesembuhan orang sakit adalah suatu hal yang alami menyertai orang yang percaya kepada Yesus ... atau orang yang sudah tergabung dalam Kerajaan Yahwe. Tinggal anda dan kita "menggunakannya".
Mungkin Anda juga ingin membaca:
Yahwe Sanggup Mengatur Suasana Hati Orang
Mengandung dalam Roh
Doa Pujian
Markus 16:17-18 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.
Perhatikan kata-kata: "Tanda-tanda ini akan menyertai ...." Ini menunjukkan bahwa orang percaya memiliki gaya hidup harian atau kebiasaan: mengusir setan, berbicara dalam bahasa baru, tidak akan celaka karena ular atau racun, meletakkan tangan atas orang sakit (menyembuhkan orang sakit).
Jadi dari sini mestinya yang terjadi adalah bahwa mukjizat itu suatu hal yang alamiah atau bawaan bagi orang yang percaya kepada Yahwe dan PuteraNya Yashua.
Kevin Dedmon, penulis buku The Ultimate Treasure Hunt (Perburuan "Harta" bagi Kerajaan Allah - Penerbit Andi), pada awal pelayanannya memiliki pengalaman buruk soal mendoakan kesembuhan orang. Ia mendoakan orang sakit dan pada malam harinya orang tersebut meninggal. Sesudah itu, selama 23 tahun berikutnya, ia tidak mau mendoakan orang sakit lagi, takut kalau-kalau ia malah "membunuh" mereka. Ia yakin bahwa kalau ia mendoakan orang sakit, maka orang tesebut akan meninggal. Namun suatu saat Tuhan menarik perhatiannya dengan bertanya: "Kevin, apakah engkau sungguh meyakini bahwa engkau berkuasa membuat seseorang meninggal?" Pertanyaan tersebut menyadarkannya bahwa ia tidak memiliki kuasa apapun baik untuk menyembuhkan maupun untuk membuat orang meninggal.
Intinya adalah ketaatan. Keberanian kita "mengambil risiko" untuk berani berdoa bagi orang sakit. Suatu saat dalam pertemuan doa ia didesak oleh salah satu peserta yang kesakitan memohon kepadanya untuk mendoakan. Dengan enggan ia mengalah atas permohonannya yang memelas. Dalam keraguannya ternyata Yahwe bekerja dan orang tersebut langsung disembuhkan.Dan sekarang ini Kevin Dedmon menggerakkan dan terlibat dalam "perburuan harta" untuk memberitakan kasih dan keselamatan Yesus kepada orang-orang yang terhilang melalui mukjizat-mukjizat dan nubuat-nubuatan yang selalu menyertainya .... (ingat tanda-tanda ini akan menyertai).
Berdoa untuk kesembuhan orang sakit adalah suatu hal yang alami menyertai orang yang percaya kepada Yesus ... atau orang yang sudah tergabung dalam Kerajaan Yahwe. Tinggal anda dan kita "menggunakannya".
Mungkin Anda juga ingin membaca:
Yahwe Sanggup Mengatur Suasana Hati Orang
Mengandung dalam Roh
Doa Pujian
Label:
kesembuhan,
Kevin Dedmon,
mendoakan orang sakit,
mukjizat,
penumpangan tangan,
perburuan harta
Kamis, 13 Oktober 2011
Misi Mereka yang Dipanggil Yesus
Dalam Matius 10:1-15 kita belajar mengenai tugas atau misi yang diemban oleh mereka yang dipanggil oleh Yesus untuk menjadi murid-Nya.
Tugas dan Wewenang Murid Yesus
Dalam ayat 1 dikatakan bahwa
Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.
