Minggu, 17 Mei 2020

PROSES

dari kotbah berjudul Proses Kehidupan oleh Ps. Donny Tompunu & Ps. Sendy Soedjak di Anugrah Fellowship

Yesaya 43: 21 "umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku."

Tidak ada yang instan dalam Kerajaan Allah karena hanya umat yang diproses Tuhan, yang dibentuk Tuhan yang akan memberitakan kemasyhuran Tuhan. Kalau Anda mau dipakai Tuhan, Anda harus diproses. Segala sesuatu yang berharga, indah, dan mulia lahir dari sebuah proses. Tidak ada yang langsung, semua yang berharga, indah, dan mulia pada awalnya tidaklah demikian. Anda harus menapak tahap kehidupan Anda satu demi satu. Tidak ada yang instan.

Semakin tinggi dan sulit prosesnya, semakin tinggi nilai dan kualitas barang tersebut. Sebuah berlian hanyalah sebuah arang yang dapat bertahan dalam tekanan dan panas yang luar biasa hebatnya. Berlian dan arang bahan dasarnya sama, yaitu karbon. Yang membedakan: prosesnya. Kalau ingin jadi berlian, harus diproses. Enak tidak diproses? Tidak. Sakit. Namun, percayalah, umat yang Kubentuk akan memberitakan kemasyhuran-Ku. Paulus mengatakan dalam Roma 8:18 Sebab, aku menganggap bahwa penderitaan-penderitaan yang kita alami sekarang tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

P.R.O.S.E.S.

P: PEREMUKAN
Tahap pertama dalam PROSES adalah PEREMUKAN. Ulangan 8:2: Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu.

Berapa tahun waktu yang Tuhan perlukan untuk membuat umat-Nya merendahkan hati? Dan di mana? Mana yang lebih mudah bagi Tuhan: membuat mukjizat atau merendahkan hati kita? Bagi Tuhan lebih mudah untuk membuat mukjizat, tetapi butuh 40 tahun bagi Tuhan untuk memproses haati umat Israel.

Mana lebih mudah bagi manusia: membuat mukjizat atau merendahkan hati kita? Kita tidak bisa membuat mukjizat, tetapi kita bisa merendahkan hati kita.

Mana yang lebih penting bagi Tuhan: membuat mukjizat atau merendahkan hati kita? Mengapa Tuhan tidak membuat mukjizat saja untuk membuat umat Israel masuk ke tanah Kanaan? Apakah Tuhan tidak sanggup membawa umat Israel masuk tanah Kanaan melalui mukjizat? Tentu Tuhan sanggup melakukan mukjizat untuk membawa umat Israel memasuki tanah Kanaan tetapi Tuhan tidak melakukan itu dan memilih memroses umat-Nya selama 40 tahun di padang gurun karena bagi Tuhan lebih penting hati umat-Nya daripada mukjizat. Tidak ada yang lebih penting bagi Tuhan selain hati kita.

Tuhan tidak punya masalah dengan masalah kita tetapi dengan hati kita. Apa pun masalah kita, sebesar apa pun itu, Tuhan tidak punya masalah dengan masalah kita. Namun, Tuhan punya masalah dengan hati kita. Tuhan ingin berurusan dengan hati kita lebih daripada dengan masalah kita. Masalahnya, kita lebih ingin Tuhan berurusan dengan masalah kita lebih daripada dengan hati kita. Banyak orang datang kepada Tuhan dalam doa dan ibadah, yang dibawa apa? Masalah.

Kenapa hati kita? Sombong, congkak, angkuh. Kalau orang ditanya: "Punya masalah apa, Bu?" Jawabannya: "Suami saya, Pak." "Anak saya, Pak." "Keuangan saya, Pak." Tidak pernah ada yang mengatakan, "Masalahnya saya, Pak." Pada dasarnya manusia itu sombong. Kalau Anda ingin dipakai Tuhan, diangkat Tuhan, Anda harus merendahkan hati terlebih dahulu agar diangkat Tuhan.
Yesaya 57:15 "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk. Tuhan ingin meremukkan hati kita terlebih dahulu karena Tuhan ingin bertakhta di hati kita. Kerajaan Tuhan tidak bisa datang dalam hidup kita kalau kita masih sombong. Tuhan bisa meremukkan diri kita tetapi hanya diri kita yang bisa merendahkan hati kita. Banyak orang sudah direndahkan orang tidak segera merendahkan hati, tetapi malah mengeraskan hati. Oleh sebab itu, rendahkanlah hatimu.

