Tampilkan postingan dengan label doa radikal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label doa radikal. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Juni 2014

Berdoa dengan Segenap Kekuatan

Diterjemahkan dari Fan Page FB Pastor ChrisOyakhilome

Daud berdoa sambil menari
Terlepas dari kenyataan bahwa mungkin ada jutaan orang berdoa kepada Tuhan setiap hari, YAHWE senang mendengar suara saudara, karena DIA tidak memiliki duplikat dari diri saudara. Ini adalah alasan saudara harus selalu mengambil waktu untuk berdoa. Berhubunganlah secara pribadi dengan Tuhan, karena tahu bahwa saudara berbicara dengan Pribadi yang benar-benar mendengarkan saudara; DIA Pribadi yang rasional dan yang memiliki perasaan. Jangan berdoa seolah-olah Tuhan adalah komputer.



Beberapa orang terlalu kaku dan religius dalam doa mereka! "Ya Tuhan," demikian mereka mulai, "Engkau begitu besar dan saya sangat kecil dan tidak berarti di mata-Mu." Seolah-olah Tuhan hanya berbicara seperti di Alkitab Terjemahan Baru. Kemudian ketika mereka mengangkat tangan mereka untuk menyanyikan sebuah lagu pujian, hampir tidak ada ekspresi emosi. Jangan seperti itu! Jadilah bergairah dengan Tuhan.

Tuhan memanggil Daud "seorang yang berkenan di hati-Ku" (Kisah Para Rasul 13:22), karena antara lain, Daud begitu bergairah dengan Tuhan. Ketika dia berdoa, ia menuangkan jiwanya ke dalam doa-doanya dan ini tercermin dalam beberapa Mazmur yang dia tulis bagi kita dalam Kitab Suci. Daud adalah orang yang tahu bagaimana berdoa dengan emosi, itulah mengapa ia menikmati persekutuan dengan TUHAN.

Saudara harus belajar bagaimana untuk bersantai diri di hadapan Tuhan. Jika saudara belum mengalami jenis berdoa di mana, karena cinta, takut dan gentar, saudara tertumpah air matanya di hadapan Tuhan, maka saudara kehilangan kesempatan terlalu banyak. Jika saudara belum berdoa sampai saudara penuh semangat, tertawa, menari, dan bernyanyi, bernubuat dalam roh, saudara harus mengambil keputusan untuk mengalami hal itu.


Berdoalah dengan hati dan emosi saudara dan melibatkan totalitas dari keberadaan saudara. Ada berkah luar biasa yang berasal karena memiliki keintiman dengan Tuhan yang seperti itu. 

Bacaan Kitab Suci: Mazmur 42:1, Yakobus 5:16 dan Mazmur 63:1-4. Kemuliaan bagi YAHWE!


Baca juga:
Mengikuti Gembala
Pria Bertanggung Jawab Membawa Keluarganya pada Tuhan
Pelayanan kepada Janda-Janda dalam Jemaat Mula-Mula
Doa Pujian
Doa Radikal

Selasa, 23 Juli 2013

Bapa YAHWE Berkenan kepada Orang yang Tidak Tahu Malu

Lukas 11:1-13

(1) Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya." (2) Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. (3) Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya (4) dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan." 

(5) Lalu kata-Nya kepada mereka: "Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, (6) sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; (7) masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara. (8) Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya. 

(9) Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (10) Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. (11) Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? (12) Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? (13) Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya." 

Perikopa ini mengajarkan sebuah prinsip berdoa. Pada bagian yang pertama (ayat 1-4), Tuhan Yeshua mengajarkan pokok-pokok doa apa saja yang semestinya kita sampaikan kepada Bapa, yaitu: (1) pujian: "dikuduskanlah nama-Mu", (2) tujuan hidup dalam kerangka kehendak Bapa: "datanglah kerajaan-Mu", (3) berkat rezeki: "berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya", (4) pengampunan dosa, dengan tetap menekankan mengampuni terlebih dahulu (5) perlindungan dari godaan dan cobaan.