Dari sini kita belajar:
1. Yesus memanggil 12 murid
2. Yesus memberi mereka kuasa
3. Untuk mengusir roh-roh jahat
4. Untuk melenyapkan segala penyakit.
5. Untuk melenyapkan segala kelemahan
Dalam ayat 5-9 dikatakan bahwa kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dengan pesan:
1. Jangan menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke kota lain (Samaria) (ayat 5)
2. Agar para murid pergi kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel (ayat 6)
3. Agar mereka memberitakan bahwa Kerajaan Sorga sudah dekat (ayat 7)
4. Agar mereka menyembuhkan orang sakit (ayat 8)
5. Membangkitkan orang mati (ayat 8)
6. Mentahirkan orang kusta (ayat 8)
7. Mengusir setan-setan (ayat 8)
8. Melakukan semuanya itu dengan cuma-cuma karena hal itu diberikan kepada mereka dengan cuma-cuma (ayat 8).
Ternyata kita, murid Yesus, mengemban tugas-tugas di atas, sebagaimana termuat dalam Matius 10:1-15. Tugas kita tidaklah hanya setiap minggu ke gereja, atau menjalani fungsi-fungsi organisatoris di gereja. Tugas kita bukan hanya menjadi aktivis di gereja, tetapi tugas kita dengan jelas diulang-ulang oleh Injil, dan dalam Matius pasal 10 ini diulang sampai dua kali, yakni:
mengusir roh-roh jahat atau setan-setan
melenyapkan segala penyakit atau menyembuhkan orang sakit
melenyapkan segala kelemahan
mentahirkan orang kusta, bahkan
membangkitkan orang mati
Sudahkah kita melakukan misi tersebut? Ataukah kita terlalu diasyikkan oleh kesibukan kehidupan harian kegerejaan kita? Atau barangkali kita tidak sadar bahwa itu menjadi misi kita? Atau kita merasa tidak mampu melaksanakan misi tersebut?
Nah, belajar dari Matius 10, ternyata misi itu, mengusir setan dan melenyapkan sakit penyakit dan kelemahan tidak ada kaitannya dengan kemampuan. Bukan karena kita mampu, melainkan karena semua itu diberikan kepada kita secara cuma-cuma. Jadi bukan kemampuan, melainkan pemberian kuasa secara cuma-cuma dari Yesus kepada murid-murid yang dipilih-Nya.
Bukan karena usaha kita, bukan karena kemampuan kita, melainkan semuanya karena kuasa anugerah Yahwe melalui Yesus, dan diberikan kepada siapapun yang dipilih Yesus untuk menjadi murid-Nya.
Pertanyaannya: siapakah murid Yesus itu? Apakah kita termasuk murid Yesus? Apakah yang dimaksud hanya kedua belas murid Yesus saat Yesus masih hidup dalam bentuk tubuh manusia 2000 tahun yang lalu?
Kita semua, yang telah menerima anugerah keselamatan lewat pembaptisan, kita semua orang-orang Kristiani, pengikut Kristus adalah murid-murid Yesus. Bukan karena pilihan kita, melainkan Yesuslah yang memilih kita untuk menjadi murid-Nya (bdk Markus 16: 15-18). Semua orang beriman, semua murid Yesus, diberi kuasa untuk mengusir setan, untuk menyembuhkan orang sakit, untuk mengalahkan kedahsyatan racun, dan untuk berbahasa baru.
Marilah kita imani tugas dan kuasa yang diberikan oleh Yesus kepada kita. Usirlah setan, sembuhkanlah orang sakit, lenyapkanlah kelemahan. Yesus yang menyuruh Anda. Dia yang berkuasa atas hidup dan mati. Dia yang berkuasa atas seluruh alam semesta. Dialah yang memberikan kuasa itu kepada Anda.
Baca juga:
Pengalaman Pertama Mengusir Setan
Pelajaran Pertama dari Kisah Para Rasul
Kepastian Keselamatan dan Keberanian Bersaksi
Minggu, 24 Juli 2011
Yesus Segera Memberikan Pertolongan
Belajar dari Lukas 14
Pada suatu ketika Yesus diundang ke perjamuan di rumah seorang pemimpin orang Farisi. Tiba-tiba datanglah orang yang sakit busung air. Orang-orang mengamat-amati apakah Yesus akan menyembuhkan orang itu. Dan Yesus menyembuhkannya.