R: RESPONS
Amsal 29: 1 Siapa bersitegang leher, walaupun telah mendapat teguran, akan sekonyong-konyong diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi.
Ketika ada masalah, ketika kita sedang diremukkan, apa respons kita? Kebanyakan kita meresponsnya dengan: lari dari masalah, menyalahkan, dan kecewa. Menyalahkan, misalnya, "Saya hancur begini karena Papa meninggalkan keluarga." Ketika kita menyalahkan, semakin hancur hidup kita. Begitu kita percaya sebagai korban, habis hidup kita. (Bagi orang percaya, tidak ada satu pun yang menjadi korban. Korban kita hanya satu, yakni Tuhan Yesus Kristus yang telah mati bagi kita.)

Kebanyakan kalau kita sedang diremukkan, kita ingin cepat-cepat melewatinya. Kita ingin cepat melihat hasilnya. Kita tidak sabar dalam peremukan Tuhan. Kita tidak tunduk dalam kepemimpinan Tuhan, malahan kita ingin mengatur Tuhan. Kadang tanda sadar kita merasa lebih tahu dari Tuhan, merasa paling tahu akan hidup kita.

Kita harus memiliki respons yang tepat saat diremukkan oleh Tuhan. Mazmur 119:71 Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.

O: OMONGAN
Kita tahus jamu, jaga mulut. Ini penting. Amsal 18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. 1 Petrus 3:10 Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.
Semua orang punya masalah, Orang kaya punya masalah, tidak kaya-kaya juga masalah. Yang penting bukan masalahnya tetapi apa yang kita katakan dalam hati dan pikiran kita mengenai masalah itu. Masalah saya yang sesungguhnya bukan masalahnya melainkan apa yang saya katakan tentang masalah itu. Itu yang menentukan hidup saya. Saya tidak bisa mengubah keadaan, saya tidak bisa mengubah istri saya, tetapi saya bisa mengubah apa yang saya katakan tentang keadaan saya, tentang istri saya.

Setiap kata yang kita ucapkan dan pikirkan adalah kendaraan pribadi kita yang akan membawa kita tiba pada suatu tempat dalam hidup ini.

Kalau terhadap masalah, kita katakan, "Mati kita. Habis kita." Perkataan ini akan membawa kita ke mana? Namun, arah mana yang akan kita tuju ketika terhadap masalah yang sama kita katakan, "Masih ada Tuhan yang sanggup menolong kita. Tuhan pasti buka jalan. Ini baik buat saya."

Kita harus belajar berkata-kata kepada masalah. Kalau tidak, masalah kita yang akan berkata-kata kepada kita (membuat kita frustrasi, membuat kita stres).

Tuhan dan Firman-Nya itu satu. Ketika Anda berkata-kata tentang masalah Anda menggunakan Firman Tuhan, Anda sedang bersama-sama dengan Tuhan, Anda sedang berjalan bersama Tuhan. Dan kalau Anda bersama Tuhan, siapa yang dapat melawan?

Kadang tidak sinkron antara kondisi, perkataan mulut kita, dan hati kita. Kita melihat keadaan yang istri kita kacau, mulut kita mengatakan "Istri yang cakap, siapa yang mendapatkannya", sementara hati kita mengatakan "cakap apanya?" Tetapi tetap kita harus belajar mengatakan Firman Tuhan terhadap masalah kita karena perkataan itu punya kuasa untuk mengubah dan menciptakan.

Kita harus belajar memperkatakan FIRMAN kepada masalah kita. Ketika menghadapi situasi kekurangan, katakan, "Tuhan adalah gembalaku takkan kekurangan aku." Kata Jehovah Jireh muncul ketika Abraham ditanya Ishak saat ia akan dikorbankan. Abraham mengajari kita bagaimana memperkatakan Firman Tuhan ketika menghadapi masalah. Kejadian 22:8 Sahut Abraham: "Tuhan yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku."

Kita harus sadar di mana penyediaan Tuhan bagi kita: di mulut kita.

