Tampilkan postingan dengan label iblis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iblis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Oktober 2012

Motivasi Pelayanan: Belajar dari Ananias dan Safira

Kisah Para Rasul 5:1-10

Baca bagian sebelumnya!


Pada bagian sebelumnya, kita belajar bagaimana jemaat mula-mula menghayati kehidupan imannya sehari-hari. Salah satu yang menarik untuk dicatat adalah, banyak dari antara jemaat yang menjual harta miliknya, rumah dan  tanahnya, dan menyerahkan hasil penjualan itu kepada para rasul untuk kemudian dibagikan kepada semua jemaat sesuai dengan kebutuhannya. Salah satu contoh yang ditampilkan dalam Kitab Suci adalah Yusuf, yang disebut Barnabas, seorang Lewi, yang menjual ladang dan menyerahkan uangnya di depan kaki para rasul (Kis 4: 36-37). Nah, pada bagian selanjutnya, Kitab Suci mencatat praktik yang sama dari Ananias dan Safira. Tetapi kali ini, perbuatan luar biasa ini bukannya mendatangkan berkat, melainkan maut bagi pelakunya. Bayangkan, setelah mereka menjual harta miliknya, dan menyerahkan hasilnya kepada Petrus, sebagai imbalannya, YAHWE malah membunuh mereka. Berikut ini kutipannya:

5:1 Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah. 5:2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul. 5:3 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? 5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah." 5:5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu. 5:6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya. 5:7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi. 5:8 Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian." 5:9 Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar." 5:10 Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya. 5:11 Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.

Dari kisah ini, kita bisa belajar sebenarnya apa yang dikehendaki YAHWE di dalam hidup kekristenan kita, di dalam hidup menggereja kita. Apa yang dilakukan oleh sebagian anggota jemaat mula-mula, menjual harta milik dan menyerahkannya kepada para rasul untuk digunakan oleh semua jemaat, tentulah merupakan suatu hal yang sangat luar biasa. Manusia selalu menyukai hal-hal yang luar biasa, dan bermimpi bisa menjadi luar biasa, termasuk di dalam pelayanan rohani. Bayangkan, kalau di zaman ini ada orang yang mau menjual semua harta miliknya, kemudian menyerahkan hasilnya ke gereja untuk dipakai semua jemaat, tentu itu merupakan tindakan yang amat sangat baik dan luar biasa. Tetapi dalam kisah ini, hal luar biasa yang sama ini bukannya mendatangkan berkat, melainkan maut dan ketakutan. Mengapa?

Kalau kita cermati kisahnya, maut menimpa Ananias san Safira, bukan karena mereka tidak menyerahkan semua uang hasil penjualan sebidang tanahnya, melainkan karena sejak awal mereka memutuskan dan sepakat untuk melakukan dusta. Mereka ingin dianggap luar biasa, seperti Yusuf atau Barnabas dalam kisah sebelumnya. Jadi, nampaknya, itulah tujuan yang paling utama dari tindakan suami istri tersebut.

Mencari hormat, mencari pujian dari manuaia, bukanlah tindakan yang berkenan bagi YAHWE. Ananias dan Safira sudah membuktikan hal tersebut. Memberikan sumbangan atau persembahan yang besar untuk pelayanan gereja tentu merupakan hal yang amat sangat baik. Tetapi hal itu mesti dilakukan bukan untuk mendatangkan pujian dari pimpinan gereja atau jemaat lainnya, namun karena dorongan Roh Kudus demi pelayanan gereja, datang dari hati yang tulus dan digerakkan oleh Roh Kudus.

Kisah Ananias dan Safira mestinya membantu kita untuk melihat kembali apa motivasi kita dalam melayani di gereja. Apakah pelayanan kita lakukan benar-benar karena dorongan Roh Kudus dan untuk menyenangkan hati YAHWE, ataukah hal itu kita lakukan karena pertimbangan-pertimbangan manusiawi: tidak enak karena yang lainnya sudah melayani, ingin menaikkan status sosial, ingin mendapatkan pengakuan, dll. Sebagaimana Ananias dan Safira, kita semestinya segera bertobat dan minta ampun kepada YAHWE seandainya kita mendapati diri kita sedang melayani karena alasan-alasan yang tidak tulus. Jangan sampai maut menimpa kita justru gara-gara pelayanan kita.

Baca bagian selanjutnya!