Dari sini saya belajar, bahwa ketika kita datang kepada Yesus, Dia akan segera menolong kita. Dia tidak akan menunda-nunda. Bahkan meskipun tampaknya ada hambatan bagi Dia untuk menolong kita, Dia tidak mau dihambat dan bersegera menolong kita.
Ketika kita datang kepadaNya, Dia menyamakan kita dengan anak atau ternak kita yang segera membutuhkan pertolongan. SEGERA. Dia menggambarkan kedatangan kita kepada-Nya seperti anak atau ternak yang terperosok ke dalam sumur. Tentu saja kita akan segera menolong anak kita atau lembu kita jika ia terperosok ke dalam sumur. Kita tidak akan menunggu lebih lama untuk menolongnya, meskipun ada orang atau aturan yang melarang kita melakukannya.
Sebab itu, mari kita datang kepada-Nya. Membawa seluruh pergumulan kita. Dia akan bersegera menolong kita. Tetapi syaratnya: kita harus datang kepada-Nya. Dan, mungkin, sebagaimana orang yang sakit busung air itu datang kepada Yesus ketika Yesus berada di rumah seorang pemimpin Farisi dan bertepatan dengan hari sabat, hari di mana orang tidak diperbolehkan untuk bekerja, kita pun perlu tanpa malu datang kepada Yesus. Tanpa mempedulikan aturan-aturan. Tanpa mempedulikan apa kata orang. Datanglah hanya sebagai diri kita sendiri, secara pribadi, ke hadapan-Nya.
Jangan hiraukan segala rintangan dan ketidakmungkinan. Tetapi datang saja. Ya! Datang saja. Dia akan mengulurkan tangan dan menolong kita.
Lukas 14:1. Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama. 2 Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air berdiri di hadapan-Nya. 3 Lalu Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu, kata-Nya: "Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?" 4 Mereka itu diam semuanya. Lalu Ia memegang tangan orang sakit itu dan menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi. 5 Kemudian Ia berkata kepada mereka: "Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?" Baca juga:
Syukur kepadamu Tuhan
Tidak ada yang bisa memisahkan kita dari kasih Bapa
Jangan Melewatkan Pesta perjamuan Tuhan
Label:
datang kepada Yesus,
kesembuhan,
penolong
Jumat, 31 Desember 2010
Kepastian Keselamatan dan Keberanian Bersaksi
Kisah 4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."
13 Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.
14 Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya.
Ada 3 hal yang kupelajari dari Kisah di atas.
1. Bahwa di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya manusia dapat diselamatkan. Dari sini jelas, bahwa manusia bisa selamat hanya dengan satu cara: percaya dan menerima Yesus. Sekalipun dunia memberikan berbagai-bagai tawaran yang kelihatannya meyakinkan, yang kadang membuat iman kita goyah, dengan tanda-tanda yang kelihatannya mengagumkan, kebenaran ini tetap sama dan tidak tergoyahkan: hanya ada satu jalan keselamatan. Ya, hanya ada satu jalan pasti menuju keselamatan. Sekalipun di sana sini ada tawaran pandangan dunia dan cara hidup yang juga kelihatan baik dan mulia, memberikan kedamaian, membawa kepada kesejahteraan, meningkatkan taraf kesehatan dan lain-lain, namun hanya dalam Yesus atau Yahshua-lah keselamatan diberikan.
2. Sidang saat itu heran akan keberanian Petrus dan Yohanes, yang meskipun mereka itu orang biasa, tetapi berani mengajar dan bersaksi. Dan dicatat bahwa keberanian mereka itu dikaitkan dengan status mereka sebagai murid Yesus.