S: SEMANGAT
Amsal 18:14 Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?
Amsal 24:10 Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Untuk bersemangat, caranya gampang. Angkat kedua tangan membentuk huruf V, pandangan ke atas. Pasti yang akan muncul di hati kita: rasa syukur kepada Tuhan. Sikap tubuh seperti ini membuat kita susah berpikir negatif. Kita tahu adalah tidak gampang mengubah hati kita, tetapi sikap tubuh kita akan membantu kita mengubah pikiran dan hati kita. Kalau kita bersemangat kita akan dapat menanggung penderitaan dan beban hidup kita.

Tuhan menyertai orang yang bersemangat. Dan orang yang bersemangat disertai Tuhan. Yosua 1:9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.

E: ENJOY
Amsal 30:8 Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.
Pengkhotbah 3:13 Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah.
Filipi 4:12-13 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Cukupkan diri dengan bagian kita. Tak perlu iri dengan berkat yang diberikan Tuhan kepada orang lain. Nikmati dan syukuri berkat yang sudah Tuhan sediakan bagi kita. Jangan sampai utang agar bisa seperti orang lain.

S: SETIA
Ibrani 10:38 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.
Ibrani 10:35 Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.

Kalau kita setia pada proses, pada peremukan, tidak lari dari masalah, tidak menyalahkan, dan tidak menjadi kecewa, memilih respons yang benar, memperkatakan Firman Tuhan terhadap masalah kita, tetap semangat dan percaya Tuhan sanggup menolong, dan mensyukuri dan menikmati apa yang sudah Tuhan sediakan bagi kita, pada akhirnya akan ada buah yang manis yang menanti kita. Kalau kita setia, setiap di jalan yang sudah Tuhan tetapkan bagi hidup kita.

Memang kadang kita merasa proses Tuhan terlalu lama, lalu kita memilih jalan kita sendiri yang kita yakini atau sangka akan lebih cepat membawa kita sampai tujuan. Namun, ingat, Amsal 16:25 Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

Setan akan selalu menawarkan kepada kita jalan pintas, berbuat curang, jangan terpancing. Tetap setia pada proses. Dan umat yang Kubentuk bagiku, pribadi yang Kubentuk bagi-Ku, pernikahan yang Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku.


Jumat, 30 Maret 2018

kegelisahan pilatus

oleh: Wakidi Kirjo Karsinadi




“aku datang untuk memberi kesaksian tentang kebenaran"
pilatus heran

"setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suaraku.”
mendengarkah aku suaranya? tanya pilatus dalam hatinya.

“jangan kau campuri perkara orang benar itu!”
istrinya mendengarnya?
apakah istrinya berasal dari kebenaran?

iya, aku mendengarnya
aku tahu orang ini tidak bersalah
yakin pilatus
aku harus membebaskan orang ini
aku harus mencari jalan agar ia bebas

"salibkan dia! salibkan dia! ia mengaku diri raja. kalau kau tidak salibkan dia, kau bukan sahabat kaisar!"
pilatus tersentak

hatinya mulai bimbang
seruan-seruan itu mulai mengganggu telinga hatinya
"pilihlah nyawamu atau kebenaran itu" sergah sebuah suara
"kau akan selesai kalau membela dia" lanjut suara itu

seruan mereka dan suara-suara itu terus menggedor gendang telinganya ... hingga hancur
ia tidak lagi mampu mendengarnya
"aku tidak mau selesai sampai di sini
aku masih mau hidup seribu tahun lagi
di atas kursi ini ..."
demikian pilatus

ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak
"aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kalian" demikian ia serahkan orang itu untuk dihukum mati

***

keputusan itu ternyata tidak membuat hatinya bebas dari gelisah
ia resah
perkataan orang itu dan juga istrinya terus terngiang
bagaimana kalau orang ini benar
bagaimana kalau ia tidak bisa dikalahkan oleh kematian
bagaimana kalau keputusanku salah

***

15.00
"sudah selesai"
tapi itu bukan sebuah akhir dan kekalahan
bukan game over
tetapi akhir dan puncak dari sebuah perjuangan
meraih kememangan
kehidupan telah direbut kembali
dari cengkeraman kematian
kebebasan telah direbut kembali
dari belenggu dosa
kematian telah dikalahkan
oleh pengurbanan cinta
hutang darah telah dilunaskan
sekali untuk selamanya

***

yusuf dari arimatea datang
meminta izin untuk menguburkan mayat orang itu
pilatus ragu, benarkah orang ini telah mati
ia utus tentara untuk memastikan kematiannya

benar
ia telah mati
ah ternyata kegelisahanku tidak beralasan
ia cuma orang biasa
dan sudah mati
tidak perlu dikhawatirkan lagi