Pada bagian yang kedua (5-13) Tuhan Yeshua mengajarkan sikap hati yang semestinya dimiliki pendoa dan sikap hati Bapa yang mendengarkan doa. Ayat 5-8 Yeshua menegaskan bahwa kita perlu bersikap tidak tahu malu di dalam berdoa. Hal ini mengingatkan kita akan sifat dasar manusia yang cenderung akan dosa dan sekaligus kesombongan manusia. Kita sering merasa tidak layak karena dosa-dosa kita dan hal itu sering membuat kita memutuskan diri sebagai tidak layak di hadapan Bapa YAHWE. Tidak jarang kita merasa tidak pantas untuk meminta sesuatu kepada Bapa karena kita ingat dan sadar betul akan dosa-dosa kita. Lalu kita menunggu saat baik: ketika saya sudah menjadi lebih baik maka saya akan berdoa dan memberanikan diri untuk meminta kepada Bapa. Kalau sekarang: tidak dulu ah. Aku sedang kotor.

Kita juga bisa belajar dari perikopa ini bahwa Bapa YAHWE itu Maha Pengampun, Maha Memaklumi, Maha Mengerti, Maha Memahami situasi kita. Jadi kalau kita sedang di dalam kebutuhan, dan sedang merasa tidak layak untuk datang kepada Bapa dan meminta, datanglah dan mintalah. Dia mengerti kita. Dia memahami. Yang penting: kita harus bersikap tidak tahu malu.

Ayat 9-13 menegaskan kembali bahwa Bapa itu Maha Baik dan kita diajarkan oleh Yeshua untuk memberanikan diri meminta, mencari, dan mengetok pintu. Yeshua meminta kita, memerintahkan kita untuk meminta, mencari dan mengetok. Yeshua mengajarkan kita bahwa Bapa itu amat baik. Dia akan memberikan yang baik kepada yang meminta. Dia akan memberikan Roh Kudus kepada yang meminta.

Tampaknya Paulus amat mengerti akan betapa besar kasih Bapa ini, sehingga ia mengajarkan kepada jemaat di Ibrani: ”Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya” (Ibrani 4:16).

Senin, 02 Juli 2012

Doa Radikal

Dalam Yosua 10 kita membaca, sesudah mengalahkan Yerikho dan Ai, dan mengadakan kesepakatan dengan penduduk Gibeon, Yosua harus menghadapi semua raja orang Amori yang menyerangnya, yakni raja Yerusalem, raja Hebron, raja Lakhis, dan raja Eglon. Pada kesempatan inilah kita membaca bagaimana Yosua berdoa untuk menghentikan matahari dan bulan. Karena permohonan seorang manusia, Tuhan berkenan menghentikan jalannya tata surya. Galaksi berhenti berkat doa seorang manusia.

Dalam kisa ini kita mengerti akan kekuatan doa. Kita sering mengecilkan arti doa. Padahal, "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya." (Yakobus 5:16). Dari kisah Yosua kita belajar, bahwa tidak ada yang tidak bisa terjadi dalam hidup kita, kalau kita mau berdoa.

Banyak orang yang tidak mengalami mukjizat karena mereka merasa tidak layak dan berdoa dengan takut-takut. Mereka merasa bahwa doa mereka baru akan dijawab kalau mereka sudah layak. Padahal sebenarnya tidak ada seorang pun di dunia ini yang layak di hadapan YAHWE. Yang sebenarnya diperlukan adalah keberanian untuk menghampiri TAHTA KARUNIA (Ibrani 4:16: Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.) Kalau urusan keselamatan saja YAHWE memberikannya kepada kia sebagai karunia, mengapa yang lain tidak? YAHWE mengabulkan doa kita, bukan karena kita layak, bukan karena doa kita lama, tetapi karena kerendahhatian kita untuk berani menghampiri TAHTA KARUNIA.

Yesus sudah mati buat kita, untuk menghapuskan semua dosa manusia, termasuk dosa-dosa yang belum dilakukan juga. Belajarlah dari kisah anak bungsu yang hilang. Ia benar-benar tidak layak, ia menghukum diri karenanya. Ia bisa terus memilih untuk menghukum diri, tetapi ia mau dan berani merendahkan diri utuk datang menghampiri tahta karunia Bapanya. Bapa tidak mempedulikan masa lalunya, tidak mengingat pengkhianatannya, tetapi Dia memberikan jubah terbaik, cincin terbaik, dan pesta terbaik untuk seorang anak yang tidak layak menerimanya. Demikian pula, Bapa YAHWE akan memberikan kepada kita jubah kebenaran ketika kita berani merendahkan diri dan mengakui kasih karunia-Nya dengan mau datang kepada-Nya.