Baca juga:
Cara Hidup Jemaat Pertama: Semua Milik Semua
Cara Hidup Jemaat yang Pertama
Roh Kudus Menjadikan Hidup Kita Menjadi Berkat bagi Orang Lain
Nilai Strategis Mukjizat dalam Penginjilan


Selasa, 25 September 2012

Mengenal Mengetahui Dampak Kutuk dan Berkat

(dikutip dari Pendahuluan Mematahkan Belenggu Kutuk tulisan Marilyn Hickey, diterbitkan oleh Immanuel, 2003)

10 Kutuk yang menghambat Berkat berkat dan kutuk
Robert telah ditakdirkan untuk mengalami kegagalan. Ayahnya, yang terkenal keburukannya karena suka melacurkan perempuan, bunuh diri saat Robert berusia delapan tahun. Pada usianya yang keempat belas, Robert membentuk geng jalanannya yang dikenal suka melakukan tindak kejahatan kekerasan dan kebencian. Ketika berusia enam belas tahun, Robert dihukum dua tahun penjara karena tiga penembakan dan perampokan bersenjata dengan menggunakan mobil. Sehari sebelum ia masuk penjara, ibunya dibunuh oleh satu geng saingannya yang sedang membalas dendam. Ayah tirinya ditembak mati oleh geng yang sama tiga setengah bulan kemudian.

Saya yakin jika kita menyelidiki silsilah keluarga Robert, kita akan menemukan beberapa generasi keluarganya yang mungkin terperangkap dalam siklus perilaku yang cenderung merusak (destructive behavior) atau, seperti Robert, dilahirkan ke dalam keadaan itu. Kabar baiknya adalah, pada usia dua puluh tahun, Robert mendengar Berita Injil yang mengubah kehidupan dan perilakunya dengan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya. Kabar buruknya adalah, banyak sifat dalam keluarga-keluarga kita - penyakit, sikap, karakteristik tingkah laku - yang diturunkan dari generasi ke generasi dan hanya beberapa orang yang tahu cara mengubah kecenderungan merusak ini.

YAHWE ingin menyingkapkan sebab-sebab kegagalan dalam keluarga kita dan mencabut kutuk yang tampaknya tidak dapat dikalahkan tersebut sampai ke akar-akarnya. Sementara kita menemukan kebenaran firman YAHWE dan melaksanakannya dalam kehidupan pribadi kita, kita akan menegakkan suatu tradisi berkat bagi generasi-generasi masa kini dan masa depan kita - suatu kehidupan yang berkelimpahan, penuh kepuasan, dan kemenangan dalam Kristus - bagi anak-anak, cucu-cucu kita, dan generasi selanjutnya.

Ada dua sisi dari permasalahan yang sama:

Keluaran 20:5 Aku, YAHWE, Elohimmu, adalah Elohim  yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku

Ulangan 7:9 Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa YAHWE, Elohimmu, Dialah Elohim, Elohim yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan.

Apakah Anda ingin diberkati? Apakah Anda ingin anak-anak Anda diberkati? Tidak satu pun yang dapat menyentuh kehidupan Anda lebih mudah dibanding anak-anak Anda. Jika Anda memberikan tempat bagi Elohim dalam kehidupan Anda, Anda membuka diri Anda sendiri pada berkat-Nya. Tetapi jika Anda memberikan tempat kepada Iblis - atau jika Anda berada di bawah pengaruh suatu "kutuk keturunan" - Anda meminta supaya anak-anak Anda memasuki pengaruh kutuk yang sama, dan Iblis akan menelan mereka!

Kisah berikut ini adalah tentang dua keluarga Amerika yang menggambarkan kuasa kutuk keturunan.

Max Jukes adalah seorang ateis yang menikah dengan seorang wanita kafir (tidak mengenal Tuhan). Dari sekitar 560 orang keturunannya ditelusuri: 300 mati sebagai pengemis, 150 menjadi penjahat, 7 di antaranya pembunuh, 100 terkenal sebagai pemabuk, dan lebih dari setengah keturunannya yang perempuan adalah pelacur. Keturunan Max Jukes menyebabkan pemerintah Amerika Serikat merugi sekitar $1.25 juta dengan nilai dolar pada abad-19.