***

pilatus tidak tahu
sebenarnya bibit kehidupan sedang disemaikan
di dalam inti lubang kematian
untuk mengalahkannya dan
tumbuh bangkit kembali
selamanya
menumbuhkan buah-buah kehidupan yang berkelimpahan
bagi mereka yang menerima dan percaya kepadanya

~ Sleman, 30 Maret 2018

Minggu, 25 Maret 2018

3 pertanyaan cinta


oleh: Wakidi Kirjo Karsinadi


1
“Kepha, apakah engkau MENGASIHI aku, lebih dari mereka ini?”
melebihi orang-orang ini, apakah ada agape dalam dirimu untukku?
***
“ya aku mengasihimu
ya, dan meskipun semua yang lain meninggalkanmu sekali-kali aku tidak”

“kalau begitu, tidak akan ada ayam berkokok hari ini, Kepha.”

“ayam akan tetap berkokok dan aku tetap MENCINTAI-mu sekalipun aku harus mati karenamu”
AGAPE itu milikku, kuberikan sepenuhnya untukmu

malam itu dini hari, ia dihadapkan pada hukuman mati, atas tuduhan palsu
semua temannya lari, seorang diri Kepha mengikutinya dari kejauhan

hati Kepha kecut
sebelumnya ia yakin dia akan menang atas semua bangsa dan memerintah sebagai raja
tetapi kini, dia benar-benar seperti orang biasa, manusia tanah yang lemah
ke mana semua kuasa keajaiban itu, batinnya
dinginnya malam itu semakin membuat nyalinya menciut

mendekat ke perapian ia ingin menghangatkan badan

“kamu teman orang itu bukan?” melengking suara seorang perempuan yang duduk di seberang perapian
Kepha kaget setengah mati
“aku tidak tahu apa yang engkau maksud.”
seketika dinginnya menghilang dari tubuhnya
Kepha menggeser tubuhnya, ia menuju ke pintu gerbang.

“aku tahu, engkau salah satu teman dari orang itu!” seseorang menyergahnya
aku tidak kenal orang itu," Kepha berkilah
belum sempat ia menggeserkan kembali tubuhnya
“dari logat bicaramu, engkau jelas teman orang itu!” dari belakang seseorang menghardiknya
aku tidak kenal orang itu," Kepha menyumpah

dan kemudian …
“kukuruyuk! kukuruyuk! kukuruyuk!”
Kepha terperanjat
suara kokok ayam itu memutar kepalanya
ia bersitatap dengan dia
mata ketemu mata

ia telah memberikan tiga jawaban
atas tiga pertanyaan
sebab itu hari ini ayam masih berkokok

dia benar
ia salah
ia lari dalam deras air mata
dia mengenalnya lebih dari ia mengenal dirinya
AGAPE itu tidak ada pada dirinya
sama sekali tidak ada
apalagi melebihi yang lain
itu hanyalah ilusi dari keangkuhan diri yang membawanya terbang bersama angina
dan kokok ayam itu masih ada
untuk membawanya kembali jatuh ke tanah
kembali menjadi manusia tanah
***
“benar tuan, engkau TAHU, bahwa aku mengasihi engkau."
padaku ada filia, itu saja

Kepha tahu, dia lebih tahu melebihi ia tahu siapa dirinya

2
“Kepha, apakah engkau MENGASIHI aku?” dia bertanya untuk kedua kalinya
apakah ada AGAPE untukku?
***
pagi itu Kepha bersama keempat temannya sedang berada di pantai
mereka kembali kepada kehidupan lama
sebelum bertemu dengan dia
menjadi penjala ikan

angannya telah pudar
ia telah gagal

bersama dia ia pernah bermimpi
menjadi cadas keras tempat berdirinya sebuah kerajaan
namun kokok ayam itu telah membuatnya mengerti
angannya melambung terlalu tinggi
membuatnya lupa diri
ia gagal total

pagi itu dia datang
kepada mereka ia mendekat
mereka yang telah meninggalkannya dan menyangkalnya
mereka tetap dianggap sahabat
Kepha kembali bersemangat

dilupakannya kegagalan masa lalu
lalu atas penyangkalannya haruskah ia
malu? tak lagi perlu karena ia tahu dia lebih tahu
semua itu terjadi bukan tanpa maksud
agar Kepha melepaskan segala selaput
***
“benar tuan, engkau TAHU, bahwa aku mengasihi engkau."
padaku ada filia, itu saja, tidak melebihi siapa pun

Kepha tahu, dia lebih tahu melebihi ia tahu siapa dirinya
dan dia menerimanya apa adanya

3.
“Kepha, apakah engkau mengasihiku?” dia bertanya untuk ketiga kalinya
apakah ada FILIA untukku?