Dari sini, saya belajar bahwa, sebagai murid Yesus, adalah dampak yang normal dan wajar kalau kita pun harus sampai dikenal status kita sebagai murid Yesus melalui keberanian kita untuk bersaksi, melalui perubahan yang kita tunjukkan sebagai manusia biasa, bahkan mungkin tidak terpelajar, tetapi berani mengajar dan bersaksi. Perkenalan akan Yesus, keintiman hubungan dengan Yesus, membuat kita berubah, menjadi berhikmat, menjadi cakap berkata-kata, menjadi berani, menjadi saksi.
3. Keberanian dan kepandaian berkat hubungan intim dengan Yesus dikuatkan lagi oleh bukti mukjizat sehingga lengkaplah "senjata" Petrus dan Yohanes dalam mewartakan satu-satunya jalan keselamatan. Mereka tidak berani mengatakan apa-apa karena orang yang disembuhkan itu berdiri di sana.
Jadi, dapat disimpulkan, bahwa pengenalan akan Yesus membuat kita berani untuk bersaksi, membuat kita berhikmat untuk menyampaikan kata-kata yang tepat dan meyakinkan, dan membuat kita bisa dipakai Tuhan untuk mengerjakan mukjizat yang membuat pewartaan kita tak terbantahkan.
13 Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.
14 Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya.
Ada 3 hal yang kupelajari dari Kisah di atas.
1. Bahwa di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya manusia dapat diselamatkan. Dari sini jelas, bahwa manusia bisa selamat hanya dengan satu cara: percaya dan menerima Yesus. Sekalipun dunia memberikan berbagai-bagai tawaran yang kelihatannya meyakinkan, yang kadang membuat iman kita goyah, dengan tanda-tanda yang kelihatannya mengagumkan, kebenaran ini tetap sama dan tidak tergoyahkan: hanya ada satu jalan keselamatan. Ya, hanya ada satu jalan pasti menuju keselamatan. Sekalipun di sana sini ada tawaran pandangan dunia dan cara hidup yang juga kelihatan baik dan mulia, memberikan kedamaian, membawa kepada kesejahteraan, meningkatkan taraf kesehatan dan lain-lain, namun hanya dalam Yesus atau Yahshua-lah keselamatan diberikan.
2. Sidang saat itu heran akan keberanian Petrus dan Yohanes, yang meskipun mereka itu orang biasa, tetapi berani mengajar dan bersaksi. Dan dicatat bahwa keberanian mereka itu dikaitkan dengan status mereka sebagai murid Yesus.
Dari sini, saya belajar bahwa, sebagai murid Yesus, adalah dampak yang normal dan wajar kalau kita pun harus sampai dikenal status kita sebagai murid Yesus melalui keberanian kita untuk bersaksi, melalui perubahan yang kita tunjukkan sebagai manusia biasa, bahkan mungkin tidak terpelajar, tetapi berani mengajar dan bersaksi. Perkenalan akan Yesus, keintiman hubungan dengan Yesus, membuat kita berubah, menjadi berhikmat, menjadi cakap berkata-kata, menjadi berani, menjadi saksi.
3. Keberanian dan kepandaian berkat hubungan intim dengan Yesus dikuatkan lagi oleh bukti mukjizat sehingga lengkaplah "senjata" Petrus dan Yohanes dalam mewartakan satu-satunya jalan keselamatan. Mereka tidak berani mengatakan apa-apa karena orang yang disembuhkan itu berdiri di sana.
Jadi, dapat disimpulkan, bahwa pengenalan akan Yesus membuat kita berani untuk bersaksi, membuat kita berhikmat untuk menyampaikan kata-kata yang tepat dan meyakinkan, dan membuat kita bisa dipakai Tuhan untuk mengerjakan mukjizat yang membuat pewartaan kita tak terbantahkan.
Label:
hikmat,
keberanian,
keselamatan,
kesembuhan,
Kisah Para Rasul,
mukjizat,
murid Yesus,
nama
Langganan:
Postingan (Atom)




