Tampilkan postingan dengan label hati yang kuat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hati yang kuat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 April 2014

Menjadi Ember Pengisi, Bukan Ember Penyerap bagi Kebaikan Orang Lain

Diterjemahkan dari posting Victoria Osteen di dinding FB-nya pada tanggal 12 April 2014

Saudara mungkin pernah mendengar tentang aturan emas: Lakukan kepada orang lain seperti kamu ingin diperlakukan oleh mereka. Tapi tahukah saudara ini sebenarnya adalah sebuah prinsip rohani. Dalam kitab Kejadian, kita melihat bahwa sistem Tuhan sudah diatur atas dasar menabur dan menuai. Benih yang saudara tanam ke orang lain akan memberikan tuaian dalam kehidupan saudara sendiri sebagai imbalan.

Akhir pekan lalu dalam pelayanan gereja, saya menceritakan tentang kisah anak-anak yang saya bacakan suatu waktu untuk anak-anak saya yang berbicara tentang bagaimana kita semua membawa ember emosional. Ketika ember sudah penuh, saudara merasa bahagia, puas dan bersemangat. Ketika ember kosong, saudara merasa down dan putus asa.

Di dunia ini, ada "ember pengisi" dan "ember penyerap." Sebuah ember pengisi adalah orang yang menambahi emosi bak kepada orang lain dengan mendorong mereka dan berinvestasi dengan kata-kata dan tindakan baik. Ketika ember pengisi menuangkan emosi baik ke orang lain, mereka menemukan bahwa ember mereka sendiri juga terisi juga. Ember penyerap, di sisi lain, adalah mereka yang mengambil kekuatan dari orang-orang dengan menggunakan kata-kata kasar, kritis atau negatif. Mereka tidak hanya menguras ember orang lain, tetapi mereka juga mengurangi isi mereka sendiri.

YAHWE ingin kita menjadi ember pengisi. Dia ingin kita menggunakan hidup dan sumber daya kita untuk membantu orang menjadi yang terbaik yang mereka dapat. Saya jadi ingat tentang Petrus, salah seorang murid Yesus. Petrus adalah pribadi yang impulsif. Dia mengatakan hal-hal yang tidak seharusnya, dan dia harus tumbuh dalam banyak bidang. Terlepas dari kelemahan kepribadian Petrus, sangat mengejutkan, Yesus menyebutnya dalam hal positif. Dia berkata, "Petrus, kamu adalah batu." Arti nama Petrus yang sebenarnya adalah "kerikil," dan saya bertanya-tanya apakah ia merasa seperti kerikil kecil di kali, terutama setelah beberapa kesalahan bodohnya. Namun demikian, Yesus mengingatkan Petrus akan Petrus masa depan yang sedang dalam proses pembentukan - batu kuat dan kokoh. Dia berbicara potensi dan kepercayaan diri dalam kehidupan Petrus, dan kita harus mengikuti teladan tersebut dalam hubungan kita.

Hari ini, mari kita mencari cara untuk menjadi ember pengisi bukan ember penyerap. Alih-alih mengingatkan orang kegagalan dan kesalahan mereka, mari kita lihat batuan padat di dalam orang tersebut dan berbicara positif tentang seperti apakah mereka setelah jadi. Tuangkan semangat ke orang lain dan lihatlah bagaimana Tuhan akan mengisi semangat Anda kembali!

Nasihatilah satu dengan yang lain setiap hari, selama masih ada yang disebut “hari ini”. (Ibrani 3:13, ATY Draft)



Rabu, 29 Desember 2010

Pentingnya Merenungkan Firman Tuhan Siang dan Malam

Ada janji yang luar biasa yang menanti orang yang siang malam merenungkan Firman Tuhan. Janji ini bisa ditemukan di Yosua pasal 1. Tetapi sekaligus di sini juga menjadi nyata bahwa Yahwe menghendaki kita untuk merenungkan Firman Tuhan itu siang dan malam.


Yosua 1:5 Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. 
6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. 
7 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. 
8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. 
9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi." 


Merenungkan Firman Tuhan siang dan malam? Berarti sepanjang hari Firman Tuhan harus kita renungkan. Berarti setiap langkah-langkah kita harus berdasarkan Firman Yahwe. Berarti Firman Yahwe benar-benar harus menjadi hukum, pedoman, petunjuk, aturan yang mengatur setiap kegiatan hidup kita. Kita harus bertindak hati-hati dalam setiap langkah hidup kita agar sesuai dengan hukum Yahwe.

Sebagai upahnya, Yahwe akan menyertai kita, tidak akan meninggalkan kita, tidak ada orang yang berani menghadapi kita, perjalanan kita akan berhasil dan kita akan beruntung.

Jadi: keberuntungan erat terkait bahkan ditentukan oleh ketaatan kita kepada Firman Tuhan. Keberuntungan ditentukan oleh Yahwe, Dialah yang memberikan kita keberuntungan berdasarkan kesetiaan dan ketaatan kita kepada perintah-Nya, kepada Firman-Nya.

Dan ... ada hal lain lagi yang ditekankan: agar kita kuat dan teguh hati. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu. Ungkapan ini diulang berkali-kali.

Berarti kita harus bersandar pada  Firman Yahwe dan pada saat yang bersamaan kita harus yakin, kita harus kuat dan teguh hati, karena Yahwe menyertai kita, karena Firman-Nya tinggal di dalam diri kita. Dan sebagai buah manisnya: kita akan diberi kemenangan melawan bangsa-bangsa, bangsa-bangsa akan tunduk di bawah kaki kita, tidak ada yang berani menghadapi kita, kita akan dibuat berhasil dan beruntung dalam hidup kita.