Kepha sedih mendengar dia bertanya untuk ketiga kalinya.
dia telah menanamkan di dalam dirinya sebuah duri di dalam daging
kesedihan yang mencegahnya untuk melupakan bahwa dirinya hanyalah
manusia tanah

“benar tuan, bukan AGAPE melebihi semua yang lain, bukan AGAPE yang ada pada diriku untukmu, hanyalah FILIA manusia lemah, manusia tanah. itulah yang kupunya. itulah yang kumampu”

Kepha sekarang lebih mengenal dirinya, manusia lemah yang hanya mampu memeluk keterbatasan FILIA untuk tuannya, bukan kebesaran dan keangkuhan AGAPE.

pengenalan diri ini
dan penerimaan dia atas segala keterbatasannya
telah mengantarkan Kepha dari FILIA kepada AGAPE
saat ajal menjemputnya
kali ini, ia tidak menyangkal dia, ia tidak lari, ia menghadapi kematiannya
benar-benar karena dan untuk dia

demikian dia telah berjanji
ia telah menjadi batu karang
bagi berdirinya jemaat


Medari, dini hari, 26 Maret 2018

menulis di tanah

oleh: Wakidi Kirjo Karsinadi

pagi itu
seorang perempuan kedapatan
sedang berbuat zinah
oleh lawan pezinah
yang datang dengan motif busuk
menjebak dan mengorbankan sang perempuan
untuk mengilangkan sebuah ancaman
sesudah dinikmatinya perempuan itu
datanglah rombongan konspirator
menangkap basah keduanya
sang perempuan itu dilarak, diseret sepanjang jalan
dan lelaki lawan pezinah ikut dalam rombongan
senang karena telah berhasil menjadi bagian dari sebuah rencana cerdik
dan tidak kehilangan bonus kenikmatan gratis pula
dan tibalah mereka di depan sesosok ancaman
yang ingin mereka binasakan
"ia kedapatan berzinah
"ia harus dirajam
"bagaimana menurutmu?"
pertanyaan jebakan dilancarkan kepadanya
ia tidak segera menjawab
ia menunduk
ia diam
"apa katamu"
mereka mendesak
"yang merasa tidak bercela
silakan melemparkan batu pertama!"
ia menjawab
tanpa mengangkat kepala
tetap tertunduk
dengan jarinya
ia menulis di tanah
ia manusia langit
yang telah turun menjadi manusia tanah
ia ikut merasakan kegelisahan manusia tanah
perempuan yang sekarang menunggu bagaimana sebentar lagi ia akan kembali menjadi tanah
dirajam oleh para manusia atas angin yang ingin
menggantikan peran pemberi dan pencabut hidup
debu yang tersisih oleh jarinya beterbangan
butir demi butir mengenai hidung gerombolan itu
debu itu telah menjatuhkan mereka dari lesatan angin yang selama ini telah membekap mereka
mereka terjatuh kembali ke tanah
sadar dirinya juga terbuat dari tanah
yang lemah dan tidak bebas salah
satu demi satu, dimulai dari yang paling tua, rombongan itu
pergi meninggalkan perempuan dan lelaki yang menulis di tanah
meninggalkan keduanya di sana, saling berhadapan
sang perempuan tampak semakin gemetar
ia sedang berhadapan dengan sesosok, satu-satunya sosok ...
perginya gerombolan itu satu per satu menyadarkannya bahwa sosok di hadapannya itu adalah satu-satunya
yang memiliki kuasa untuk melemparkan batu pertama
ia gemetar, seluruh dayanya meluruh, menunggu ajal
lelaki itu bangkit
namun, bukannya untuk mengambil batu
melainkan mengulurkan tangannya
mengangkat perempuan itu
'hai manusia tanah
aku tidak akan melemparkan batu kepadamu
sebentar lagi aku akan bersatu dengan tanah
supaya engkau bisa dibebaskan dari hukum tanah"
kaget
tidak percaya
terpana
debu tanah yang menempel di jari itu menyentuh tangannya
tetapi kali ini debu itu ikut meluruhkan seluruh debu yang menempel di tubuhnya
di hatinya
di jiwanya
meninggalkannya menjadi manusia bersih
"jangan berbuat dosa lagi"
perempuan itu menangis bahagia
dalam hatinya ia tahu, mulai hari ini ia tidak perlu berbuat dosa lagi
ia sudah menjadi manusia baru
seluruh sisa hidupnya
telah dibawa ke level yang baru
hidup dalam karunia
karena lelaki itu sebentar lagi menggantikannya
menanggung semua beban dosanya