Jonathan Edwards adalah seorang yang hidup pada masa yang sama dengan MAx Jukes. Ia adalah seorang Kristen yang setia. Dia selalu mengutamakan Elohim dalam kehidupannya. Ia menikah dengan seorang wanita muda yang saleh, dan dari 1.394 orang keturunannya ditelusuri: 255 lulus dari universitas, di antaranya 13 orang menjadi rektor dan 65 orang profesor. 3 orang dipilih sebagai senator Amerika Serikat, 3 orang sebagai gubernur negara bagian, dan yang lainnya diutus ke negara-negara asing sebagai hamba-hamba Tuhan. 30 orang menjadi hakim, 100 orang pengacara negara bagian, 1 orang menjadi dekan sebuah sekolah tinggi hukum terkenal. 75 orang menjadi perwira angkatan bersenjata. 100 orang misionaris, pengkhotbah dan penulis terkenal. 80 orang lagi bekerja di beberapa kantor pemerintah, 3 di antaranya adalah walikota kota-kota besar, 1 adalah seorang pengawas keuangan Departemen Keuangan Amerika Serikat, dan 1 orang lagi adalah wakil presiden Amerika Serikat. Tidak seorang pun keturunan keluarga Edwards yang memberikan kerugian kepada pemerintah!

Jika Anda mematuhi Elohim - melayani Dia, berdoa, hidup dalam firman-Nya, tetap setia kepada-Nya - anak-anak dan cucu-cucu Anda akan bertumbuh melayani Dia juga!

Ulangan 11:26-28 Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk: berkat, apabila kamu mendengarkan perintah YAHWE, Elohimmu , yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah YAHWE, Elohimmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal.

Ulangan 28:1-2 Jika engkau baik-baik mendengarkan suara YAHWE, Elohimmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka YAHWE, Elohimmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara YAHWE Elohimmu.

Baca juga:
Bagaimana Kutuk Bisa Datang ke dalam Hidup Kita?
Ada Setan di Gereja
Sang Pendakwa


Mengubah Kutuk menjadi Berkat Dari Kutuk kepada Berkat: Mematahkan Kutuk Keturunan

Minggu, 12 Agustus 2012

Doa Sebelum Melakukan Perjalanan

doa perjalanan
Sebelum melakukan perjalanan, atau keluar rumah, sebaiknya Anda berdoa terlebih dahulu. Kita tahu, bahwa iblis selalu berusaha mencari mangsa (1 Petrus 5:8). Dan kita tahu, ada orang yang menggunakan kuasa gelap untuk kepentingan usaha mereka. Kuasa gelap itu biasanya menuntut korban atau tumbal. Nah di sinilah pentingnya bagi kita untuk senantiasa meminta perlindungan darah Yesus.

Sebelum pergi, entah berjalan kali, naik sepeda, sepda motor, mobil, bus, kereta atau pesawat, berdoalan terlebih dahulu. Mohonlah perlindungan darah Yesus untuk menutup bungkus tubuh jiwa dan roh Saudara serta kendaraan yang Anda pakai.

Selama perjalanan, tetap berdoalah agar perlindungan Tuhan senantiasa menyertai Saudara. Kita sering mendengar berita kecelakaan, bahkan menimpa orang yang sudah sangat berhati-hati di jalan dan sudah mentaati peraturan lalu lintas. Kenapa demikian? Salah satu jawabannya adalah karena iblis selalu mencari mangsa untuk diterkam, iblis selalu meminta darah. Orang yang tidak terlindungi, bisa menjadi makanan empuk bagi iblis. Sebab itu berdoalah senantiasa, agar perlindungan Tuhan selalu menyertai.

Doa Sebelum Perjalanan

Yahwe Bapaku yang di surga, dalam nama Yesus dan dengan pertolongan Roh Kudus, kami datang berdoa, mengucap syukur atas berkat dan karunia-Mu bagi hidup kami.

Saat ini, kami datang dan mohon, lindungilah kami selama perjalanan ini. Tutup bungkus diri kami, kendaraan yang kami pakai, dengan darah Putera-Mu, Tuhan kami, Yesus Kristus, agar kami selamat sampai tujuan.

Terima kasih Tuhan atas berkat perlindungan-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa dan mengucap syukur. Amin.

Mungkin Anda juga ingin membaca:
Mukjizat Adalah Alami bagi Orang Percaya
Yahwe Sanggup Mengatur Suasana Hati Orang
Mengandung dalam Roh
Doa Pujian



Kamis, 12 Juli 2012

Ada Setan di Gereja

Satan Inside the Church
Markus pasal 1 memperlihatkan hubungan yang menarik antara orang beriman dengan setan.Dari Markus pasal 1, setidaknya kita bisa belajar beberapa hal berikut ini mengenai setan.

Fakta mengenai setan
1. Pekerjaan setan:
  • Mencobai (ayat 13): “Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis.”
  • Mengganggu dan merasuki orang (ayat 23): “Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat.”
  • Mengganggu orang yang sedang beribadat (ayat 23). (Berarti ada setan di Gereja?)