Medari, 24 Maret 2018

Jumat, 23 Maret 2018

Yang Mustahil Jadi Mungkin

A Bible Study By Reinhard Bonnke - Holy Spirit: Are you Flammable or Fireproof? - Part2




TUHAN PENUH MUKJIZAT


Sifat Yang Ilahi tidak hanya supernatural tetapi juga penuh keajaiban. Kuasa, kasih dan kebaikan YAHWE melampaui segala hal. Ketika Tuhan hadir, harapkan terang, kehidupan, dan keunggulan -- gunung-gunung diratakan, lembah-lembah ditimbun dan yang berkelok-kelok diluruskan (Yesaya 40:4). Tidak ada yang mustahil dalam kamus Tuhan.

Yang mustahil menjadi mungkin terjadi ketika TUHAN ada. Inilah tanda kehadiran-Nya. Penciptaan sendiri dimulai ketika DIA lewat. Ayub berbicara mengenai jagad raya sebagai "hanya ujung-ujung jalan-Nya" (Ayub 26:14), seperti sebuah jalan yang dilewati pada rerumputannya yangbasah. Demikian pula dengan Yesus. Anda akan tahu kapan Dia melewati sebuah desa Yahudi. Di sana tidak akan ada lagi orang sakit yang tetap sakit. Di mana DIA berada, tidak akan ada masalah, Anda akan bisa berjalan di atas gelombang, menyembuhkan yang sakit, atau memberi makan 5000 orang sampai kenyang. Semuanya terjadi begitu saja; semua tunduk kepada kehendak-NYA. "Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia" (Roma 8:28)

Minggu, 25 Februari 2018

MEGETHOS--Potensi yang Tak Terbendung

A Bible Study By Reinhard Bonnke - Holy Spirit: Are you Flammable or Fireproof? - Part 1

TUHAN YANG AJAIB

Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa." Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?" Matius 8: 23-27

MEGETHOS--Potensi yang Tak Terbendung
Melalui baptisan Roh Kudus, kita semua memiliki akses terhadap kuasa yang dapat membangkitkan orang mati, kuasa kebangkitan. Gereja yang tidak berdaya adalah aib. Roh Kudus selalu bertindak saat Anda bertindak untuk Tuhan. Jika Anda tidak bekerja untuk Tuhan, Anda tidak membutuhkan kuasa, dan tidak ada kuasa yang akan diberikan. Tapi begitu Anda dibaptis dalam Roh, potensi itu tidak terbendung.

PAULUS BERDOA UNTUK JEMAAT EFESUS (Efesus 1: 18-20)
Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga.

Agar "mata hatimu terang, agar kamu mengerti ... betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati." Paulus menggunakan sebuah kata di sini untuk menggambarkan kebesaran sumber daya yang ada - megethos. Bom nuklir diukur dalam "megaton." Tetapi Paulus lebih lagi dan berbicara tentang "hyper megethos" atau kebesaran super. Begitulah seharusnya kita mengukur keefektifan kita dalam pelayanan Kristen, dan itulah sumber yang tersedia bagi setiap pelayan Tuhan.

Kami harap Anda menikmati pelajaran Alkitab ini oleh Reinhard Bonnke. Tunggu pengajaran selanjutnya THE IMPOSSIBLE HAPPENS minggu depan.

Minggu, 28 Januari 2018

Jika kamu berdoa

Manakala kamu berdoa, katakanlah:

Bapa kami yang di surga
dikuduskanlah Nama-Mu
datanglah kerajaan-Mu
jadilah kehendak-Mu
seperti di dalam surga
juga di atas bumi.
Berikanlah kepada kami hari ini,
roti kami sehari-hari
dan amnpunkanlah kepada kami 
dosa-dosa kami
karena kami pun mengampunkan
kepada setiap orang
yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah membawa kami
ke dalam pencobaan
tetapi luputkanlah kami
dari yang jahat.

Ketika kita berdoa, Tuhan Yeshua mengajarkan, agar pertama-tama kita menyatakan, mengakui akan adanya Bapa yang ada di surga. Ini sebuah pernyataan, pengakuan, klaim bahwa kita ini anak-Nya, bahwa Tuhan yang ada di surga itu adalah Bapa kita. Kita adalah anak-Nya, anak dari Tuhan pencipta kita dan seluruh dunia. Pernyataan ini, pengakuan ini menegaskan bahwa ada hubungan yang intim antara kita dengan Tuhan kita. Kita sudah diangkat dan diberi hak untuk menjadi anak-Nya, untuk menyebut Pencipta kita itu adalah Bapa kita. Inilah identitas kita: anak Tuhan Pencipta langit dan bumi serta segala semesta.

Yang kedua kita diminta memproklamirkan kekudusan Nama-Nya. Menyerukan kekudusan Tuhan tampaknya menjadi cara yang berkenan kepada Tuhan di dalam menyembah-Nya. Bandingkan dengan Wahyu 4:8:
Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."
atau Yesaya 6:3:
Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!"

Yang ketiga, kita diminta untuk memohon agar kerajaan-Nya datang. Yesus sendiri selalu mengatakan bahwa kerajaan sorga sudah dekat. Dan kita diminta bertobat oleh karenanya. Kerajaan sorga itu seperti apa? Yesus memberikan banyak sekali gambaran mengenai apa itu kerajaan sorga melalui perumpamaan-perumpamaan. Misalnya, kerajaan sorga diumpamakan seperti "seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah" (Matius 13:45) atau "seumpama harta yang terpendam di ladang" (Matius 13:44) yang menunjukkan sesuatu yang sangat berharga sehingga orang rela menjual segala miliknya untuk memiliki mutiara itu;
atau "seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya" (Matius 18:23) yang memperlihatkan tentang kemurahan pengampunan yang harus menjadi pedoman hidup; 
atau "seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya" (Matius 22:2) yang memperlihatkan pentingnya untuk datang ke pesta dengan pakaian yang layak, dan lain sebagainya. Kerajaan sorga juga "seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan" (Matius 13:47) yang memperlihatkan bahwa ada pemisahan antara orang jahat dan orang benar; atau "seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki" (Matius 25:1) yang memperlihatkan pentingnya untuk bersiap-siap dan berjaga-jaga (membawa cadangan minyak);
atau "seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya" (Matius 13:24) yang memperlihatkan bahwa orang-orang jahat itu hidup di tengah-tengah orang jahat;
atau "seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya" (Matius 20:1) yang memperlihatkan kewenangan Tuhan untuk memberikan upah yang sama kepada semua pekerjanya;   
atau "seumpama biji sesawi" (Matius 13:31atau "seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya" (Matius 13:33) yang memperlihatkan bahwa orang benar atau orang beriman harus bermanfaat bagi orang lain; atau "seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka" (Matius 25:14) yang memperlihatkan pentingnya untuk mengembangkan talenta yang kita miliki.


Kita juga diminta untuk memohon agar kehendak-Nya jadi, yakni keadaan di atas bumi seperti di dalam sorga.


Kita juga diminta untuk meminta roti kebutuhan hidup kita sehari-hari. Ini berarti seharusnya kita berdoa meminta roti ini setiap hari.

Kita diminta untuk memohon ampun atas dosa kita tetapi sekaligus kita juga diminta untuk mengampuni orag lain, sebagai syarat pengampunan itu: "seperti kami juga mengampuni".

Terakhir, kita diminta untuk meminta Tuhan menjauhkan kita dari pencobaan dan melupuskan kita dari "yang jahat". Pencobaan itu ada dan "yang jahat" itu ada, tetapi kita bisa memohon kepada Tuhan agar kita tidak dibawa ke dalam pencobaan dan diluputkan dari yang jahat. Dan karena kita diminta untuk meminta roti setiap hari, itu berarti kita juga diminta untuk memohon dijauhkan dari pencobaan dan diluputkan dari yang jahat ini juga setiap hari.