2. Setan kenal dengan Yesus
  • Ayat 24: “Apa urusanMu dengan kami, hai Yesus orang nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.”
  • Ayat 34: Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

3. Tunduk dan kalah terhadap Yesus:
  • Ayat 26, 27: Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.”

Sikap kita terhadap setan

1. Mengusir setan
  • ayat 25: “Tetapi Yesus menghardiknya, katanya: “Diam, keluarlah dari padanya!”
  • ayat 32: Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.
  • Ayat 34: Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan
  • Ayat 39: Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.
Pelajaran:

Dari Markus 1 kita belajar bahwa menjadi tugas kita sehari-hari untuk mengusir setan. Mengusir setan? Setiap hari? Ya! Yesus ke mana pun Ia pergi, Ia menyembuhkan penyakit dan mengusir setan. Berarti kita pun sebagai pengikut Yesus, juga harus melakukan hal yang sama. Markus menegaskan hal ini dalam penutup Injilnya (Markus 16:17: “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Keputusan”).

Kalau kita pengikut Kristus, berarti kita hidup di dalam Dia dan Ia hidup di dalam diri kita. Maka seperti yang dikatakan Yohanes (1 Yoh 2:6: “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup”). Kita harus hidup seperti Kristus telah hidup, itu artinya kita juga harus menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan.

Yang perlu kita ingat ketika berhadapan dengan setan adalah bahwa setan mengenal siapa itu Yesus. Setan tahu siapa Yesus dan kehebatan kuasa Yesus. Jadi ketika kita mengusir setan, usirlah dalam nama Yesus. Dengan menyebut nama Yesus, setan akan takut dengan kita dan akan tunduk pada kuasa Yesus.
Seperti dalam Filipi 2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Tetapi yang terpenting adalah bahwa Yesus harus benar-benar tinggal di dalam diri kita. Kalau tidak, bisa-bisa yang terjadi pada para tukang jampi Yahudi dalam Kisah Para Rasul 19:13-16, juga akan menimpa kita.

19:13. Juga beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling di negeri itu, mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat dengan berseru, katanya: "Aku menyumpahi kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus." 
19:14 Mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa. 
19:15 Tetapi roh jahat itu menjawab: "Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?"
19:16 Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka.

Jadi, selalu undang Yesus untuk menjadi raja dalam hidup kita, dan wartakanlah kabar gembira, sembuhkanlah mereka yang sakit, dan usirlah setan. Dan nikmati hidup yang penuh dengan kemenangan dan berkelimpahan.

Rabu, 11 Juli 2012

Sang Pendakwa


Wahyu 12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Yahwe kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Yahwe kita.

1 Yohanes 3:19-21 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Yahwe, sebab jika kita dituduh olehnya, Yahwe adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Yahwe.

Kadang, ketika kita mau berdoa, ada perasaan tidak layak di dalam diri kita untuk duduk, berlutut, dan datang kepada Tuhan untuk berdoa.

Apakah hati Anda mengatakan bahwa Anda penuh dosa dan tidak layak untuk datang kepada Tuhan?

Apakah hati Anda mengatakan bahwa Anda tidak layak untuk diampuni dan tidak layak untuk masuk surga?

Ketahuilah, bahwa sebenarnya akar dari perasaan ini adalah pekerjaan si iblis.

Pekerjaan iblis adalah mendakwa kita, mengatakan di dalam hati kita, bahwa kita orang berdosa, kita tidak layak untuk datang kepada Tuhan, kita tidak layak untuk diampuni, kita tidak laak untuk masuk surga.Si iblis menipu kita, tetapi sebenarnya, darah Yesus sudah melayakkan kita. Terimalah kasih Yahwe, karena Dia sudah sangat lama menunggu untuk melimpahkan kasih dan berkat-Nya kepada Anda. Jangan biarkan iblis menipu dan menghalangi Anda untuk datang dan merasakan kasih-Nya yang begitu besar kepada kita.

Ingat! Kita adalah anak-Nya yang sangat dikasihi-Nya. Dia telah merelakan Anak-Nya yang tunggal untuk merebut kita dari cengkeraman iblis.

Ingatlah bagaimana sang Ayah menunggu anaknya yang bungsu yang sudah lama menghilang dan menghambur-hamburkan harta warisannya. Bapa dengan suka cita menyambut anaknya yang hilang, memeluknya, mengadakan pesta dan memberinya pakaian yang terbaik kepadanya (Luk 15:11-28).

Demikian pula, Bapa sangat rindu untuk memberikan berkat-berkatnya kepada kita. Kita hanya perlu datang kepada-Nya.


Yahwe Rindu untuk Memberkati Kita